Cublak-cublak suweng Suweng e ting gelenter Mambu ketundung gudel Pak Empo lirak-lirik Sopo ngguyu ndelikkake… Sir, sir pong dele gosong Sir, sir pong dele gosong Sir, sir pong dele gosong… Lirik lagu di atas merupakan lirik yang dinyanyikan dalam permainan Cublak-cublak Suweng. Sebenarnya Cublak-cublak suweng itu apa sih? Cublak-cublak Suweng adalah permainan anak-anak khas Jawa Tengah yang artinya tempat harta (suweng = perhiasan wanita Jawa) . Permainan ini biasanya dimainkan oleh 4-7 orang. Cara memainkannya cukup mudah. Satu orang (dimisalkan si α) harus tiarap dan sisanya menengadahkan tangan secara melingkar di atas punggung si α. Kemudian salah satu orang yang menengadahkan tangan di atas punggung si α (dimisalkan si β) sambil mengoper suweng (pakai saja batu kecil) ke setiap tangan-tangan yang menengadah secara mel...
Jawa tentu identik dengan makanan yang bercita rasa manis. Ya, gula adalah bahan alami pemberi rasa tersebut. Ada beberapa macam gula yang sering digunakan masyarakat Indonesia, seperti gula tebu, gula aren, dan gula batu. Masyarakat Banyumas memiliki gula dengan ciri khas tersendiri. Warnanya merah kecokelatan, menyerupai gula aren, namun gula ini terbuat dari air nira. Dari warnanya, gula ini disebut gula merah atau gula jawa. Dahulu, masih banyak dijumpai industri rumahan yang memproduksi gula jawa di beberapa daerah di Banyumas. Anggota keluarga saling bekerja sama dalam memproduksinya sebagai sumber pendapatan mereka. Lelaki dewasa biasanya bertugas untuk mencari air nira dari pohon kelapa yang satu ke yang lainnya. Mereka disebut sebagai penderes. Namun, karena terlalu riskan dan penghasilan yang didapat tidak sebanding, pekerjaan menderes kini mulai ditinggalkan. Sekarang sangat sulit untuk menemukan gula jawa yang murni terbuat dari air nira. Produsen biasanya...
Indonesia kaya akan tradisi dan adat istiadat,salah satunya adalah tradisi yang ada di Pandanan,Soropaten,Karanganom,Klaten yaitu tradisi kirab budaya suro.Tradisi ini dilaksanakan sebagai tanda untuk memperingati pergantian tahun baru hijriyah pada awal bulan muharram atau bulan suro. Tradisi kirab budaya suro sangat lekat dengan budaya jawa.Tradisi ini juga untuk mewujudkan rasa syukur dengan pawai budaya bersih desa,pentas pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.Dalam pawai atau kirab budaya juga ada kirab kebo bule keturunan kerbau kiai slamet Solo, ada sejumlah gunungan hasil bumi, ada penampilan ibu-ibu PKK, seni reog, dan wayang kulit Semarak acara ini memang terasa sekali, seperti ada puluhan kelompok pengibar bendera, regu Drumband dan Marching Band dari sekolah TK, SD, SMP dan SLTA sekitar.Disamping itu juga prajurit bersenjata (Jawa), kelompok masyarakat, Paguyuban Kawula Surakarta, kelompok Wayang...
Kentongan adalah alat pemukul tradisional yang terbuat dari batang bambu atau batang kayu jati yang dipahat. Kegunaan kentongan didefinisikan sebagai tanda alarm, sinyal komunikasi jarak jauh, morse, penanda adzan, maupun tanda bahaya. Kentongan sering diidentikkan dengan alat komunikasi zaman dahulu yang sering dimanfaatkan oleh penduduk yang tinggal di daerah pedesaan dan pegunungan. Sebenarnya, sampai saat ini belum dapat dibuktikan daerah asal ditemukannya kentongan. Namun, yang jelas kentongan sering dijumpai di masyarakat pedesaan seperti di Desa Kalikotes, Kabupaten Klaten. Kentongan merupakan alat komunikasi zaman dahulu yang dapat berbentuk tabung maupun berbentuk lingkaran dengan sebuah lubang yang sengaja dipahat di tengahnya. Dari lubang tersebut, akan keluar bunyi-bunyian apabila dipukul. Kentongan tersebut biasa dilengkapi dengan sebuah tongkat pemukul yang sengaja digunakan untuk memukul bagian tengah kentongan tersebut untuk menghasilkan suatu suara yang khas. Ke...
Kue Gandos Ambarawa Kue gandos banyak ditemukan di pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah. Jajanan kue ini sangat digemari oleh kalangan manapun dari jaman Belanda sampai sekarang karena ciri khasnya yang unik. Kue ini terbuat dari tepung beras khusus yang dibuat secara tradisional, bukan tepung beras kemasan yang biasanya dapat ditemukan di supermarket ataupun toko - toko yang sering kita kunjungi. Cara membuat tepung beras ini menggunakan beras yang harus disangrai terlebih dahulu lalu ditumbuk. Kue ini pun menggunakan campuran santan, 1 butir telur, gula, dan garam secukupnya. Kue gandos khas Ambarawa - lah yang terunik diantara kue gandos yang sering kita temui. Kue gandos Ambarawa ada dua macam, yaitu: kue gandos pisang dan asin. Kue gandos pisang adalah kue gandos yang ditambahkan pisang di atas kue tersebut dan bentuknya bundar, sedangkan kue gandos asin yaitu kue gandos dengan rasa aslinya namun bentuknya memanjang. Cara membuat gandos juga cukup unik,...
Pada artikel kali ini, saya ingin membahas mengenai salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tarian ini bernama Tari Cepetan. Kata “ cepetan” berasal dari bahasa Jawa yaitu “ cepet” yang berarti setan atau makhluk halus yang dipercaya berkeliaran saat petang. Mengapa tarian ini bisa diberi nama Tari Cepetan? Hal ini tidak bisa dilepaskan dari latar belakang atau asal usul tarian ini tercipta. Tarian ini awalnya berkembang di Kecamatan Karanggayam tepatnya mulai abad ke XIX. Pada zaman penjajahan Belanda, lahan-lahan di daerah ini banyak yang berubah menjadi onderneming — perkebunan luas yang dikuasai Pemerintah Hindia Belanda. Melihat tanah mereka direbut oleh pihak asing, warga sekitar tidak bisa tinggal diam. Akhirnya lahirlah tarian ini sebagai bentuk perlawanan non-fisik kepada penjajah. Warga bermaksud untuk menakut-nakuti pemilik onderneming sehingga tidak kerasan dan memilih unt...
Gamelan merupakan salah satu alat musik yang terkenal dari Jawa. Gamelan sering kita jumpai dalam acara-acara yang mengusung tema budaya seperti pagelaran wayang. Gamelan sendiri juga merupakan budaya bangsa Indonesia yang harus dijaga agar tetap ada. Namun untuk belajar gamelan tidaklah mudah karena tangga nada yang digunakan tidak sama seperti tangga nada musik modern seperti sekarang ini. Gamelan menggunakan tangga nada pentatonik yang terbagi menjadi dua yaitu slendro dan pelog . Untuk mengatasi hal itu, di Semarang terdapat sebuah gamelan unik yang bernama gamelan soepra. Apa itu gamelan soepra?? Yuk cari tahu lebih jauh. Gamelan soepra sekilas memang terlihat seperti gamelan pada umumnya, tidak ada perbedaan mencolok antara keduanya. Namun jika sudah dimainkan baru akan terasa perbedaannya yaitu, ada pada tangga nada yang digunakan. Tidak seperti gamelan biasanya, gamelan soepra menggunakan tangga nada kromatis sehingga menjadi lebih mudah dipelajari dan bisa memain...
Tegal tak luput dari daerah penyebaran batik di tanah Jawa. Batik pertama kali dikenalkan yaitu pada akhir abad ke-19. Asal usul batik Tegal tidak bisa lepas dari pengaruh Mataram, yaitu sejak munculnya berpakaian budaya batik oleh Raja Amangkurat I ketika dalam pelarian ke Tegal Arum. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang diantaranya perajin batik. Perkembangan batik tulis Tegal kemudian lebih berkembang di tangan R.A. Kardinah sebagai istri Bupati Tegal, R.M. Sajitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936. Yang pada akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan meluas ke masyarakat. Batik yang dibuat motifnya masih meniru motif-motif khas keraton yaitu didominasi warna hijau dan kecokelatan. Sejak dahulu, para perajin batik di Tegal telah menggeluti batik secara turun-temurun. Awalnya, bahan pewarna yang dipakai waktu itu berasal dari pewarna alam yang bisa didapat dari lingkungan sekitar, misal pace/mengkudu, nila, soga kayu dan bahan...
Tedak Sinten merupakan tradisi bagi bayi berusia 7 atau 8 bulan yang baru pertama kali belajar belajar. Tedak memiliki arti 'turun' atau 'injak' dan sinten yang berasal dari kata 'siti' yang berarti tanah maka dari itu tradisi ini dikenal juga sebagai tradisi turun tanah yang berasal dari budaya masyarakat Jawa. Tedak Sinten di laksanakan berdasarkan kalender Jawa dimana 1 bulan berarti 35 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang memeiliki 30 atau 31 hari dalam satu bulan. Jadi, tedak sinten dilakukan ketika bayi kurang lebih berumur 245 hari dari hari kelahiran. Proses ini di mulai di pagi hari, di sediakan 7 jadah atau kue ketan yang memiliki warna berbeda dimulai dafri warna putih hingga hitam yang akan di tapaki oleh kaki anak sebagai simbol suatu harapan agar sang anak dapat melewati berbagai macam kesulitan setiap harinya dan mengingatkan seberat apapun masalah nya pasti akan ada titik terang, Setelah itu, anak dituntun untuk menaiki...