Mie Kuali yang merupakan Mie panggang dengan siraman kuah kental daging, ayam dan udang ini memang telah menjadi favorit warga Makassar, kali ini buka di Pusat Kuliner RRI Makassar. Mie Kuali by Fian Reinaldi, memang punya pelanggan tersendiri, bagi mereka yang ingin mencoba cita rasa mie yang lain dari mie yang sudah ada saat ini. Selain itu keunggulan dari Mie Kuali karena tidak menggunakan MSG (Monosodium Glutamat), jadinya Enak dan Sehat. Setelah sempat berpindah tempat dari Veteran, Pettarani, Serigala dan Ruko Mirah Seruni Square, pada 2 September 2017 menempati lokasi terbaru di Pusat Kuliner RRI jalan Riburane, dimana pada tempat itu memang ramai menjual beragam varian Makanan sampai jam 12 Malam. Menu yang di tawarkan oleh Mie Kuali adalah : Mie Kuali (Mie panggang) seharga 35k Mie Hokkian seharga 35k Mie Jakarta seharga 35k Mie kering seharga 35k Bihun Goreng/Kuah 37k Bagi para penggemar Mie Ku...
Bagi penggemar Coto Maros, pasti sudah pernah singgah ke tempat yang satu ini, Coto Maros Harimau (CMH). Warung Coto gerobak yang terletak di jalan Harimau, perempatan jalan harimau dan jalan Monginsidi. Coto Asuhan Daeng Haji Mamma ini telah ada sejak tahun 1974. Konsep warung gerobak tetap di pertahankan selama empat puluh tahun dan telah memiliki banyak pelanggan setia. Dengan resep khusus selama puluhan tahun, Coto Maros Harimau ini terkenal dengan kuahnya yang kental dan nikmat serta menggunakan daging lokal yang diolah khas Coto Maros. Harga per porsi adalah Rp 17.000,- Ketupat perbiji Rp 1.000,- “Konsep “bagadang” atau buka selama 24 jam ini menjadikan tempat ini solusi kuliner bagi para pekerja malam”, tutur Rhina selaku Anak dari Daeng Haji Mamma, pemilik Warung Coto Maros Harimau. “Dengan kapasitas sekitar pelanggan sekitar 20 orang, kami jaga warung ini gantian”, ucap Fad...
Takunjunga bangung turu’ galle Nakuginciri naung gulingku KualleannaTallanga natoalia Dongang-dongang la bella karaeng Dongangla dongang dongang la nia te’ne Na’tenne nala lo apamigau Tutuki ma’lepa-lepa galle Ma’biseang rate bonto Tallangki sallang Kinasakko alimbu’bu Dongang-dongang la bella Karaeng Dongangla dongang dongala nia te’ne Na’tenne nala lo apamigau. Artinya: Tak begitu saja aku mengikuti angin Dan kuputar kemudiku Lebih baik kupilih Tenggelam daripada surut kembali Bila layarku telah berkembang Temaliku telah kurentang Aku tak berharap Kembali dari tengah lautan Sumber : Makna Gerak dan Syair Dongang-Dongang Pakarena Anida di Sulawesi Selatan
Alkisah disebuah desa di Toraja yang bernama desa Bua,hiduplah seorang wanita cantik nan rupawan bernama Lebonna. Kulitnya putih,rambut panjang yang terurai dan hidung mancung membuat wanita ini tak tertandingi kecantikanya didesanya bahkan diseluruh penjuru Toraja pada waktu itu. Banyak pria yang ingin mempersuntingnya tapi dia selelu menolak. Akhirnya ia bertemu dengan seorang pria tampan dan pemberani,seorang ksatria bernama Massudilalong Paerengan. Perkenalan mereka lama kelamaan menjadi lebih erat dan semakin mesra hingga keduanya saling berjanji akan sehidup semati dan bila mati kelak dikuburkan bersama-sama. Hubungan mereka sontak para pria dikampung mereka iri kepada Paerengan,begitupun dengan Lebonna banyak wanita-wanita yang iri kepadanya karena telah berhasil merebut hati Paerengan. Hari demi hari berlalu kedua sejoli ini yang sedang dimabuk asmara ini merencanakan hubungan yang lebih serius. Paerengan berencana ingin melamar Lebonna. Akan tetapi...
Salah satu tujuan wisata unggulan yang ada di Sulawesi Selatan adalah Tana Toraja, karena selain letaknya yang berada di pegunungan, Tana Toraja juga kaya akan berbagai tradisi dan kebudayaan. Salah satu objek wisata di Tana Toraja yang sering dikunjungi wisatawan adalah Goa Londa. Situs pemakaman goa Londa berlokasi di perbatasan antara daerah Makale dan Rantepao. Untuk sampai ke lokasi, butuh waktu sekitar 6 jam melalui perjalanan darat dari kota Makassar. Memasuki kawasan tersebut pengujung akan disambut sebuah gapura klasik, pada sisi-sisinya dipenuhi ukiran khas Toraja, dan pada bagian sentralnya terdapat patung kepala kerbau dengan tanduknya yang menjuntai. Londa merupakan sebuah kawasan pemakaman kubur batu atau tempat menyimpan mayat yang diperuntukkan khusus bagi leluhur Toraja dan keturunannya. Konon jauh sebelum masuknya agama Islam dan Kristen, di Tana Toraja sudah terdapat kepercayaan warisan nenek moyang yang disebut Aluk Todolo atau Alukta. Kepercayaan ini...
Tari Ma'Badong adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian ini pada umumnya diadakan diupacara kematian (Rambu Solo) yang dilakukan secara berkelompok, dimana para peserta (pa'badong) akan membentuk sebuah lingkaran dan kemudian saling berpegangan dengan cara mengaitkan jari kelingking. Para pa'badong biasanya terdiri dari beberapa para pria dan wanita setengah baya ataupun para orang tua dengan pemimpin badong yang biasa disebut dengan Indo Badong (wanita) atau Ambe Badong (pria). Pemimpin badong lalu melantunkan syair (Kadong Badong) atau seperti riwayat hidup dari orang yang telah meninggal dimulai dari lahir hingga meninggal dengan memberikan sebuah kalimat-kalimat syair serta modus nada untuk dinyanyikan oleh semua kelompok para penari sambil berbalas-balasan. Untuk gerakannya pun mempunyai ritmenya tersendiri dalam mengikuti syair dari badong yang dilantunkan. Pada tarian badong ada...
Lagu "Anging Mammiri" tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita, berkat buku-buku kumpulan lagu daerah yang menjadi pegangan para pelajar sekolah dasar di Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu bahasa apa yang digunakan lagu ini. Banyak yang mengira lagu ini dalam bahasa Bugis, padahal yang benar adalah bahasa Makassar. Lho, memang apa bedanya? Meski sama-sama berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, bahasa Bugis dan bahasa Makassar adalah dua bahasa yang berbeda. Penutur kedua bahasa ini tidak bisa memahami satu sama lain, oleh karena itu komunikasi antar-suku di Sulawesi Selatan biasanya dilakukan dalam dialek Makassar. Lho, beda bahasa Makassar dan dialek Makassar apa? Bahasa Makassar adalah bahasa tersendiri yang tidak bisa dimengerti oleh penutur bahasa Indonesia/Melayu, sedangkan bahasa Indonesia (atau Melayu) dialek Makassar kurang lebih sama dengan bahasa Indonesia yang digunakan di daerah lain, tapi banyak menyerap fitur berbagai bahasa dan dialek di Sulawesi...
Dapur Orang Bugis Makasar Istilah dapur (tradisional) disini mencakup pengertian dapur sebagai ruang /bangunan, tempat menyimpan peralatan masak dan tempat berlangsungnya kegiatan makan minum. Eksistensi dapur ini timbul bersamaan dengan diketemukannya api oleh manusia. Dapur bagi orang Bugis-Makassar sangat dekat dengan proses dan eksistensi keluarga. Keluarga yang masih “hidup” dapat ditengarai dengan dapur yang masih berasap. Sebaliknya sebuah dapur yang sudah tidak berasap lagi menandakan bahwa keluarga pemilik dapur sudah mati. Dapur tradisional Bugis-Makasar pada umumnya berbentuk segi empat, mengikuti filsafat orang Sulawesi Selatan yang disebut “Sulapa Eppa” yang artinya “Yang dianggap paling sempurna adalah yang bersegi empat”. Bentuk formasi bangunan untuk perletakan tungku ada yang terbuat dari kayu dan ada pula yang diletakkan diatas lantai rumah secara berdampingan. Bangunan dapur tradisional Bugis-Makasa...
Songkok atau peci tradisional Makassar, Sulawesi Selatan, biasa disebut songkok guru/nibiring bulaeng menjadi penutup kepala “wajib” bagi lelaki Makassar dalam setiap acara adat. Namun, pemakaian songkok itu telah meluas dan kerap digunakan dalam acara-acara formal selain adat. Bentuknya bundar dan kaku karena terbuat dari serat pelepah lontar. Anyaman lontar dipadukan dengan benang sutra berwarna emas yang menutupi bidang seukuran koin di bagian pangkal songkok dan separuh garis kelilingnya. Warna songkok ini lazimnya hitam, cokelat, atau krem. Wujud songkok guru/ nibiring bulaeng bentuknya bundar dan kaku . Songkok ini menjadi simbol budaya orang Makassar dan bugis begitupun mandar seperti halnya blangkon pada orang Jawa. Modelnya pun tak pernah berubah sepanjang zaman. Awal mula penggunaan songkok guru/nibiring bulaeng ini dipakai oleh ANRONG GURU kerajaan gowa pada saat mengislamkan semua kerajaan bugis termasuk bone di jaman raja gowa sultan...