Dodol Miskat adalah makanan tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Sesuai namanya, makanan ini memiliki komposisi yang sama dengan dodol yang sering kita jumpai. Bedanya, dalam Dodol Miskat terdapat parutan kelapa yang ditaburkan di atas adonannya. Dodol Miskat juga memiliki rasa manis yang didapatkannya dari gula pasir. Apabila dodol pada umumnya berbentuk persegi panjang dan berwarna cokelat, Dodol Miskat ini berbentuk seperti obat nyamuk dan warnanya bisa beragam sesuai keinginan pembuat, misalnya hijau dan merah muda. Meskipun menjadi makanan tradisional Jawa Barat, makanan ini sulit ditemukan di Tatar Sunda sekalipun. Akan tetapi, biasanya pada hari-hari penting seperti Idul Fitri makanan ini akan diproduksi khususnya oleh masyarakat yang ada di Kecamatan Cibeber, Cianjur. Oleh karena jarangnya produksi yang dilakukan, banyak masayarakat yang tidak tahu dengan dodol jenis ini. Narasumber: Cicah #OSKMITB2018
Keluarga saya memiliki tradisi dimana kita harus menziarahi satu persatu makam pendahulu yang sudah wafat ,tradisi ini sudah berlangsung turun temurun dan sekarang mulai diajarkan kepada saya dan kakak kakak saya.Kami biasanya menziarahi makam pendahulu sesudah idul fitri dan ini merupakan kewajiban karena jika kami tidak melakukan tradisi ini katanya arwah pendahulu akan marah karena menyangka kita melupakan mereka di hari besar umat agama islam ini dan tahun ini tidak akan mendapat berkah. Kami biasanya akan melaksanakan tradisi ini seminggu atau sebulan sesudah hari raya,cara kami melakukan ritual biasanya dengan mengundang seorang ustadz dan membawa beberapa liter air yang di masukan ke dalam botol.Daerah makam berisi semua keluarga dan sanak sodara yang sudah mendahului kami,kami pun memulai ritual dengan mengucapkan salam ketika sudah menginjak ke daerah makam dan ustadz pun mulai membaca lantunan ayat suci alquran di setiap makam ,lalu kami harus membersihkan makam terl...
Kijing-kijingan ialah salah satu bentuk kesenian yang berasal dari Indramayu.Kijing-kijingan adalah pertunjukan yang berupa orang yang menggunakan kostum kerang.Kijing-kijingan biasa dilakukan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri.Kijing-kijingan biasanya diiringi dengan kesenian obrog.Pertunjukan ini dilakukan dengan cara mengelilingi kampung-kampung dan orang-orang akan memberi kijing-kijingan ini uang atau makanan pokok seperti beras. #OSKMITB2018
Setiap tahun, setiap kali waktu akhir bulan Ramadhan mendekat, mayoritas keluarga-keluarga Indonesia berburu perlengkapan untuk merayakan Idul Fitri. Seperti baju baru, ketupat, dan tentu saja, kue kering. Seringkali kita mendapati pemandangan ibu-ibu rumah tangga sibuk mencari ke sana kemari kue kering yang sudah jadi maupun bahan bahan untuk membuat kue kering sendiri di rumah. Kue kering yang dicari atau dibuat pun identik dengan dua jenis kue kering ini, yaitu Kastengel dan Nastar. Setiap kali kita bersilaturahmi dalam rangka Idul Fitri, rasanya sedikit mustahil tidak menemukan salah satu dari dua jenis kue ini. Namun, apa yang membuat Kastengel dan Nastar begitu identik dengan Idul Fitri di Indonesia seperti layaknya ketupat?? Pada sejarahnya, kastengel dan nastar tentu saja bukanlah makanan atau kue tradisional Indonesia. Kedua jenis kue kering ini berasal dari Belanda. Pada zaman dahulu, ketika Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, tentu akan ada beberapa hal yang...
Di sebuah wilayah di kota Bandung terdapat suatu tradisi membuat cangkang ketupat, tepatnya di Jalan Caringin, Gang Blok Kupat II. Cangkang ketupat dibuat dari daun kelapa yang masih muda kemudian disimpul dan dianyam sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah kubus seperti ketupat-ketupat yang seringkali kita lihat saat Lebaran. Tradisi ini sudah terbentuk sejak lama dan turun-temurun sehingga hampir semua warganya dari tua sampai muda berprofesi sebagai tukang pembuat cangkang ketupat. Ada yang menjadikannya pekerjaan tetap, ada pula yang hanya menjadikannya sebagai perkerjaan sampingan. Ini merupakan sebuah pekerjaan yang menarik karena dibutuhkan ketekunan, keahlian, dan ketelitian dalam membuat cangkang ketupat. Satu orang bisa membuat cangkang ketupat sebanyak 1000 buah setiap harinya, kemudian dijual kepada tukang kupat tahu dan diedarkan ke pasar-pasar tradisional di kota Bandung. Jika dahulu mereka harus berkeliling dan menawarkan cangkang ketupat buatan mereka ke...
Kue saroja merupakan kue unik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Orang-orang menamainya kue saroja karena kue ini memiliki bentuk yang cantik seperti bunga seroja atau bunga teratai. Selain terdapat di Jawa Barat, kue ini juga terdapat di Jakarta dan di Jawa Timur, namun di daerah itu kue ini dinamai kue kembang goyang, karena dalam proses pembuatannya kue ini perlu digoyang-goyang ketika sedang digoreng agar dapat terlepas dari cetakannya yang biasa terbuat dari alumunium. Kue ini memiliki rasa yang unik dan lezat, rasa kue ini cenderung asin dan gurih yang disertai dengan wangi daun jeruk dan dapat membuat kita semakin tergoda untuk memakannya. Kue saroja memiliki tekstur yang tipis sehingga terasa renyah ketika dimakan. Kue ini termasuk jenis makanan ringan yang cocok untuk dinikmati bersama teh atau kopi. Di Jawa Barat kue tradisional ini didaptkan dari resep turun temurun. Kue saroja banyak dijual ketika mendekati hari raya idul fitri dan juga banyak disajikan ketika ada...
Plangonan merupakan suatu sebutan yang digunakan oleh seluruh masyarakat Cirebon yaitu mengunjungi tempat yang bernama Plangon yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber Cirebon. Plangonan memiliki arti 'tempat istirahat' atau 'tempat rekreasi'. Plangon sendiri merupakan tempat dimana sekelompok monyet hidup di hutan belantara dengan panorama alam yang indah. Lokasinya yang strategis dan tidak jauh dari pusat kota membuat tempat ini sering dikunjungi oleh masyarakat Cirebon. Plangon juga merupakan objek wisata sekaligus objek untuk ziarah karena di tempat tersebut juga terdapat makam pangeran sebuah kerajaan pada zaman dahulu. Puncak tradisi palngonan yaitu pada tanggal 2 Syawal. Biasanya, masyarakat Cirebon banyak mengunjungi lokasi tersebut ketika hari-hari besar Islam seperti Rajaban (Isra' Mi'raj), Idul Fitri, dan Idul Adha. Menurut pandangan awam, kera-kera itu merupakan satwa biasa. Tapi, menurut kacamata paranormal, satwa berekor panjang ini sebagian terdiri dari...
Plangonan merupakan suatu sebutan yang digunakan oleh seluruh masyarakat Cirebon yaitu mengunjungi tempat yang bernama Plangon yang berlokasi di Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber Cirebon. Plangonan memiliki arti ‘tempat istirahat’ atau ‘tempat rekreasi’. Plangon sendiri merupakan tempat dimana sekelompok monyet hidup di hutan belantara dengan panorama alam yang indah. Lokasinya yang strategis dan tidak jauh dari pusat kota membuat tempat ini sering dikunjungi oleh masyarakat Cirebon. Plangon juga merupakan objek wisata sekaligus objek untuk ziarah karena di tempat tersebut juga terdapat makam pangeran sebuah kerajaan pada zaman dahulu. Puncak tradisi palngonan yaitu pada tanggal 2 Syawal. Biasanya, masyarakat Cirebon banyak mengunjungi lokasi tersebut ketika hari-hari besar Islam seperti Rajaban (Isra’ Mi’raj), Idul Fitri, dan Idul Adha. &nb...
Goreng ulen merupakan makanan khas daerah Cianjur. Berikut merupakan cara membuat goreng ulen secara singkat. Beras ketan dimasak dengan campuran kelapa parut dalam wadah panci hingga menjadi seperti nasi ketan. Kemudian nasi ketan tersebut ditumbuk menggunakan alat halu dan lulumpang hingga butir butir nasi ketan hancur dan tidak terlihat lagi. Kemudian dicetak atau dibentuk menjadi bentuk piringan, setelah itu nasi ketan yang sudah dicetak dibiarkan di udara terbuka (diangin-anginkan) selama satu hari. Setelah sehari, kemudian digoreng hingga matang dan berwarna kecokelat-cokelatan, atau bisa juga dengan dibakar hingga berwarna kecokelat-cokelatan. Setelah matang, ulen kemudian dipotong-potong sesuai selera dan biasanya disajikan dengan sambal kentang goreng atau rendang daging. Goreng ulen biasanya disajikan saat hari raya Idul Fitri, baik sebelum maupun sesudah sholat idul fitri. Semoga bermanfaat. #OSKMITB2018