Seperti semua daerah di Indonesia, Kabupaten Banyumas juga memiliki aset budaya yang menjadi identitas masyarakatnya. Hingga sekarang, kesenian yang akan dibahas pada artikel ini, masih diupayakan untuk tetap lestari sehingga dapat lolos seleksi alam pada generasi milenial dan generasi di bawahnya. Calung Banyumasan adalah seni pertunjukan musik tradisional berupa calung, yaitu sejenis perkusi mirip gamelan yang terbuat dari bambu yang, tentu saja, lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Banyumas. Rene T.A. Lysloff dalam sebuah makalahnya berjudul Calung Music in Banyumas menjelaskan bahwa penggunaan akhiran -an di belakang nama tempat dimaksudkan untuk lebih mengkhususkan ruang tradisi-tradisi lokal dan berhubungan dengan persoalan gaya atau gagrag . Calung Banyumas, pertama kali muncul dalam bentuk musik bambu disebut bongkel. Berdasarkan analisis fisik, musikalitas, dan fungsi dapat diketahui bahwa bongkel termasuk musik bambu tertua d...
Candi Borobudur merupakan peninggalan penganut kepercayaan buddha pada masa dinasti Syailendra (760-830 M). Candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu keajaiban dunia. Banyak wisatawan lokal dan asing yang mengunjungi Candi Borobudur untuk mengagumi kemegahan bangunan kuno tersebut. Dibalik kemegahan arsitekturnya yang dikagumi di mata dunia, tak sedit pula mitos seputar Candi Borobudur yang beredar di masyarakat bahkan sampai kepada wisatawan mancanegara. Berikut ini adalah beberapa mitos tentang Candi Borobudur. 1. Kunto Bimo Kunto Bimo adalah patung buddha dalam posisi dharmachakra yang berada di dalam stupa dengan penutup yang berbentuk belah ketupat. Patung ini terletak pada tingkat dasar dari 3 undak-undak stupa. Menurut cerita masyarakat setempat, jika kita berhasil menyentuh arca dalam stupa tersebut, maka keinginan kita akan terkabul. Tak heran jika kita melihat wisatawan yang sedang mema...
Sate Ambal adalah makanan khas dari daging ayam yang berasal dari daerah Ambal, sebuah kecamatan di pesisir selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah BAHAN : 500 gr daging ayam 1 bungkus tusukan sate 5 sendok teh minyak goreng 2 sendok makan kecap manis BUMBU : 4 butir bawang merah dan digoreng 2 siung bawang putih 1/2 sendok makan ketumbar butiran, disangrai 1/8 sendok teh jintan, disangrai 2 butir kemiri, disangrai 1/2 cm jahe 1 sendok teh garam 1 sendok makan gula merah sisir SAUS TEMPE: 250 gr tempe kukus, haluskan 6 butir bawang merah 3 siung bawang putih 5 buah cabai merah 1 sdt gula merah ½ sdt garam 250 ml air Cara membuat: Saus Tempa: Haluskan tempe, bawang merah, bawang putih, cabai merah, gula, dan garam. Tuang ke dalam wajan, lalu tambahkan air. Rebus di atas api sedang, sambil diaduk sam...
Saat ini makanan tradisional mulai diminati lagi di tengah persaingan dengan makanan yang diadaptasi dari luar negeri. Selain harganya yang lebih murah, makanan tradisional juga memiliki sejarah tersendiri yang sangat menarik. Salah satu makanan tradisional khas daerah Banyumas dan sekitarnya, termasuk Purbalingga dan Purwokerto, adalah cimplung . Nama cimplung diambil dari bunyi “- plung!” saat bahan-bahan utama berupa singkong ( budin/boled ), ubi jalar ( munthul ), ganyong, atau kelapa muda ( klapa nom ) di- cemplung -kan / dimasukkan ke dalam kuahnya. Kuah cimplung secara tradisional dibuat dari air sari bunga kelapa (nira atau badheg ) yang dipanaskan. Namun seiring berkembangnya industri kuliner, banyak yang mengganti kuahnya dengan air gula aren maupun air gula jawa yang dipanaskan juga. Makanan ini memiliki rasa yang gurih dan sedikit manis yang diperoleh dari air sari bunga kelapa atau nira ( badheg ). Biasanya cimplung dikonsumsi bersama t...
Pada era modern seperti era globalisasi seperti sekarang ini perkembangan semakin maju dari segi teknologi, pendidikan, informasi, dan komunikasi. Perkembangan ini membawa sikap dan karakteristik manusia yang lebih maju dan lebih modern sesuai dengan perkembangan jaman yang sudah ada. Akan tetapi terkadang manusia jaman sekarang sering lupa bahkan tidak tahu dengan kebudayaan bangsa nya sendiri seperti kebudayaan daerah kebudayaan disini meliputi sejarah baik itu merupakan sejarah tempat tibggaknya sendiri. Sejarah merupakan sebuah kisah yang terjadi pada masa lampau akan tetapi diceritakan secara turun temurun melalui lisan maupun tulisan. Saya berasal dari Dusun Jagan, Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Ingin memberikan paparan tentang asal usul dusun Jagan yang berdasarkan sumber data dari wawancara Saya dengan Kakek dan Nenek melalui media telepon. Asal-usul dusun Jagan dimulai dengan masa penjajahan b...
Namanya unik, Dawet Jembut, demikian biasa orang-orang menyebut.Dawet asli dari Purworejo, Jawa Tengah ini sudah melegenda dan rasanya yang luar biasa segar pun sudah kondang seantero Jawa. Bahkan, kalangan artis pun banyak yang suka lho. Adalah Mbah Dangsri yang pertama kali membuka warung dawet hitam ini di timur Jembatan Butuh, Kecamatan Butuh, Purworejo sekitar tahun 1960-an. Sebab berjualan di dekat Jembatan Butuh inilah kemudian sebutan kondang Dawet Jembut bermula. Kata Jembut adalah singkatan dari Jembatan Butuh. Dawet hitam ini racikannya cukup sederhana, dan masih dikerjakan secara manual. Proses pembuatan dawet atau cendol hitam khas Purworejo ini diolah dengan tangan dan tidak menggunakan bahan pewarna buatan. Uniknya, penyajian dawet ireng ini menggunakan perasan santan dari parutan kelapa langsung yang dapat dilihat oleh pembeli. Jumlah cendol ireng (hitam) juga jauh lebih banyak dibanding kuahnya (santan dan air gula aren), kemudian di...
Lompia semarang adalah makanan khas Semarang yang sudah terkenal di Indonesia. Lompia tersebut memiliki dua jenis sajian yaitu lompia kering/goreng dan lompia basah. Lompia goreng memiliki tekstur krispi dengan perpaduan rasa gurih dan manis pada bumbu dan isinya. Isi lompia biasanya terdiri dari rebung, wortel, telur, daging cincang, dan tauge. Berikut bahan pembuatan lompia semarang : 1. Kulit lompia 2. Daging ayam cincang 200 gram 3. Telur rebus 1 butir 4. Wortel, tauge 5. Garam, gula pasir, merica 6. Bawang bombay, bawang putih cincang 7. Tepung terigu 8. Air secukupnya. Berikut cara pembuatan lompia semarang 1. Panaskan minyak lalu tumis bawang bombai lalu tumis hingga layu. Kemudian tambahkan bahan dan tumis hingga matang dan harum. 2. Masukan ayam cincang. Aduk hingga rata dan berubah warna 3. Masukan rebung, gula. Lalu campur hingga rata. 4. Tumis hingga matang dan tiriskan. 5. Ambil selembar kulit lompia lalu...
Manggleng merupakan makanan yang terbuat dari singkong atau dalam bahasa banyumas disebut "budin". Singkong akan di iris tidak terlalu tipis kemudian dijemur lalu dimasak dan diberi bumbu pedas manis sehingga manggleng bertekstur tebal, agak keras dan basah. Berikut adalah cara pembuatan manggleng singkong. Bahan : 1. Singkong 2. Air 3. Gula merah 4. Cabai Cara membuat : 1. Singkong dikupas dan dicuci. Gunakan singkong yang empuk/mempur supaya hasilnya renyah dan gurih. 2. Potong singkong sepanjang 3-4cm kemudian rebus hingga matang. 3. Setelah matang,dinginkan lalu iris singkong tetapi jangan terlalu tipis. 4. Jemur hingga kering. 5. Goreng singkong yang sudah dikeringkan. 6. Cairkan gula merah dengan air panas lalu tambahkan cabai yang sudah dihaluskan sesuai selera. 7. Masukkan singkong yang sudah digoreng ke dalam wajan yang berisi gula merah yang dipanaskan dan cabai halus. Aduk sampai merata. 8. Angkat lalu dinginkan. Man...
Kegiatan tahlilan setelah seorang anggota keluarga meninggal dunia bukanlah kegiatan yang asing di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Banyak keluarga Islam yang merupakan keturunan Jawa melakukan prosesi tersebut. Namun ternyata hal ini tidak sepenuhnya merupakan ajaran Islam. Banyak ulama-ulama yang menentang digelarnya prosesi ini dan menganggap acara ini bi’dah atau sesat. Sebuah pertanyaan muncul, mengapa orang-orang Islam Jawa mewarisi adat ini? Akarnya ternyata ada di ratusan tahun yang lampau, ketika Indonesia masih terdiri dari kerajaan-kerajaan dan masyarakat yang memeluk Islam mungkin masih bisa dihitung jari. Salah satu Wali Sanga, Sunan Kalijaga, yang berniat untuk mengislamkan Jawa—yang pada saat itu hampir seluruh penduduknya masih memeluk agama Hindu, Buddha, atau bahkan animisme dan dinamisme—menggagas prosesi berikut demi diterimanya agama Islam dengan besar hati oleh penduduk. Sunan Kalijaga memikirkan sebuah cara agar Islam bis...