Apabila kamu pernah jalan-jalan ke Cirebon bersama orang tua, pasti pernah melihat kerupuk warna warni yang bergantungan di sepanjang toko oleh-oleh maupun perjalanan pulang ketika melewati jalur pantai utara (pantura). Ayo, siapa yang mengetahui. Apa nama kerupuk warna-warni itu? Ilustrasi Kerupuk melarat, Foto: Bandung.panduanwisata.com Kerupuk pasir, kerupuk khas Cirebon Selain kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi ataupun kulit kerbau. Cirebon yang dikenal sebagai kota Udang, memiliki kerupuk spesial. Apalagi namanya kalau bukan kerupuk pasir, atau dikenal dengan kerupuk melarat. Terbuat dari tepung tapioka, garam dan bawang putih, serta memiliki rasa gurih dan sangat renyah, kerupuk ini sangat pas jika disantap bersama dengan saus sambal atau buat cemilan. Asal mula nama kerupuk pasir dan cara mengolah Sebenarnya nama asli kerupuk tersebut bukanlah kerupuk pasir atau kerupuk melarat seperti yang sudah cukup di kenal seperti ini...
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010. (Sumber : Wikipedia)
Oli Jepret dan Bumbu Cocolnya. (Foto: bobo.grid.id/Aan Madrus) Oli jepret terbuat dari singkong yang diparut, diperas, dikukus, lalu ditumbuk. Hasilnya adalah bongkahan singkong kukus berwarna putih mirip uli dari ketan. Orang Jawa menyebut uli ketan itu jadhah. Sedangkan orang Sunda menyebutnya oli atau ulen. Menurut cerita, oli singkong disebut oli jepret, karena oli dari singkong lebih kenyal dibandingkan oli ketan, sehingga sulit dipotong dengan pisau. Untuk memotongnya, sebagian oli singkong ditarik dengan tangan. Ketika ditarik, oli yang tidak diperlukan akan ikut ketarik, lalu lepas. Seperti karet yang ditarik kemudian dilepas lagi. Meskipun tidak sampai berbunyi “jepret” seperti kalau kita melepas karet yang ditarik, oli singkong ini diberi nama oli jepret. Potongan oli jepret lalu dibentuk bulat pipih. Garis tengahnya kira-kira 5 cm.Oli jepret dimakan dengan serundeng kelapa. Serundeng ini terbuat dari kelapa parut yang disangray sampai ber...
Makanan atau pangan merupakan kebutuhan yang esensial bagi manusia. Keberadaan makanan tersebut dibutuhkan untuk menyusun tubuh, sebagai sumber energi, dan zat tertentu untuk mengatur proses metabolisme. Makanan merupakan salah satu unsur kebudayaan yang dipunyai oleh manusia. Kenyataannya, pengolahan bahan-bahan mentah hingga menjadi makanan, perwujudan, penyajian, dan cara-cara mengkonsumsinya senantiasa berhubungan dengan berabagai aspek sosial budaya suatu masyarakat. Beberapa diantaranya terkait dengan sistem ekonomi, sistem pelapisan sosial, dan sistem nilai budana. Eksistensi makanan dalam khidupan suatu masyarakat tidak terbatas hanya untuk memenuhi kepentingan tersebut. Ada nilai sosial atau makna lainnya yang tersirat dibalik rasa, warna dan bentuk suatu makanan.Nilai-nilai tadi terkristalkan melalui proses pemaknaan masyarakat sesuai dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan transendennya. Wujud akhir dari proses tersebut adalah terciptanya jenis dan bent...
Makanan atau pangan merupakan kebutuhan yang esensial bagi manusia. Keberadaan makanan tersebut dibutuhkan untuk menyusun tubuh, sebagai sumber energi, dan zat tertentu untuk mengatur proses metabolisme. Eksistensi makanan dalam khidupan suatu masyarakat tidak terbatas hanya untuk memenuhi kepentingan tersebut. Ada nilai sosial atau makna lainnya yang tersirat dibalik rasa, warna dan bentuk suatu makanan. Nilai-nilai tadi terkristalkan melalui proses pemaknaan masyarakat sesuai dengan lingkungan alam, lingkungan sosial, dan lingkungan transendennya. Wujud akhir dari proses tersebut adalah terciptanya jenis dan bentuk makanan berikut peruntukannya, seperti makanan untuk upacara adat atau kenduri, makanan untuk persembahan kepada entitas supernatural, dan makanan dibuat pada saat-saat tertentu. Makanan merupakan salah satu unsur kebudayaan yang dipunyai oleh manusia. Kenyataannya, pengolahan bahan-bahan mentah hingga menjadi makanan, perwujudan, penyajian, dan cara-cara...
Kliningan Tanji sebenarnya mirip dengan orkes tanjidor. Bedanya, dalam pertunjukannya juga dimainkan seperangkat gamelan salendro yang biasa mengiringi pertunjukan kliningan. Seperti halnya pertunjukan kliningan, dalam Kliningan Tanji penonton dapat menyaksikan juru kawih atau yang lebih dikenal dengan sebutan sinden. Para sinden akan menyanyi dengan diiringi musik gamelan salendro serta tanjidor. Alat musik tanjidor yang digunakan dalam pertunjukan Kliningan Tanji diantaranya adalah pliston dan trombon. Pertunjukan khas Bekasi tersebut juga dilengkapi dengan permainan piul atau biola. Sedangkan gamelan salendro yang turut mengiringi juru kawih menyanyi adalah bonang besar, bonang kecil, kecrek, dan jenglong. Ada juga kendang dan gong yang masing-masing berjumlah satu set. Juru kawih alias sinden menempati peran sentral dalam pertunjukan Kliningan Tanji. Dalam sebuah pertunjukan biasanya terdapat beberapa sinden. Lagu yang kerap ditampilkan dalam kesenian tradi...
Wayang kulit Bekasi sebenarnya masih sama latar belakangnya dengan wayang-wayang sejenis yang ada di Pulau Jawa. Yang membedakan antara wayang kulit Bekasi dengan wayang kulit daerah lain adalah faktor sosilogis dan pengaruh budaya lingkungannya. Perbedaan lainnya yaitu adanya tokoh yang lebih mirip dengan wayang golek misalnya Semar, Cepot, Udel dan Gareng, sementara Dorna digambarkan dengan wajah kearab-araban dengan memakai topi haji. Awalnya wayang kulit Bekasi dibawa oleh seseorang yang bernama Balentet. Setelah ia berguru di daerah Cirebon dengan membawa wayang kulit Pandawa Lima sebagai warisan gurunya, Balentet mematangkan ilmu pedalangannya di daerah Bekasi dengan mendatangi tiga orang guru pedalangan, diantaranya Mbah Belentuk, Mbah Rasiun dan Mbah Cepe. Sekitar tahun 1918, Balentet mulai mendalang hingga meninggal dunia pada tahun 1982. Sebagai dalang kondang di Bekasi, menjelang akhir hayatnya Balentet mewariskan keterampilan mendalangnya kepada putra-putranya, d...
Peninggalan kejayaan Kerajaan Galuh pada abad ke-14 Masehi masih dapat kita temui di situs Astana Gede Kawali. Keunikan dari peninggalan arkeologis yang terdapat di komplek situs tersebut ialah terdapat pengaruh tiga kebudayaan yang berbeda, yaitu budaya lokal, budaya Hindu, dan Islam. Beberapa tinggalan arkeologis yang ada antara lain 6 buah batu prasasti, 3 buah batu menhir, dan 11 buah makam. Astana Gede Kawali terletak di lahan seluas 5 hektar. Lokasinya berada di kaki Gunung Sawal dan bentang alamnya masih dikelilingi pepohonan yang rindang dan tinggi. Hal ini membuktikan bahwa lingkungan di sekitar situs masih terhindar dari ancaman kerusakan. Konon situs dinamakan Astana Gede karena terdapat sebuah makam yang ukurannya besar, panjang sekali dan berbeda dengan makam-makam lain pada umumnya. Dalam bahasa Sunda, astana berarti makam dan gede berarti besar. Namun ada pula yang berpendapat bahwa Situs Astana Gede merupakan tempat dimakamkannya orang-orang besar, atau dalam bahasa Su...