Sarapan merupakan salah satu kebutuhan kita di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Lain tempat, lain pula jenis sarapannya. Bubur merupakan salah satu makanan yang sudah akrab bagi masyarakat Indonesia di pagi hari. Kegemaran mengonsumsi bubur tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Bubur memiliki tekstur yang lembut sehingga sangat cocok bagi anak-anak karena mudah dicerna. Di kalangan orang dewasa, bubur ayam mungkin masih menjadi "bintang" di antara jenis bubur yang ada. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya bubur kurang cocok untuk dijadikan sarapan? Menurut Prof Hardiansyah dalam doktersehat.com, tekstur bubur yang mudah dipecah dalam sistem pencernaan dapat membuat kenaikan gula darah dengan cepat. Tapi ternyata ada loh jenis bubur yang cukup ideal untuk dijadikan sarapan. Tinutuan atau lebih akrab dengan sebutan bubur manado ini merupakan bubur yang dimaksudkan tadi. Tinutuan mungkin masih asing ditelinga masyarakat Indonesia yang mayoritas lebih memilih bub...
Kampung Jawa Tondano merupakan suatu daerah yang terletak di Kabupaten Minahasa. Kampung ini merupakan tempat dimana Kyai Modjo dan enam puluh orang pasukannya diasingkan. Lalu mereka menikah dengan wanita asli penduduk Minahasa. Kampung Jawa Tondano atau yang biasa disebut Jaton terkenal dengan tradisi Lebaran Ketupat. Lebaran Ketupat dilaksanakan enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada hari Lebaran Ketupat, penduduk yang beragama Islam melakukan open house . Tentu banyak jenis makanan yang dihidangkan untuk tamu. Salah satunya adalah hidangan sup yang disebut lulut. Lulut dalam bahasa Tondano artinya buluh bambu yang agak tipis. Buluh bambu ini digunakan sebagai wadah untuk memasak sup. Maka dari itu sup ini disebut lulut. Namun saat ini lulut biasa dimasak diatas panci atau wajan. Bahan yang digunakan untuk membuat bumbu lulut adalah jahe, kunyit, cabai, serai, bawang merah, daun bawang, batang bawang, kemangi, jeruk nipis, dan garam. Lulut bisa berbah...
Siau merupakan sebuah pulau yang termasuk bagian dari kabupaten Sitaro, sekaligus sebagai pusat kabupaten Ondong. Kepulauan tersebut berada di bagian provinsi Selawesi Utara. Untuk berkunjung ke pulau Siau, pendatang hanya dapat menggunakan transportasi kapal; dimana kapal tersebut paling cepat membutuhkan sekitar 3 jam untuk mencapai tujuan. Namun, ada juga beberapa kapal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan, sekitar 6 sampai 7 jam. Suatu waktu pada jaman dahulu, pulau Siau merupakan bagian dari Kabupaten Sangihe Talaud. Namun, sejak tahun 2007, terjadi pemekaran dimana Siau dianggap jadi masuk kabupaten Sitaro (Siau, Tagulandang dan Biaro). Salah satu kekayaan alam yang dimilikinya adalah gunung berapi bernama gunung Karangetang. Walaupun gunung tersebut seringkali mengeluarkan api, namun masyarakat sekitar tidak takut; mereka memilliki kepercayaan bahwa gunung tersebut 'sedang batuk'. Budaya seni pertunjukan Pulau Siau yang paling populer di k...
Upacara Tulude adalah upacara besar di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Upacara Tulude dilaksanakan setiap tanggal 31 Januari karena tanggal tersebut diyakini sebagai tanggal lahirnya kerajaan pertama di tanah Sangihe–Kerajaan Tampunganglawo. Rangkaian kegiatan dalam upacara Tulude adalah sebagai berikut: Mesahune-mapakasingka’u Tulude (pemukulan tambur keliling kota untuk pemberitahuan pelaksanaan upacara Tulude) Menensomahe sake su Bandara Naha Menensomahe sake su rumah jabatan Mendangeng sake su rumah jabatan Menengong mamaeng Memansele bawello (pemukulan tambur) Megause sake Memindura (penghormatan) Pemukulan nanaungang (gong) dan tambur Mendangeng tamong banua (tamong banua diarak menuju tempat upacara) Menengong tamong banua Mendae tamong banua Darumating (pengantar kata) Kakumbaede Menahulen...
Sulim/Seruling Batak Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Sulim adalah salah satu alat musik tradisional Batak yang termasuk dalam keluarga flute atau seruling. Instrumen ini tergolong dalam jenis aerophone dengan spesifikasi side blown flute (meniup dari samping) yang terdiri dari sebuah lobang tiupan dan 6 (enam) buah lobang nada. Sulim hampir sama dengan dengan jenis seruling yang ada pada etnis lain pada umumnya. Perbedaannya hanya pada lobang tambahan (antara lobang tiupan dan lobang nada). Lobang tambahan ini dapat menciptakan warna bunyi yang menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan intrumen seruling yang lain. Sulim terbuat dari seruas bambu yang dibentuk sedemikian rupa dengan satu buah lobang tiupan (penghasil bunyi) di bagian atasnya dan enam buah lobang nada sebagai penghasil nada-nada yang diinginkan. Diantara lobang penghasil buny...
Upacara Toki Pintu merupakan salah satu dari rangkaian upacara pernikahan adat Manado. Upacara Toki Pintu adalah bagian dari Upacara Maso Minta. Kata Toki Pintu sendiri memiliki arti "Mengetuk Pintu", dimana upacara ini diawali dengan memastikan bahwa kediaman pengantin wanita dalam keadaan sepi dan sunyi. Semua jendela dan pintu harus tertutup dan lampu dimatikan. Lalu rombongan pengantin pria menghampiri kediaman mepelai wanita dipimpin oleh seorang wali/utusan dengan membawa mas kawin berupa kain bentenan, buah-buahan, aneka makanan khas Manado, umbi-umbian, dan seperangkat busana/kosmetik seperti sepatu atau perhiasan. Lalu wali pihak pria akan mengetuk pintu tiga kali. Diketukannya yang pertama dan kedua, pintu tidak akan dibuka. Baru pada ketukan ketiga pintu akan dibuka, dan disambut oleh wali pengantin wanita. Ini adalah simbol bahwa si pengantin wanita bukanlah perempuan murahan. Setelah itu diadakan dialog dalam bahasa daerah Minahasa. Kemudian Pengantin pria mengetuk...
Ketika berkunjung ke Kota Manado, Sulawesi Utara, kita dapat menjumpai salah satu kuliner khas yang cukup terkenal dan patut dicoba yaitu nasi kuning. Sekilas, memang nampak tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nasi kuning di daerah lainnya terutama daerah Jawa. Namun, ada beberapa hal yang menyebabkan nasi kuning khas Kampung Kodo ini memiliki cita rasanya sendiri. Ramuan rempah dan lauknya lah yang membedakan kuliner khas tersebut. Nasi kuning Kampung Kodo terdiri dari irisan ikan cakalang (ikan khas Manado) atau ikan roa, daging sapi, kering talas (bete) atau ubi, telur rebus, sambal, dan bawang goreng. Meski dicampuri ikan cakalang, namun baunya tidak amis. Uniknya, nasi tidak dibentuk kerucut melainkan nasi tersebut dibungkus dengan daun woka yaitu sejenis daun lontar/janur yang banyak tumbuh di daerah Sulawesi Utara. Daun tersebut yang membuat makanan ini tahan bau dan awet selama berjam-jam. Cara pembuatannya, nasi dimasak menggunakan serai, daun pa...
A. Sejarah Kabasaran Tanah Minahasa zaman dahulu sering mendapat ancaman dari dua suku yang berdekatan yaitu suku Mangindano dan suku Mongondo. Leluhur orang Minahasa sering terlibat perang untuk mempertahankan diri. Maesaan mulai terbentuk ketika leluhur Minahasa mulai mengadakan perundingan, bagaimana cara menghalau suku Mangindanau yang menguasai perairan laut di sekitar Minahasa. Kemudian dikumpulkan orang-orang kuat dan berbadan besar. Dilatih cara berperang dengan menggunakan senjata berupa pedang dan tombak, mereka pergi berperang dengan keyakinan bahwa mereka harus menang. Dalam legenda sejarah leluhur Minahasa Assaran Tua Puhuna yang dikumpul dan ditulis oleh pendeta Reidel pada tahun 1870. Diceritakan tentang peperangan peperangan di Minahasa yang tidak berkeputusan dari zaman orang Minahasa mengenal tanaman padi hingga abad ke XVII, dan bentuk taria...
RAGEY Ragey adalah makanan khas dari Manado, Sulawesi Utara. Ragey termasuk dalam daftar makanan tradisional daerah Manado, keistimewaan nya kalau ada acara besar harus ada ragey atau sebagai oleh-oleh harus. Ragey dikatakan spesial karna pengolahan dan pemilihan daging nya terbaik yang dipilih. bentuk ragey itu seperti sate biasa yang disusun dari potongan daging besar dan lemak yang sudah dibumbui oleh air jeruk dan garam. Rasa yang diberikan sangat lah gurih dan nikmat, karna lemak dari si daging tidak membuat daging menjadi keras. Ragey pertaama kali diperkenalkan berada di daerah Kawangkoan, Manado. Disana ada sebuah tempat khusus penjual ragey, bahka ada patung seperti monumen yang berbentuk 'tangan sedang memegang dua tusuk sate ragey' yang sangat besar. Dari itu daeraah Kawangkoan terkenal dengan Ragey nya yang enak. Tempat ini pun sudah dibuka sejak tahun 1987 'Awalnya saya menjual makanan biasa dan suami sebagai tukang potong...