1 euro fc points Besuche die Website Buyfc26coins.com. Schnell und sicher, top!.QeGC
391 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Motif kain batik srimanganti
Motif Kain Motif Kain
Banten

Motif kain batik srimanganti Motif dasar berbentuk tumpal bergerigi ganda dan ceplok lingkaran serta setengah bulatan dalam lingkaran. Variasi motif berupa pigura berbentuk segi empat, pada sudut-sudutnya yang berbentuk setengah lingkaran terdapat cecep dan booh dengan motif dasar segitiga daun. Memiliki variasi warna coklat yang dominan. Nama Srimanganti diambil dari nama ruang di keraton (Sri = Raja, Manganti = menanti) jadi yang dimaksud yaitu pintu gerbang yang beratap yang menghubungkan keraton. http://ridhosaputrabb23.blogspot.co.id/2016/02/motif-batik-banten.html?m=1

avatar
Rizky_07
Gambar Entri
4_Golok Salungkar
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Golok Sulangkar adalah Golok Kramat Asli Warisan budaya Banten dan Golok ini di Gunakan Masyarakat Banten Sebagai Senjata Saat Melawan Penjajah, Dahulu Orang Banten Menggunkan Golok Sulangkar ini di Oleskan dengan Racun Agar Melumpuhkan Musuh. Racun yang di Oleskan Adalah Ular Tanah, Katak Budug dan Kalajengking. Sulangkar asli terbuat dari besi pilihan diantaranya besi Pelat Hitam, yang disebut besi sulangkar, dan baja dari kihkir bekas, besi sulangkar yang digunakanpun harus besi pilihan yang mengandung besi yang sudah dipakai oleh orang-orang zaman dulu/bekas pakai (konon dipercayai besi Kuno Mengandng mistis yang kuat) seperti bekas material andong alias sado atau dokar hingga ranjang jaman dulu. Cara pembuatanyapun tidak mudah, bahan tersebut harus disatukan dengan cara dibakar terlebih dahulu, kemudian ditempa sampai menjadi satu. Lempengan besi kemudian dibentuk sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian setelah membentuk lalu difinishing agar jadi golok yang siap pakai...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
4_Congkrang
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Banten

Sejenis bedog yang bentuknya agak berbeda dengan bedog atau golok di mana bagian ujungnya melengkung ke bawah disebut congkrang atau arit. Fungsinya lebih banyak digunakan untuk menyabit rumput atau keperluan di kebun lainnya.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/03/senjata-tradisional-banten/  

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Bedug Banten
Alat Musik Alat Musik
Banten

Bedug merupakan  alat musik  yang bentuknya seperti gendang tetapi ukurannya lumayan besar dan kegunaannya dipercaya sudah cukup lama pada Indonesia. Bedug sebelumnya mempunyai fungsi untuk alat komunikasi tradisional seperti saat akan adanya kumandang adzan, hampir pada tiap daerah memakai  alat musik tradisional  ini. Bedug merupakan  alat musik  yang bentuknya seperti gendang tetapi ukurannya lumayan besar dan kegunaannya dipercaya sudah cukup lama pada Indonesia. Bedug sebelumnya mempunyai fungsi untuk alat komunikasi tradisional seperti saat akan adanya kumandang adzan, hampir pada tiap daerah memakai  alat musik tradisional  ini.  Selain itu bedug juga dipakai sebagai alat untuk memanggil warga atau isyarat yang lainnya, seperti tanda bahaya atau semacamnya. Bedug dibuat dengan sepotong batang kayu yang mempunyai ukuran lumayan besar (sekitar 1 m atau lebih) dan di bagian tengahnya diberi lubang seperti bentuk...

avatar
Oase
Gambar Entri
LEGENDA MASJID TERATE UDIK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Masjid Terate Udik   adalah nama sebuah masjid yang terletak di Kampung Terate Udik, Desa Masigit, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten. Masjid ini termasuk salah satu tempat ibadah umat Islam yang dikeramatkan oleh masyarakat Cilegon dan sekitarnya. Menurut cerita, bangunan masjid ini tidak bisa diabadikan oleh kamera ataupun sejenisnya karena hasilnya tidak pernah jadi atau tidak jelas (blur) atau bahkan hanya hitam saja.   Ilustrasi Masjid Terate Udik, Banten, Indonesia   Di Kampung Terate Udik, Provinsi Banten, terdapat sebuah mushola kecil yang dibangun oleh penduduk setempat secara bergotong-royong. Rumah ibadah tersebut didirikan di atas tanah wakaf milik  Ki Ahmad yang merupakan sesepuh desa sekaligus ulama yang terkenal kaya. Selain untuk tempat ibadah, mushola tersebut kerap digunakan sebagai tempat bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang me...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
LEGENDA BATU KUWUNG
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Batu Kuwung adalah sebuah obyek wisata pemandian air panas yang terletak sekitar 32 km arah selatan Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Batu kuwung berarti batu cekung, yaitu sebuah batu berbentuk cekung yang dapat mengeluarkan air panas. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, keberadaan sumber mata air panas ini disebabkan oleh sebuah peristiwa ajaib yang pernah terjadi di daerah itu.   Pada masa pemerintahan  Sultan Haji  (tahun 1683-1687 M), hiduplah seorang saudagar yang tinggal di sebuah desa di daerah Banten. Ia sangat dekat dengan sang Sultan. Karena kedekatannya tersebut, ia mendapat hak monopoli perdagangan beras dan lada untuk daerah Lampung. Tak heran, jika usahanya menjadi maju pesat, sehingga dalam waktu singkat ia menjadi saudagar kaya yang disegani. Hampir semua tanah pertanian yang ada di desa-desa sekitar tempat tinggalnya menjadi miliknya. Ia memiliki tanah itu dengan cara memeras warga, yaitu memberi hutang kepada mereka dengan b...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
KISAH SULTAN MAULANA HASANUDDIN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

MAULANA HASANUDDIN  merupakan seorang pendiri Kesultanan Banten. Ia juga bergelar  PANGERAN SABAKINGKIN  dan berkuasa di Banten dalam rentang waktu 1552 - 1570. SULTAN MAULANA HASANUDDIN berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Banten. Ia mendirikan Kesultanan Banten sekaligus menjadi penguasa pertama di kerajaan Islam tersebut. BERDASARKAN SEJARAH BANTEN, MAULANA HASANUDDIN MERUPAKAN SALAH SEORANG PUTERA DARI SUNAN GUNUNG JATI. Bersama Kerajaan Demak, Ia turut serta dalam penaklukan Pelabuhan Kelapa sekitar tahun 1527 yang waktu itu masih merupakan pelabuhan utama dari Kerajaan Sunda. Kemudian melanjutkan perluasan kekuasaan ke daerah penghasil lada di Lampung. Ia mendirikan benteng pertahanan yang dinamakan Surosowan dan kemudian menjadi pusat pemerintahan, setelah Banten menjadi kerajaan sendiri.     Seorang tokoh penyebar agama Islam di Banten bernama HASANUDDIN dengan gelar PANGERAN SABAKINGKIN atau S...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
KISAH DIBALIK PRASASTI MUNJUL
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

PRASASTI MUNJUL adalah sebuah prasasti bertuliskan aksara Pallawa yang terletak di tepi Sungai Cidangiang, Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Prasasti dengan bahasa Sansekerta tersebut ditulis oleh raja ketiga Kerajaan Tarumanegara, RAJA PURNAWARMAN (395-434 M.). Menurut cerita, Purnawarman menulis prasasti itu untuk mengabadikan sebuah peristiwa besar yang terjadi di daerah Munjul.   Pada masa dahulu perairan Ujung Kulon di sekitar Selat Sunda dikuasai oleh para bajak laut yang menjadi ancaman bagi para nelayan di daerah itu. Kaum perompak itu sering merampas ikan hasil tangkapan para nelayan. Pada masa pemerintahan RAJA PURNAWARMAN, terdapat suatu gerombolan bajak laut yang beranggotakan 80 orang. Kelompok bajak laut yang sering beraksi di perairan wilayah KERAJAAN TARUMANEGARA itu dipimpin oleh seorang yang sakti, ia bisa berubah wujud sesuai kehendaknya.   Pada suatu hari, gerombolan bajak laut itu sedang meramp...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Monumen Tigaraksa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Monumen Tigaraksa yang berbentuk seperti 3 orang yang sedang berdiri ini berlokasi di Tigaraksa, Tangerang. Terbuat dari material stainless steel dan tembaga menjadikan monumen ini terlihat modern meski dibalik itu semua ada sejarah yang tak terlupakan, yakni perjalanan tiga ksatria utusan pada masa kesultanan Banten. Dahulu kala ketika zaman penjajahan Belanda, terdapat banyak kerajaan di nusantara ini salah satunya kerajaan Banten. Saat itu diutuslah tiga prajurit yang bernama Aria Yudanegara, Aria Wangsakerta dan Aria Santika. Mereka merupakan utusan yang bertugas menyusun baris pertahanan dan perlawanan terhadap para penjajah. Oleh sebab perjuangan mereka di zaman dahulu, dibuatlah monumen ini untuk mengenang perjuangan tiga utusan tersebut, yang dari situ pula cikal bakal nama Tigaraksa yaitu Tigaraksa = tiga tiang. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16518399_Khairunnisa Rifdah