Rumah Tjong A Fie merupakan salah satu bangunan bersejarah di kota Medan. Bangunan ini terletak di Jalan Ahmad Yani, Kesawan, Medan. Rumah ini didirikan pada tahun 1900. Rumah ini memiliki perpaduan gaya arsitektur antara Eropa, Cina dan Melayu. Rumah ini dibuka untuk umum pada 18 Juni 2009 yang merupakan hari ulang tahun Tjong A Fie yang ke-50. Tjong A Fie dilahirkan di Provinsi Guandong, Kabupaten Maizen, di Desa Sukaou, Tiongkok pada tahun 1860. Dia datang ke Medan pada tahun 1875 untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Di tanah Deli, Tjong A Fie menjalin hubungan baik dengan Sultan Deli, Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Muda sehingga membuka jalan baginya untuk menjalankan usaha. Dalam menjalankan bisnisnya, Tjong A Fie selalu mengamalkan 3 hal yakni, jujur, setia dan bersatu. Ia menjadi orang Tiong Hua pertama yang memiliki perkebunan yang sangat luas. Tjong A Fie dikenal dermawan dan sangat dekat dengan masyaraka...
Tugu Apollo atau Tugu Monera ataupun sebelumnya lebih dikenal dengan sebutan Tugu Pertempuran Medan Area dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan heroik yang membela tanah air Indonesia khususnya daerah Medan. Tugu ini untuk memperingati ketika dulu pasukan sekutu telah menduduki Medan beberapa bulan setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya yaitu pada bulan Desember 1945. Pasukan dari Medan harus mundur dan menyusun strategi rencana agar dapat merebut kembali wilayah Medan Area. Untuk mengenang jasa para pahlawan yang sudah berjuang demi merebut kembali wilayah Medan, tugu ini kemudian didirikan. Sumber foto : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/03/19/289220/destinasi-bersejarah-yang-terlupakan/ Sumber foto : http://www.medanbisnisdaily.com/imagesfile/201703/20170318192408_140.gif #OSKMITB2018
Pesta Gotilon Oleh: Adelina Pakpahan Biasa di penghujung tahun ini, di kalangan komunitas Batak, banyak terdengar istilah "Pesta Gotilon". Dalam pesta yang kini digelar di gereja tersebut, mereka memberikan persembahan kepada Tuhan. Apa sebenarnya Pesta Gotilon? Gotilon berarti panen, yang berasal dari kata "gotil" (mencubit). Di masa lalu, saat musim panen tiba, masyarakat Batak belum mempunyai alat "anai-anai" atau alat pengetam padi seperti yang kita kenal sekarang. Para petani memanen padi ketika itu persis seperti orang sedang mencubit atau "manggotil". Dalam Pesta Gotilon (panen) ini, masyarakat Batak memberikan persembahan kepada Yang Maha Esa sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil panen mereka. Dalam perkembangannya tradisi yang dikenal sebagai Pesta Gotilon itu dilembagakan dan dilaksanakan setahun sekali di gereja. Dalam pesta tersebut, satu per satu jemaat datang ke altar untuk menyampaikan persembahan dengan diiringi gondang dan tortor,...
Upah-upah adalah upacara adat Mandailing yang bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan. Tondi tersebut diyakini sebagai aspek kejiwaan manusia yang mempengaruhi semangat dan kematangan psikologis individu. Istilah tondi berasal dari bahasa Mandailing (daerah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara), berpadanan dengan beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang mencakup kata semangat, tenaga, dan kekuatan yang bersifat psikologis. Seiring dengan itu, beberapa pakar memiliki kesamaan pendapat tentang pembahasan makna tondi ini. Bangun (dalam Koentjaraningrat, 2002) mengatakan tondi itu merupakan kekuatan, tenaga, semangat jiwa yang memelihara ketegaran jasmani dan rohani agar tetap seimbang, kukuh, keras, dan menjaga harmoni kehidupan setiap individu. Menurut masyarakat Mandailing tondi dapat mengembara sesukanya dan bahkan boleh jadi bertemu dan bergabung dengan roh jahat. Dalam keadaan ketaku...
Kain Adat Suku Simalungun disebut HIOU . Sama seperti suku-suku lain di sekitarnya, pakaian adat suku Simalungun tidak terlepas dari penggunaan kain Ulos (disebut Uis di suku Karo). Kekhasan pada suku Simalungun adalah pada kain khas serupa Ulos yang disebut Hiou dengan berbagai ornamennya. Hiou pada mulanya identik dengan jimat dipercaya mengandung “kekuatan” yang bersifat religius magis dan dianggap keramat serta memiliki daya istimewa untuk memberikan perlindungan. Menurut beberapa penelitian penggunaan ulos oleh suku bangsa Batak, memperlihatkan kemiripan dengan bangsa Karen di perbatasan Myanmar, Muangthai dan Laos, khususnya pada ikat kepala, kain dan ulosnya.Secara legenda hiou dianggap sebagai salah satu dari 3 sumber kehangatan bagi manusia (selain Api dan Matahari), namun dipandang sebagai sumber kehangatan yang paling nyaman karena bisa digunakan kapan saja (tidak seperti matahari, dan tidak dapat membakar (seperti api). Seperti suku lain di rumpun...
Pembangunan tugu makam untuk para anggota keluarga yang telah meninggal telah menjadi kebiasaan yang terkenal di antara orang-orang Batak. Sebenarnya tradisi ini tidak dimulai dari awal sejarah kehidupan orang Batak. Kegiatan pembangunan tugu baru dimulai pada pertengahan abad ke-20, pada saat masyarakat Batak mulai mengalami kemajuan di berbagai bidang. Kemajuan ini bisa dilihat dari meningkatnya pendidikan yang diperoleh oleh orang-orang Batak dan kesuksesan para perantau. Kesuksesan para perantau ini menimbulkan kemajuan di dalam bidang ekonomi, hal ini ditandakan dengan munculnya orang batak yang kaya dan berhasil. Tugu-tugu makam ini berfungsi sebagai penghormatan kepada leluhur atau anggota keluarga dan pengenangan kehidupan mereka. Hal ini merupakan kewajiban orang Batak untuk menghormati ayah dan ibu. Bagi orang Batak, tugu-tugu ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, namu juga merupakan hal yang sakral. Bila tugu makam suatu keluarga diganggu atau dirusak, maka aka...
Ulos adalah salah satu pakaian tradisional adat batak. Ulos dibuat menggunakan alat tenun. Ulos memiliki banyak jenis, jenisnya dibedaka berdasarkan bentuk ragam hias kain tersebut. Warna dominan kain ulos adalah merah dan hitam. Awalnya ulos hanya dipakai dalam bentuk selendang yang digunakan dalam acara adat. Tetapi kini ulos sudah banyak dibentuk menjadi sarung bantal, alas meja, gorden, dll. Ulos telah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan tak benda nasional sejak tanggal 17 Oktober 2014 dan sedang gencar dijadikan warisan budaya dunia melalui UNESCO, tak banyak yang tahu filosofi sebenarnya dari ulos. Selain nilai estetika, pada sehelai ulos juga terapat nilai seni, sejarah, religi, dan budaya. Tiap motif, pilihan warna, jenis, hingga cara pemakaian dan pemberian ulos, semua punya makna yang berbeda beda. Secara garis besar, ulos memiliki makna kehidupan dan representasi semesta alam. Ulos juga simbol restu, kasih sayang dan...
Opera Batak adalah sebuah sebutan untuk seni pertunjukan keliling dari Tapanuli, Sumatera Utara. Opera ini memiliki elemen seni diantaranya adalah lakon cerita, musik/lagu, dan tari. Opera Batak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga berperan sebagai kritik sosial atas berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Beberapa contoh cerita yang diangkatnya adalah "Pulo Batu" yang mengisahkan perlawanan Sisingamangaraja XII, "Si Boru Tembaga" yang menceritakan pahitnya nasib kaum perempuan terutama dalam pembagian harta warisan, dan "Perempuan di Pinggir Danau" yang menyoroti keserakahan manusia khususnya orang Batak dalam mengeksploitasi Danau Toba. Pada awal mula lahirnya Opera Batak, s alah satu pelopor Opera Batak adalah Master Tilhang Oberlin Gultom yang merupakan seorang Batak Toba. Dari salah satu dokumen sponsorship zaman Belanda pada tahun 1927 sebutan Opera Batak itu sudah digunakan. Nama Master Tilhang juga menerima honor dengan mata uang Flor...
Ritual ini dilakukan setiap tahun oleh tiap-tiap keluarga untuk mengenang leluhur. Penduduk sekitar kampung saya percaya dengan menaruh rokok yang sudah dibakar, para leluhur akan menerimanya dan menggunakan rokok tersebut. Dengan ini keluarga merasa lebih tenang karena leluhurnya bisa menggunakan rokok yang diberikan. Namun ritual ini hanya dilakukan bila leluhur yang dikunjungi dulunya merokok di masa hidupnya. Biasanya ritual ini dilaksanakan bersamaan dengan penggantian bunga makam leluhur. Penduduk sekitar percaya bila makam leluhur dibuat indah, maka para leluhur akan bahagia di alamnya. Setelah ritual di atas dilakukan, penduduk akan berdoa untuk memohon kepada leluhur supaya diberikan berkat bagi kehidupannya. Penduduk sekitar masih percaya kalau leluhur bisa mengabulkan permintaan mereka. Tapi disamping itu, mereka juga tetap percaya kepada Tuhan.