Silahi Sabungan terdiri dari dua kata yang penuh arti, yaitu silahi yang berarti seorang lelaki dan sabungan yang berarti pendekar atau pemberani. Jadi, silahi sabungan adalah seorang lelaki yang berani. Raja Silahi Sabungan merupakan anak ke-3 dari Anting Malela boru Pasaribu. 1. Raja Sibagot ni Pohan 2. Raja Sipaittua 3. Raja Silahi Sabungan 4. Siraja Oloan 5. Siraja Hutalima Raja Silahi Sabungan diperhitungkan lahir pada tahun 1300-an di Lumban Gorat Balige dan meninggal tahun 1450 di Silalahi Nabolak. Raja Silahi Sabungan terkenal seorang Datu Bolon yang termansyur. Banyak berita - berita yang menakjubkan tentang Raja Silahi Sabungan dan keturunannya yang tertulis dalam buku Tarombo Siraja Batak maupun ceritanya yang terdapat pada keturunan Tuan Sorbani Banua maupun marga – marga lain, merupakan bunga rampai sejarah Raja Silahi Sabungan. Raja Silahi Sabungan memi...
Hujur Siringis merupakan senjata tradisional berupa tombak yang dipercaya digunakan oleh masyarakat Batak untuk berperang pada masa lampau. Arti kata hujur sendiri memiliki arti lembing, dan siringis memiliki arti tombak kecil. Merujuk pada beberapa sumber, Hujur Siringis merupakan senjata tradisional khas Propinsi Sumatera Utara yang pertama kali ditemukan, serta diyakini sebagai senjata utama para prajurit kerajaan Batak pada masa silam. Material senjata tradisional ini terbuat dari kayu yang ringan tetapi kuat dengan bilah pisau runcing yang terbuat dari bahan logam di bagian ujungnya. Sampai saat ini, masih ada beberapa orang yang menggantungkan senjata tradisional ini di dinding rumahnya karena mereka merasa senjata ini memiliki makna tersendiri dan mereka ingin menyimpan agar anak dan cucunya tahu bagaimana wujud senjata tradisional ini. Selain itu, kegunaan lainnya juga yaitu sebagai tombak kecil untuk membuka mata air. #OSKMITB2018
Borhat Ma Dainang Borhat ma dainang Tubuan laklak ho inang tubu sikkoru Borhat ma dainang Tubuan anak ho inang tubuan boru Horas ma dainang Rongkapmu gabe helanghi dongan matua Horas ma dainang Ditongan dalan nang dung sahat ro di huta Reff: Unang pola marsak ho Ai tibu do ahu ro Sirang pe ahu sian ho Tondinghi gumonggom ho Mengkel ma dainang Sai unang tangis ho inang martuk-tukian Ingot martangiang Asa horas hamu nalaho nang na tingga Arti Lagu Lagu ini menceritakan kisah orang tua yang melepas putrinya untuk menikah. Meskipun sang putri akan meniggalkannya dan menjadi bagian dari keluarganya sendiri, orang tuanya memastikan putrinya bahwa mereka akan tetap menyertai tiap tawa dan tangisnya. Lagu "Bonar Ma Daniang" sendiri sering dimainkan saat acara sesi " Mangolusi" . Tidak jarang lagu ini membuat para pendengar menitikan air mata karena nasihat dan wejangan dalam lagu ini. Meskipun l...
Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu suku bangsa tersebut adalah Suku Batak. Adapun dengan semua keanekaragaman tersebut, terdapat implementasi budaya yang diungkapkan melalui komunikasi verbal. Salah satu bentuk komunikasi verbal yang pasti kita gunakan sehari hari adalah panggilan sapaan. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut dan terperinci mengenai panggilan sapaan Suku Batak atau lebih khusus lagi panggilan kerabat. Panggilan kerabat dalam bahasa Batak memang cukup rumit dan sangat banyak jikalau dibandingkan dengan suku lain, ini menjadi ciri khas tersendiri. Adapun beberapa literatur dan kamus bahasa Batak yang menyajikan mengenai panggilan kerabat Suku Batak ini. Berikut adalah panggilan kerabat Suku Batak yang telah dirangkum dari berbagai literatur dan narasumber : Lae Panggilan sesama pria : – Saudara laki-laki dari istri / saudara ipar laki-laki. – Suami dari saudara peremp...
Lagu Ta No Niha berasal dari Nias, Sumatera Utara. Lagu ini menceritakan kecintaan seorang pada tanahnya (daerah asal). Tanö atau Danö dalam Bahasa Nias berarti tanah. Tanah ini merupakan identitas pada diri setiap orang yang berasal dari Nias sehingga tidak melupakan jati dirinya walaupun sedang merantau. Tanah Nias sendiri kaya akan sumber kehidupan bagi masyarakatnya sehingga tanah dapat menjadi tolak ukur kekayaan , batas kekuasaan , dan kesejahteraan masyarakatnya. Lirik dalam lagu Ta No Niha sendiri menjelaskan bagaimana keadaan alam di Pulau Nias yang di kelilingi pesisir pantai dan banyak pohon kelapa melambai-lambai. Lagu Ta No Niha adalah lagu wajib untuk di nyanyikan saat ada acara kebesaran di Nias, seperti acara peresmian, pesta Ya'ahowu, pesta pernikahan, dan lain-lain. Lirik lagu ini juga menjadi kebanggaan tersendiri oleh masyarakat Nias karena menjelaskan hubungan emosional dari masyarakatnya untuk tetap menjaga tana...
Ija Juma Tidahan Lagu ini adalah salah satu lagu tradisional suku Batak Simalungun. Lagu ini diwarisi secara turun temurun secara lisan. Dahulu, lagu ini dinyanyikan oleh muda-mudi yang dimabuk cinta. Para lelaki akan menyanyikan lagu ini untuk merayu kekasihnya. Selain itu, bagi mereka yang membutuhkan lagu gembira sebagai hiburan sekaligus pelepas penat setelah bekerja--umumnya berladang-- juga akan menyanyikan lagu ini. Namun, seiring zaman berganti, lagu ini mengalami pergeseran dalam hal penggunaannya. Jika dahulu lagu ini dinyanyikan di waktu santai bersama teman sebaya atau keluarga, zaman sekarang lagu ini malah dinyanyikan di pesta-pesta gembira tertentu, umumnya pesta pernikahan. Lirik dari lagu ini sederahana dan berulang. Lirik lagu ini sebenarnya merupakan sebuah puisi dengan pesan yang ingin disampaikan penyanyi dapat diketahui secara jelas, apabila sudah berjanji kepada pasangan untuk setia, janganlah kiranya berpisah. Berikut adalah lirik dan arti...
Museum TB Sialalahi Center merupakan salah satu museum berbasis budaya yang terletak di JL Pagar Batu No.88, Desa SIlalahi, Kecamatan Hianalang, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Museum ini didirikan oleh Letjen TNI(purn) Dr.Tiopan Bernhard Silalahi berdasarkan akta nomor 10 tanggal 7 Agustus 2006 dan akta nomor 7 tanggal 8 Januari 2007. Tujuan utama didirikannya museum ini adalah untuk memotivasi para generasi muda agar terinspirasi dari kehidupan Bapak TB Silalahi.Selain itu tujuan lainnya adalah untuk mengenalkan budaya, terlebihnya budaya Suku Batak. Di dalam museum ini terdapat beberapa barang yang dipajang, antara lain : Koleksi budaya Batak Berbagai macam koleksi pribadi Bapak TB Silalahi Patung TB Silalahi dan istri Sepeda motor Helikopter Senjata berat Patung Untuk itu, sebagai generasi muda, saya ingin mengajak kita semua untuk memahami serta menjaga keindahan serta kekayaan budaya yang kita miliki, salah...
Prasasti Lobu Tua Prasasti Lobu Tua , atau Prasasti Barus , merupakan salah satu prasasti di Indonesia dalam bahasa Tamil, yang ditemukan pada tahun 1873. Prasasti ini berangka tahun Saka 1010 atau 1088 Masehi. Prasasti ini dipublikasikan dalam laporan yang berjudul " Madras Epigraphy Report " tahun 1891-1892 oleh E. Hultzsch, ahli epigrafi Inggris di India. Prasasti ini menyebutkan tentang adanya suatu serikat dagang bangsa Tamil di daerah Barus. Serikat dagang tersebut disebutkan bernama “Yang Ke Lima Ratus dari Seribu Arah” ( Disai-Ayirattu- Ainnurruvar ). Menurut Prof. Y. Subbarayalu dari Universitas Thanjavur, serikat dagang ini yang bernama lain Ayyavole , juga meninggalkan prasasti berbahasa Tamil pula di Aceh. Di Barus, mereka membeli berbagai komoditas dari penduduk setempat, dan kepada para anggotanya menarik cukai berupa emas yang didasarkan pada harga kasturi, dengan objek...
Tuak adalah suatu jenis minuman beralkohol Nusantara yang dihasilkan dari hasil fermentasi nira kelapa atau jenis pohon lain penghasil nira (seperti aren) serta beras. Minuman ini berasal dari beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Tuak memiliki kekhasan dari masing-masing daerah asalnya. Khusus untuk tradisi Batak, minuman ini sering ada saat acara adat, acara kekeluargaan, di lapo (tempat makan orang Batak), dan juga sebagai jamuan kepada tamu. Popularitas minuman tuak di kalangan Batak Toba menjadikan tuak sebagai minuman khas dan simbolis dari suku Batak. Fungsi tuak dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba sering dibahas, namun studi mengenai tuak yang berfokus pada aspek sosial-budaya Batak masih kurang. Tuak yang biasa digunakan dalam adat Batak adalah tuak tangkasan, tuak yang tidak bercampur dengan raru. Tuak tersebut berasal dari tumbuhan mayang bagot (sejenis tumbuhan Aren). Pohon bargot dahulu diperca...