Iye Iye atau yang biasa disebut Ye Ye adalah permainan tradisional yang berasal dari Sumatra Utara. Permainan ini dimainkan dengan menggunakan gelang karet yang disambung-sambung menjadi panjang. Permainan ini dimulai dengan 2 orang penjaga yang memegang ujung-ujung karet dan diputarkan secara bersamaan. Lalu, seorang pemain harus melompati gelang karet yang diputar oleh 2 orang penjaga itu. Permainan ini bergantian jika seorang pemain gagal melompati karet yang diputar oleh 2 orang penjaga. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, tapi tidak jarang ada anak laki-laki yang ikut bermain menantang kehebatan para perempuan dalam permainan tradisional ini referensi : http://www.eventzero.org/pernahkah-anda-mencoba-permainan-ini/ #OSKMITB2018
Holat adalah nama makanan khas dari Tapanuli. Meskipun makanan ini terdengar asing di kalangan masyarakat Indonesia, penyebaran makanan ini ternyata cukup luas di berbagai daerah di Sumatera Utara. Makanan berbahan dasar ikan mas ini konon merupakan makanan para raja Tapanuli Selatan pada masa pra-masuknya islam di Tapanuli dulu. Sekilas, holat tampak seperti sup biasa yang kita kenal, tapi kuah holat terasa lebih gurih. Dalam bahasa Batak, holat berarti kelat. Bahan yang diperlukan untuk memasak holat mandailing ini antara lain : Batang balakka yang berkulit tebal Ikan mas segar yang sudah dipanggang Jahe secukupnya Garam secukupnya Jeruk nipis secukupnya (pola asam galugur, asam riang - riang muda adong dapot) Beras kampung Bawang merah Cabe rawit sesuai selera Cara membuat : Pisahkan kulit balakka dari batangnya, kemudian serut. Iris bawang dan jahe, lalu campurkan dengan kulit balakka yang sudah diserut ta...
Mang Upa Upa adalah bagian dari upacara pernikahan tradisional khas Sumatera Utara yang berasal dari daerah Medan, yang dilakukan masyarakat asli bermarga Harahap. Dalam Bahasa Indonesia, Mang Upa Upa berarti nasehat. Prosesnya dimulai semalam sebelum pasangan calon suami-istri menikah. Pada malam itu, akan diadakan pemberian nasihat (wejangan) dari seluruh keluarga. Yang memberi nasihat adalah anggota keluarga dari kedua mempelai pria dan wanita yang sudah menikah, mulai dari yang paling sepuh sampai yang paling muda. Isi dari nasihat yang diberikan bisa berisikan berbagai macam hal, seperti tentang pernikahan, agama, dan kehidupan. Isi nasihat yang diberikan antara lain adalah bahwa setelah menikah, pasangan suami istri keduanya harus mengenali tanggung jawab satu sama lain, juga berkomunikasi dengan baik dan saling mengerti satu sama lain. Mereka juga harus memprioritaskan kewajiban masing masing. Pada saat upacara berlangsung, disediakan hidangan dari daging kerbau dan jantung p...
Kata "holat" pasti kurang familier untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Holat adalah nama salah satu makanan daerah di Indonesia. Masakan ini berasal dari Padang Bolak, Kabuoaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Sesuai dengan namanya, holat yang berarti kelat, hidangan ini memiliki cita rasa kelat yang menambah kenikmatannya dan menjadikannya beda dari hidangan lain. Pembuatan Holat menggunakan bahan-bahan khas yang ada di Sumatra Utara, antara lain, kulit kayu tanaman balakka yang biasanya hanya terdapat di hutan kawasan Tapanuli Selatan dan ikan jurung. Ikan tersebut adalah jenis ikan endemis yang rasanya manis dan biasanya dapat ditemukan di sungai-sungai di Padang Bolak. Ditambah dengan potongan pakkat atau tunas rotan yang menambah kekelatannya. Konon Holat adalah hidangan khusus para raja di Tapanuli Selatan. Namun kini hidangan ini bebas dinikmati oleh siapa saja. Holat bisa ditemukan di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara, seperti di Kota Padangs...
Tradisi Lompat Batu adalah salah tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan pemuda- pemuda dengan cara melompati tumpukan batu dengan tinggi 2 meter untuk menunjukan bahwa mereka secara fisik sudah dianggap dewasa. . Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga dijadikan suatu pertunjukan, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana. Sejarah Tradisi Lompat Batu Tradisi Lompat Batu dilakukan sejak dahulu kala. Menurut sejarahnya, Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Katanya, kampung- kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kemampuan untuk melompati benteng tersebut. Oleh karena itu, mereka membuat tumpukan batu untuk berlatih. Seiring dengan berakhirnya perang tersebut, lompat batu ini masih dilakukan ole...
Tradisi Lompat Batu adalah salah satu tradisi yang berasal dari Nias, Sumatera Utara. Tradisi ini biasanya dilakukan para pemuda dengan cara melompati tumpukan batu setinggi 2 meter dan setebal 40 cm untuk menunjukan bahwa mereka sudah pantas untuk dianggap dewasa secara fisik. Tradisi Lompat Batu ini merupakan salah satu tradisi yang cukup terkenal di Nias. Selain ditampilkan sebagai acara adat, Tradisi Lompat Batu ini juga bisa menjadi pertunjukan yang menarik, khususnya bagi para wisatawan yang datang ke sana. Tradisi Lompat Batu ini sudah dilakukan sejak dahulu kala. Tradisi Lompat Batu ini muncul karena kebiasaan masyarakat saat perang suku yang pernah terjadi di Nias. Setiap kampung yang berperang mempunyai bentengnya masing-masing untuk menjaga wilayah mereka. Sehingga untuk menyerang, dibutuhkan kekuatan khusus untuk melompati benteng tersebut. Mereka kemudian membuat tumpukan batu yang digunakan untuk melatih fisik mereka, terutama ketangkasan dalam melompat....
Mesur-mesuri, yang berarti "Kenyang-Kenyangan", merupakan adat yang bersifat sekali dalam suatu keluarga besar. Adat ini bagi seorang ibu yang mengandung anak pertama selama 7 bulan beserta sang ayah, dimana akan ada seorang sangkep nggeluh dari keluarga pihak pria atau wanita tersebut. Acara ini dilakukan supaya sang bayi akan lahir dengan lancar serta berkembang dengan sehat secara jasmani dan rohani. Sang Ibu juga di acara itu dipersiapkan mental dan fisiknya supaya persalinan bisa berjalan dengan baik sehingga kondisi sang ibu tetap sehat. Dalam acara ini ada acara makan, dimana makanan-makanan kesukaan pasangan disediakan sang pasangan dan para tamu. Setelah disediakan, sang pasangan makan terlebih dahulu beralas tikar putih di ruang tersendiri. Tamu diperbolehkan makan setelah pasangan tersebut sudah mulai makan. Makanan khas yang biasa disediakan dalam acara tersebut adalah satu ekor ayam utuh digulai dengan gu...
Setiap Daerah tentu punya makanan yang Khas. Tak terkecuali dengan kota Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara. Meski kota tersebut masih tergolong kota yang kecil, dan terkadang tidak dikenal orang banyak, namun Rantauprapat memiliki kuliner yang patut di coba oleh para pendatang. Salah satu makanan khas di Labuhanbatu adalah Anyang BuasBuas . Makanan ini adalah sejenis berasal dari dedaunan, yaitu Daun BuasBuas . Tumbuhan ini biasa nya terdapat di daerah yang rendah, daun dari tumbuhan ini memiliki daun dengan aroma wangi. membuat Anyang BuasBuas, penduduk Rantauprapat hanya membutuhkan pucuk daun dari tumbuhan ini. Pucuk Daun Buas Buas dipercaya memiliki banyak kandungan gizi serta lembut. Cara membuatnya juga...
Tari Sigale-Gale merupakan satu dari banyak kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, Sumatera Utara. Sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. Tarian ini cukup terkenal di Sumatera Utara. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat,budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana. Sejarah Tari Sigale-Gale Menurut sejarahnya, boneka sigale-gale diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Konon boneka tersebut berawal dari cerita seorang raja di Samosir yang kehilangan anak satu-satunya yang telah meninggal. Oleh karena itu raja pun sangat bersedih dan merasa sangat terpukul mengingat bahwa dia adalah anak satu-satunya dan pewaris dari keturunan raja tersebut. Karena kesedihan yang mendalam membuat raja jatuh sakit. Berbagai pengobatanpun diberikan kepada raja, namun tidak ada yang mampu menyembuhk...