Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Legenda Kalimantan Tengah Kalteng
Hantuen
- 3 Agustus 2015

Seorang gadis cantik tampak kebingungan menyusuri Sungai Rungan. "Tapih, apa yang sedang kau cari?" teriak ayahnya. Gadis bernama Tapih itu menjawab, "Topiku Ayah, topiku hanyut saat aku mandi."

Mereka berdua menyusuri Sungai Rungan untuk mencari topi itu. Tak terasa, mereka telah sampai di desa tetangga, Desa Sepang Simin. Ternyata topi Tapih ada di desa itu. Pemuda bernama Antang Taung menemukannya.

Ayah Tapih menawarkan hadiah pada Antang Taung sebagai ucapan terima kasih, namun pemuda itu menolaknya. "Jika diizinkan, saya bermaksud menikahi putri Bapak," pinta Antang Taung yang jatuh cinta pada Tapih sejak pandangan pertama. Tapih tersipu mendengar permintaan Antang Taung itu. Ketika ayahnya meminta pendapatnya, Tapih hanya mengangguk setuju. Pesta pernikahan pun digelar dengan meriah.

Setelah menikah, sesuai dengan adat setempat, pasangan pengantin baru harus tinggal di rumah orangtua masing-masing secara bergantian. Adat itu dirasa berat oleh Antang Taung dan Tapih karena perjalanan dari asal Tapih, Desa Baras Semayang, ke Desa Sepang Simin harus melewati hutan yang lebat. Setelah berembuk, mereka memutuskan untuk membuat jalan pintas yang menghubungkan kedua desa tersebut.

Penduduk Desa Baras Semayang dan Sepang Simin bergotong-royong membangun jalan itu. Mereka juga mendirikan pondok untuk tempat melepas lelah. Suatu hari, barang-barang yang mereka Ietakkan di pondok itu raib. Dan bukan sekali itu saja. Bahan makanan, beras, bahkan pakaian juga hilang. Karena penasaran, penduduk memutuskan untuk menjebak si maling. Mereka berpura-pura meninggalkan pondok, seolah-olah pergi bekerja, tapi sebenarnya mereka mengintip dari balik semak-semak. Saat itulah mereka melihat seekor angkes (sejenis landak) masuk ke pondok.

Mereka mengintai Iebih dekat lagi. Hewan itu menggoyang-goyangkan tubuhnya dan tiba-tiba, wusss... angin bertiup sangat kencang dan hewan angkes itu berubah menjadi pemuda tampan. Serentak, para penduduk itu menyerbu pondok dan menangkap pemuda siluman angkes itu.

"Ampun, jangan hukum aku. Aku akan menebus semua kesalahanku!" teriak pemuda itu.

"Memangnya apa yang bisa kau lakukan? Mengembalikan semua hasil curianmu?" tanya penduduk.

"Aku bisa membantu menyelesaikan pekerjaan kalian. Dalam waktu tiga hari, jalan pintas ini akan siap digunakan," kata siluman angkes itu Semua yang hadir mengangguk setuju. Dan memang benar, jalan itu selesai dalam waktu tiga hari. Antang Taung dan Tapih terkagum-kagum mendengar berita tersebut. Suami-istri itu ingin mengangkat pemuda itu menjadi anak mereka. Tak dinyana tawaran itu diterima.

Beberapa bulan kemudian, Tapih mengandung. Suatu hari, ia ingin sekali makan ikan tomang. Untuk mengabulkan keinginan istrinya itu, Antang Taung pergi ke sungai dan berhasil menangkap seekor ikan tomang. Karena terburu-buru pulang, malah meninggalkan ikan tomang itu di perahunya. Begitu Antang Taung menyadari perbuatannya, ia kembaIi ke perahunya. Namun alangkah terkejutnya ia, bukan ikan tomang yang ia temukan melainkan bayi perempuan yang cantik jelita. Dengan sukacita, Antang Taung membawa bayi itu dan mengerahkannya pada Tapih.

Bayi jelmaan ikan tomang itu ternyata tumbuh dengan cepat. Beberapa bulan saja, ia sudah menjelma menjadi seorang gadis yang cantik. Ia jatuh cinta pada pemuda siluman angkes. Rupanya perasaan itu tidak bertepuk sebelah tangan. Dengan restu dari Antang Taung dan Tapih, keduanya melangsungkan pernikahan. Mereka sangat bahagia, tapi kebahagiaan itu tak bertahan lama. Tak berapa lama setelah lahir, bayi pertama mereka meninggal. Ditambah lagi dengan berita tentang kematian bayi yang dilahirkan oleh Tapih. Mereka semua sangat berduka.

Sesuai adat, Antang Taung dan Tapih harus mengadakan dua upacara kematian untuk kedua bayi tersebut. Yang pertama adalah upacara penguburan, dan yang kedua adalah upacara pembakaran tulang-belulang. Melalui kedua upacara tersebut, arwahnya dipercaya akan menempati Lewu Tatau (surga). Upacara kedua, yang disebut tiwah dianggap lebih penting daripada upacara pertama. Pada upacara tiwah, roh orang yang meninggal dipercaya akan lepas dari tubuhnya.

Siluman angkes dan siluman ikan tomang mengetahui upacara itu. Meskipun mereka adalah siluman, mereka ingin melaksanakan upacara itu. Namun saat kuburan anak mereka digali, bukan tulang-belulang manusia yang mereka dapati, melainkan tulang-belulang hewan dan ikon. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut berbisik-bisik satu sama lain. Karena malu, pasangan siluman itu meninggalkan desa dan mengembara ke hutan.

Sampai akhir hayatnya, mereka tinggal di sana dan melahirkan banyak keturunan. Keturunan mereka disebut hantuen. Banyak juga hantuen ini yang meninggalkan hutan dan menikah dengan manusia biasa.

Saat ini, keturunan hantuen dipercaya mampu berubah wujud menjadi hantu jadi-jadian. Meski pada siang hari wujud mereka adalah manusia, pada malam hari mereka akan berubah menjadi hantu tanpa tubuh. Mereka berkeliaran mencari bayi yang baru lahir untuk diisap darahnya.

 

 

Sumber: http://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-kalimantan-tengah-legenda-hantuen/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna