jawa tengah
3.394 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Mula Nama Desa Selakambang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Pada zaman dahulu kala, di sebuah kabupaten di Purbalingga-Jawa Tengah terdapat dua buah desa yang berbatasan secara langsung yaitu desa Pagerandong dan desa Selamanik. Kedua desa tersebut maasing-masing dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat yang disebut oleh masyarakat dahulu dengan nama “sesepuh”. Sesepuh memiliki makna orang yang dihormati. Desa Selamanik dipimpin oleh seseorang yang dijuluki Eyang Purwasuci, sedangkan desa Pagerandong dipipmpin oleh Eyang Adi Menggala. Konon kedua orang tersebut memiliki kekuatan yang luar biasa. Sehingga dengan kekuatan itu mereka disegani oleh orang lain dan dipercaya untuk menjaga keamanan desa dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dulunya mereka berasal dari satu perguruan yang sama. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar bahwa masyarakat zaman dahulu banyak yang memiliki kekuatan-kekuatan magis (supranatural) yang jarang dimiliki oleh masyarakat pada zaman sekarang. Seiring berjalannya waktu, terjadi sebuah konflik antar kedua...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal usul nama Desa Karangjambe
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Karangjambe adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Terdiri dari beberapa dusun yaitu Dusun Slatri, Dusun Wilangan, Dusun Karangjambe Kulon, serta Dusun Kedungwringin. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan satu legenda tentang asal muasal nama Desa Karangjambe. Karangjambe merupakan perpaduan dari kata “Karang” dan “Jambe”. Identitas nama desa terkadang memiliki makna tersendiri, baik berupa cerita rakyat ataupun sejarah. Berikut adalah salah satu cerita rakyat yang beredar di wilayah Desa Karangjambe, Kita mulai saja ceritanya ; Jaman dahulu di Desa Karangjambe ada Adipati yang bernama Adipati Wilah. Adipati Wilah adalah salah satu Kyai yang menyebarkan agama islam di Desa Karangjambe. Adipati Wilah mempunyai “pekarangan” atau tanah yang sangat luas. Pekarangan tersebut banyak ditumbuhi pohon jambe/pohon pinang. Hari demi hari Adipati Wilah bertambah tua dan sering sakit-...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Dumadine Desa Baleraksa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Jaman biyen ana wong tuwa jenenge Syeh Maulana Pandansari, asale saka negara lor. Syeh Maulana Pandansari nggawe gubug neng tengah alas dhewekan. Gubug kuwi gendheng lan pagere saka suket. Ora suwe, dumadakan kepethuk karo wong wadon ayu sing jare asale padha karo dheweke.  Puluhan taun wong loro kuwi urip neng alas karo anak-anake. Sawise anak-anake padha duwe bojo, akeh wong anyar teka, mula alase kuwi dadi tambah rame. Akhire dadi desa sing dijenengi desa Karanggedhe.  Syeh Maulana Pandansari kuwi wong sing sekti, ora bisa mati senadyan kena kapak utawa geni. Akhire Syeh Maulana Pandansari didadekake lurah. Bareng karo ramene Desa Karanggedhe, wektu kuwi uga ana desa saka Adipati Kertanegara. Adipati Kertanegara nyebarake woro-worone yaiku: sapa bae sing bisa nyekel Kebo Edan, sing senenge ngamuk lan ngrusak apa bae ing sekitare arep didadekake mantune Adipati lan arep diangkat dadi Adipati Kertanegara nggantekake pangkate adipati sing saiki. Syeh Maulana Pa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Putri Ayu Limbasari
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Suatu hari seorang penyebar agama Islam bernama Syech Gandiwasi asal Turki menghadap Kangjeng Panembahan Senopati Ing Ngalogo Mataram dan mohon untuk menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Pada waktu itu (tahun 1586-1601) kekuasaan Kanjeng Panembahan Senopati memang meliputi seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat, sehingga mendapat sebutan “Kaisar Seluruh Jawa”. Ia adalah Raja Mataram baru, yang tersohor sakti mandraguna, berwibawa dan pandai bergaul dengan rakyatnya. Mendapat permohonan dari penyebar agama Islam asal Turki itu, ia merasa senang, karena berarti akan menambah pengetahuan agama bagi rakyat Kerajaan Mataram yang sudah memeluk agama Islam sejak jaman Kerajaan Demak dulu. Permohonan Syech Gandiwasi akhirnya dikabulkan dan ia diizinkan menyebarkan agama Islam di kawasan kaki Gunung Slamet. Setelah mendapat izin, ia lalu merencanakan membangun padepokan di tempat tujuan, guna mendidik para santrinya. Dalam perjalanan ketempat tujuan, ia si...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Desa Pakuncen
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Desa Pakuncen terletak di Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tepatnya sebelah utara Kecamatan Bobotsari. Sebelah timur dibatasi oleh Sungai Klawing yang deras airnya. Dengan tekstur tanah yang datar. Pada masa penjajahan desa Pakuncen ikut mewarnai perlawanan terhadap Penjajah Belanda. Hal ini dibuktikan dari cerita-cerita para tokoh masyarakat berkaitan dengan asal-usl desa Pakuncen. Berawal dari perlawanan Pangeran Diponegoro terhadap Penjajah Belanda salah seorang pengawalnya yang bernama Mandrawangsa saat prajurit Diponegoro terdesak beliau lari ke arah mana saja untuk bersembunyi. Namun dalam pelariannya dari musuh Mandrawangsa beserta beberapa Prajurit selalu dapat dikejar oleh Belanda.   Pada akhirnya beliau tiba di sebuah gerumbul dengan menyamar sebagai petani yang sederhana. Di tempat itulah Belanda kehilangan jejak Mandrawangsa. Sehingga beliau menamakan tempat itu dengan nama Pakuncen. Artinya terkunci tidak dapat dite...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Pancakaki
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Naskah dengan kode AS 7 dan berjudul Pancakaki ini ditulis menggunakan bahasa Jawa dan aksara Jawa. Naskah ini berjumlah 830 halaman. Wujud tulisan berbentuk prosa yang ditulis pada kertas folio bergaris, dengan ukuran naskah 34,5 x 22 cm. Isi naskah menceritakan perkawinan Bambang Pancadriya dengan Endhang Sonyawati, juga mengisahkan cerita tentang Resi Sabdatama dan lahirnya Resi Bawana. Naskah ini bernomer Rol 439.09 dan tersimpan di Perpustakaan Nasional RI. Sumber: http://aksakun.org/

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Mitos dan Legenda Nyai Rantansari, bumiayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sunan Amangkurat I dan wadya balanya memasuki suatu wilayah, dimana ia dan rombongannya dihadapkan pada suatu kejadian yang amat serius dan sangat membingungkan. Hal ini terjadi setelah rombongan masuk sebuah desa bernama “DAHA”.[3] Tanpa sebab musabab yang jelas, mendadak kuda penarik kereta kencana yang tidak lama telah melewati masa kritis, tiba-tiba terkulai lemas dan mati. Bukan main sedihnya hati Gusti Sunan, terlebih Kyai Pancurawis yang merasa telah menyatu dengan kuda tersebut. Beberapa prajuritnya juga hilang tak berbekas seperti lenyap ditelan bumi. Dengan penuh rasa haru, dikuburkannyalah kuda itu di suatu tempat yang sekarang bernama KARANGJATI. [4] Agak lama Gusti Sunan dan rombongan berada di tempat tersebut. Ia telah mengalami beberapa peristiwa yang mengguncangkan hatinya. Ia sadar, jika ia telah lalai dalam menjalankan amanat sebagai Sultan Mataram sesuai dengan pesan dan petuah ayahanda dan kerabat keluarga kasultanan Mataram. Ia tidak memiliki siapa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Gatholoco
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Naskah Gatholoco berisi teks ajaran mistis yang bernuansa anti-Islam. Ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa, menggunakan tinta warna hitam di dalam ruang tulis yang berukuran 11,2 cm. Naskah bertemakan piwulang (ajaran) dalam bentuk macapat sebanyak 18 baris per halaman. Jumlah keseluruhan halaman naskah yaitu 59 halaman yang berukuran 16,5 x 21,5 cm. Naskah terawat dengan baik, meski begitu naskah aslinya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah pada halaman-halaman awalnya. Terdapat garis-garis tipis dalam naskah yang ditulis menggunakan pinsil secara horisontal dan vertikal. Cover jilid hardcover yang mungkin dibuat masa sekarang. Dan terdapat stempel “Gouvernement Eigendom” juga tanggal dan tanda tangan yang belum tentu itu adalah tanda tangan si penulis/penyalin. Naskah ini merupakan salinan naskah dari Kendal. Penyalinan diprakarsai oleh Bataviaasch Genooschapt di Batavia pada 11 Januari – 18 Januari 1888. Naskah ini pada awalnya adalah milik Dr....

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Ajipamasa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Naskah berjudul Serat Ajipamasa ini memiliki ketebalan 305 halaman. Ditulis menggunakan bahasa Jawa dan aksara Jawa, berbentuk prosa, dengan ukuran halaman 21 x 33 cm dan ditulis pada kertas folio bergaris. Naskah ini disimpan di Perpustkaan Nasional RI dengan kode ZPG 21 dan nomer Rol 501.01.   Naskah ini adalah karya R.Ng. Ranggawarsita yang disalin oleh R.M. Soemahatmaka antara tanggal 13 Maret s/d 4 April 1925, di Surakarta. Teksnya menceritakan kisah Prabu Kusumawicitra yang melakukan perjalanan dari Negeri Kediri sampai ke Negeri Pengging Wikaradya yang merupakan lingkungan Negeri Dwarawati. Waktu perjalanan tersebut dari suryasangkala 896 sampai 929, yang bertepatan dengan candrasengkala 923 sampai dengan 967.   Sumber: http://aksakun.org/

avatar
Arum Tunjung