Ritual Tiwah adalah prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama Sandung. Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karena unik dan khas. Banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini yang hanya di lakukan oleh warga Dayak Kalteng
Tarian ini merupakan tari kreasi baru yang diadaptasi dari tarian Suku Dayak di pedalaman Kalimantan Tengah dengan nama yang sama. Di daerah tersebut, tarian ini biasanya dimainkan oleh anak-anak. Jarangkong Bango merupakan perangkat tari berupa benda yang dibuat dari batok kelapa yang dibelah dua, kemudian dilubangi untuk mengaitkan tali pegangan. Perangkat ini kemudian digunakan oleh para penari sebagai properti utama dalam tarian ini. Tarian ini menunjukan sebuah kebersamaan dan kekompakan serta solidaritas anak-anak Suku Dayak Kalimantan Tengah dalam hidup bermasyarakat. source : http://puspitagt.blogspot.com/2013/01/tarian-suku-dayak-kalimantan-tengah.html
Seorang gadis cantik tampak kebingungan menyusuri Sungai Rungan. "Tapih, apa yang sedang kau cari?" teriak ayahnya. Gadis bernama Tapih itu menjawab, "Topiku Ayah, topiku hanyut saat aku mandi." Mereka berdua menyusuri Sungai Rungan untuk mencari topi itu. Tak terasa, mereka telah sampai di desa tetangga, Desa Sepang Simin. Ternyata topi Tapih ada di desa itu. Pemuda bernama Antang Taung menemukannya. Ayah Tapih menawarkan hadiah pada Antang Taung sebagai ucapan terima kasih, namun pemuda itu menolaknya. "Jika diizinkan, saya bermaksud menikahi putri Bapak," pinta Antang Taung yang jatuh cinta pada Tapih sejak pandangan pertama. Tapih tersipu mendengar permintaan Antang Taung itu. Ketika ayahnya meminta pendapatnya, Tapih hanya mengangguk setuju. Pesta pernikahan pun digelar dengan meriah. Setelah menikah, sesuai dengan adat setempat, pasangan pengantin baru harus tinggal di rumah orangtua masing-masing secara bergantian. Adat itu dirasa berat oleh Antang Taung dan Tapih...
Tarian ini merupakan tarian sakral yang hanya dilakukan selama proses tiwah (ritual pengantaran arwah ke lewu tatau atau dunia surga bagi orang Kaharingan). Makna: Sebagai perantara untuk mengantarkan kurban (kerbau) untuk menemani perjalanan orang yang ditiwahkan menuju dunia arwah (lewu tatau) Penari: Keluarga terdekat dari orang yang ditiwahkan (yang sudah meninggal) Waktu Pelaksanaan Utamanya adalah ketika prosesi pembunuhan kerbau (kurban) dengan cara ditusuk tombak oleh saudara-saudara orang yang ditiwahkan. Yaitu tepat sebelum dan sesudah penombakan kerbau. Akan tetapi Properti Bahalai (kain panjang khas Kalimantan Tengah). Kain bahalai berbentuk seperti selendang. Tata cara tarian Para penari menari sambil mengelilingi kerbau, sebelum dan sesudah kerbau itu dibunuh dengan cara ditombak oleh para anggota keluarga yang ditiwahkan.
Bagi kebanyakkan orang, nama Umbut Kelapa sangat asing di telinga. Namun, bagi suku Dayak, juhu (sayur) umbut kelapa, atau yang juga dikenal dengan sayur singkah, merupakan masakan favorit. Ia wajib dihidangkan di setiap acara-acara, seperti pesta perkawinan, upacara kematian, ataupun acara syukuran. Jika orang mengenal sayur rebung, sayuran yang terbuat dari inti (bongkol) pohon bambu, maka sayur singkah ini juga berasal dari bongkol. Hanya saja, ia bukan dari bambu, melainkan pohon kelapa. Bentuk dan warnanya pun tidak jauh berbeda dengan rebung, yakni berwarna putih. Hal yang membedakan sayuran ini dengan rebung adalah rasanya yang jauh lebih manis. Ia dimungkinkan mengingat sayur singkah yang berasal dari kelapa. Orang-orang dari suku Dayak juga menyukai sayuran ini dalam kondisi mentah (belum dimasak). Dahulu kala, masyarakat Dayak selalu menanam dua atau tiga pohon kelapa di halaman rumahnya. Selain bisa diambil buahnya, pohon kelapa juga berguna untuk upacara-upacara adat...
Hai para pecinta kuliner, kali ini kita akan membahas makanan khas dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah, namanya Juhu Umbut Sawit. Makanan khas Kalimantan Tengah tepatnya di Dayak Ngaju. Ada makanan yang sangat terkenal disana, makanan tersebut hanya dihidangkan saat acara – acara syukuran saja. Namanya Juhu Umbut Sawit.. Juhu Umbut Sawit adalah nama sayuran ini sangat asing bagi sebagian orang karena namanya yang tidak populer. Namun orang pelancong yang sering ke tanah Dayak paling sering mencari sayuran ini. Dan bagi suku Dayak, juhu umbut kelapa ini merupakan kuliner favorit yang wajib dihidangkan di setiap diadakan acara-acara seperti syukuran. Jika pada pulau Jawa, anda sangat mengenal tentang sayur rebung, yaitu merupakan sayuran yang memang terbuat dari bongkol pada pohon bambu, maka dari itu sayur singkah ini pun juga berasal dari bongkol. Tetapi, sayuran ini bukanlah diambil dari sebuah bongkol pohon bambu melainkan dari bongkol pohon kelapa. Ben...
Tarian Hugo dan Huda ini merupakan tarian tradisional dari Kalimantan Tengah yang termasuk dalam tarian ritual agar para dewa menurunkan hujan ke bumi. Tarian ini biasanya dilakukan apabila telah berlangsung musim kemarau yang cukup lama.
Tari Giring-Giring atau disebut dengan tari Gangereng adalah tari tradisional yang berasal dari masyarakat Ma'anyan di Barito Timur dan Barito Selatan Provinsi Kalimantan Barat. Tarian ini biasanya ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu di Barito. Aksesoris yang digunakan para penari yaitu Giring-giring terbuat dari bambu tipis (telang) yg diisi dengan biji “piding” sehingga menghasilkan suara yang ritmis dengan alunan kangkanong (gamelan) oleh penarinya.
Seperti halnya tari belian bawo, tari tradisional balean dadas merupakan tari tradisional dari Kalimantan Tengah yang awalnya dipergunakan untuk meminta kesembuhan kepada tuhan bagi masyarakat yang sakit. Para penari Balean Dadas dengan memakai pakaian adat dayak yang khas penuh warna seperti hitam, putih, merah, hijau, dan kuning melakukan tarian Balean Dadas untuk memohon kesembuhan kepada Ranying Hatala langit (Tuhan) bagi mereka yang sakit. Selain itu, biasanya seorang dukun perempuan atau Balean Dadas ikut dalam tarian ini. Namun pada saat ini tarian Balean Dadas telah dimodernisasi dan menjadi sebuah tarian pertunjukan yang ditampilkan pada acara-acara penyambutan atau peresmian.