Adat Nusantara
417 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mapacci (Meletakkan Inai di Telapak Tangan Calon Mempelai)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mapacci merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari Sulawesi Selatan yang termasuk prosesi pernikahan adat Bugis Palopo. Mapacci berasal dari kata pacci , yaitu daun pacar yang dihaluskan sebagai penghias kuku dan tangan. Namun, menurut orang Bugis, mapacci berasal dari kata pacing , yang berarti bersih dan suci. Mapacci bertujuan untuk membersihkan diri, malam suci atau malam terakhir bagi seorang gadis atau jejaka yang esok harinya akan memasuki bahtera rumah tangganya. Mapacci biasanya dilakukan sehari sebelum pernikahan yaitu pada malam hari. Mapacci dilakukan oleh calon pengantin pria dan calon pengantin wanita di kediamannya masing - masing. Bahan mapacci terdiri dari daun pacar, minyak kelapa, beras yang dicampur kunyit bubuk, daun nangka atau daun panasah, dan daun pisang muda. Sedangkan, untuk perlengkapannya terdapat sarung, bantal, dan lilin. Semua bahan tersebut masing - masing mempunyai makna. Dibawah telapak tangan calon mempelai terdapat daun...

avatar
OSKM18_16518232_husnul Azizah N.
Gambar Entri
Pesta Orang Mati Tana Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Toraja, kabupaten yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan ini dikenal dengan kearifan masyarakatnya. Kentalnya nilai luhur dan adat menyebabkan segala aspek kehidupan yang dilalui tidak lepas dari campur tangan keduanya. Kepercayaan leluhur yang sarat akan nilai adat, menyebabkan adanya perpaduan antara ritual keagamaan dan ritual adat. Meskipun dianggap tak sepandangan dan saling bertentangan, hal tersebut malah melahirkan suatu prosesi unik yang memiliki khasnya tersendiri. Salah satu prosesi yang menjadi bukti nyata dari perpaduan itu ialah prosesi pemakaman bagi orang meninggal. Prosesi pemakaman orang meninggal yang biasanya dilalui dengan suasana haru, tidak berlaku di Toraja. Hampir sebagian besar dari masyarakat toraja akan mengadakan acara “pesta” bagi orang yang telah pergi terlebih dahulu. Pesta yang secara umum diartikan sebagai suasana riuh dimana orang dapat bersenang-senang dengan makanan yang melimpah dan music serta tarian maka hal itu p...

avatar
OSKM18_16618231_Natasya
Gambar Entri
Mapaccing
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mapaccing merupakan salah satu bagian dari tata cara perkawinan di adat bugis. Mapaccing dilakukan pada malam hari sebelum hari pernikahan.  Kata mapaccing sendiri berasal dari kata Paccing yang berarti pacar dan diibaratkan sebagai alat menyucikan sang gadis dari hal-hal yang bersifat kotor, secara fisik maupun batin, agar memperoleh keselamatan, kesejahteraan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga kelak.  Prosesi Mapaccing dilakukan di rumah masing-masing mempelai. Dan dimulai dengan pengkhataman qur'an yang dilakukan secara simbolis oleh calon mempelai. Kemudian diikuti oleh pembacaan barzanji(doa-doa dan ayat-ayat qur'an) yang dibacakan secara bersama-sama oleh para hadirin. Saat itu Ibu dari mempelai akan mengoleskan pacar(paccing) pada telapak tangan sang calon. Setelah tamu-tamu yang ditetapkan melakukan Mapaccing, hadirin bersama-sama mendoakan calon mempalai agar mendapatkan restu dari Allah. #OSKMITB2018 #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16518394_San Afirrah Vasmaulidzra
Gambar Entri
Rumah Adat Toraja Dibangun Tanpa Menggunakan Paku
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Tongkonan adalah rumah adat Toraja dimana rumah tersebut ialah rumah yang berbentuk rumah panggung. Rumah tongkonan tersusun atas konstruksi kayu dan bambu. Bangunan ini terpasang kuat dan kokoh tanpa bantuan paku dan dapat berdiri dengan tegak sampai ratusan tahun. Fondasi rumah tongkonan sendiri tersusun atas batu batu yang biasanya terdapat di gunung-gunung yang nantinya batu tersebut akan di letakkan dibawah rumah tersebut, sedangkan untuk kerangka rumahnya tersusun atas kayu uru yang banyak terdapat di alam sulawesi. Semua bagian kayu pada kerangka rumah terpasang dengan menggunakan sambungan pasak samasekali tidak menggunakan paku atau semen. Rumah adat toraja ini sendiri terdiri atas 2 bangunan utama yang bisa disimbolkan sebagai ibu dan bapak. Bangunan pertama yaitu Tongkonan utamanya sendiri sebagai lambang dari Ibu, yang berfungsi sebagai kegiatan sosial, rumah adat, rumah tinggal, dan untuk upacara adat Sedangkan bangunan kedua yaitu alang sura yaitu...

avatar
OSKM_16518173_ditarananta
Gambar Entri
RITUAL MA'NENE (RITUAL ANEH DARI SULAWESI UNTUK MENGHORMATI ORANG TERKASIH)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

RITUAL MA’NENE (RITUAL ANEH DARI SULAWESI UNTUK MENGHORMATI ORANG TERKASIH) Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menghormati leluhurnya. Terkadang, prosesi itu terbilang unik, seperti di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Setiap tiga tahun sekali masyarakat yang bermukim di sekitar pegunungan Sesean, menggelar prosesi adat mengganti pakaian jasad leluhurnya yang disemayamkan di dalam peti tempat pekuburan Patane. Prosesi adat ini disebut Ma'nene. Ritual Ma'nene atau mengganti pakaian mayat sebutan masyarakat Toraja, diawali dengan berkunjung ke lokasi pekuburan leluhur mereka yang dinamakan Patane di Desa atau Lembang Paton, Kecamatan Sariale. Di Patene, mayat moyang (leluhur) mereka yang telah berumur ratusan tahun tersimpan dalam keadaan utuh, karena sebelumnya diberi bahan pengawet. Prosesi Ma'nene dilakukan pihak keluarga dengan membersihkan mayat leluhur yang telah berusia ratusan tahun, dengan melepas pakaian lama yang digunakan....

avatar
Oskm18_16718478_farrel
Gambar Entri
Ma'nene, Tradisi Unik Tana Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tana Toraja dikenal sebagai suku budaya Indonesia yang memiliki berbagai macam keunikan khas. Salah satu keunikannya adalah Ma'nene. Ma'nene adalah upacara adat mengganti pakaian mayat para leluhur. Ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Upacara ini dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya pada bulan Agustus setelah panen. Masyarakat adat Toraja percaya bahwa jika ritual tersebut tidak dilakukan, maka sawah-sawah dan ladang mereka akan rusak oleh hama dan ulat yang datang tiba-tiba.   Ritual Ma'nene dilaksanakan lewat hasil musyawarah desa dan diputuskan oleh keluarga dan tetua adat. Setelah keputusan bulat, prosesi Ma'nene diawali dengan berkunjung ke lokasi leluhur mereka yang dinamakan Patane. Peti-Peti mati para leluhur akan dikeluarkan dari makam-makam liang batu dan diletakkan di arena upacara dengan membaca doa bahasa Toraja oleh tetua adat. Doa untuk memohon izin kepada leluhur agar masy...

avatar
OSKM18_16518222_Syukri Galih Gunarji
Gambar Entri
Adat Mappatabe' : Terlihat Sepele, tetapi Sarat Akan Makna
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

"Tabe', Puang. Loka labe' ri olota". "Iye, Ndi. Labe'ni".            K ata Tabe', yang berarti permisi,  tentunya tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Suku Bugis. Yah, kata Tabe' merupakan implementasi dari sikap hormat kita terhadap sesama masyarakat.  Mengucapkan kata Tabe' ketika ingin lewat dihadapan orang yang lebih tua sambil membungkukkan badan dan diikuti gerakan tangan kanan yang mengarah ke tanah, sudah menjadi suatu adat atau kebiasaan yang terus dilestarikan oleh masyarakat Suku Bugis sampai sekarang ini, yang kenal dengan istilah adat Mappatabe'/Attabe'.                  Adat Mappatabe'/attabe' merupakan suatu adat yang dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Suku Bugis. Adat ini merupakan suatu perilaku yang menunjukkan sikap penghormatan kita kepada orang yang lebih tua. Jika dilihat d...

avatar
OSKM18_16018363_Rifkah Rahayu
Gambar Entri
Upacara Mapalili
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Menurut etimology, Mappalili (Bugis) / Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah. bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) / dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi. Mappalili memiliki sesuatu yang menggambarkan karakteristik dari masyarakat Pangkep sepenuhnya. Pada pelaksanaan pembangunan upacara Mappalili di setiap kecamatan masih menggunakan beberapa peralatan yang digunakan sejak beberapa tahun lalu. Penggunaan peralatan harus melalui ritual adat yang melibatkan leade kustom, sosialita, dan beberapa pemerintah. Oleh karen...

avatar
OSKM18_16018140_Jonathan Irianto
Gambar Entri
Upacara Rambu Soloh
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Upacara Rambu Soloh Berbicara mengenai kebudayaan Indonesia, hal yang pertama kali terlintas di benak saya adalah upacara Rambu Soloh. Upacara adat ini pertama kali saya ketahui saat mengikuti kelas pelajaran sejarah di kelas X. Beliau adalah Bapak Aldion, guru sejarah di SMA saya yang mengenalkan saya akan upacara ini dan sekaligus menjadi narasumber saya untuk artikel ini. Rambu Soloh merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan mengantarkan arwah menuju alam keabadian. Masyarakat Toraja mempercayai bahwa seseorang yang sudah meninggal dianggap belum sempurna apabila belum melakukan rambu soloh. Hingga saat ini rambu soloh masih dilakukan di daerah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan beberapa daerah lainnya. Secara turun-temurun terdapat anggapan di dalam masyarakat sekitar mengenai orang yang sudah meninggal. Anggapannya adalah orang yang sudah meninggal baru benar-benar dianggap meninggal apabila telah menjalankan seluruh rangkaian...

avatar
OSKM_16218005_Erlina Margareta Suhendrik