Tahun Baru
413 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Anakkon hi, do hamoraon di au
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Utara

Membahas lagu batak tidak lengkap bila tidak membahas lagu Anakkon Hi, Do Hamoraoan di Au. Lagu ini mengajarkan tentang bagaimana merawat dan mendidik anak dengan benar. Makna lagu Anakkon Hi, Do Hamoraoan di Au menekankan bahwa pendidikan anak merupakan hal yang paling utama di atas segalanya. Tidak perlu beli baju baru, mainan atau perhiasan yang penting anak bisa sekolah setinggi-tingginya. Kutipan lagu: "Hugogo pe mansari, arian nang bodari ndada pola marsak au disi, alai anakkonhi da ikkon do sikkola sikkap sian natolap gogoki. Nang so Tarithon au pe akka dongan ndada pola marsak au di si. Marsedan marberlian, marcincin nang margolang, nadada pola marsak au disi" (Aku kerja siang malam, tak masalah asalkan anakku bisa sekolah sekuat tenagaku. Walaupun aku tak bisa mengikuti gaya hidup teman-temanku, aku tidak masalah. Beli sedan, Koleksi berlian, Cincin atau Gelang,Tak masalah bagiku) Lagu mungkin yang memberikan inspirasi pada masyarakat Batak yang sampai saat ini...

avatar
Anastasya12
Gambar Entri
Poda
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Utara

Poda Ciptaan: Tagor Tampubolon, pertama dipolulerkan oleh Eddy Silitonga Angur do goarmi anakkon hu (nama mu sungguh harum anakku) Songon bunga bungai nahussusi (seperti bunga bunga yang indah itu) Molo marparange na denggan doho (jika kau memiliki kepribadian baik) Diluat nadaoi (ditempat mu yang jauh) Jala ikkon ingot doho (dan ingat lah selalu) Tangiang mi do parhitean mi (doa adalah salah satu landasan) Dingolumi da tondikku (kehidupan mu oh anak kesayangan ku) Unang sai mian jat ni rohai (jangan pelihara iri dengki) Dibagasan rohami (didalam hati mu) Ai ido mulani sikka mabarbar (karena itu adalah permulaan malapetaka) Da hasian (oh anakku) Ikkon benget do ho marroha (engkau harus tawakal hati) Jala pattun maradophon natua tua (dan hormat kepada orang-orang tua) Ai ido arta na ummarga i (karena itu adalah harga yang termahal) Dingolumi (dalam kehidupan mu) Reff. Ai damang do sijujung baringin (engkaluah adalah penerus tahta) Di au amang mon.... (bagi ku orang tua mu) Ja...

avatar
Anastasya12
Gambar Entri
Roti Kacang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Sejak sekitar tahun 2005 di Tebing Tinggi muncul makanan baru, yakni Roti Kacang (di kota lain disebut Bakpia). Roti kacang yang terkenal adalah roti kacang bermerek Rajawali, Beo dan Garuda. Roti kacang banyak dijual di terminal Pajak (Pasar) Mini Tebing Tinggi. Karena kelezatannya dan harga yang ekonomis, Roti Kacang mulai menjadi ikon baru kuliner Tebing Tinggi selain Lemang. Roti yang satu ini memang juga merupakan salah satu produk makanan khas kebanggaan di kota ini. Bahkan, Pemerintah Kota Tebing Tinggi sendiri juga telah memasukkan roti kacang sebagai salah satu ikon kuliner mereka. Sepintas, roti ini seperti kue bakpia dari Yogyakarta. Tapi, ada bedanya. Kulit roti kacang jauh lebih renyah dan tidak semanis bakpia. Selain itu, kulitnya juga lebih tebal dengan taburan wijen di atasnya. Namun, rasa manisnya tetap terasa diselingi rasa beberapa jenis kacang. Isinya, ada dua pilihan, kacang hijau dan kacang hitam. Resep dari roti kacang adalah: - Tepung terigu -...

avatar
Nurma Rahmawati
Gambar Entri
Kisah Asal Mula Pulau Si Kantan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Menurut legenda, Pulau Si Kantan dulunya tidak ada. Namun, ratusan tahun yang lalu telah terjadi sebuah peristiwa yang sangat luar biasa, sehingga pulau ini muncul di tengah-tengah Sungai Barumun. Peristiwa tersebut diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Labuhan Batu. Cerita rakyat ini mengisahkan tentang seorang pemuda bernama si Kantan yang menjelma menjadi sebuah pulau. Peristiwa apa sebenarnya yang terjadi, sehingga si Kantan menjelma menjadi sebuah pulau? Ingin tahun jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Asal Mula Pulau Si Kantan berikut ini! Alkisah,  pada zaman dahulu kala, di tepi sebuah sungai di daerah Labuhan Batu, Sumatera Utara, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak laki-lakinya bernama si Kantan. Mereka   tinggal di sebuah gubuk kecil yang sudah reot. Ayah si Kantan, sudah lama meninggal dunia. Sejak itu, ibu si Kantan-lah yang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Si Kantan ada...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Law Kawar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Legenda Lau Kawar merupakan sebuah legenda yang berkembang di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kabupaten yang memiliki wilayah seluas 2.127,25 km 2  ini terletak di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan, Sumatera Utara. Oleh karena daerahnya terletak di dataran tinggi, sehingga kabupetan ini dijuluki  Taneh Karo Simalem.  Kabupaten ini memiliki iklim yang sejuk dengan suhu berkisar antara 16 o  sampai 17 o C dan tanah yang subur. Maka tidak heran, jika daerah ini sangat kaya dengan keindahan alamnya. Salah satunya adalah keindahan Danau  Lau Kawar , yang terletak di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Air yang bening dan tenang, serta bunga-bunga anggrek yang indah, yang mengelilingi danau ini menjadi pesona alam yang mengagumkan. Menurut masyarakat setempat, sebelum terbentuk menjadi sebuah danau yang indah, Danau Lau Kawar adalah sebuah desa yang bernama Kawar. Dahulu, daerah tersebut merupakan kawasan pertanian yang sangat subu...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Asal Mula Terjadinya Danau Si Pinggan Dan Danau Si Losung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Ada dua buah danau di daerah Silaban, kecamatan Lintong Ni Huta, Kabupaten Tapanuli Utara bernama danau Si Pinggan dan danau Si Losung. Menurut ceritera orang tua-tua asal mula terjadinya danau itu adalah dari persengketaan dua orang bersaudara, yang bernama Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Kedua bersaudara itu menerima tombak sebagai pusaka dari orang tua mereka. Sesuai dengan adat yang berlaku di daerah itu, maka yang menguasai pusaka itu ialah yang tua, Datu Dalu. Pada suatu kali Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu dari abangnya. Maksudnya ialah hendak berburu babi hutan, karena binatang itu seringkali merusak tanaman di kebunnya. Datu Dalu mau meminjamkan tombak pusaka itu kepada adiknya tetapi dengan syarat agar benda itu dijaga baik-baik jangan sampai hilang. Setelah berjanji akan mematuhi syarat itu maka di terimalah Sangmaima tombak tersebut. Pada hari yang ditentukan berangkatlah dia pergi berburu. Sesampainya di kebunnya didapatinya ada seekor babi hutan yang sedang...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Asal Usul Kerajaan Empat Suku Di Batubara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Alkisah, seorang datuk berdiam di sebuah tempatyang sekarang letaknya kira-kira di sekitar Labuhanruku, di daerah Asahan. Datuk ini mempunyai seorang putri yang sangat cantik parasnya. Putri ini sedang meningkat remaja. Pada suatu hari berlabuhlah sebuah kapal dari kerajaan Pagarruyung di bandar tempat daerah kekuasaan datuk. tersebut (konon khabarnya Labuhanruku yang sekarang masih merupakan sebuah pelabuhan yang besar pada masa itu). Kapal yang ditumpangi raja Pagarruyung itu bernama "Gajah Ruku" dan itulah, konon sebabnya tempat itu sekarang bernama Labuhanruku, pelabuJian tempat berlabuhnya kapal "Gajah Ruku" Raja kerajaan Pagarruyung, ketika melihat kecantikan puteri datuk itu, langsung menyampaikan pinangannya kepada datuk untuk mempersunting puteri menjadi isterinya. Puteri ini tidak sembarang puteri, lalu ia berkata pada ayahandanya: "Ayahanda ampun anakanda, sampaikanlah kepada raja kerajaan P.agarruyung itu bahwa anakanda berkenan akan dia, dan terimalah pinangannya. Tetap...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Cerita Putri Berdarah Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Dahulukala, Bakkara didiami oleh enam kelompok marga yakni; Sihite, Manullang, Sinambela, Bakkara, Marbun dan Simamora. Keenam marga ini merasa dirinya satu. Setiap awal tahun mereka mengadakan pesta meukul gendang yang disebut pesta gendang mula tahun.Setiap warga nan enam berganti-gantian jadi penanggung jawab pesta itu. Jika marga tertentu mendapat giliran pesta maka segala persediaan seperti, kerbau (kurban yang akan ditambatkan), beras, dan peralatan lainnya, harus ditanggung oleh marga yang bersangkutan. Jadi, setiap anggota marga itu terikat oleh kerjasama, dan iuran dana yang harus ditanggung setiap keluarga mereka. Acara pesta gendang mula tahun ini bertujuan agar Dewa memberi mereka kesuburan dan kemakmuran. Tersebutlah bahwa marga nan lima lainnya telah mendapat  giliran pelaksanaan pesta gendang, hanya marga Simamoralah yang masih belum. Menjelang hari baik dan bulan baik awal tahun berikutnya, para pengetua marga-marga di Bakkara memberitahu marga Simamora....

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Cerita Balige Raja
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Home » Cerita Rakyat Sumatera Utara » Cerita Balige Raja Saturday, 19 August 2017 Cerita Rakyat Sumatera Utara Cerita Balige Raja   Alkisah Rakyat ~ Menurut cerita orang tua-tua kisah Balige Raja Purba adalah kira-kira sebagai berikut :   Pantombohobol mempunyai tiga orang anak, yaitu Tuan Didolok, Raja Pargodung dan Balige Raja. Waktu lahirnya Balige Raja kembar dengan Si Boru Tinandangan, sehingga rupa keduanya mirip dan sama cantiknya. Itulah sebabnya maka anak yang dua ini selalu sama-sama mulai dari kecil hinga besar. Menanjak ke masa muda-mudi, keduanya berniat untuk membentuk rumah tangga. Melihat keadaan itu, maka berkumpullah keluarga marga Simamora dan memutuskan agar kedua orang ini dipisahkan,dan tidak dibenarkan bertemu muka lagi. Sehingga bagaimanapun usaha keduanya untuk bertemu, tak dapat lagi terlaksana. Oleh karena itu pergilah Balige Raja merantau ketempat lain. L...

avatar
Sobat Budaya