banyuwangi
384 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jangan Pakis - Banyuwangi - Jawa Timur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Resep: Bahan ¼ sdt merica bubuk ½ sdt gula pasir ½ sdt garam 1 sdm saus tiram 1 buah tomat yang dipotong 2 siung bawang putih iris 3 buah cabai merah keriting iris 3 buah ampela rebus yang dipotong 3 ikat pakis 4 butir bawang merah iris 75 ml air Minyak goreng secukupnya   Cara Membuat 1. Panaskan minyak untuk menumis bawang putih, bawang merah, serta cabai merah hingga harum. 2. Masukkan tomat dan ampela yang sudah dicuci bersih lalu potongi dan rebus. 4. Aduk sampai rata sambil menambahkan saus tiram, gula pasir, garam, dan merica bubuk. 5. Masukkan daun pakis lalu aduk rata kembali. 6. Tuangkan air secukupnya, masak hingga matang hingga semua bumbu meresap. 7. Angkat da...

avatar
Oase
Gambar Entri
Sayur Kesrut Tulangan - Banyuwangi - Jawa Timur
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Bahan-bahan     1/2 kg ceker,kepala,sayap ayam(pake tetelan sapi juga enak) 3 buah cabe Kriting 20 buah cabe rawit(kalo suka lebih pedas bisa ditambahkan) 1/2 sdt terasi 3 buah belimbing wuluh 1 buah tomat seruas lengkuas secukupnya gula secukupnya garam 1/2 bungkus royco ayam daun bawang Langkah               Rebus tulangan ayam terlebih dahulu,buang air sisa rebusan(kalo pake tetelan daging air ga usah dibuang ya) Uleg semua bumbu kecuali belimbing wuluh,tomat dan lengkuas Rebus kembali tulangan,setelah mendidih masukkan bumbu yg sudah diulek Tambahkan belimbing wuluh,tomat,dan lengkuas geprek,gula,garam,royco ayam,koreksi rasa Masak kurleb 5 menit,(tambahkan daun bawang kalo ada) dan siap disajikan https://cookpad.com/id/resep/4580932-sayur-kesrut-tulangan-khas-banyuwangi

avatar
Isni
Gambar Entri
MINAKJINGGO DAN DAMARWULAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Ratu Ayu Kencana Wungu adalah Raja kerajaan Majapahit. Suatu hari Minakjinggo berencana untuk memberontak pada Kerajaan Majapahit dan pemuda bernama Damarwulan yang akan membantu Ratu kencana wungu. Berhasilkah Damarwulan mengalahkan Minakjinggo? Simak kisahnya dibawah ini dalam cerita rakyat Nusantara dari Jawa Timur    MINAKJINGGO DAN DAMARWULAN Pada saat itu ada sebuah kerajaan bernama Majapahit yang di pimpin seorang ratu bernama Dewi Suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana Wungu. Ketika itu kerajaan Majapahit berhasil menaklukkan banyak daerah, dan menempatkan wilayah kekuasaan kerajaan di Trowulan, Jawa Timur.  Salah satu kerajaan kecil yang menjadi taklukan Majapahit adalah Kerajaan Blambangan yang terletak di Banyuwangi. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang bangsawan dari Klungkung, Bali, bernama Adipati Kebo Marcuet. Adipati ini terkenal sakti dan memiliki sepasang tanduk di kepalanya seperti kerbau. Adipati Kebo Marcuet memberontak ke...

avatar
Miftah Faris
Gambar Entri
Hikayat Prabu Damarwulan dan Adipati Minakjingga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Minakjingga merupakan adipati Blambangan, ia memiliki kekuatan dan kesaktian yang tak tertandingi.  Ia berencana melakukan pemberontakan terhadap Kerajaan Majapahit yang saat itu memiliki ratu yang cantik jelita bernama Ratu Ayu Kencana Wungu. Sang Ratu kemudian mengadakan sayembara untuk menangkal ancaman dari Minakjingga. Salah seorang dari peserta sayembara ini adalah seorang pemuda bernama Damarwulan. Berhasilkah Damarwulan mengalahkan Minakjingga? Simak kisahnya dalam hikayat  Damarwulan dan Minakjingga  berikut ini! * * * Tersebutlah seorang ratu bernama Dewi Suhita yang bergelar Ratu Ayu Kencana Wungu. Ia adalah penguasa Kerajaan Majapahit yang ke-6. Pada era pemerintahannya, Majapahit berhasil menaklukkan banyak daerah yang kemudian dijadikan sebagai bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan yang berpusat di Trowulan, Jawa Timur, itu. Salah satu kerajaan kecil yang menjadi taklukan Majapahit adalah Kerajaan Blambangan yang te...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Langgar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Bali sekalipun mayoritas masyarakatnya beragama Hindu namun kerukunan dan kedamaian antar-umat beragama berjalan dengan baik. Mereka yang memiliki keyakinan yang berbeda hidup secara berdampingan dan jarang sekali adanya percekcokan diantara mereka. Apakah ada buktinya? Salah satunya bisa dilihat dengan adanya sebuah pura yang bernama Pura Langgar atau juga dikenal dengan Pura Dalem Jawa.   Mengapa sampai disebut pura Langgar? Tiada lain dan tiada bukan karena bangunannya yang mirip dengan sebuah Langgar atau tempat ibadahnya umat Muslim. Pura ini juga memiliki cerita dan bentuk yang unik yang sangat erat kaitannya dengan kebudayaan Islam yang masuk ke Bali sehingga sedikit banyak mampu memengaruhi gaya arsitektur dan segala pernak-pernik pura ini. Pura Langgar sendiri dibangun diatas kolam yang dipenuhi oleh bunga teratai.       Di Pura Langgar pelaksanaan pemujaan berbeda dengan pemujaan di pura lain pada umumnya, dimana hewan yang digun...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Othek
Alat Musik Alat Musik
Jawa Timur

Othek, Warisan Leluhur Budaya Suku Osing  Kota dengan julukan “Sunrise of Java” kembali menampilkan salah satu kekayaan budayanya, yakni othek. Othek merupakan salah satu alat musik khas dari lesung padi dari Banyuwangi. Alat musik unik tersebut sebenarnya diciptakan dari kebiasaan sehari-hari oleh warga Desa Kemiren, Banyuwangi. Saat para kaum wanita menumbuk padi, maka dengan memainkan alunan musik yang merdu menjadi hiburan bagi mereka sehingga munculkan kesenian musik othek. Alat musik othek merupakan lesung padi berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu dengan lubang dibagian tengah untuk menumbuk padi. Tak hanya bagian tengah yang dipukul dengan alu, bagian samping dan depan juga menjadi bagian yang dipukul. Dahulu tradisi ini dimainkan oleh Suku Osing pada saat panen padi atau pada saat hajatan. Meskipun kesenian musik ini tergerus jaman, Desa Kemiren rupanya masih berusaha untuk melestarikan othek. Hal ini terbukti dengan penyajian musik oth...

avatar
Lupi
Gambar Entri
Kendang Kempul, Musiknya Lare Osing
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Timur

Banyuwangi kembali menampilkan musik populernya yang dikenal sebagai musik kendang kempul. Kendang Kempul telah menjadi identitas paten untuk masyarakat Osing. Seni Musik Kendang Kempul merupakan seni musik yang tumbuh dan berkembang dari kesenian Gandrung. Musik ini memiliki perpaduan musik yang khas dari kendang kempul Banyuwangi dengan irama dangdut khas Musik Melayu. Adapun instrumennya merupakan gabungan dari instrumen tradisional Banyuwangi (kendang keplak, kluncing, kethuk, gong, dan kempul) dengan instrumen barat (keyboard, gitar melodi, dan bass). Namun, musik yang satu ini mengalami perkembangan akibat berkembangnya zaman. Kendang Kempul pun dikolaborasikan dengan style musik yang lain seperti kroncong, reggae, dan koplo.  Lirik lagu dari Musik Kendang Kempul berupa Bahasa Osing, yakni bahasa identitas masyarakat Suku Osing Banyuwangi. Lagu-lagu dari Kendang Kempul menceritakan tentang kehidupan sehari-hari sehingga menjadi populer bagi masyarakat Osing bahkan mas...

avatar
Lupi
Gambar Entri
4_Jangan Uyah Asem
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Timur

Jangan dalam bahasa Indonesia berarti kuah, dan asem mempunyai arti asam. Jadi kalau digabung, jangan uyah asem artinya kuah yang asam namun pedas. Jangan uyah asem merupakan makanan kuno warga banyuwangi yang masih dilestarikan. Itu terbukti dari adanya makanan ini ketika upacara upacara adat suku osing. Bahan dasar dari jangan uyah asem adalah ayam kampung dan papaya muda. Ayam kampung dipilih karena teksturnya yang lembut dan rasanya lebih gurih dari ayam potong atau ayam horen. Untuk bumbunya cukup sederhana hanya cabai merah, cabai rawit, tomat, dan campuran gula dan garam yang telah dihaluskan. Untuk menambahkan rasa asam yang menjadi ciri khas dari makanan ini biasanya ditambah dengan irisan blimbing wuluh. Cara memasak Jangan Uyah Asem cukup mudah, ayam yang telah dipotong direbus hingga empuk, kemudian masukkan irisan papaya muda dan bumbu yang telah disiapkan. Aduk hingga merata dan tunggu sampai papayanya empuk. Makanan pun siap disajikan. Makanan ini paling e...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Permainan Gedhogan atau Gendhongan #DaftarSB19
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Timur

Banyuwangi kembali menunjukkan taringnya dalam kekayaan budaya. Budaya yang akan dibahas kali ini adalah Gedhogan atau Gendhongan . Dahulu wanita-wanita di Desa Glagah, Banyuwangi bekerja sebagai penumbuk padi. Banyaknya beras yang tersedia membuat pekerjaan cukup berat, membosankan, dan melelahkan tentunya. Sepanjang proses penumbuk padi tersebut untuk mengurangi kebosanan, mereka akhirnya menyanyikan lagu-lagu. Bukan hanya memainkan lagu, tanganpun memainkan pukulan-pukulan alu di permukaan gedhogan tersebut. Ritme yang dibuat secara spontan ini menciptakan permainan lagu yang nikmat didengar. Harmonisasi ditambah dengan pukulan sebatang logam terhadap logam lainnya serupa pisay kasar dan logam kecil penumbuk sirih sehingga menimbulkan dentingan lagu yang semakin asyik. Sungguh seni hiburan yang segar, bukan ?! permainan yang berupa seni hiburan ini saat ini sudah sering muncul sebagai sebuah seni per­tunjukan. Latar Belakang Sosial Budaya. Semula wan...

avatar
Lupi