Adat Nusantara
353 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Merti Desa Kelurahan Mojosongo
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara Merti Desa Kelurahan Mojosongo adalah upacara yang bertajuk pesta rakyat di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Merti Desa diadakan sebagai bentuk perwujudan Kota Solo sebagai Kota Budaya. Acara ini diadakan untuk melestarikan kearifan lokal di Kelurahan Mojosongo. Acara yang diadakan setahun sekali ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua. Berbagai lapisan masyarakat yang terlibat saling bergotong-royong, nguri-uri budaya serta kekayaan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Merti Desa diadakan selama kurang lebih 5-7 hari. Sebagian besar acara dimulai di Lapangan Kelurahan Mojosongo. Ada berbagai macam kegiatan yang memeriahkan upacara adat bertajuk pesta rakyat ini. Berbagai penampilan kebudayaan yang dipertunjukkan berupa Seni Karawitan, Wayang Kulit, Seni Tari Tradisional, dan masih banyak lagi. Penampilan kebudayaan ini ditampilkan oleh wakil dari masing-masing RT atau RW di Kelurahan Mojos...

avatar
OSKM_16718327_Siti Khairunnisa Rahmah
Gambar Entri
Mitoni, Sebuah Upacara Keselamatan Jabang Bayi #DaftraSB19
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pulau Jawa terkenal dengan jumlah penduduk yang paling banyak di Negara Indonesia. Dengan penduduk yang sangat banyak, nilai-nilai budaya pun juga pastinya akan menjadi sangat kaya, beragam dan unik. Salah satu budaya unik dari Jawa adalah tradisi Mitoni atau yang juga dipanggil Upacara Tingkeban. Upacara ini bertujuan untuk merayakan wanita yang sudah mencapai masa tujuh bulan dalam kehamilannya. Nama mitoni itu bisa diturunkan dari kata “pitu” yang artinya adalah tujuh. Banyak juga yang berpendapat bahwa mitoni juga diartikan sebagai kata pitulungan yang artinya adalah pertolongan. Pertolongan disini bermakna bantuan yang diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa kepada calon ibunda dalam persalinan. Selain mohon doa akan kelancaran dalam bersalin, acara mitoni ini juga disertai doa agar kelak si anak menjadi pribadi yang baik dan berbakti. Dalam rangkaian acara Mitoni terdapat beberapa tahap-tahap, diantaranya adalah sebagai beriku t:    ...

avatar
OSKM18_19918222_Muhammad Hanif Satria
Gambar Entri
Pesona Tari Bangilun
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Bangilun merupakan seni tari tradisional yang bersifat religius. Tari asal daerah Temanggung ini pada mulanya diciptakan dengan tujuan untuk menyebarkan agama islam lewat budaya.Tari Bangilun tercipta kira-kira tahun 1900 pada saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Bentuk dari tari Bangilun sendiri menyerupai tari Dolalak dari Purworejo dan tari Angguk dari Kulon Progo. Penari Bangilun terdiri dari Laki - laki dan perempuan. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan Bangilun adalah celana panji, baju rompi, topi pet, properti dan pengaman berupa sabuk, sampur dan slempang. Pada perkembangannya, terdapat beberapa kelompok yang mengreasikan kostum tari bangilun sehingga terlihat lebih modern. Kostum tari bangilun modern memakai kain warna - warni juga kaos kaki. Celana panji dan rompi yang digunakan berbahan dasar Bludru. Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan bangilun yaitu bedug/jidor, terbang, saron, gong dan versi modernnya dapat ditambah dengan musik keybord. Bangilu...

avatar
OSKM18_16118021_Ulqi
Gambar Entri
Wajik Ketan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Indonesia memiliki beragam kebudayaan dari berbagai daerah yang tersebar di seluruh wilayah nusantara, salah satunya adalah makanan tradisional. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan tradisional yang khas dan unik. Salah satu contoh makanan tradisional adalah wajik ketan. Wajik ketan adalah makanan khas daerah Jawa Tengah, tepatnya Magelang. Wajik ketan saat ini cukup banyak diminati karena rasanya yang enak dan khas, juga sehat bagi tubuh karena terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapat, yaitu : 1. Beras ketan 2. Santan 3. Gula merah, gula pasir 4. Garam 5. Daun pandan 6. Pewarna makanan (untuk wajik dengan varian warna lain)   Cara membuatnya pun cukup mudah, yaitu : 1. Cuci beras ketan sampai bersih, setelah itu rendam dalam air selama 1 jam 2. Tiriskan kemudian kukus sampai hampir matang (tidak sampai lembek) 3. Angkat dan diamkan agar dingin 4. Masak santan hingga mengental 5. Masukkan gula merah, garam, dan...

avatar
OSKM18_16118097_Johanna Ruth Adiasti
Gambar Entri
Upacara Kematian Adat Jawa "Surtanah"
Ritual Ritual
Jawa Tengah

       Pulau Jawa merupakan salah satu pulau di Indonesia yang memiliki berbagai macam kebudayaan maupun tradisi. Salah satunya yaitu tradisi upacara kematian yang biasa disebut Surtanah yang akan dibahas pada artikel ini.           Surtanah memiliki arti yaitu ngesur tanah, yaitu membuat lubang untuk menguburkan jenazah. Jadi, surtanah bisa diartikan menjadi menguburkan jenazah ke dalam tanah. Ritual ini biasa dilakukan oleh masyarakat muslim yang tinggal di daerah Yogyakarta, pada hari meninggalnya seseorang tersebut.           Setelah acara penguburan jenazah, pihak keluarga, tokoh agama, dan masyarakat sekitar akan berkumpul di rumah duka. Mereka membaca dzikir atau biasa disebut “Tahlilan” yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.           Setelah acara Tahlilan selesai, pihak keluarga akan membagikan sedekah berupa makanan kepada masyarakat yang hadir. Sedek...

avatar
OSKM18_16318175_Isnisari Karina
Gambar Entri
Mai Song
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Masyarakat Tionghoa pertama masuk ke Indonesia disebabkan oleh faktor-faktor antara lain faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut seperti keadaan di Tionghoa pada saat itu sangat tidak baik. Tionghoa merupakan daerah yang miskin sehingga banyak terjadi tindak kriminal, selain itu sering terjadi bencana kelaparan dan bencana alam. Hal ini didukung oleh pemerintah Tionghoa yang mengizinkan rakyatnya untuk bermigrasi. Keinginan mereka untuk bermigrasi juga didorong oleh transportasi di Tionghoa yang semakin lancar, contoh: kapal uap. Sedangkan faktor eksternalnya seperti ketertarikan masyarakat Tionghoa akan Indonesia karena kekayaan alamnya dan letak strategisnya sehingga memberi peluang cerah sehingga menarik orang-orang Tionghoa untuk datang dan membuka usaha di Nusantara. Saat masyarakat Tionghoa masuk ke Indonesia, secara tidak langsung membawa tradisi-tradisi yang sering mereka lakukan. Antara lain tradisi kelahiran, hari-hari besar, perkawinan serta kem...

avatar
Oskm18_16418191_gianvere
Gambar Entri
Adat Suronan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

            Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka macam budaya pada daerah daerahnya. Di Jawa khususnya Jawa Tengah ada suatu adat yang disebut suronan. Suronan adalah acara yang dilakukan masyarakat untuk memperingati bulan Sura dalam kalender Jawa. Masyarakat sekitar biasanya memperingatinya pada tanggal 2 Sura menurut kalender Jawa Modern (saat ini). Jika menurut kalender Jawa Lama, seharusnya diperingati setiap tanggal 1 Sura, namun karena tanggalan sudah berganti ke Jawa Modern maka diperingati setiap tanggal 2 Suro ( Kalender Jawa Modern dan Jawa Kuno selisih satu hari)                     Adat Suronan ini dilakukan dengan memakai pakaian adat jawa yaitu beskap, blangkon, jarik, selop, stagen, sabuk, dan keris. Dalam peringatan ini, masyarakat biasanya melakukan acara nyekar (ziarah) ke makam leluhur dan mendoakan para leluhur leluhurnya agar diterima di sisi-Nya. Setelah melakukan...

avatar
Ak8dwndru
Gambar Entri
Ucing-Ucing
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Ucing - Ucing Ucing-ucing adalah suatu tradisi/ritual yang dilakukan oleh petani. Ucing-ucing dilakukan dengan membuat syukuran kecil-kecilan di sawah yang digarap. Ucing-ucing biasa dilakukan saat padi mulai akan berbuah. Syukuran itu bukanlah untuk dipersembahkan kepada penunggu sawah, melainkan akan dimakan lagi oleh para petani. isi dari bakul ucing-ucing biasanya nasi putih, urap, kedelai goreng,telur rebus, kupat-lepet dan jajanan pasar. Tujuan dari upacara adat ini adalah sedekah agar harapannya hasil panen berikutnya dapat lebih baik, dan juga mengingatkan kita agar tidak membuang-buang nasi secara sia-sia.Para petani biasanya akan mendoakan sesaji yang dibawanya setelah itu akan dibagikan dan dimakan disawah.Saat ini, tidak semua petani melakukan tradisi ucing-ucing. Anak-anak yang dulu suka mengejar-ngejar orang-orang yang membawa bakul ke sawah pun sudah tidak ada. Tradisi ini bisa dikatakan sudah mulai ditinggalkan seiring berkembangnya teknologi #OSKMI...

avatar
OSKM18_19918078_Riko
Gambar Entri
Digeprek Aja!
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Konon katanya, Ayam Crispy merupakan makanan asal Amerika. Dan ya! Fakta mengatakan bahwa makanan gurih- renyah  ini memang  berasal dari Negri Paman Sam. Berpuluh- puluh tahun lamanya, jutaan pedagang nusantara menggantungkan nasibnya di dunia kuliner ayam asal asing  ini. Bukannya menentang keras makanan non- nusantara, tapi bukankah sepatutnya kita berbangga dengan cita rasa yang Indonesia miliki? Pada tahun 2003, seorang pedagang asal Jogjakarta menyadari bahwa Indonesia dapat menusantarakan Ayam Crispy , tanpa mengklaimnya secara ilegal. Ia adalah Ruminah, pemilik Rumah Makan Bu Rum. Dengan menggeprek (mengulek ) ayam crispy bersama cabai, bawang, dan rempah- rempah lainnya, Bu Rumina sukses menusantarakan Ayam Asal Amerika ini! Tak disangka- sangka, rupanya makanan yang akhirnya dinamai Ayam Geprek ini banyak disukai oleh lidah masyarakat. Tak aneh, mengingat lidah masyarakat memang sudah sepatutnya cinta cita rasa Indonesia juga, kan? Ayam geprek Bu R...

avatar
OSKM18_16118108_Mercyana Abigail