Situs Warungboto, salah satu rekomendasi tempat untuk dikunjungi di Jogja. Kata saudara aku yang kebetulan tukang menjamah budaya, situs Warungboto itu dulunya tempat istirahat salah satu Sri Sultan Hamengku Buwono. Selain itu, situs ini juga termasuk bagian dari cagar budaya Jogjakarta gitu, wah patut kita lestarikan ya gan sist :) Untuk masuk ke tempat ini, tidak dipungut biaya sama sekali, tapi tempat parkir untuk mobil dan motor situs ini terbilang sempit, serta gerbang masuk situs ini tidak jelas keberadaannya, sehingga untuk masuk situsnya saya melalui gang rumah warga :( . Selain itu, Situs Warungboto kalau ditilik-tilik sekilas mirip dengan situs Tamansari, tapi tempat ini belum terlalu banyak terjamah oleh turis-turis yang berkunjung ke Jogjakarta nih, mungkin karena struktur bangunannya mirip dengan situs Tamansari kali ya, hehehe. Tapi setelah masuk, tempat ini sangat kaya akan nilai estetik gan sist, pokonya ga nyesel deh ke Warungboto bagi yang suka dengan temp...
Desa wisata Kasongan yang terletak di kabupaten Bantu, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal dengan kerajinan tangan dari tanah liatnya. Desa yang merupakan sentra kerajinan tanah liat di Yogyakarta ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat daerah Jogja dan sekitarnya. Sudah ratusan bahkan ribuan keramik yang dibuat di desa ini per tahunnya, mulai dari hiasan rumah tangga, alat makan, dan berbagai poduk lainnya yang beragam bentuk, ukuran, dan jenisnya. Didukung oleh ratusan bahkan ribuan pekerja yang tersebar hampir di seluruh desa serta keunikan dan kualitas produk yang dihasilkan membuat gerabah Kasongan ini mampu menembus pasar Internasional. Produk unggulan dari desa ini adalah guci, pot, patung, hingga vas bunga. Tidak hanya itu, Showroom yang berjajar rapi di kanan-kiri jalan, dipadukan dengan workshop para pengrajin, dimana kita dapat ikut langsung membuat keramik, dan festival seni Kasongan yang rutin diadakan setiap tahunnya, mem...
Gunungkidul merupakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ternyata daerah Gunungkidul adalah sebuah kawasan yang pernah dijadikan rumah oleh beberapa komunitas manusia purba. Terbukti dari ditemukannya situs sejarah di daerah Gunungkidul berupa beberapa situs sejarah berupa artefak kuno yang dipercaya berasal dari zaman megalitikum atau zaman batu tua. Situs sejarah di kawasan Gunungkidul berada di kawasan Sokoliman. Kawasan Sokoliman sendiri merupakan sebuah dusun di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. Konon nama Sokoliman berasal dari temuan beberapa batuan besar yang berada di salah satu lahan pertanian di kawasan dusun ini. Kata ‘liman’ berasal dari angka lima berdasar temuan 5 buah soko berbentuk batu besar yang menjadi salah satu temuan terbesar di komplek situs ini di masa pemerintahan Belanda oleh seorang pakar arkeologi bernama JL Moens pada tahun 1934. Situs ini memuat budaya-budaya megalitikum seperti menhir, sarkofagus, dan punden berundak....
Desa wisata Kasongan yang terletak di kabupaten Bantu, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal dengan kerajinan tangan dari tanah liatnya. Desa yang merupakan sentra kerajinan tanah liat di Yogyakarta ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat daerah Jogja dan sekitarnya. Sudah ratusan bahkan ribuan keramik yang dibuat di desa ini per tahunnya, mulai dari hiasan rumah tangga, alat makan, dan berbagai poduk lainnya yang beragam bentuk, ukuran, dan jenisnya. Didukung oleh ratusan bahkan ribuan pekerja yang tersebar hampir di seluruh desa serta keunikan dan kualitas produk yang dihasilkan membuat gerabah Kasongan ini mampu menembus pasar Internasional. Produk unggulan dari desa ini adalah guci, pot, patung, hingga vas bunga. Tidak hanya itu, Showroom yang berjajar rapi di kanan-kiri jalan, dipadukan dengan workshop para pengrajin, dimana kita dapat ikut langsung membuat keramik, dan festival seni Kasongan yang rutin diadakan setiap tahunnya, mem...
Rempeyek Laron Usai hujan, kita seringkali melihat serangga kecil beterbangan mengerumuni lampu di rumah kita. Hewan tersebut ialah Macrotermes Gilvus alias "Laron". Ketika melihat hewan tersebut, reaksi yang biasa timbul adalah kaget, jijik, apalagi jika laron tersebut meninggalkan banyak sisa-sisa sayap di rumah kita. Sudah pasti kita kesal dengan makhluk yang satu ini. Menariknya, hewan ini justru malah dijadikan sumber panganan oleh masyarakat Jogjakarta, Wonogiri, dan daerah di Jawa Tengah lainnya, khususnya di daerah pedesaan. Mereka memasak hewan ini dengan berbagai cara, mulai dari sekedar sangrai, goreng dengan telur, dijadikan bothok , hingga yang cukup dikenal adalah dijadikan rempeyek . Proses pembuatannya sederhana, sama seperti membuat rempeyek kacang hanya saja kacangnya diganti dengan laron. Jika anda belum mengetahui apa itu rempeyek, rempeyek adalah sejenis makanan pelengkap khas Jawa berupa gorengan. Umumnya, rempeyek terdiri dari te...
Selepas bulan ramadhan yang suci dan penuh berkah,dimana kebanyakan dari masyarakat Muslim melakukan kegiatan keibadahan lebih banyak dibandingkan bulan lainya,Hampir seluruh masyarakat Muslim indonesia menyempurnakanya dengan saling meminta maaf kepada sesama agar kita kembali ke jalan yang benar dan tidak ada lagi dosa yang tertinggal di hati setelah saling berinteraksi selama setahun.Momentum maaf-maafan setelah bulan ramadhan ini biasa disebut Halal Bi Halal. Halal Bi Halal sendiri ternyata merupakan tradisi khas indonesia,bukan merupakan serapan dari Arab maupun belahan dunia manapun.Walau menggunakan bahasa arab,ternyata Halal Bi Halal juga merupakan istilah yang diciptakan oleh Masyarakat indonesia sendiri.Karena secara bahasa,halal bi halal berarti sama sama halal.Memang cukup aneh bila diartikan,namun melalui berbagai pendekatan teori,halal bi halal juga bisa berarti "mendapatkan yang halal dengan halal",atau bisa juga berarti "Halal dibalas dengan halal". Sejarahny...
Nama “Yogyakarta” sudah pasti tidak terdengar asing oleh orang Indonesia. Sebuah kota yang memiliki daya tarik tersendiri itu memang selalu berhasil menarik wisatawan asing maupun lokal untuk mengunjunginya. Kota yang juga sering disebut sebagai kota pelajar itu memiliki banyak kebudayaan yang unik, sehingga banyak orang tertarik untuk mengunjungi kota ini, tetapi Yogyakarta juga mempunyai kuliner-kuliner yang belum pernah dijumpai di daerah lainnya. Salah satunya ialah Kopi Joss. Mungkin tidak semua orang pernah mendengar kata “Kopi Joss”, tetapi setiap orang terutama yang mencintai kopi harus mencoba minuman ini ketika mengunjungi Kota Yogyakarta. Hal yang menarik dari kopi ini ialah, kopi ini disajikan bersama arang yang membara di dalam kopinya. Sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Penamaan Kopi ini juga berasal dari suara yang dihasilkan ketika arang panas dicelupkan ke dalam kopi. Kopi Joss dibuat pertama kali oleh salah satu pedagang...
Indonesia adalah sebuah negara dengan berbagai kebudayaan yang berbeda – beda. Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau yang dihuni oleh 255 juta penduduk dengan berbagai keanekaragaman budaya, etnis, agama, ras, dll. Budaya di Indonesia sangat berbeda dengan budaya Barat yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengalaman, keyakinan, agama, pengertian, dan masih banyak lagi. Namun, karena hebatnya globalisasi di Indonesia, budaya barat mulai masuk dan menutupi budaya – budaya asli Indonesia sendiri. Padahal, kita sebagai Warga Negara Indonesia harus terus melestarikan budaya – budaya tersebut dan mempertahankan keestetikaannya. Indonesia memiliki berbagai macam metode pengobatan tradisional yang manjur, seperti : jamu, pijat, kerokan, dan masih banyak lagi. Di kota Yogyakarta, terdapat sekelompok warga yang disebut warga Imogiri (daerah Bantul), mereka mempunya metode pengobatan tradisional yang disebut dengan gurah . Apa itu Gurah ?...
Siapa yang tidak kenal dengan Daerah Istimewa Yogyakarta? Kebanyakan orang Indonesia bahkan dunia pasti mengenal daerah ini ataupun sudah pernah datang di daerah ini. Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 4 kabupaten dan 1 kota, , salah satunya adalah Kabupaten Kulon Progo. Kabupaten ini memiliki pusat pemerintahan di Wates. Daerah ini memiliki nama Kulon Progo karena terletak di sebelah barat Sungai Progo. Daerah ini sudah mulai dikenal banyak orang apalagi setelah pemerintah memutuskan untuk membangun bandara bertaraf internasional di wilayah Kulon Progo. Namun, kali ini saya akan membahas tentang makanan khas daerah ini. Cerita yang saya dapatkan dari nenek saya ini membuat saya tertarik untuk mengulasnya di artikel ini. Makanan tradisional yang akan saya bahas yaitu cemilan yang bernama "Geblek". Geblek mirip dengan cireng yang kita kenal di Bandung, bahan dasarnya juga dari tepung tapioka ditambah dengan parutan singkong, r asanya ya gurih sama sepe...