Umbul Brintik Klaten, sebuah kota yang terletak diprovinsi Jawa Tengah ini memiliki daya tarik tersendiri mengenai ragam budaya dan wisata alamnya. Dalam satu tahun terakhir banyak obyek wisata baru yang telah dibuka untuk umum salah satunya ialah Umbul Brintik. Umbul ini terletak di Desa Malangjiwan, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten. Lokasinya dekat dengan Umbul Pluneng dan berjarak sekitar 5 km dari pabrik gula Gondang. Sejarah tentang asal usul nama brintik pada umbul ini belum diketahui secara pasti. Namun, menurut masyarakat sekitar konon umbul ini memiliki banyak gelembung udara yang berasal dari dasar umbul. Gelembung udara ini akan terlihat ketika air dalam kondisi tenang, maka umbul ini disebut Brintik yang berarti bergelembung atau bentol-bentol. Ada beberapa fasilitas yang tersedia ketika berkunjung ke umbul ini, seperti lahan parkir, warung makan, mushola, penyewaan p...
Ratusan warga Kampung Bustaman, Kota Semarang mempunyai tradisi unik untuk menyambut datangnya Bulan Ramadan. Acara dimulai dari siang hari, dimana semua warga menyiapkan air berwarna-warni yang dibungkus dalam plastik. Air tersebut diambil dari sebuah sumur yang berdekatan dengan Mushala Al Barokah. Menjelang sore hari, semua warga Kampung Bustaman berkumpul di halaman Musholah Al Barokah untuk pembacaan doa. Prosesi doa ini dipimpin oleh sesepuh kampung dan dilanjutkan dengan tradisi perang air. Acara tersebut langsung menghebohkan kampung dengan suara tertawa dan teriakan banyak orang. Uniknya lagi, tradisi ini tidak hanya dilakukan oleh para remaja, tetapi juga orang tua. Seorang tokoh masyarakat setempat, Hari Bustaman mengatakan, Gebyuran Bustaman bertujuan untuk membersihkan warganya dari segala kotoran menjelang bulan Puasa. Hari berujar, bila tradisi unik tersebut sudah diadakan oleh warga sejak puluhan tahun silam. Pria berkulit legam itu mengungkapkan,...
Tari Retno Tanjung merupakan tarian putri tunggal asal Kota Tegal yang dapat ditarikan berkelompok maupun individu. Pada tari ini, penari-penari menggambarkan remaja putri yang selalu bersyukur atas rezeki berupa kekayaan alam laut yang melimpah yang diberikan Tuhan. Tarian ini diciptakan pada tahun 2007 oleh seorang guru seni budaya di SMA Negeri 1 Tegal bernama Endang Supadmi. Makna dari kata Retno Tanjung yaitu Retno yang berarti permata dan Tanjung yang berarti daerah lautan, maka disimpulkan Tari Retno Tanjung adalah tarian putri yang berasal dari daerah lautan. Tari Retno Tanjung ini juga mencerminkan kondisi masyarakat Kota Tegal yang menggambarkan betapa pentingnya kebersamaan dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan yang serta untuk dinikmati dan selalu menjaga kelestariannya. Endang Supadmi menciptakan Tari Retno Tanjung dengan kreativitas yang memiliki unsur dasar gerak tari Tegalan, Solo dan Jawa Barat, yang kemudian dikembangkan dan d...
Carica adalah salah satu nama buah yang tumbuh di wilayah dataran tinggi dengan tingkat kelembaban bisa dibilang wilayah basah. Carica merupakan buah-buahan yang masih sejenis dengan pepaya atau lebih tepatnya pepaya gunung. Buah yang tumbuh diketinggian 1.500-3.000 mdpl ini hanya tumbuh di wilayah Wonosobo dan Bali saja, namun buah ini di Bali dinamai Gedang Memedi. Di bali, Gedang Memedi kurang dilestarikan dan tidak ditujukan menjadi kebudayaan khas Bali itulah mengapa Gedang Memedi tidak sepopuler Carica yang tunbuh di dataran tinggi Dieng, Wonosobo. Walaupun berada di dataran tinggi, buah ini tidak dapat tumbuh disembarang tempak karena dari jenis daun, akar hingga lekukan dari batang pohonnya memiliki kadar tertentu. Buah ini ketika masih muda memliki kulit berwarna kehijauan hingga menjadi kuning pada masa ketika sudah matangnya. Melainkan dengan carica bali atau lebih dikenal dengan Gedang Memedi, jika...
Acara 1 Suro ini diadakan di seluruh wilayah Jawa setiap tanggal 1 Suro yang juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharram. Tanggal 1 Suro ini juga adalah hari pertama dalam kalender Jawa. Salah satu tempat diadakannya acara ini adalah di keraton Surakarta pada malam hari. Dalam acara ini, ada kirab kerbau bule (albino), kirab kereta pusaka keraton, kirab keris, dan senjata pusakak keraton. Kerbau yamg dilibatkan adalah kerbau bule, keturunan Kiai Slamet. Dalam buku babad Solo karya Raden Mas (RM) Said. Leluhur kerbau bule adalah hewan kesayangan Sultan Pakubuwono II. Dalam acara ini, kotoran kerbau menjadi rebutan petani untuk sawahnya. Petani yakin, bisa membuat sawahnya subur, jika dipupuk kotoran kerbau yang dikirab (diarak).
Jawa merupakan salah satu suku yang memiliki kalendernya sendiri, yang sampai sekarang masih cukup banyak yang menggunakannya sebagai penanggalan sehari-hari dalam kebudayaan Jawa. Kalender Jawa mengandung keistimewaan karena merupakan akulturasi dari sistem penanggalan Islam, Hindu, dan Julian. Kalender ini pertama kali digunakan di Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, dekrit dari Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raja Mataram Islam) penanggalan Jawa menjadi kelanjutan dari penanggalan Saka yang sebelumnya digunakan. Penanggalan Jawa menggunakan sistem seperti penanggalan Hijriah, dimana perhitungannya dengan mengamati perputaran bulan/lunar. Tujuan Sultan Agung sendiri dalam mengubah penanggalan ini karena dia ingin menyebarkan agama Islam kepada rakyatnya. Sistem ini berlaku di seluruh daerah Jawa dan Madura yang merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Mataram. Penggunaan kalender Saka yang awalnya berdasarkan perputaran matahari digantikan dengan kalender Jawa yan...
SEJARAH PEMERINTAH KOTA SEMARANG Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah. Kota Semarang terhitung sebagai kota besar dengan jumlah penduduk hampir mencapai 1,6 juta jiwa dengan luas wilayah 373,67 km 2 terbagi menjadi 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Dari masa ke masa berbagai fasilitas sarana dan prasarana dibangun terus menerus. Kota ini memiliki pelabuhan besar yang telah dibangun oleh kolonial Belanda sejak tahun 1900 yaitu Pelabuhan Tanjung Mas, terminal udara yang megah Bandara Ahmad Yani, dan beberapa terminal angkutan darat di wilayah Mangkang, Genuk, dan Banyumanik. Untuk memudahkan penjelasan sejarah tentang berdirinya Kota Semarang, kita dapat bagi sejarah ini menjadi tiga bagian berdasar pada pola kepemerintahan, yaitu: kepemerintahan kerajaan, kepemerintahan asing (era kolonial), dan kepemerintahan Indonesia. Kepemerintahan Kerajaan Pada abad ke 6 Masehi, Semarang merupakan daerah milik kerajaan Mataram Kuno. Di masa ini, per...
Kue Utri Pulau Jawa, pulau yang memiliki banyak budaya, salah satunya makanan khas. Ada makanan Jawa yang sangat legit yaitu Kue Utri. Kue Utri merupakan jajanan tradisional dari Jawa yang sangat digemari berbagai kalangan dari muda hingga tua hanya saja minat kalangan muda terhadap kue utri mulai berkurang. Kue Utri bias ditemui di berbagai tempat biasanya di pasar tradisional atau di penjual jajan di pinggri jalan. Kue Utri tidak jauh beda dari lontong mulai dari bentuknya, pembungkusnya, hingga cara membuatnya yang sama sama di kukus. Ukuran kue utri yang lebih kecil dan ramping serta dibungkus dengan daun pisang tidak membuat kenyang bagi yang makan. Kue Utri berwarna kekuningan dengan tekstur lengket dan kenyal serta memiliki rasa yang manis karena terbuat dari singkong dan gula merah. Cara membuat kue utri cukup mudah. Bahan: 400 gr singkong parut 125 gr kelapa setengah tua, parut memanjang 75 gr gula pasir 1/2 sdt garam 75 gr gula ja...
Dahulu kala dalam lingkungan bertetangga budaya ruwahan dengan membagikan makanan berlangsung rutin di lingkungan keluarga orangtua saya terutama di rumah Eyang kakung dan putri.Kegiatan ini menyuguhkan masakan khusus tertentu seperti ibu saya membantu eyang saya menyiapkan menu : Nasi ketan putih, Kolak pisang, dan Apem.Yang nantinya akan dibagikan kepada tetangga-tetangga.Adapun makna membagikan makanan ini adalah sebagai pengingat bagi anak dan cucu terhadap para sesepuh yang sudah berpulang.Hal ini bisa dicerminkan dari makanan yang dibuat yaitu : -Pisang : Digambarkan sebagai tongkat bahwa orangtua selalu berjuang untuk anak-anak nya hingga fisik nya tua tertopang oleh tongkat untuk berjalan.Hal ini juga menggambarkan sifat rela berkorban yang diperlihatkan orangtua kepada anak-anaknya selain itu perjuangan berat maupun segala rintangan mau ditempuh oleh orangtua kita dalam mendidik kita selama ini. -Ketan : Bahwa ingatan kita tidak boleh lupa terhadap jasa-jasa orangtu...