Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Museum Jawa Tengah Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa
- 31 Desember 2018

Letaknya di Kota Ambarawa, sekitar 1 jam perjalanan dari Kota Semarang atau Jogjakarta. Letaknya yang mudah terjangkau, menjadikan Museum Kereta Api Ambarawa menjadi obyek wisata andalan kota tersebut. Apabila petualang dari arah Semarang, akses jalan yang harus dilewati hanya menuju selatan ke arah Ungaran lalu setelah sampai pertigaan Bawen silakan menuju ke arah Jogjakarta (belok kanan) menuju tugu Palagan Ambarawa. Apabila dari Jogjakarta, petualang hanya perlu berjalan lurus menuju arah Semarang dan langsung ke pertigaan tugu Palagan Ambarawa. Setelah sampai di tugu Palagan Ambarawa, petualang langsung saja belok kiri (arah Semarang) atau kanan (arah Jogja), nah sekitar 100 meter lagi sudah sampai di museum Kereta Api Ambarawa.

Untuk Jalur dari arah Solo petualang dapat melewati jalur alternatif  langsung menuju belakang Museum Kereta Api Ambarawa. Petualang dapat melewati jalur Blotongan – Banyubiru – Ambarawa dengan pemandangan pegunungan Telomoyo yang sangat indah disebelah kanan juga luasnya Rawa Pening (petualangan selanjutnya) yang eksotis di sisi kiri. Apabila menghendaki jalur lain, petualang bisa melewati Jalur Salatiga – Tuntang (Jembatan belok kiri) – Ambarawa. Dengan pemandangan kebun kopi di sisi kanan dan hanyutan air di Rawa Pening di sebelah kiri.

Halaman Museum Kereta Api

Sebenarnya apa itu Museum Kereta Api Ambarawa? Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api lama peninggalan Hindia Belanda yang sekarang dialihfungsikan menjadi sebuah museum yang letaknya di Kota Ambarawa, Jawa Tengah. Yang memiliki kelengkapan kereta api yang pernah berjaya pada zamannya. Salah satu kereta api uap dengan lokomotif nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen sampai sekarang masih dapat menjalankan aktivitas sebagai kereta api wisata.

Parkirnya yang luas sehingga mudah di akses dengan motor, mobil atau bus sekalipun. Tiket masuk baik dewasa maupun anak-anak cukup terjangkau, petualang hanya membayar  Rp. 5.000,-/ orang. Apabila ingin naik kereta wisata, tips : silakan untuk membeli tiket kereta wisata dahulu sebelum explore  dan jalan-jalan disekitar museum.

Nah, sekarang coba untuk explore sejenak dari museum Kereta Api. Selain untuk wisata keluarga juga hitung-hitung belajar sejarah perkeretaapian Indonesia.

Nama : B2220

Nama : B2220.
Seri dulu : NIS (Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij ) 306. Bahan bakar : kayu. Buatan : Cachisotk MF Chemnits. Mulai beroperasi tahun 1900. Kecepatan maksimal 50km/jam. Radius minimum kurang dari 1000. Panjang lokomotof 7.850meter, lebar lokomotif 2.410meter. Letaknya ada disebelah kanan Museum Kereta Api. Kereta ini merupakan salah satu dari beberapa kereta yang banyak digunakan untuk berofoto ria oleh para Petualang.

C 2728

Nama: SS (Staatsspoorwegen) 1110.  Seri Sekarang C 2728. Bahan Bakar : Residu. Dibuat oleh Weks Spoor Amsterdam. Mulai Operasi tahun 1919. Kecepatan 80km/jam. Radius Minimum 140. Tenaga pada rel : 650 tenaga kuda. Panjang Lokomotif : 12.790meter. Lebar Lokomotif 2.620meter. Letaknya agak dibelakang Museum Kereta Api berada disebelah kanan dekat dengan Kantin dan Mushola. Karena letaknya agak jauh, jadi Petualang harus mencoba untuk memutari seluruh Area Museum.

C 2407

Nama : C 2407

Seri Dulu : NIS (Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij ) 271. Bahan bakar : Residu. Dibuat oleh Weks Spoor Amsterdam. Mulai beroperasi tahun 1901. Kecepatan maksimal 60km/jam. Radius minimum 140. Tenaga pada rel sama dengan 575 tenaga kuda. Panjang lokomotif 9.800meter dengan lebar 2.870meter.

Terletak persis di dekat kereta nomor  B2220. Hanya lebih kebelakang sedikit. Beberapa Patualang sering mengabadikan gambar kereta ini. Karena bentuknya yang unik dan besar jadi terasa sangat indah. Karena ketinggian kereta di atas rata-rata kaki orang Indonesia, jadi selalu hati-hati ketika hendak naik ke atas kereta.

…………

C 1240

Nama : C 1240
Seri dulu : SS (Staatsspoorwegen) 400. Bahan bakar : kayu. Dibuat oleh Hartmann Chemnits. Mulai beroperasi tahun 1896. Kecepatan maksimal 55km/jam. Radius minimum 170. Tenaga pada rel 350 kecepatan kuda. Dengan panjang lokomotif 8.578meter dan lebar 2.450meter.

Bentuknya yang unik berbeda dengan kereta lain yang lebih cenderung berbentuk tabung di bagian Lokomotif. C 1240 lebih banyak bernentuk persegi atau balok. Bentuk yang teramat besar dan kotak memberi gambaran bahwa kereta ini mampu melaju dengan cepat dimasanya. Ruang bahan bakar yang besar, mampu dimuat oleh balok-balok kayu yang sangat banyak sehingga tidak kereta dapat melaju dengan mudah dan cepat.

C 2821

Nama : C 2821.
Seri Dulu : SS (Staatsspoorwegen) 1300. Bahan bakar : Residu. Buatan : Henshel/Shassel. Digunakan pertama tahun 1921. Kecapatan maksimal 90km/jam. Radius minimum 140. Tenaga pada rel sama dengan 1050 tenaga kuda. Memiliki panjang lokomotif 13.015meter dan lebar 3020meter. Kereta ini salah satu yang menjadi unggulan utama transportasi pada masa pemerintahan Hindia Belanda untuk mengangkut bahan menta dari perkebunan sampai ke gudang dekat dengan Pelabuhan.

Ini adalah mesin pembuat tiket penumpang jaman dulu. Digunakan sejak tahun 1840 yang dibuat dan diciptakan oleh Thomas Edmunson. Thomas Edmunson adalah seorang ahli pembuat lemari, dan ketika dia menciptakan mesin tiket, dia angkat menjadi kepala stasiun di New Castle dan Carlisie di perusahaan Kereta Api Manchester dan Leeds di Inggris.

Di Indonesia, mesin tiket edmunson digunakan pada era Hindia Belanda dan NIS (Nederlandsche Indische Spoorweg Maatschappij ) pada tahun 1867 untuk mencetak tiket lintas kota Semarang – Solo – Jogjakarta. Tahun 1873 digunakan untuk jalur Batavia – Bogor, dan pada tahun 1878 digunakan oleh SS (Staatsspoorwegen) untuk lintas Surabaya – Pasuruan. Mesin ini digunakan oleh Indonesia untuk membuat tiket terutama tiket Kereta Ekonomi, KRL dan Kereta dalam propinsi hingga tahun 2009.. Hmm, lama juga..

Jalur Kereta Api

Jalur rel 3ft 6in (1067 mm) terhadap Yogyakarta (membentang dari selatan ke barat melalui Ambarawa) merupakan yang menarik karena melewati Jambu dan Secang, satu-satunya yang masih beroperasi di Jawa. Jalur rel luar Bedono ditutup pada awal tahun 1970 setelah rusak akibat gempa. Jalur rel dari Kedungjati (dari timur yang awalnya dari Ambarawa) selamat ke pertengahan 1970-an tapi tidak diapakai karena lebih banyak masyarakat menggunakan angkutan umum yang lain.

Rel ini hanya dipajang untuk bukti peraga pendidikan dan digunakan untuk Kereta Wisata Museum Kereta Api. Rel yang berasal dari museum Kereta Api masih terawat sangat baik oleh pihak pengelola, hal itu dibuktikan dengan jalur yang masih nyaman dan aman digunakan untuk menampung puluhan Petualang yang menaiki Kereta Wisata dari Museum Kereta Api mejuju pinggiran Ambarawa hingga Rawa Pening.

kalkulator

Ini adalah mesin hitung yang digunakan oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pada masa lalu, mesin ini merip kalkulator di masa sekarang. Dengan mesin ini, dapat dihitung berapa keuntungan yang masuk dari hasil Kereta Api.

Beberapa alat komunikasi yang lain masih sangat baik berada di Museum Kereta Api Ambarawa. Selain mesin hitung, ada beberapa jenis dan model telepon dari berbagai masa ke masa. Dari telepon seperti kotak pos surat hingga telpon putar (onthel) ada di Museum ini. Bahkan telegraf masih ada di Museum bersama dengan berbagai alat perkeretaapian seperti lonceng kereta dan peluit petugas Rel.

……

Roda Kereta bergigi yang langka

Ini adalah roda kereta api uap bergerigi ini sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih tersisa di dunia. Dua di antaranya ada di Swiss dan India. Rel bergigi masih di temui di sepanjang jalur Ambarawa. Hebat bukan?

Rel yang masih tersisa bisa Petualang temukan bila hendak menuju Jogjakarta berada disisi sebelah kiri. Rel ini masih sangat bagus dan baik. Dengan model rel dan roda bergigi tersebut, kereta mampu berjalan naik ke arah perbukitan yang tinggi. Dengan keseimbangan pergerakan roda kanan dan kiri dibantu oleh tenaga yang berasal dari lokomitif, lalu dibantu pengereman gerigi bagian tengah yang mampu menahan kereta dari pergerakan tak terduga akibat gaya gravitasi sehingga kereta mudah untuk berjalan di jalanan yang menanjak.

Kereta Wisata Di Museum Kereta Api Ambarawa

Dengan hanya membayar Rp. 10.000,-, petualang dapat menikmati alam yang indah dari kota Ambarawa. Melewati areal persawahan dan melihat Rawa Pening dari dekat. Perjalanan kereta wisata ini memakan waktu sekitar 45 minit Pulang – Pergi. Kereta Wisata ini hanya beroperasi sampai jam 3pm, jadi apabila ingin naik silakan beli dan sabar menunggu kereta datang. Jangan sampai kehabisan yaa. Ketika Kereta datang, dan langsung di naiki para petualang. berangkat penuh dan sesak, namun suasana gembira ceria bersama keluarga menghiasi wajah para petualang. Walau mendung, tak jadi masalah.

 

sumber :https://coretanpetualang.wordpress.com/petualangan-budaya/jelajah-museum/explore-museum-kereta-api-ambarawa/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah