Selain sebagai cemilan yang biasanya dihidangkan oleh masyarakat Suku Singkil, makanan ini pun bermanfaat untuk meredakan demam. Bahan-bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. Sagu yang sudah dikeringkan 2. Garam 3. Kelapa parut Cara membuat: 1. Didihkan air terlebih dahulu. 2. Setelah air mendidih, masukan garam yang banyaknya sesuai selera. 3. Kemudian masukan sagu yang telah dikeringkandan tambahakan kelapa yang telah diparut. 4. Kemudian seluruh bahan diaduk hingga kering 5. Hidangan siap disajikan Dalam fungsi sosialnya, makanan ini biasa dihidangkan untukmenjamu tamu. Namun, makanan ini bukanlah makanan yang dianggap sebagai syarat memuliakan tamu. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=1617
Lompong Sagu merupakan makanan yang sering dihidangkan sehari-harinya di banyakan rumah keluarga masyarakat Singkil. Makanan ini merupakan cemilan dan merupakan salah satu makanan favorit di masyarakat. Sering juga kita menemukan makanan ini di warung-warung kopi sebagai cemilan teman minum kopi. Di warung-warung nasi pun kita dapat menemukan makanan tradisional ini sebagai jajanan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Lompong Sagu antara lain: 1. Sagu 2. Pisang matang 3. Kelapa parut 4. Garam 5. Gula Cara membuat: 1.Tumbuk atau giling pisang yang sudah matang hingga halus. Kemudian diamkan. 2. Tambahkan sagu yang sudah dikeringkan ke dalam adonan pisang. 3. Masukan kelapa parut ke dalam adonan pisang dan sagu. 4. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. 5. Aduk adonan sampai halus dan merata 6. Ambil daun pisang yang tidak terlalu tua sebagai bungkus adonan makanan. 7. Gulung adonan dengan daun pisang 8. Panggan gulung...
Matak artinya tidak masak/mentah karena kelapa muda dan beras yang juga dihidangkan pada makanan ini disajikan mentah-mentah. Sekarang Nditak Matah lebih sering ditemukan pada acara-acara resmi seperti pesta penikahan ataupun acara yang berhubungan dengan fase kehidupan seperti melahirkan dan meninggalnya seseorang. Pada acara kelahiran, masakan ini dihidangkan untuk tamu dan untuk ibu yang baru melahirkan. Biasanya dihidangkan pada hari ke-4 setelah melahirkan dan sifatnya dianggap wajib. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain: 1. Beras 2. Kelapa Muda yang telah diparut 3. Garam 4. Gula 5. Sepotong ayam Cara membuat: 1. Beras direndam selama sekitar 3 jam agar lembek 2. Setelah agak lembek, beras ditumbuk hingga hancur. 3. Siapkan kelapa muda, kemudian parut dan tambahkan gula serta garam sesuai selera. 4. Campurkan dan aduk kelapa yang telah diparut dengan beras dan kemudian adonan tersebut diperas d...
Makanan ini berbahan utama kelapa dan sagu. Masyarakat Singkil biasa menghidangkan makanan ini sebagai cemilan sehari-hari karena prosesnya yang relatif mudah dan singkat. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: 1. Sagu 2. Kelapa parut 3. Garam 4. Air Cara membuat: 1. Aduk seluruh bahan hingga merata dan menjadi adonan yang agak kenyal. 2. Letakkan adonan dalam kuali, kemudian teka-tekan adonan tersebut hingga pipih. Ukuran dan bentuk adonan dibuat sesuai selera. 3. Panaskan adonan yang telah dipipihkan tersebut selama kurang lebih 30 detik. Kemudian balikan adonan tersebut agas sisi yang lainnya pun matang. 4. Setelah matang, makanan pun siap dihidangkan. Alamat dan Kontak Penjual: ISTANA KUEH TRADISIONAL ACEH Jl. Cut Nyak Dhien No. 7, Lampisang, Peukan Bada, Lampisang, Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23232 0823-6588-5500 Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail...
Selain dihidangkan sebagai lauk, makanan tradisional ini pun cocok untuk dijadikan obat alternatif yang alami khususnya obat untuk penderita demam. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah: 1. Cabai merah 2. Kelapa 3. Garam 4. Asam 5. Bawang merah 6. Pucuk rotan (simboling) Cara membuat: 1. Kupas simboling, kemudian cincang simboling hingga berukuran sekitar 5 cm. 2. Rebus simboling yang telah dicincang kira-kira selama 2 jam agar simboling agak kering. Angkat dan diamkan. 3. Siapkan kelapa yang tidak terlalu tua. Kemudian, giling kelapa dan donseng hingga halus. 4. Lalu, siapkan cabainya. Tambahakan cabai, garam, asam dan bawang merah sesuai selera. Giling hingga agak hancur namun tidak terlalu halus. 5. Setelah simboling, gongsengan kelapa dan cabai siap, campurkan bahan-bahan tersebut dan aduk hingga rata. Makanan tradisional ini se...
Rapa’i merupakan salah satu bentuk musik tradisional Aceh yang hidupdan berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pendukungnya. Sampai sekarang kberadaan rapa’i tetap disenangi oleh masyarakat Aceh sebagai salah satu bentuk kesenian tradisonal baik dalam konteks adat istiadat maupun agama islam. Rapa’i pase dapat juga diartikan sebagai salah satu nama instrumen musik pukul sejenis gendang yang terbuat dari kayu tualang atau kayu merbau, sedangkan membrannya terbuat dari kulit kambing yang telah diolah sedemikian rupa. Arti lain dari rapa’i adalah syair yang berisi ajaran islam yang disajikan dengan gaya bernyanyi dan iringan instrumen rapa’i. Pada mulanya rapa’i lahir sebagai salah satu bentuk kesenian yang dimanfaatkan untuk mengembangkan ajaran islam. Hal ini sejalan dengan awal masuknya agama islam ke daerha Aceh, yaitu ke daerah Samudra Pasai yang dibawa oleh Syeikh Abdul Kadir. Kesenian rapa’i dipertunjukkan kepada masyarakat, agar...
Payung mesikhat merupakan perlengkapan adat yag dibuat oleh suku bangsa Alas di kabupaten Aceh Tenggara dan dipergunakan untuk upacara adat tertentu antara lain, adat perkawinan, adat upacara peusijuk, adat upacara peseunat (sunat rasul), dan lan-lain. Payung ini dibuat dari kain hitam yang tidak tembus air. Pada kain tersebut dibuat sulaman yang mempunyai arti tertentu. Seperti payung pengantin, terdapat motif dan gambar yang menceritakan tentang perjalanan kehidupan dari masih lajang sampai meninggal. Payung ini melindungi pengantin dari sinar matahari, yang secara ritual mendandakan status sebagai raja dan ratu dari pasangan pengantin di hari spesial mereka Tiap kolom mempunyai ceritera tersendiri beserta dihiasi dengan ukiran-ukiran motif yang menarik. Bagian atas penuh dengan motif. Pada bagian tengah motif gambar bersambung, sedangkan bagian bawah dibuat bermacam-macam motif yang disesuaikan dengan keinginan atau permintaan para si pemesan ataupun tergantung kepada si pembuatn...
TENGGOLI adalah sejenis manisan yang diolah dari air tebu. Di Kota Subulussalam manisan ini dinamai tenggoli dan sudah turun temurun dibuat secara tradisional oleh warga setempat. Manisan ini paling laris saat bulan Ramadhan pengganti gula. “Paling banyak dicari pada bulan puasa untuk membuat kue lebaran,” kata Jahar Kombih (41) warga Desa Panglima Sahman, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam kepada Serambi, Sabtu (13/8) lalu. Jahar yang didampingi Jaddam Basri tokoh masyarakat setempat, mengaku sudah menggeluti usaha pembuat manisan tebu sejak tiga tahun lalu. Sejauh ini, poses pengolahan tebu menjadi manisan dilakukannya secara tradisional yakni dengan mengandalkan air sungai sebagai motor penggerak pemeras tebu. Sepintas, alat penggerak tebu yang disebut ‘Ilangen’ dan terapung di atas sungai Souraya itu mirip dengan jamban, bedanya alat ini dilengkapi dengan kincir yang berputar. Menurut Jahar, usaha pembuatan tenggoli sebenarnya merupakan trad...
Cemilan yang satu ini sudah sangat populer sekali dikalangan masyarakat Aceh bagian Tengah/Tenggara, Tanah Karo, dan bahkan dikenal juga di Tapanuli Selatan (Mandailing). Makanan khas ini, cara pembuatanya agak sedikit berbeda bila dibandingkan dengan beberapa daerah yang menjadikan sebagai penganan khas. Demikian dalam persoalan penyebutan nama. Di Kalak Alas (Orang Alas) biasanya menyebut makanan ini dengan nama cimpe. Sementara di Gayo mengenal makanan ini dengan nama yang berbeda yakni gutel. di Karo disebut cimpa unung. Cara pembuatan dan menyajikannya agak sedikit berbeda baik untuk nama cimpe, cimpa unung, maupun gutel, tetapi bahan-bahannya tetap sama. Contoh perbedaannya saja sebelum dikukus cimpe akan dibalutkan pada daun pandan sedangkan pada cimpa unung dibungkus dengan daun pisang atau daun palma. Sementara di Gayo ada yang dibalut dengan daun pisang ada juga yang langsung dikukus, tanpa pembalut terlebih dahulu. Bahan-bahan yang perlu kita sediakan dan...