Letaknya di Kota Ambarawa, sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Semarang atau Jogjakarta. Letaknya yang mudah terjangkau, menjadikan Museum Kereta Api Ambarawa menjadi obyek wisata andalan kota tersebut. Apabila petualang dari arah Semarang , akses jalan yang harus dilewati hanya menuju selatan ke arah Ungaran lalu setelah sampai pertigaan Bawen silakan menuju ke arah Jogjakarta (belok kanan) menuju tugu Palagan Ambarawa. Apabila dari Jogjakarta , petualang hanya perlu berjalan lurus menuju arah Semarang dan langsung ke pertigaan tugu Palagan Ambarawa. Setelah sampai di tugu Palagan Ambarawa, petualang langsung saja belok kiri ( arah Semarang ) atau kanan ( arah Jogja ), nah sekitar 100 meter lagi sudah sampai di museum Kereta Api Ambarawa. Untuk Jalur dari arah Solo petualang dapat melewati jalur alternatif langsung menuju belakang Museum Kereta Api Ambarawa. Petualang dapat melewati jalur Blotongan – Banyubiru – Ambarawa dengan pemandangan pegunungan...
Museum Gula Jawa Tengah terletak di Gondangwinangun, kecamatan Jogonalan, kabupaten Klaten, yang berbatasan dengan Propinsi Jogjakarta di sebelah barat dan Surakarta di sebelah timur. Bagi kebanyakan orang, museum layaknya seperti tempat rosokan (barang bekas) yang tidak lagi berfungsi dan tidak perlu banyak dilihat. Maka tak heran kalau museum merupakan tempat “wisata” terakhir yang menjadi alternatif terakhir oleh kabanyakan masyarakat. Dan tak mengagetkan juga, kalau museum-museum di Jawa Tengah lebih sepi pengunjung dari pada Mall dan Pantai. Melihat kondisi tersebut, mencoba kembali menghidupkan museum sebagai tempat yang sarat akan ilmu dan sejarah tentang bagaimana melihat masa lalu melalui barang-barang yang ada di museum. Setelah berpetualang di Museum Jawa Tengah Ronggowarsito Semarang dan Museum Kereta Api di Ambarawa , coba menengok sejenak museum lain yang bernama Museum Gula Jawa Tengah Gondangwinangun. Suber : Arsip Museum Gula Ja...
Tari Lengger Topeng, atau juga disebut Topeng Lengger, adalah kesenian khas dataran tinggi Dieng. tarian rakyat ini berkembang juga tak luput dari pengaruh kesenian banyumasan serta jawa sekitarnya. Tarian ini memiliki keunikan karena tarianya memawakan kisah-kisah, dari percintaan sampai kisah antara anak dan ibu bahkan kisah perkelahian. tarian rakyat ini biasanya ditampilkan saat ada hajatan seperti Pernikahan, Sunatan, maupun acara Ruatan Rambut Gimbal anak bajang Dieng. Kesenian ini memiliki fungsi awal sebagai penghormatan kepada dewi sri atau dewi kesuburan yang dipercayai oleh masyarakat Dieng sebagai penyubur perkebunan kentang masyarakat. tak hal nya karena Dieng juga merupakan wilayah peradaban Hindu tertua dan terbesar pada masanya, yang semua gerak dan turunya juga kembali pada penghormatan untuk Dewa dan Dewi yang menjaga tanah Dieng.
Museum Jamu Nyonya Meneer Semarang Kaligawe Alamat : Jalan Kaligawe Km 4 Semarang Nomor Telepon : 024 6582529 Email: nymeneer[at]nyonyameneer.com – marketing[at]nyonyameneer.com Website: Museum Jamu Nyonya Meneer merupakan satu museum jamu yang pertama di Indonesia. Museum jamu ini didirikan pada 18 Januari 1984. Tujuan dari didirikannya museum jamu ini yaitu sebagai cagar budaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat menjadi media edukasi serta rekreasi untuk generasi muda. Museum Jamu Nyonya Meneer ini terbagi menjadi dua bagian, pertama bagian yang menyajikan produktivitas jamu, menyangkut produktivitas secara tradisional, termasuk beberapa patung yang menggambarkan produksi jamu dikala itu, serta bagian yang menyajikan barang koleksi pribadi Nyonya Meneer itu sendiri. Bangunan museum Nyonya Meneer ini menganut gaya rumah jawa. Aksen terasa sekali ketika kita berada di dalam museum. Sekilas, Anda akan membayangkan suasana pendopo seperti di k...
DAWET AYU BANJARNEGARA Minuman khas Kabupaten Banjarnegara ini sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Dawet merupakan minuman tradisional yang terbuat dari tepung kanji dan pewarna dari pandan atau daun suji serta, di cetak seperti mi memanjang dan memiliki tekstur yang kenyal seperti agar-agar. Dawet Ayu sendiri biasanya diracik dengan kuah santan segar yang baru diperas, ditambah dengan es batu dan lelehan gula jawa serta buah durian atau Nangka sebagai pelengkapnya. Kata "Ayu" pada minuman Dawet Ayu dalam bahasa Jawa berarti "Cantik", asal muasal pemberian sebutan ini oleh masyarakat Banjarnegara ditujukan terhadap penjual dawet ayu yang memiliki anak cantik, atau penjualnya yang cantik. Ragangan atau gerobak dawet ayu biasanya terbuat dari dua keranjang dawet dan dipikul. Di pikulan gerobak terdapat dua tokoh pewayangan, yaitu Semar dan Petruk. Inilah keunikan yang khas dari penjual Dawet Ayu Banjarnegara. Pada jaman dahulu pembuatan pikulan tak sembarangan,...
Buntil adalah kuliner khas dari kabupaten Banjarnegara. saking terkenalnya Banjarnegara juga diseut sebagai kota Buntil, makanan yang erahan dasar daun singkong atau talas ini dengan isian berupa parutan kelapa dan juga rempah menjadi primadona sejak era kerajaan jawa hingga kolonial bahkan sampai saat ini. rsanya yang gurih dan enak serta daun pemungkusnya yang dapat dimakan sekaligus juga menjadi keunikan kuliner yang satu ini. Saking enaknya orang-orang Belanda juga membawa until untuk di sajikan di Belanda dan saat ini juga menjadi salah satu kuliner dari Indonesia yang paling digemari di Belanda. kuliner ini dapat kita jumpai di Restoran-restoran serta rumah makan di Banjarnegara, serta tempat tempat umum seperti pasar tradisional dan juga pinggir jalan. Gilar-gilar
Ondol-Ondol adalah salah satu kuliner lokal dari Banjarnegara Beragan dasar ubi atau Ketela. masyarakat iasanya mengolah ondol untuk makanan cemilan. rasanya gurih dan renyah dengan tambahan daun bawang serta rempah menambah rasa dari Ondol-ondol ini. kuliner yang satu ini mungkin hanya terkenal di wilayah Banjarnegara. Disebut Ondol karena bentuknya yang bulat bulat, maka disebutlah oleh masyarakat dengan seutan Ondol-Ondol yang erarti Bulat-Bulat. walau Biasanya kulier di wilayah Banyumasan cinderung sama, namun yang satu ini tak di temui di kabupaten lain dan sekarang di kecamatan Wanayasa, untuk melestarikan kuliner yang satu ini di Buatlah sebuah tradisi budaya Bentang seribu meter Ondol. selain Bentang ondol acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni Budaya serta pengajian atau Ngudi Kawruh Bareng yang menambah kebersamaan antar warga dan Masyarakat.
Bentengan Bentengan termasuk permainan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Permainan Bentengan dimainkan oleh dua kelompok yang masing-masing kelompok mempunyai 4 sampai 10 orang. Kemudian setiap kelompok memilki benteng, biasanya benteng berupa tiang atau pohon. Dalam bermain Bentengan ini setiap anggotanya mempunyai tugas masing-masing, ada yang jadi penyerang, bertahan ada juga yang bertugas sebagai pengalih. Jadi tujuan akhir dari benteng ini adalah dengan menyentuh benteng lawan, jadi siapa yang menyentuh benteng lawan duluan maka grup itulah sebagai pemenang. Selain dengan menyentuh benteng kemengan juga bisa kita raih dengan cara menangkap seluruh anggota lawan dengan cara menyentuh bagian tubuh mereka. Jadi siapa yang banyak nangkap anggota, maka sudah dipastikan menjadi pemenangnya. Karena yang ada untuk menjaga benteng pasti cuma satu orang saja, sehingga kita bisa mengepungnya dan memenangkan pertandingan. https://www.silontong.com/2018/1...
Museum Soesilo Soedarman is located at Gentasari Village, Cilacap District, Central Java Province, Indonesia. The Museum is accessible from Yogyakarta, pass thru Purworejo – Kutoarjo - Kebumen – Gombong – Buntu and Sampang. From Sampang, turn South for a 5 kilometers to the Museum. There are many street boards within the roads which shown the direction to the Museum. Museum Soesilo Soedarman was inaugurated in year 2000 in honor of the late General Soesilo Soedarman (1928 – 1997), a prominent Indonesian military leader and one of the Indonesia’s distinguished citizens. He act in the Indonesian military establishment since 1945 as a Cadet at The Yogyakarta Military Academy, and joined the guerrilla campaign in West Java and in around Yogyakarta Capital areas during the War of Independence (1945 – 1948). He and his unit, the SWK-104, Werkhreise III, was participated in the successful March 1, 1949 major-attack of Yogyakarta Capital un...