Alang Bamega adalah satu dari sekian tari tradisional dari Sumatera Barat yang belum banyak diketahui orang. Tarian ini di ciptakan oleh Ibu Gusmiati Suid di Padang, Sumatera Barat. Ibu Gusmiati Suid merupakan dosen seni rupa dan tari di Sumatera Barat dan juga merupakan salah satu tokoh bersejarah dalam dunia seni tari kontemporer Indonesia. Alang berarti Elang dan Bamega berarti bermain/terbang diantara awan. Jadi Alang Bamega adalah elang yang bermain/terbang di antara awan. Tarian ini terinspirasi oleh beberapa elang yang terbang bebas di langit biru. Sehingga banyak gerakan dalam tarian ini yang menggunakan gerakan elang yang juga ditambah dengan pencak silat. Musik pengiring tarian ini juga di ciptakan oleh Ibu Gusmiati sendiri. Biasanya penarinya menggunakan kostum seperti pakaian pencak silat yang menggunakan sarung di pinggang. Tarian ini pernah ditampilkan di luar negeri seperti di Belanda dan lainnya. #OSKMITB2018
Musik Patrol sebagai Tradisi Pengantar Sahur Musik patrol telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Jember, Jawa Timur, terutama saat bulan Puasa. Selain menghibur dan membangunkan warga untuk makan sahur, musik yang biasanya dimainkan 10 orang pemain ini sekaligus bertujuan untuk mengamankan kampung di malam hari. Tak heran, anggota kelompok musik jenis patrol selalu menyelipkan senjata di pinggang. Lazimnya kesenian rakyat, musik ini hanya mengandalkan harmonisasi dan apresiasi dadakan para pemain. Konon katanya, pada jaman dahulu belum ada alat pengeras suara yang mampu menjangkau seluruh kampung untuk membangunkan warga ketika sahur. Maka warga pun berinisiatif membuat 'keributan' yang lantang dan bisa membangunkan seluruh warga kampung. Dari situlah tercipta musik patrol. Istilah patrol sendiri mengacu pada makna kata patroli atau berjaga-jaga. Kesenian patrol adalah jenis musik rakyat yang bersifat ritmis, tanpa peralatan diatonik....
Apakah kalian sudah pernah mendengar kata ondel-ondel? Ya, Maskot Ibukota Indonesia yakni DKI Jakarta, yang sering kita jumpai di sepanjang jalan daerah Jakarta. Ondel-ondel merupakan boneka raksasa yang terbuat dari anyaman bambu. Terdiri dari boneka lelaki yang biasanya dicat warna merah dan boneka perempuan yang biasanya dicat warna putih. Lantas apa yang membuat mereka spesial? Mereka diperkirakan sudah ada sejak sebelum berdirinya negara Islam, yang berarti sebelum kita dijajah pula, sebenarnya ondel-ondel sudah dikenal masyarakat. Namun, pertunjukan ondel-ondel tidak hanya menarik dari segi fisik / yang terlihat saja, namun lagu pengiringnya juga sangat menarik dan mudah diafal. Lagu ini dinyanyikan atau diperdengarkan terutama saat ulang tahun Jakarta, tetapi lagu ini juga dapat dinyanyikan saat acara penting lainnya seperti pernikahan adat Betawi, khitanan, pertunjukan seni, ataupun pada tempat-tempat wisata di Jakarta. Alat musik pengiring lagu ini dapat berupa gendang,...
Ketika Kraton Yogya menguasai tanah Mataram sekitar tahun 1755 Masehi, pasukan atau bregada tempur dibentuk untuk berperang mengangkat senjata. Tetapi pada pemerintahan Sultan Hamengkubuwono III, prajurit tersebut dibubarkan oleh tentara Inggris. Baru mulai tahun '70-an, Bregada kembali dipergunakan untuk menjaga kraton serta muncul di upacara peringatan Jawa seperti Grebeg Mulud, dan kini masih bertahan sebagai simbol budaya. Setiap pasukan atau bregada dipimpin oleh perwira berpangkat Kapten . Kecuali bregada Bugis dan Surakarsa yang dipimpin oleh seorang Wedana . Keseluruhan perwira dalam semua bregada dipimpin oleh seorang Pandhega , kecuali Bregada Wirabraja dan Bregada Mantrijero yang langsung di bawah Kommandhan . Prajurit Keraton Yogyakarta dapat dibagi ke dalam tiga kelompok. Prajurit yang dimiliki Kepatihan , yaitu Bregada Bugis . Prajuri...
Pada tahun 1950an seorang kareografer bernama Raden Tjetjep Somantri menciptakan gerakan Tari Merak. Beliau mengimplentasikan kehidupan burung Merak dalam gerakan tari tersebut. Utamanya tingkah merak jantan yang mengembangkan bulu ekornya ketika ingin memikat merak betina. Gerakan merak jantan tersebut tergambar jelas dalam Tari Merak. Seiring perkembangan jaman, Tari Merak Jawa Barat telah mengalami perubahan dari gerakan asli yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri. Yaitu oleh Dra. Irawati Durban Arjon yang menambahkan beberapa koreografi ke dalam Tari Merak versi asli. Dalam pertunjukannya, biasanya tari merak ditampilkan dengan cara berpasang-pasangan. Masing-masing berperan sebagai burung merak jantan dan burung merak betina. Dengan musik pengiring gending macan ucul, maka penari mulai menggerakan tubuhnya dengan gemulai layaknya tingkah laku burung merak. Gerakan merak yang sangat indah dan mempesona membuat suasana penuh keceriaan dan keistimewaan tersendir...
Adat tabot dari bengkulu. Di bengkulu ada suatu adat yang di lakukan setiap malam satu suro (muharram) selama sepuluh hari mulai tanggal satu sampai sepuluh setiap tahunnya. Acara ini di buat untuk mempringati wafatnya cucu nabi muhammad SAW yaitu Husein bin Abu Thalib R.A. di medan perang dan untuk memeriahkan tahun baru Islam, adat ini di percaya sudah ada di bengkulu sudah ada dari abad ke-16 dan ada beberapa festival serupa di beberapa daerah lain dengan nama berbeda beda, namun tidak data tertulis yang menyebutkannya dengan jelas. kata tabot berasal dari kata Tabuk yaitu tempat penyimpan taurot yang terbuat dari emas yang di turunkan kepada nabi , ada banyak nilai yang terkandung dalam acara tabot yaitu budaya, sosial, agama. dan tentunya di acara ini tempat berkumpulnya masyarakat Bengkulu Acara ini dimulai dengan dibukanya beberapa tenda untuk berjualan di sepanjang jalan dengan hiasan yang indah untuk menarik pengunjung, kebanyakan masyarakat menjua...
Opera Batak adalah sebuah sebutan untuk seni pertunjukan keliling dari Tapanuli, Sumatera Utara. Opera ini memiliki elemen seni diantaranya adalah lakon cerita, musik/lagu, dan tari. Opera Batak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga berperan sebagai kritik sosial atas berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Beberapa contoh cerita yang diangkatnya adalah "Pulo Batu" yang mengisahkan perlawanan Sisingamangaraja XII, "Si Boru Tembaga" yang menceritakan pahitnya nasib kaum perempuan terutama dalam pembagian harta warisan, dan "Perempuan di Pinggir Danau" yang menyoroti keserakahan manusia khususnya orang Batak dalam mengeksploitasi Danau Toba. Pada awal mula lahirnya Opera Batak, s alah satu pelopor Opera Batak adalah Master Tilhang Oberlin Gultom yang merupakan seorang Batak Toba. Dari salah satu dokumen sponsorship zaman Belanda pada tahun 1927 sebutan Opera Batak itu sudah digunakan. Nama Master Tilhang juga menerima honor dengan mata uang Flor...
Kebudayaan di Indonesia sangatlah beragam, mulai dari tradisi, makanan, kerajinan, musik, hingga tarian daerah. Keberadaan budaya berhubungan dekat dengan kehidupan masyarakat dikarenakan budaya menjadi pembentuk manusia itu sendiri. Salah satu budaya yang dekat dengan manusia adalah tarian daerah yang sering digunakan sebagai sarana upacara adat dan keagamaan. Di samping itu, tarian daerah juga digunakan sebagai sarana pendidikan, pergaulan, pertunjukkan, dan hiburan. Di Indonesia, tarian-tarian daerah tersebar di berbagai daerah yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Di daerah saya saja, yakni Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur sekiranya terdapat lima tarian daerah, salah satunya adalah Tari Kepis Ronjot. Tarian daerah ini memiliki filosofi di balik gerakan gemulainya, yakni mengenai tokoh utama seorang nelayan perempuan yang tertidur di pesisir pantai. Saat terbangun, dia mulai menari mengikuti alu...
Seperti semua daerah di Indonesia, Kabupaten Banyumas juga memiliki aset budaya yang menjadi identitas masyarakatnya. Hingga sekarang, kesenian yang akan dibahas pada artikel ini, masih diupayakan untuk tetap lestari sehingga dapat lolos seleksi alam pada generasi milenial dan generasi di bawahnya. Calung Banyumasan adalah seni pertunjukan musik tradisional berupa calung, yaitu sejenis perkusi mirip gamelan yang terbuat dari bambu yang, tentu saja, lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Banyumas. Rene T.A. Lysloff dalam sebuah makalahnya berjudul Calung Music in Banyumas menjelaskan bahwa penggunaan akhiran -an di belakang nama tempat dimaksudkan untuk lebih mengkhususkan ruang tradisi-tradisi lokal dan berhubungan dengan persoalan gaya atau gagrag . Calung Banyumas, pertama kali muncul dalam bentuk musik bambu disebut bongkel. Berdasarkan analisis fisik, musikalitas, dan fungsi dapat diketahui bahwa bongkel termasuk musik bambu tertua d...