Padangkita.com – Dari banyak cerita yang beredar, aggau atau muaggau ternyata banyak disalah artikan atau disalah persepsikan oleh masyarakat di luar Mentawai. Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake menegaskan bahwa muaggau sebenarnya bukan ajang mencari jodoh tetapi sebagai ajang mempererat rasa kekeluargaan dan memupuk kebersamaan.Masyarakat di luar Mentawai banyak yang beranggapan bahwa aggau atau muaggau adalah hari atau kegiatan mencari jodoh atau pasangan hidup di Mentawai. Padahal persepsi tersebut sangat tidak benar dan salah besar. “Muaggau adalah ajang mempereta rasa kekeluargaan dan memupuk kebersamaan bagi masyarakat Mentawai,” katanya dalam sambutannya dalam Festival Muaggau di Kabupaten Kepulauan Mentawai beberapa waktu lalu. Wabup pun menambahkan bahwa pemahaman orang luar tersebut sangat salah dan keliru. Muaggau yang merupakan kebiasaan orang Mentawai mencari tambahan pelengkap menu makanan saat badai, terjadi satu...
REPUBLIKA.CO.ID, SIBERUT SELATAN - Aktivitas berburu hewan di hutan dengan cara memanah ternyata memiliki makna mendalam bagi masyarajat Suku Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Tujuan utama berburu memang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan. Namun, ada pula tradisi berburu dan memanah yang dilakukan untuk menjadi ajang pembuktian kecintaan terhadap suku atau sebagai prasyarat dalam adat. Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menjelaskan, panah yang digunakan untuk berburu pun sangat lekat hubungannya dengan kebudayaan Mentawai. Menurutnya, panah bukan sekadar menjadi alat untuk berburu namun juga untuk membela diri. "Berburu di Mentawai tak sekadar berburu. Ada makna lain. Kalau ada anak lahir misalnya, apalagi kalau anak laki-laki yang lahir, maka harus dapat (hewan) buruan (untuk merayakan)," ujar Kortanius saat membuka Festival Panah Tradisional Mentawai, Selasa (25/7) malam. Kortanius juga membagi pengetahuannya soal tradisi memanah...
Manjalang mintuo adalah tradisi budaya adat minangkabau di Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tradisi manjalang mintuo ini juga terdapat di daerah lain di Sumatera Barat. Tradisi ini sendiri rutin dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Manjalang mintuo ini sendiri berupa kegiatan yang dilakukan oleh seorang istri mendatangi kediaman mertuanya dengan membawa makanan berupa lauk pauk seperti contohnya rendang, dan lain-lain. Lauk pauk yang disediakan biasanya berjumlah minimal 10 jenis lauk pauk. Lauk pauk ini biasanya dibawa dengan menggunakan Dulang (piring yang disusun di dalam talam). Pada bulan suci Ramadhan, selain membawa makanan lauk pauk, biasanya juga disiapkan oleh sang istri berupa makanan untuk perbukaan puasa. Pada bulan Ramadhan, tradisi ini diisi dengan kegiatan seperti buka bersama, tarawih bersama dan mendo'a (berdoa bersama). Sedangkan untuk pelaksanaan di hari raya Idul F...
Indonesia memiliki beragam tradisi dan sistem perkawinan. Mulai dari adat Jawa, adat Batak, sistem patrilineal, dan lain sebagainya. Tradisi dan sistem perkawinan ini beragam sesuai dengan adat dan budaya suku-suku yang ada. Berbeda suku, maka berbeda pula budaya, tradisi, dan sistem perkawinannya. Bagaimana dengan suku Mentawai? Dalam masyarakat Suku Mentawai, berlaku 2 sistem perkawinan, yaitu: 1. Perkawinan rusuk, yaitu perkawinan yang dilakukan oleh pasangan ketika dalam usia muda dalam rumah rusuk. Perkawinan ini dilakukan tanpa disertai dengan upacara kebesaran. Mereka menempati suatu rumah rusuk tanpa benda-benda suci atau keramat. Bila anak-anak mereka lahir, sering kali anaknya dititipkan kepada orang tuanya dalam suatu uma. 2. Perkawinan sakral, yaitu perkawinan secara resmi. Perkawinan ini disertai dengan upacara kebesaran dalam uma setelah pasangan suami-istri hidup berpasangan dan punya beberapa anak yang sudah dewasa dalam suatu rumah rusuk. Biasanya, p...
Dalam adat suku Mentawai, kematian dikategorikan menjadi dua. Yang pertama ialah kematian simaeru , yaitu kematian yang disebabkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Sementara yang kedua adalah kematian sikatai , yaitu kematian yang disebabkan oleh hal yang tidak terduga, misalnya tenggelam di laut, tertimpa kayu, dan dibunuh Ketika ada orang yang meninggal, maka berita duka disampaikan dengan bunyi tuddukat dengan irama loiba . Tuddukat merupakan alat komunikasi tradisional suku Mentawai. Irama loiba yang digunakan akan menginformasikan tentang usia dan jenis kelamin orang yang meninggal. Pada saat melayat, tidak semua orang dibolehkan pergi melayat. Wanita hamil atau yang memiliki bayi beserta suaminya tidak diperbolehkan pergi melayat, karena diyakini bisa diganggu oleh roh orang yang meninggal ( ketcat ). Saat meratapi si mati, orang-orang suku Mentawai membungkus kepala mereka dengan kain warna-warni dan melepas seluruh perhiasan yan...
Padang - Begitu Lebaran tiba, banyak anak kecil di Sumatera Barat kegirangan. Ketika itu mereka akan mendapat uang dari orang dewasa lewat tradisi Manambang. Ini tradisi yang bisa Anda nikmati kalau berlebaran di Ranah Minang. Lebaran merupakan momen istimewa bagi seluruh umat Muslim. Mulai dari tua muda ikut memeriahkan Hari Kemenangan ini. Ketika itu, ada banyak daerah yang menggelar tradisi seru setiap Lebaran. Salah satu tradisi yang bisa Anda lihat ketika datang ke Sumatera Barat. Daerah asal Siti Nurbaya ini punya tradisi khas yang diikuti anak-anak kecil, Manambang namanya. Bisa dibilang, inilah waktu yang paling dinantikan banyak anak Minang. Betapa tidak, ketika itu, mereka bisa mendapat banyak uang dari kerabat. Sebenarnya, manambang tidak hanya bisa Anda jumpai di Sumatera Barat, tetapi juga di daerah lain. Hanya saja, penamaaan tradisi di tiap daerah berbeda-beda. "Manambang itu sama seperti di Jakarta, kalau di Jakarta disebutn...
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki budaya yang sangat beragam dan menarik. Banyak sekali jenisnya, mulai dari kesenian, makanan, alat perang, ritual, dll. Salah satu dari kebudayaan tersebut bernama Makan Bajamba . Namun, bukan itu yang akan saya bahas kali ini, saya akan membahas tentang ritual sebelum Makan Bajamba tersebut yang disebut Maarak Jamba . Apasih itu Maarak Jamba ? Maarak Jamba dalam Bahasa Minang berarti mengarak jamba. Dalam Bahasa Minang, nampan disebut talam. Di dalam talam tersebut terdapat banyak piring-piring berisi makanan yang kemudian ditutup dengan kain khas Minangkabau. Makanan yang terbungkus rapih itulah yang disebut dengan Jamba . Maarak Jamba merupakan ritual yang dilakukan sebelum masyarakat Minangkabau melaksanakan Makan Bajamba (semacam makan besar masyarakat setempat). Maarak Jamba yang di lakukan di daerah Batusangkar biasanya bertujuan m...
Rabab adalah salah satu alat musik gesek tradisional khas Minangkabau yang terbuat dari tempurung kelapa, bentuk alat musik nya mirip dengan biola dan orang yang memainkannya disebut tukang rabab. Biasanya dalam rabab ini dikisahkan berbagai cerita nagari atau dikenal dengan istilah Kaba. Rabab ada bermacam-macam yaitu Rabab Darek, Rabab Piaman dan Rabab Pasisia. Rabab Darek berkembang di daerah Tanah Datar, 50 Kota dan Agam, rabab Piaman terdapat di daerah Pariaman dan rabab Pasisie terdapat di daerah Pesisir Selatan dan Painan. Kesenian barabab umumnya untuk menyampaikan pesan moral dari suatu cerita tersebut. Biasanya rabab pasisia dimainkan saat menjelang acara resepsi pernikahan pada malam hari. Rabab Pasisia diawali dengan raun sabalik. Baik tukang rabab dan tukang gendang bernyanyi berupa pantun secara bergantian. Mereka, membawakan berbagai macam irama yang diiringi oleh rabab. Mendekati tengah malam, baru masuk pada rabab yang sesun...
Randang Paku Lokan Randang paku lokan adalah masakan khas Minang Kabau khususnya daerah Bukittinggi. Pada saat ini masakan ini sangat langka karena hanya sedikit orang yang pandai memasaknya. Sebetulnya cara memasak masakan ini sangat sederhana tetapi dibutuhkan keahlian khusus dan pengalaman yang banyak dalam memasak gulai. Dari segi bahan, masakan ini membutuhkan bahan-bahan yang mudah didapatkan. Orang Minang Kabau umumnya memasak masakan rendang paku dalam berbagai campuran seperti teri,udang,lokan,dan lainnya. Khusus daerah Bukittinggi menggunakan campuran lokan. Masakan ini biasanya dibuat pedas sesuai lidah orang Minang Kabau. Makanan ini biasanya dibuat dalam acara tertentu biasanya dalam perjamuan adat, mendoa, hari besar islam dan hari-hari penting lainnya di Minang Kabau. Berikut adalah bahan-bahan dan cara membuatnya : Bahan-bahan 1. 300 gr pakis (dipotong) 2. &nb...