Tahun Baru
413 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
5_Gua Tempat Laowomaru
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Alkisah Rakyat ~ Gua ini terletak di Kecamatan Gunung Sitoli kira-kira 7.200 meter arah Idanogawo, terdiri dari batu-batu yang menyeramkan. Letaknya sebelah kanan arah ke bukit. Disana kita dapat lihat batu-batu itu seperti surga duniawi karena indahnya. Dari atas gua itu nampaklah lautan luas dan pulau-pulau serta beberapa semenanjung seperti: Lambaru, Sabngo dan Turemba.     Orang sering datang melihat gua ini, baik orang dalam maupun orang luar negeri. Menurut cerita orang tua-tua, kisah Gua Lawomaru ini adalah sebagai berikut :   Dahulu kala adalah seorang kuat dan kebal sejak dari kandungan ibunya, tergolong jajaran leluhur orang Nias sekarang ini yakni Sirao. Menururt cerita Sirao ini mempunyai 9 orang anak laki-laki. Salah satu di antaranya adalah ayah dari Laowomary, yang bernama Lahari. Dia ini sangat berbeda dengan saudara-saudaranya karena waktu lahir, pusatnya jadi batu. Setelah Lahari dewasa, iapun kawin dengan seorang gadi...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Asal Usul Nama Simalungun
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Dahulu kala, Kerajaan Tanah Djawo yang terletak Kampung Nagur dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Kerajaan ini bermarga Sinaga. Kerajaan Tanah Djawo berdekatan dengan kerajaan kecil lainnya, yaitu kerajaan Raya dari marga Saragih Garingging dan Kerajaan Silou dari marga Purba Tambak. Ketiga kerajaan tersebut berhubungan baik dan rukun. Meskipun berbeda marga, mereka selalu saling membantu. Ketika Kerajaan Majapahit dari Jawa akan menyerang Kerajaan Tanah Djawo, Kerajaan Silou dan Kerajaan Raya turun tangan membantu, sehingga pasukan Kerajaan Majapahit bisa dikalahkan dan diusir dari wilayah Nagur. Suatu ketika, ketiga kerajaan tersebut diserang oleh ribuan tentara yang tidak diketahui asalnya. Meskipun sudah bersatu, mereka tidak sanggup mengimbangi kekuatan musuh. Banyak korban berjatuhan. Rakyat pergi meninggalkan daerah mereka untuk mengungsi. Selama masa pelarian, mereka dilanda kelaparan dan wabah penyakit. Sekelompok dari mereka menemukan sebuah...

avatar
Oase
Gambar Entri
Pantak/Tokok Lele
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Tokok Lele adalah Permainan perorangan dengan alat bantu berupa 2 buah batang kayu, Satu sebagai pemukul berukuran 30cm dan umpannya yaitu 15cm. Lalu si umpan atau “lele” diletakkan di ujung lobang kecil memanjang. Ujung umpan di pukul atau bahasa lainnya “tokok” dengan pemukul sehingga melesat ke udara setelah sebelumnya membentur tanah.  Tidak memerlukan tempat khusus untuk dapat bermain tokok lele ini. Hanya saja membutuhkan lapangan terbuka yang penontonnya berada di belakang pemain, agar tidak cidera saat pemain pantak lele beraksi.   Menjelang pemainan dimulai, ditentukan dulu siapa yang lebih awal memukul anak tongkat yang sudah setengah tegak di lubang yang telah disiapkan. Dengan cara sut menggunakan jari tangan.Pemenang sut akan memukul anak tongkat duluan yang diletakkan dalam lubang dengan ujung yang ke luar. Dalam memukul anak tongkat sebenarnya ada tiga cara, Pertama ujung yang dipukul mengakibatkan anak tongkat melesat ke atas...

avatar
Trisony srg
Gambar Entri
Pernikahan Adat Melayu Deli
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pada masyarakat Melayu Deli, peristiwa perkawinan mendapatkan banyak tempat yang tinggi dalam adat istiadat. Bila sebuah keluarga mencapai usia "pantas" dan telah memenuhi syarat dalam ajaran Islam maka ia disarankan untuk segera memasuki gerbang perkawinan. Bahkan pada masa lalu tradisi yang dilakukan oleh calon pengantin Melayu Deli sangat beragam karena harus melewati serangkaian prosesi adat yang cukup panjang. Tercatat sekurangnya ada 27 tahapan yang harus dilalui oleh calon mempelai sebelum dan sesudah hari perkawinanya. Namun di masa sekarang-dimana segala sesuatunya ingin serba praktis, tetapi tetap tidak mengesampingkan nilai-nilai tradisi-maka rangkaian prosesi perkawinan lebih disederhanakan, disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Berikut beberapa prosesi adat perkawinan yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat Melayu Deli. Tahapan Merisik Dalam tata cara perkawinan masyarakat Melayu Deli yang pertama kali dilakukan adalah tahapan merisik yaitu pihak keluarga...

avatar
Oase
Gambar Entri
Pernikahan Adat Batak Toba
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pernikahan atau perkawinan dalam Batak Toba merupakan tahapan awal dimana kedua mempelai mulai memasuki adat Batak secara penuh. Seperti pada suku lain, Batak Toba menempatkan proses dan tahapan pernikahan merupakan sesuatu ritual yang sakral dan penuh makna. Sebab memulai suatu keluarga dalam adat Batak Toba berarti memulai suatu tahapan pembentukan lingkungan sosial adat kecil yang nantinya mampu menyokong adat horja yang lebih besar dalam ruang lingkup  Dalihan na Tolu (baca  Sekilas tentang Dalihan na Tolu )   dan bentuk pelaksanaannya dalam tata cara  Suhi ni Ampang na Opat (baca  Apa arti Suhi ni Ampang na Opat? ) . Adapun tata cara adat Batak dalam pernikahan yang disebut dengan adat  na gok,  yaitu pernikahan orang Batak secara normal berdasarkan ketentuan adat terdahulu seperti tahap-tahap berikut ini: 1. Mangaririt Sekarang ini ada yang melaksanakan acara  paulak une  dan  maningkir tangga &nb...

avatar
Oase
Gambar Entri
Arsitektur Nias
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Banyak peneliti setuju bahwa rumah-rumah tradisional Nias (Omo Hada) termasuk diantara contoh-contoh terbaik dari arsitektur vernakular di Asia.  Rumah-rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku dan jauh lebih mampu menahan gempa kuat, daripada rumah-rumah modern.  Ada variasi dalam arsitektur dan gaya di seluruh pulau. Rumah Nias ditinggikan dari tanah dan dibangun untuk pertahanan, karena orang-orang Nias dulu tinggal dalam peperangan abadi. Banyak arsitek dan antropolog dari seluruh dunia telah mengunjungi Nias untuk mempelajari gaya bangunan unik rumah adat ini.  Banyak orang tua Nias dilahirkan di rumah-rumah seperti ini. Tetapi karena biaya dan usaha untuk mempertahankan rumah tradisional ini menjadikan mereka semakin-semakin langka. Pengunjung dapat melihat banyak contoh dari rumah-rumah tradisional di seluruh pulau, khususnya di daerah selatan yang mempunyai beberapa desa yang sangat terpelihara. Ribuan tahun lamanya, dua suku utama di Nias hidu...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tokok Lele
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Tokok Lele adalah Permainan perorangan dengan alat bantu berupa 2 buah batang kayu, Satu sebagai pemukul berukuran 30cm dan umpannya yaitu 15cm. Lalu si umpan atau “lele” diletakkan di ujung lobang kecil memanjang. Ujung umpan di pukul atau bahasa lainnya “tokok” dengan pemukul sehingga melesat ke udara setelah sebelumnya membentur tanah.  Tidak memerlukan tempat khusus untuk dapat bermain tokok lele ini. Hanya saja membutuhkan lapangan terbuka yang penontonnya berada di belakang pemain, agar tidak cidera saat pemain pantak lele beraksi. Menjelang pemainan dimulai, ditentukan dulu siapa yang lebih awal memukul anak tongkat yang sudah setengah tegak di lubang yang telah disiapkan. Dengan cara sut menggunakan jari tangan.Pemenang sut akan memukul anak tongkat duluan yang diletakkan dalam lubang dengan ujung yang ke luar. Dalam memukul anak tongkat sebenarnya ada tiga cara, Pertama ujung yang dipukul mengakibatkan anak tongkat melesat ke atas kemudian d...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Panai
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Prasasti Panai tidak memiliki angka tahun yang absolut. Prasasti ini menggunakan aksara pasca-Pallawa atau aksara Kawi Akhir dan berbahasa Melayu Kuno. Prasasti ini terbuat dari batu putih atau batu kapur yang berbentuk silinder berukuran tinggi 81 cm, keliling terbesar 124 cm, dan keliling terkecil 89 cm. Tulisan diukir melingkar mengikuti bentuk medianya. Sebagian besar, kondisi prasasti ini dalam keadaan aus karena media yang digunakan adalah batu yang sifatnya sangat rapuh dan sensitif dengan iklim sehingga mudah rusak, sehingga sebagian tulisan sulit untuk dibaca. Tulisan yang dapat dibaca pada prasasti ini sebanyak sepuluh baris.   Prasasti ini ditemukan  di kompleks Biaro Bahal I, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatera Utara. Sebelumnya, prasasti sempat dikenal sebagai Prasasti Batu Gana, kemudian menjadi Prasasti Batu Gana I, penemuam ini berdasarkan adanya penemuan baru berupa prasasti dengan nama yang sama sekitar 2 ki...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kitab Putri Mulajadi / Laklak Boru Debata
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Kitab ini berisikan tentang kehidupan wanita hingga memperoleh anak termasuk para putri titisan Allah juga mengenai para ratu air.   Laklak Boru Debata (Kitab Putri Mulajadi) Selama satu tahun, manuk-manuk hulambu jati mengeram tiga ruas bambu, kemudian dari tiga ruas bambu tersebut keluarlah tiga orang wanita yang bernama :   Siboru Porti Bulan Siboru Malinbindabini Siboru Anggasana Kemudian Ompunta Mulajadi Nabolon bersabda: “Wahai engkau Siboru Porti Bulan kimpoilah engkau dengan Batara Guru! Engkau boru Malimbindabini kimpoilah engkau dengan Debata Sori! Engkau Siboru Anggasana kimpoilah engkau dengan Debata Bulan!” Aku akan memberitahukan kepada kalian bagaimana terjadinya manusia selama sembilan bulan dalam kandungan ibu dan tiga bulan di kandung ayah. Jika delapan bulan dalam kandungan ibu, maka empat bulan dikandung ayah, sebab terjadinya manusia harus setelah tiga kali Panenabolon singgah di empat desa menge...

avatar
Arum Tunjung