budaya
676 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Legenda Batu Naga & Ambu Naga Runting
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Di  Gunung Tilu, Dusun Banjaran, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ada batu bergambar naga yang sampai sekarang masih menyimpan misteri. Selain gambar naga, ada juga gambar pria botak memegang senjata dan seorang punakawan. Misteri batu naga tersebut mengundang banyak ahli untuk menelitinya, karena jika melihat letak batu dan gambar-gambar yang terpasang, diduga ada pesan yang ingin disampaikan. Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI), Ali Akbar mengatakan, relief yang terpahat pada batu naga di Dusun Banjaran, terus diteliti dan hasilnya semakin menarik. Menurutnya, pada satu sisi batu tersebut terlihat jelas gambar gunung, dua tiang, dan dua orang yang sedang duduk mengapit tiang tersebut. Kemungkinan besar, lanjut Ali, Gunung Tilu itu diibaratkan alam tertentu oleh pemahat dan orang di zaman itu. "Alam kahyangan atau kedewataan yang dapat dimasuki melalui pintu gerbang. Kedua tiang menggambarkan pintu masuk atau gerbang yang dijaga dua orang figur," jelasnya....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ki Penganjang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Alkisah, ada seorang pemuda yang sedang menyambit rumput di wilayah Sindang. Ketika ia sedang asyik-asyiknya menyabit rumput turun hujan gerimis. Tidak lama kemudian terlihat ada pelangi. Sang penyabit rumput melihat ujung pelangi jatuh di sebuah sumur milik masyarakat setempat. Merasa heran, pemuda tadi mendekati sumur, namun ia tertegun karena di sumur tersebut ada tujuh orang bidadari yang sedang mandi.   Saat ia memperhatikan ketujuh bidadari yang cantik jelita tersebut, terbersit di dalam hatinya untuk mempermainkan salah seorang bidadari. Ia mengambil salah satu baju yang disimpan tidak jauh dari sumur. Setelah merasa cukup bersenang-senang mandi, pada bidadari hendak pergi ke tempat asalnya, kayangan. Setelah mengenakan pakaian, ternyata masih ada salah seorang bidadari masih sibuk mencari pakaiannya. Namun, karena teman-temannya sudah tidak sabar menunggu, akhirnya ia berkata, “Tinggalkan saja aku di sini, nanti jika pakaiannya sudah ketemu akan me...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Desa Tugu, Indramayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Satu legenda yang umum diketahui masyarakat Tugu adalah tokoh tunggal Nyi Lapda Kriya. Konon pusaka beliau adalah selendang, yang apabila dikibaskan maka muncullah nyala api. Berangkat dari versi itu, baik adanya kita urai kembali sejarah Tugu. Konon, Tersebutlah tiga pendekar, Ki Maya, Ki Nampa Subaya, dan Nai Lapda Kriya. Tiga pendekar seperguruan ini, setelah dirasa cukup memiliki ilmu. Merekapun ingin mengamalkan ilmunya di timur Kali Cimanuk, yang disebut juga Alas Kedung Penjalin. Ki Maya dan Ki Nampa Subaya dikarenakan seorang laki-laki maka dibekalilah perkakas seperti golok, pedang, wadung. dan lainnya. Nai Lapda Kriya ditugaskan hanya membantunya. Nantinya digunakan sebagai alat membabad alas. Lantas mereka bertiga pamit undur diri kepada sang guru. Setelah beberapa hari babad alas, satu persatu pohon pun bertumbangan, dan menjadi kering. Nai Lapda Kriya pun tak mau hanya berdiam diri. Pikirnya, kenapa daun yang kering ini tidak dibakar saja, supaya lebih cepet dan meringa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Desa Sumuradem, Sukra, Indramayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Pada zaman dahulu, saat cerita Legenda Asal Mula Desa Sumuradem berlangsung, daerah sumuradem dan sekitarnya merupakan daerah yang belum terjamah oleh kecanggihan teknologi. Contoh konkret, sumur merupakan satu-satunya alat yang digunakan sebagai penanganan sir bersih. Tidak ada listrik, pam, dan sejenis alat yang digunakan untuk menghasilkan air bersih. Saat ini berbagai peralatan teknologi super canggih yang biasanya hanya ditemukan di daerah perkotaan, sudah mulai menyentuh salah satu daerah terpencil kabupaten indramayu ini, sebagai alat penunjang kehidupan. Jika pada zaman dahulu, penduduk indramayu termasuk desa sumuradem merupakan penduduk yang memiliki kestabilan ekonomi merata. Tidak ada penduduk sangat kaya atau sangat miskin, semuanya penduduk berpenghasilan hampir sama. Namun, pada saat ini, keadaan tersebut berbalik arah. Sebagian besar penduduk indramayu termasuk desa sumuradem adalah seorang petani dan nelayan, baik sebagai pemilik maupun pekerja (buruh). Petani yang...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tradisi Munjungan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Dari tinjauan kebahasaan, istilah munjung atau ngunjung memiliki arti mengunjungi, menghadiri atau dalam bahasa agama berziarah. Munjung secara bahasa berarti juga memuja atau melakukan persembahan. Istilah lain yang juga merupakan perkembangan makna dan memiliki arti sama adalah sedekah makam. Namun, bagi masyarakat Leuwimunding, Majalengka, istilah yang telah lazim penyelenggaraan ritual ini disebut munjung. Ritual munjung secara teknis dilakukan dengan melakukan ziarah ke makam para leluhur. Karena kondisi geografis pemakaman di desa ini memiliki lima area pemakaman, penyelenggaraan munjung dipusatkan di lima tempat tersebut. Istilah pemakaman di desa ini banyak juga yang menyebut maqbaroh, sebuah istilah serapan dari bahasa Arab yang memiliki arti sama dengan tempat kubur atau pemakaman. Kelima tempat itu adalah kompleks pemakaman Jagakerti, Cibatur, Caruy, Karamat, dan Pengkeur Masjid (di sebelah belakang masjid).   Semua tempat yang men...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Budaya jaringan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...

avatar
Jiyadfauzan
Gambar Entri
Lepet Kuningan - Makanan Khas Tanah Sunda
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Lepet adalah sejenis makanan khas Jawa Barat. Lepet ini sendiri berasal dari Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Sumedang. Lepet terbuat dari beras ketan yang ditambahkan kacang tanah sebagai isian, biasanya dibungkus dengan daun janur. Selain menggunakan kacang, isian lepet juga dapat divariasi dengan mengganti kacang tanah menjadi jagung atau jenis kacang-kacangan yang lain. Lepet masih dapat kita jumpai di seluruh daerah Jawa Barat, walaupun umumnya banyak dijual di daerah Kuningan dan Sumedang. Konon, orang Sumedang biasa memakan lepet ini dengan didampingi dengan tahu Sumedang yang juga makanan khas dari daerah tersebut.   Berikut merupakan resep lepet yang dapat dijumpai di tanah Sunda. Bahan: Beras ketan putih 1/2 kg Parutan kelapa 1/2 butir Kacang tanah atau kacang tolo (optional) 1 sendok teh garam Daun janur Tali pengikat (bambu tali / rafia)   Cara Membuat: Beras ketan dicuci bersih dan dan rendam...

avatar
OSKM18_16018060_Jessica Belicia Cahyono
Gambar Entri
Budaya Jaringan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...

avatar
Oskm18_16718431_jiyad
Gambar Entri
Situs Budaya Dayeuhluhur Sumedang
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Situs Dayeuhluhur berada di Kabupaten Sumedang berupa Makam Raja dan Bangsawan Kerajaan Sumedang Larang. Disini terdapat makam raja terakhir Kerajaan Sumedang Larang, yaitu Prabu Geusan Ulun putra dari Pangeran Santri. Prabu Geusan Ulun juga mendapat gelar jabatan 'Nalendra' dari Kerajaan Padjajaran atau bisa dibilang sebagai penerus sah dari Kerajaan Padjajaran. Selain makam Prabu Geusa Ulun, disini juga terdapat napak tilas dari "Kandaga Lente" atau dalam Bahasa Indonesia bisa disebut Patih Kerajaan Sumedang Larang sendiri, yaitu Eyang Jaya Perkasa (Mama Jaya Perkosa). Napak tilasnya berupa sebuah batu di puncak bukit. Eyang Jaya Perkasa menjabat sebagai patih pada masa Prabu Geusan Ulun dan kemudian mengundurkan diri setelah perang dengan Kerajaan Cirebon. Konon katanya, Mbah Jaya Perkasa wafat tanpa meninggalkan jasad, dalam ajaran Hindu disebut "Moksa", dalam Bahasa Sunda " Ngahyang". Dan ada beberapa larangan ketika hendak mengunjungi napak tilasnya, salah satunya yaitu ti...

avatar
Oskm18_16718422_lathif