HARI PAHLAWAN
404 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pernikahan Adat Nias
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam Provinsi Sumatera Utara terdapat Kepulauan Nias, yang menyimpan begitu banyak kebudayaan. Masyarakat Nias memberi nama pada daerah tempat tinggal mereka dengan sebutan “Ono Niha” (Ono = anak atau keturunan, Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai “Tano Niha” (Tano = tanah). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Masyarakat Nias kuno adalah masyarakat yang hidup dalam budaya megalitik (batu besar) yang dibuktikan dengan peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman khususnya di Teluk Dalam (Nias Selatan), Onolimbu (Nias Barat)dan di tempat-tempat lain sampai pada saat zaman sekarang ini. Perkawinan dalam adat Nias merupakan hal yang paling penting dan sangat bersifat sakral. Masyarakat Suku Nias, menganggap bahwa perkawinan adalah kehidupan yang harus diteruskan diatas bumi ini karena harus dijalankan dengan hukum adat atau fondrako. 1. ...

avatar
Oase
Gambar Entri
Perhiasan Nias
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Secara tradisional laki-laki dan perempuan memakai banyak perhiasan terutamanya bangsawan. Akun sejarah tertulis pertama dari Nias menyebutkan bahwa masyarakat setempat memakai banyak perhiasan emas. Hiasan yang paling penting bagi pria adalah kalung yang terbuat dari tempurung kelapa atau tempurung kura-kura, yang disebut 'Kalabubu'. Ini hanya bisa dipakai oleh pendekar yang telah membuktikan diri dalam pertempuran.  Bangsawan dan kepala suku memakai hiasan kepala yang besar. Pria memakai anting-anting hanya di telinga kanan. Di bagian utara, anting-anting ini besar sekali dan hampir sebesar kepala pria. Sebuah penghiasan yang sangat unik di Nias adalah kumis logam yang dipakai oleh pendekar. Wanita memakai perhiasan emas, kuningan, tembaga, kerang dan manik-manik. Seringkali anting-anting dan gelang berukuran besar sekali. Terutama kalau dibandingkan dengan yang dipakai saat ini, seperti anting Saru Dalinga. Versi yang lebih kecil dari desain yang sama ad...

avatar
Oase
Gambar Entri
Arsitektur Nias
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Utara

Banyak peneliti setuju bahwa rumah-rumah tradisional Nias (Omo Hada) termasuk diantara contoh-contoh terbaik dari arsitektur vernakular di Asia.  Rumah-rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku dan jauh lebih mampu menahan gempa kuat, daripada rumah-rumah modern.  Ada variasi dalam arsitektur dan gaya di seluruh pulau. Rumah Nias ditinggikan dari tanah dan dibangun untuk pertahanan, karena orang-orang Nias dulu tinggal dalam peperangan abadi. Banyak arsitek dan antropolog dari seluruh dunia telah mengunjungi Nias untuk mempelajari gaya bangunan unik rumah adat ini.  Banyak orang tua Nias dilahirkan di rumah-rumah seperti ini. Tetapi karena biaya dan usaha untuk mempertahankan rumah tradisional ini menjadikan mereka semakin-semakin langka. Pengunjung dapat melihat banyak contoh dari rumah-rumah tradisional di seluruh pulau, khususnya di daerah selatan yang mempunyai beberapa desa yang sangat terpelihara. Ribuan tahun lamanya, dua suku utama di Nias hidu...

avatar
Oase
Gambar Entri
Mitos Gempa Bumi di Kepulauan Nias
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Seperti halnya di tatar Sunda yang memiliki tradisi lisan mengenai mitos gempa bumi di Kepulauan Nias pun punya mitos tersendiri tentang bencana alam ini. Menurut kepercayaan penduduk di Kepulauan Nias gempa bumi diakibatkan oleh kemarahan dari dewa-dewa yang menguasai dunia bawah tanah. Kemurkaan yang pada akhirnya membuat bumi berguncang ini konon dikarenakan penduduk setempat banyak yang melanggar aturan dan norma-norma. Tradisi lisan yang berbentuk hoho atau syair ini menceritakan tentang seorang putra Sirao yang tugasnya menopang Pulau Nias bernama Bauwadanohia atau Simayamayarao atau disebut juga dengan Lature Dano. Diceritakan bahwa agar Pulau Nias ini tak tercerai berai dan tetap stabil maka Sirao menugaskan anaknya yang bernama Bauwadanohia ini untuk menopang tanah Kepulauan Nias. Dan dalam melaksanakan tugasnya yang maha berat, untuk membuat Pulau Nias lebih kokoh lagi, sang Sirao pun kemudian menugaskan anaknya yang lain yakni Lasorogae Sitolu Daha atau Lasorogae Sidua D...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Fafira
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Pemain dan penonton dituntut kewaspadaan dan disiplin. Seorang warga,  Takdir Haria (45), menuturkan, seorang pemain harus menguasai betul teknik permainan  fafiri  agar tidak membahayakan dirinya dan juga penonton. Pemukul  firi  harus memahami betul cara memukulnya. Misalnya, dia harus mampu memukul persis sepertiga bagian  firi  di sebelah kanannya. ”Kalau pemukulannya sempurna,  firi  akan terlempar dan berputar-putar,” ujar Takdir. Tahapan permainan  fafiri  sebelum dinyatakan sebagai pemenang, menurut Takdir, harus melalui tahapan-tahapan yang cukup panjang. Mulai dari undian menentukan pemukul pertama dengan suit (adu jari, kelingking, ibu jari, dan telunjuk) dalam bahasa di sana disebut  fasi.  Yang menang akan berhak menjadi regu pertama memukul  firi . Tahapan berikutnya adalah memukul. Para pemain memukul  firi  dan harus mengenai  firi &n...

avatar
Yeni27naibaho
Gambar Entri
Perhalaan
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Sebilah bambu ini digoresi aksara Batak dengan menggunakan bahasa Batak. Tersimpan di Perpustakaan Nasional RI dengan kode naskah Peti 138 D 90 berjudul Perhalaan. Biasanya, apabila ditemukan sebuah bambu tertulis, berisi hitungan hari semacam kalender atau ilmu perhitungan lainnya.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kitab Putri Mulajadi / Laklak Boru Debata
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Kitab ini berisikan tentang kehidupan wanita hingga memperoleh anak termasuk para putri titisan Allah juga mengenai para ratu air.   Laklak Boru Debata (Kitab Putri Mulajadi) Selama satu tahun, manuk-manuk hulambu jati mengeram tiga ruas bambu, kemudian dari tiga ruas bambu tersebut keluarlah tiga orang wanita yang bernama :   Siboru Porti Bulan Siboru Malinbindabini Siboru Anggasana Kemudian Ompunta Mulajadi Nabolon bersabda: “Wahai engkau Siboru Porti Bulan kimpoilah engkau dengan Batara Guru! Engkau boru Malimbindabini kimpoilah engkau dengan Debata Sori! Engkau Siboru Anggasana kimpoilah engkau dengan Debata Bulan!” Aku akan memberitahukan kepada kalian bagaimana terjadinya manusia selama sembilan bulan dalam kandungan ibu dan tiga bulan di kandung ayah. Jika delapan bulan dalam kandungan ibu, maka empat bulan dikandung ayah, sebab terjadinya manusia harus setelah tiga kali Panenabolon singgah di empat desa menge...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Upacara Sipaha Sada
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Di Sumatra Utara, tepatnya di tanah Batak masih memiliki sekelompok orang yang dengan teguh tetap menganut agama nenek moyang mereka yakni agama Parmalim, meski kita semua tahu bahwa sejak dulu agama ini tak pernah diakui oleh pemerintah dan sengaja diisolasi. Agama Parmalim sendiri berpusat di Desa Hutatinggi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir. Berdasarkan sejarah dan cerita dari penganut agama ini, konon Parmalim Hutatinggi dirintis Raja Mulia Naipospos (wafat 18 Februari 1956). Saat ini Parmalim Hutatinggi dipimpin Raja Marnakkok Naipospos, cucu Raja Mulia Naipospos. Di Hutatinggi sendiri, untuk menunjang pelaksanaan berbagai kegiatan dan ritual keagamaan berdiri sebuah kompleks yang disebut bale Pasogit (balai asal-usul) yang terdiri dari empat bangunan utama yakni Bale Partonggoan (balai doa), Bale Parpitaan (balai sakral), Bale Pangaminan (balai pertemuan), dan Bale Parhobasan (balai pekerjaan dapur). Bagi umat Parmalim, Bale Pasogit merupakan Huta Nabadia (tanah...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
CERITA RAKYAT BATU GANTUNG DAN ASAL MULA NAMA KOTA PARAPAT
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Utara

Rantau Prapat merupakan sebuah kota kecil yang berada di wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Indonesia. Kota kecil yang terletak di tepi Danau Toba ini merupakan tujuan wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Kota ini memiliki keindahan alam yang sangat mempesona dan didukung oleh akses jalan transportasi yang bagus, sehingga mudah untuk dijangkau. Kota ini sering digunakan sebagai tempat singgah oleh para wisatawan yang melintas di Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian barat yang menghubungkan Kota Medan dengan Kota Padang.    Status Rantau Prapat yang sebelumnya adalah kota administratif dihapuskan pada tahun 2003 menjadi kota kecamatan biasa karena tidak memenuhi persyaratan peningkatan daerah otonom. Rantau Prapat dilalui sungai besar yang bernama Sungai Bilah.   Kota ini terdapat pusat perbelanjaan yaitu Suzuya Plaza, yang dimanfaatkan warga untuk berbelanja dan sangat ramai apabila ada hari-h...

avatar
Deni Andrian