Anak
308 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pemangsa anak buahnya setan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Sebuah desa yang dikenal dengan sebutan ARIPAN yang banyak orang belum mengenalnya, bahkan orang Padang sekalipun. Memang Aripan terkenal daerah bagian pelosok yang berujung pada jalan buntu. Namun, saya sebagai anak kelahiran Aripan sangat mencintai kampung halaman saya tersebut. Yang daerahnya masih sangat asri dan jauh dari polusi yang menyesakan serta desa yang masih tergolong kental akan budaya. Kali ini saya akan membagi sebuah cerita yang berkembang pada kampung halaman saya tersebut yakni, Pemangsa Anak Buahnya Setan   Aripan, memang terkenal dengan pemandangan hijau yang luas dan lepas. Yang telah lumrahnya bagi kami untuk sewaktu waktu saling berbagi tempat dengan penghuni-penghuni rimba. Di desa nan asri tersebut dahulunya hanya terdiri dari beberapa kepala keluarga. Dan anak-anakpun bebas bermain di desa tersebut. Pada suatu hari, sebuah keluarga yang telah lama mendiam disana panik dan menghimbau warga warga lainnya karena anaknya tak kunjung pulang hin...

avatar
Oskm18_19818024_rozi
Gambar Entri
Kain Non Tenun Sumatera Barat : Sulaman Suji | #OSKMITB2018
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Ketika  marak pulai  (pengantin laki-laki) diantar ke rumah  anak daro  (pengantin perempuan), jadilah sebuah pesta perkawinan adat Minangkabau yang dinamakan  baralek gadang  (pesta besar). Perempuan-perempuan muda yang belum lama menikah biasanya ikut dalam iringan arak-arakan. Mereka dinamakan  pasumandan,  artinya pengiring dari lingkungan yang baik-baik. Pasumandan pada saat itu memakai pakaian adat yang terbagus dan terbaru, baju yang dipakai mereka biasanya berwarna merah bercorak sulaman. Bagi orang awak , sulaman ini dinamakan suji .Ini kalau memakai satu warna benang. Jika memakai warna-warna benang yang berbeda dinamakan suji cair . Cair artinya memecah atau merambat, maksudnya warna tertentu merambat pada warna yang lain, dengan kata lain bernuansa. Umumnya ragam-ragam hias suji berupa corak-corak flora, seperti rangkaian bunga dan dedaunan. Penempatan warna benang sangat terkontrol dan terpilih antara ujung. Tengah, dan...

avatar
OSKM18_16418277_[Muhammad] Iqbal Rahmadhani
Gambar Entri
Upacara Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tabuik  adalah perayaan memperingati Hari Asyura (10 Muharam) yaitu mengenang  kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad Saw  yaitu Saidina Hassan bin Ali yang wafat diracun serta Saidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Iraq tanggal 10 Muharam 61 Hijrah (681 Masehi). Dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, tubuh Imam Husain yang sudah wafat dirusak dengan tidak wajar. Kepala Imam Husein dipenggal oleh tentara Muawiyah. Kematian Imam Husein diratapi oleh kaum Muslim terutama Muslim Syiah di Timur Tengah dengan cara menyakiti tubuh mereka sendiri. Tradisi mengenang kematian cucu Rasulullah tersebut menyebar ke sejumlah negara dengan cara yang berbeda-beda. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa tersebut juga diadakan di Bengkulu. Dalam perayaan memperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifahan kepada umat Islam...

avatar
Alamsrizanf
Gambar Entri
Mandoa pusaro
Ritual Ritual
Sumatera Barat

                       Mandoa pusaro secara bahasa terdiri dari dua kata yaitu ‘ Mandoa ’ artinya bedo’a dan ‘ Pusaro ’ artinya makam. Mandoa pusaro adalah sebuah tradisi dimana suatu keluarga atau kaum akan mengundang urang siak ( imam ) untuk memimpin do’a yang bertujuan untuk mendo’akan keluarga mereka yang telah mendahului mereka agar dilapanggkan kuburnya dan terhindar dari siksa kubur.           Jika sebuah keluarga yang melakukan tradisi mandoa pusaro, maka tradisi ini akan berlangsung dirumah keluarga tersebut. Namun, jika kaum yang melakukan tradisi ini, maka tradisi ini akan belangsung dekat kuburan atau makam kaum.           Tata cara penyelenggaraan tradisi ini yaitu :       Kaum atau keluarga menyediakan ataupun membawa makanan yang ditutup a...

avatar
OSKM18_16018109_Wafiq Azizah Nuhajjah
Gambar Entri
Makna Pakaian Kebesaran Pangulu Minangkabau
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Barat

Dalam adat Minangkabau, pemimpin disebut dengan Pangulu atau Penghulu yang diberi gelar Datuak .  Pangulu merupakan orang pilihan dari suatu suku atau kaum yang ditetapkan berdasarkan ketentuan adat yang nantinya akan memimpin anak-kemenakan serta masyarakat di negerinya.   Sebagai seorang pemimpin, Pangulu memiliki pakaian kebesaran yang tidak hanya sekedar pakaian saja tetapi juga memiliki makna simbolik dan makna yang tersembunyi didalamnya. Pakaian Pangulu terbagi menjadi 8 macam, yaitu : Deta (destar) Terdiri dari deta saluik dan deta bakaruik. Melambangkan akal yang berlipat-lipat,tidak mudah ditafsirkan dan mampu menyimpan rahasia Baju tanpa saku Berlangan lapang sedikit dibawah siku. Melambangkan bahwa penghulu tidak mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri Celana (longgar serta lapang) Melambangkan Kemampuan membuat langkah kebijaksanaan dengan gerak yang ringan,santai,tidak menyulitkan Kain Sampiang...

avatar
OSKM18_16018271_Ulva
Gambar Entri
Marandang
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Budaya Marandang adalah budaya masyarakat Sumatera Barat yang biasa dilakukan saat ada acara besar seperti hajatan atau sunatan anak. Budaya ini adalah budaya memasak randang beramai - ramai, biasanya ibu - ibu satu kampung. Randangnya dimasak diatas tungku besar yang nantinya akan dihidangkann di acara tersebut. Tungku tersebut terbuat dari tanah liat yang didalamnya diletakan kayu bakar, sedangkan alat yang digunakan sebagai wadah memasak biasanya adalah sejenis wajan yang cukup besar. Akhir - akhir ini biasanya kegiatan ini malahan diadakan sebagai kompetisi masak bersama jika ada kegiatan di kampung, akan tetapi hal ini sudah jarang dilakukan, walaupun masih ada di daerah tertentu yang mengadakan hal ini. Budaya ini menggambarkan kebersamaan suatu kaum yang sudah jarang ada   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918365_Samoa Isa Farrell
Gambar Entri
Malam Bainai dan prosesi Mandi-mandi
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam pernikahan adat minang, terdapat suatu prosesi yang harus dijalani oleh calon pengantin wanita atau disebut anak daro pada malam sebelum pernikahan berlangsung, yakni adalah malam bainai. Malam bainai adalah malam terakhir sang wanita minang atau yang disebut anak daro merasakan kebebasan berstatus lajang. Secara harfiah, bainai artinya melekatkan tumbuhan halus daun pacar merah yang dalam istilah Sumatra Barat disebut daun inai ke kuku-kuku calon pengantin wanita. Tumbukan daun inai ini akan meninggalkan bekas warna merah cemerlang di kuku setelah dipakai semalaman. Tujuan malam bainai ini untuk mendidik anak daro dalam segala bentuk gerak dan perilaku untuk mencapai tujuan hidup yang bahagia dengan senantiasa menghayati budi pekerti yang baik. Malam bainai ini dilakukan sehari sebelum pernikahan berlangsung. Pada acara malam bainai itu,wakil keluarga diberi kesempatan untuk memberikan doa restunya untuk melepas anak daro yang akan melangsungkan pernikahan itu. Karna itu, mal...

avatar
OSKM18_16318162_Hidayati Islami
Gambar Entri
Batagak Panghulu di Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Batagak Panghulu di Minangkabau   Batagak panghulu berarti meresmikan seorang datuk menjadi Panghulu. Dalam adat Minang peresmian atau pengangkatan seorang panghulu tidak dapat dilak ukan oleh keluarga yang bersangkutan saja. Malahan keseluruhan suku dilingkupi dalam satu kesatuan adat berupa (KAN) Kerapatan Adat Nagari inilah yang akan terlibat pula didalam nya nanti. Peresmian haruslah berpedoman dalam petitih adat Minang yakni " Maangkek Rajo sakato Alam - Ma'angkek Panghulu sakato Kaum ". Sebelum itu syarat-syarat  pribadi seorang panghulu juga harus dilihat, dimana jabatan panghulu di minangkabau di turunkan secara turun-temurun. Dari niniak turun ka mamak, dari mamak turun ka kemenakannya. Dimana yang berhak mendapat atau memakai gelar panghulu adalah kemenakan dekat, kemenakan di bawah dagu kata orang minang, artinya kemenakan yang setali darah menurut garis matrilineal. Panghulu adalah pemimpin kaum, pembimbing anak-kemenakan, dan men...

avatar
OSKM18_16318179_ADELIA KURNIADI
Gambar Entri
Tupai Janjang
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Tupai Janjang   Ampun baribu kali ampun, Ampunlah kami niniak mamak, Sarato sanak jo sudaro, Sapuluah jari kami susun, Maaf dipintak banyak-banyak, Kami mambukak kaba lamo … oii   Banda urang kami bandakan, Banda nak urang Koto Tuo, Kaba urang kami kabakan, Baduto kami tak sato … oii   Balayia kapa di Sibolga, Mamuek tantang Koto Panjang, Sialah konon nan takaba, Iyolah kaba Tupai Janjang.   Begitulah pantun pembuka dari dongeng Tupai Janjang yang berasal dari Minangkabau, yaitu Desa Piladang, Kecamatan Palembayan. Tupai Janjang adalah salah satu tradisi yang dimainkan oleh pemeran sambil menari dan memperagakan watak tokoh cerita yang dibawakan. Cerita Tupai Janjang mengisahkan sepasang suami istri, yaitu Datuak Bandaro dan Puti Linduang Bulan. Petani gigih namunbelum dikaruniai anak.  Suatu ketika Puti Linduang Bulan pun diberi hamil dan melahirkan. Anak yang dilahi...

avatar
OSKM18_19918227_Muhammad Wildan Arkan