jawa tengah
3.394 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ayam Geprek Jogjakarta
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Ayam geprek adalah kuliner khas Jogjakarta. Makanan ini memiliki nama yang sesuai dengan cara penyajiannya, yakni di “Geprek” dengan menggunakan alat yang terbuat dari batu alias cobek alat untuk menghaluskan bumbu secara manual. Cobek cukup populer di kalangan masyarakat kuliner karena hasil dari penghalusannya yang terkesan tradisional. Ayam geprek sangat popular akan tingkatan rasa pedasnya, sesuai permintaan konsumen, penyaji akan menghaluskan cabai dari 1 hingga 40! Cukup pedas bukan?   Ayam geprek memiliki varian rasa yang cukup banyak, dari ayam bumbu kuning, ayam goreng tepung, dan lain lain. Cara pembuatannya sedikit berbeda dari ayam goreng biasa, namun hal inilah yang menjadikan ayam geprek spesial dan populer di kalangan masyarakat. Ayam yang sudah digoreng dengan tepung namun hanya setengah matang, dibakar lagi untuk ditambahkan berbagai bumbu sesuai menu pilihan. Seperti mozzarella, sambal terasi, sambal tomat, bahkan sambal matah yang berasal da...

avatar
OSKM18_16718010_MUHAMMAD FAJAR SUTISNA
Gambar Entri
Sungkeman
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sungkeman merupakan sebuah ritual yang berasal dari Jawa yang dipakai di berbagai acara di Jawa. Sebagai contoh kita dapat menemukan budaya sungkeman anak kepada orang tuanya pada saat menjelang pernikahan. Namun di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Magelang khususnya di desa Njoso, sungkeman merupakan kegiatan rutin pada saat Idul Fitri. Yang membedakan budaya Sungkeman di Magelang dengan beberapa daerah lain adalah sungkeman tidak hanya dilakukan antara anak dan orang tuanya melainkan juga ke para tetangganya. Di Magelang, sehabis sholat Ied warga akan berbondong-bondong mengelilingi kampung. Setiap rumah pasti sudah menyiapkan berbagai toples kue dan camilan lebaran untuk tamu yang datang. Di Magelang khususnya di desa Njoso, para sesepuh akan didatangi oleh masyarakat sekitar. Warga akan mengantri dengan berjongkok sambil menunggu giliran sungkeman. Pada saat sungkeman kepada sesepuh, warga biasanya meminta maaf dan mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Setelah itu, par...

avatar
OSKM18_16718273_Elvira Okta Nurisa
Gambar Entri
Tradisi Sewelasan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

 TRADISI SEWELASAN Tradisi sewelasan merupakan tradisi yang berkembang di daerah Jawa Tengah. Sesuai dengan namanya, Tradisi Sewelasan dilaksanakan setiap tanggal 11 Hijriyah di masjid - masjid atau rumah seseorang yang dilaksanakan setalah sholat maghrib. Tradisi ini berisi doa doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT seperti yasin tahlil dan lainlain. Doa ini dipimpin oleh imam masjid atau modin di desa masing - masing. Selain doa, tradisi ini juga menyuguhkan hidangan berupa makanan (berkat) yang dibawa oleh seseorang yang telah ditunjuk, hidangan ini nantinya akan dimakan bersama - sama oleh peserta sewelasan dan dibagikan kepada warga sekitar.  Tradisi Sewelasan memiliki arti penting dalam kehidupan, bukan hanya untuk sarana memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, tetapi juga sebagai sarana berkumpulnya wargan untuk bersilaturrahmi, menjalin komunikasi, dan sebagai ajang berbagi kepada orang lain. Hal ini sangat berarti karena tradisi ini dapat merekatkan warga d...

avatar
OSKM_16418283_Alvin ITB_2018
Gambar Entri
Kampoeng Batik Semarang
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Kampung Batik berada di wilayah Kelurahan Rejomulyo, Semarang. Untuk sampai di sana, wisatawan bisa menjadikan Pasar Johar atau Kawasan Kota Lama sebagai patokan. Dari kedua wilayah itu, arahkan kendaraan menuju Bundaran Bubakan yang memisahkan Pasar Johar dengan Kawasan Kota Lama. Pintu gerbang menuju Kampung Batik berada di Jalan Pattimura, dekat sekali dengan bundaran tersebut. Kampung Batik dulunya memiliki sejarah kelam sebagai kawasan yang rawan pencurian dan pembunuhan. Tapi setelah kerajinan batik asli Semarang mulai menunjukkan geliatnya lagi, warga kampung ini merombak citra kelamnya menjadi unik dan cantik. Setiap sudut jalanan di Kampung Batik dihiasi mural yang menampilkan motif batik khas Semarang, cerita pewayangan, dan legenda asal-usul Kota Semarang. Digambarkan juga bagaimana Raden Patah kala itu memberi nama Kota Semarang. Nama Semarang diambil dari kata  asem arang:   asem  adalah pohon asem dan  arang  adalah Bahasa Jawa untu...

avatar
OSKM18_16318187_Teresa Amalia Purba
Gambar Entri
Lanthing, Snack Khas Kebumen
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Lanthing, merupakan makanan ringan sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong berbentuk angka delapan atau lingkaran kecil seperti cincin. Asal mulanya hanya mempunyai rasa yang gurih dan asin tetapi sekarang mulai muncul aneka rasa seperti manis, pedas, dan rasa keju. Lanthing berkembang di wilayah Jawa Tengah bagian selatan terutama sebagai salah satu makanan khas Kabupaten Kebumen. Bahan utama membuat Lanthing adalah Singkong. Bahan bumbunya sangat sederhana yakni terdiri dari bawang putih, ketumbar dan garam. Hal yang pertama yang dilakukan adalah mengupas singkong dan bersihkan kemudian rendam sekitar 1 jam. Lalu angkat dan haluskan. Campurkan singkong dengan bumbu yang sudah dihaluskan kemudian uleni sampai rata. Ambil sedikit adonan kemudian pilin membentuk tali. Kemudian bentuk menjadi angka 8 atau bulat (sesuai selera). Selanjutnya jemur lanthing dibawah sinar matahari hingga kering. Langkah terakhir goreng lanting hingga berwarna kuning kecoklatan, angkat dan tiriskan....

avatar
OSKM18_16318160_Lintang Dyah Siswati
Gambar Entri
Dodol Dawet
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dalam upacara perkawinan adat jawa terdapat beberapa rangkaian ritual yang harus dilalui oleh pengantin didampingi orangtua mereka, salah satunya adalah ritual dodol dawet. Ritual ini dilakukan sehari sebelum upacara puncak perkawinan. Dodol dawet ini adalah sebuah ritual yang memberikan makna bahwa orangtua adalah teladan serta pendukung utama bagi keluarga yang baru tersebut. Ritual dodol dawet ini dilakukan oleh pihak orangtua mempelai wanita di halaman rumah mereka, di mana ibu mempelai wanita bertindak sebagai penjual dawet sebagai simbol wanita yang mengatur uang ekonomi rumah tangga, didampingi suaminya yang menggunakan payung sebagai simbol pengayom dan pelindung keluarga yang seiring sejalan berdua. Pembayarannya dodol dawet biasanya menggunakan kreweng yaitu pecahan genting sebagai tanda langit atau yang dari atas yang memberi rejeki pada keluarga tersebut melalui kedatangan para sanak saudara dan sahabat yang membeli dawet tersebut. Kreweng tersebut diterima o...

avatar
Oskm18_16518130_ian
Gambar Entri
Lumpia Semarang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah, mempunyai segudang makanan tradisional yang sampai saat ini masih bisa dijumpai. salah satu makanan Semarang yang terkenal adalah lumpia. Lumpia hadir pertama kali tahun 1940 dan merupakan makanan dengan perpaduan dua budaya, yaitu budaya tionghoa dan budaya Jawa.  awalnya, Tjoa Thay Joe, orang asli tionghoa, memutuskan untuk tinggal dan menetap di Semarang dengan membuka bisnis makanan khas tionghoa. Tjoa Thay Joe membuat makanan pelengkap yang berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, Mbak Wasih adalah orang asli jawa yang berjualan makanan yang hampir sama dengan Tjoa Thay Joe, bedanya hanya makanan yang dibuat oleh Mbak Wasih berasa lebih manis dan berisi kentang beserta udang .  persaingan antara Mbak Wasih dan Tjoa Thay Joe tidak membuat mereka bermusuhan, sebaliknya, mereka berakhir menikah.  Bisnis makanan Tjoa dan Wasih akhirnya menyatu setelah mereka menikah. Hidangan...

avatar
OSKM_16918332_ECA Reza Muthia
Gambar Entri
Weh - Wehan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Weh-wehan adalah salah satu tradisi khas Kaliwungu yang diselenggarakan pada bulan Rabi'ul Awwal tanggal 11. Istilah weh-wehan berasal dari kata  weweh (Bahasa Jawa)  yang berarti memberi. Dalam weh-wehan, Masyarakat Kaliwungu menyiapkan makanan tradisional yang dihidangkan di depan rumah masing-masing. Kemudian tetangga-tetangga yang berkunjung untuk memberi makanan akan diganti oleh makanan miliknya, atau dapat juga diartikan sebagai tradisi bertukar makanan. Biasanya makanan tradisional yang dihidangkan adalah sumpil. Menurut M.Suparto Edy Yusuf, weh-wehan sudah diselenggarakan sejak ratusan tahun lalu, tradisi itu pertama kali dilakukan oleh para ulama yang menyebarkan agama islam di daerah Kaliwungu dengan tujuan untuk memperingati maulid nabi. Di Masjid Agung Al Muttaqin Kaliwungu sendiri untuk memeriahkan acara ini diadakan berbagai lomba pada tanggal 13 Rabi'ul Awwal.  

avatar
OSKM18_16018066_Muhammad Ikko
Gambar Entri
Dampleng
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Dampleng merupakan salah satu makanan khas tradisional dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Makanan yang terbuat dari bahan dasar berupa singkong ini hampir mirip dengan combro. Yang membedakan hanya isiannya saja. Jika combro adalah olahan singkong yang diisi dengan sambal oncom, dampleng diisi dengan sisa pembuatan (ampas) tahu yang telah diberi bumbu. Dampleng biasanya dijual oleh pedagang keliling yang juga menjual makanan tradisional lain seperti ondol, combro, kraca, gethuk, dan sebagainya. Harganya relatif murah antara Rp 500,- sampai Rp 2000,- per buahnya. Cara pembuatannya pun cukup mudah. Pertama-tama pisahkan singkong dari kulitnya dengan cara mengupasnya, kemudian cuci singkong hingga bersih. Langkah kedua, parut singkong yang telah dibersihkan, lalu peras parutan singkong dan buanglah airnya. Tambahkan potongan daun bawang (optional), tepung kanji, kelapa (agar terasa lebih gurih) serta garam, aduk hingga adonan menjadi rata. Bentuk adonan menjadi bulatan-bulatan kemu...

avatar
OSKM_16318089_Khanifah Afifi