Aksara
32 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Mŗwak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti MÅ--wak bertarik 1108 Çaka atau 1186 M, dengan menggunakan aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti ini terbuat dari batuan andesit ( upala pra Å›asti ) dan berbentuk blok dengan variasi berpuncak setengah lingkaran dengan tinggi 84 cm, lebar 60 cm (atas) dan 45 cm (bawah), bagian bawahnya berbentuk bunga padma.   Prasasti MÅ--wak merupakan prasasti in situ, yang keberadaannya masih berada di tempat di mana prasasti tersebut ditemukan, terletak di bagian belakang kuburan dengan diberi cungkup. Prasasti ini dtemukan di Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Secara toponimi, keletakan Desa Mruwak di mana prasasti MÅ--wak ini sesuai dengan isi dari prasasti MÅ--wak yang menyebutkan bahwa terdapat sungai besar di sebelah barat laut dan terdapat gunung di sebelah Desa Mruwak di mana pada saat prasasti MÅ--wak ini ditulis, Desa Mruwak dipindahkan ke tempat yang mendekati gunung. Su...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Muncang
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Muncang berangka tahun 866 Çaka atau 944 M dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno. Prasasti yang dipahatkan pada batu andesit ini berukuran tinggi 142,5 cm, lebar 99 cm, dan tebal 22 cm, ditulis pada keempat sisinya. Sebagian alihaksaranya telah diterbitkan oleh Branders – Krom dalam OJO. Oleh karena prasasti ini belum sempat dibaca ulang, maka alih aksaranya dikutip dari OJO, prasasti nomor 51.   Prasasti ini ditemukan pada tahun 1913 di Dukuh Blandit, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.   Saat ini, prasasti Muncang disimpan di Gedung Balai Penyelamat Benda Purbakala Mpu Purwo di Kota Malang dengan nomor inventaris 01.   Prasasti Muncang menyebutkan bahwa pada tahun 866 Çaka bulan  Caitra  tanggal 6  Åšuklapaksa  ( paroterang ) hari  ‘tunglai-pahing-anggara’  wuku Shinta, yang bertepatan dengan tanggal 3 Ma...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Sipater
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Sipater di temukan di Masjid Tiban Jenar Kidul yang terletak di Desa Jenar Kidul, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Prasasti ini ditemukan warga pada 28 Oktober 1980 di salah satu tembok bagian atas sebelah selatan masjid, yang semula untuk ganjal antara kayu atap dan tembok. Dibuat dari batu andesit dengan ukuran panjang 64 cm, lebar 38 cm, dan memiliki ketebalan 9 cm. Pada saat ini prasasti disimpan di Museum Tosan Aji Purworejo dengan nomor inventaris 432.2/IB.15.   Prasasti Sipater memakai bahasa dan aksara Jawa Kuna, dan diperkirakan prasasti ini dibuat pada zaman pemerintahan Rakai Watukura Dyah Balitung pada sekitar abad 8 – 9 Masehi.  Prasasti ini mengisahkan tentang pembuatan tanggul dan bendungan untuk meningkatkan hasil pertanian di tanah sima Desa Sipater. ***   Sumber: kekunaan.blogspot.com

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Tempuran
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Tempuran berangka tahun 1388 Çaka atau 1466 M dengan ditulis dalam aksrara dan berbahasa Jawa Kuno. Aksara tersebut dipahatkan di semua sisi dengan jumlah 7 baris pada sisi depan, 7 baris di sisi kiri, 10 baris di sisi belakang, dan 11 baris di sisi kana, dengan kondisi huruf yang cukup baik pada sisi depan, sisi kiri, dan sisi kanan, akan tetapi kuran jelas pada sisi belakang. Pada bagian puncak prasasti terdapat angka tahu 1388 yang ditulis dengan menggunakan aksara kuadrat tipe Majapahit.   Prasasti ini terbuat dari batuan andesit ( upala pra Å›asti ) dengan bentuk blok berpuncak  kurawal, yang memiliki ukuran tinggi 101 cm, lebar 33 cm, dan tebal 19 cm. Sedangkan pada bagian kaki prasasti terpendam sekitar 15 cm.   Prasasti ini dtemukan di halaman Padepokan Telasih Mpu Supoh di Dusun Sumber Tempur (Tempuran), Desa Sumber Girang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Padepokan Telasih Mpu Sup...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Klenteng Sien Hien Kiong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Pada tahun 2013 saya pernah membocengkan anak perempuan melalui Jalan Sultan Agung ini untuk mengunjungi  Benteng Van Den Bosch  yang berada di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, namun tak terbayangkan jika di jalan yang kami lalui tersebut berdiri megah sebuah klenteng. Baru pada tahun 2015 ini ketika saya  mendapat libur panjang dari kantor, saya sempat mengunjungi klenteng tersebut. Klenteng tersebut bernama Klenteng Sien Hien Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Sultan Agung No. 76 Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di selatan Pasar Besar Ngawi ± 50 meter. Sesuai dengan  documentary board  yang ada di dinding, klenteng ini didirikan pada tahun 1892, dan kemudian berubah nama menjadi Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD). Lalu, klenteng ini pindah ke lokasi sekarang ini pada penanggalan 6 Sha Gwee 2530 atau bertepatan dengan 2 April 1979.   Klenteng ini memil...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Jayengbaya
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat Jayengbaya adalah buku petuah / falsafah kehidupan yang dikarang oleh R. Ngabehi Rangga Warsita dan diterbitkan oleh Balai Pustaka Jakarta pada tahun 1988 dengan alih bahasa dan alih aksara L. Mardiwarsito. Buku ini dikarang oleh R. Ngabehi Ranggawarsita pada saat beliau berumur antara 20 sampai 28 tahun sewaktu menjadi carik Kadipaten Anom di Kasunanan Surakarta.   Buku serat ini menceritakan tentang seorang tokoh bernama Jayengbaya yang ingin mencari kebahagiaan dalam kehidupannya dengan cara melaksanakan tugas sebaik-baiknya, dengan mencari jabatan tinggi, dan mengejar kedudukan yang terhormat. Dalam usaha ini, 47 macam cara kehidupan telah dicobanya, tetapi tidak ada satupun yang cocok baginya, karena masing-masing cara kehidupan tersebut selalu ada yang mengandung kekurangan-kekurangan dan tidak ada satu pun yang sempurna. Akhirnya, Jayengbaya memutuskan untuk kembali menekuni cara kehidupannya yang semula, karena hal itulah yang dianggap paling baik baginya....

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Rama
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Judul : Serat Rama Letak : Pustaka Artati, Perpustakaan Pusat Universitas Sanata Dharma, Mrican, Gejayan, Yogyakarta Nomor klasifikasi : 899. 222 2 Jas S C.1 Dikarang oleh : R. Ng. Yasadipura Pembuka oleh : J. Kats Dalam satu jilidan terdapat dua bundel naskah: jilid I dan II Aksara : Latin berbahasa Jawa ejaan lama. Iluminasi : tidak ada. Hanya terdapat foto-foto yang dicetak hitam putih. Isi : ringkasan singkat mengenai Kakawin Ramayana karangan Valmiki, foto-foto relief Ramayana yang terdapat di Candi Prambanan dan Candi Panataran, Serat Rama dan uraian isinya secara singkat.   Sumber: https://firaflies.wordpress.com/2015/10/31/serat-rama/ Sumber foto: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1558#prettyPhoto

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Warna-Warni
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Naskah yang juga berjudul Islamitisch Godsdients ini terdiri atas enam teks. Enam teks tersebut berjudul Serat Kaliamah Kalih, Suluk Aceh, Serat Mukarannah, Serat Wirit-wiritipun Para Wali, Primbon Donga Anebihaken Sakit Sambang, dan Primbon Donga Anyalataken Mayit.   Naskah yang disalin R. Panji Suryawijaya di Batavia antara tahun 1862-1864 ini berbahan kertas Eropa berjumlah 145 halaman berukuran 16,3 x 19,1 cm. Ditulis miring ke kanan dalam bentuk macapat menggunakan tinta cair warna hitam dengan aksara dan bahasa Jawa. Teks masih dapat dibaca dengan baik, ditulis di dalam ruang tulis yang berukuran 12,5 cm hurufnya berukuran 0,7 cm dengan jarak spasi 0,2 cm sebanyak 15 baris per halaman dan terdapat beberapa halaman kosong. Pemilik asal naskah ini yaitu A.B. Cohen Stuart, naskah diserahan kepada Bataviaasch Genootschap sebagai koleksi titipan Cohen Stuart. Sekarang tersimpan dan terawat dengan baik di Perpusnas, dengan nomor naskah Cs 19 dan nomor roll film...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asmarasupi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Asmarasupi merupakan judul naskah ini. Bertemakan folklor yang diperkirakan disalin pada 1890 dengan kode naskah BR 51. Awalnya, naskah ini berada di tangan J.F. Kramer (diketahui dari tandatangan yang ditemukan pada halaman awal naskah) diperoleh dari koleksi Dr. Brandes. Sekarang tersimpan di Perpustakaan Nasional RI dengan nomer Rol 38.01. Naskah ini mengisahkan perjalanan Raden Asmarasupi (Jayengtilam), putra angkat Kyai Pengulu. Ia diperintahkan untuk mencari obat bagi putri di Ngesam yang bernama Retna Purbaningsih. Dalam perjalanannya, Asmarasupi sering bertemu dengan pandhita (pertapa) sebagai penunjuk jalan hingga akhirnya dapat ditemukan obat tersebut dan damailah negeri Ngesam yang diperintah oleh Jenal Ngalim.   Naskah terlihat kotor, pada beberapa halaman terdapat bekas jari (2 sidik jari). Secara keseluruhan naskah ini berjumlah 320 halaman, namun terdapat 3 halaman kosong. Penulisan naskah Asmarasupi menggunakan aksara Jawa dengan balutan tinta b...

avatar
Arum Tunjung