Dahulu kala, di pesisir pantai selatan Jawa Timur terdapat sebuah kampung yang damai dan tenteram. Kampung itu terkenal dengan nama Kampung Nelayan karena hampir seluruh penduduknya bekerja sebagai nelayan. Kampung Nelayan dipimpin seorang yang adil dan bijaksana. Semua yang dia lakukan untuk kesejahteraan penduduknya. Kesejahteraan dan kemakmuran Kampung Nelayan mengundang decak kagum dari kampung di sekitarnya. Tetapi juga menjadi incaran orang-orang jahat yang iri dan serakah. Suatu hari kampung tersebut diserang oleh kawanan perompak. “Jangan biarkan perompak menghancurkan kampung ini. Kita harus berjuang demi Kampung Nelayan! Majuuu!” dengan gagah berani, Kepala Kampung memimpin melawan perompak. Dalam perlawanan itu, Kepala Kampung terbunuh. Begitu juga sebagian besar para lelakinya. Beberapa lelaki yang tersisa, membawa putri Kepala Kampung yang bernama Dewi Jembarsari dan para wanita meningggalkan Kampung Nelayan....
Bahan-bahan : 250 gram Tepung Terigu 1 sdt Garam 2 butir Telur kocok lepas 2 sdm Pasta Pandan 750 ml Santan 300 gram Kelapa Parut 100 gram Gula Merah 50 gram Gula Pasir 1 sdt Garam 500 ml Air Cara membuat isian kelapa (unti/inti/enten") : Rebus air hingga mendidih lalu masukan gula merah, gula putih dan garam aduk terus hingga larut, setelah itu masukan kelapa parut dan terus di aduk hingga tercampur rata dan kering. Cara membuat kulit dadar gulung : 1. Campur tepung terigu, garam dan telur. Lalu tuangkan santan secara bertahap keadonan, dan mixer adonan hingga tercampur rata dan tidak ada gumpalan. Setelah itu tuangkan pasta pandan, dan aduk lagi hingga tercampur rata. 2. Panaskan wajan anti lengket (saya pakai teflon maxim yg diameter 20cm) hingga panas, lalu oles margarin. Tuang 1 sendok sayur adonan (bisa disesuaikan denga lebar wajan) ratakan dan masak hingga matang, angkat dan ulangi terus hingga adonan habis. 3. Isi kulit dengan kelapa lalu gulung dan hidangkan. catatan :...
Tidak ada yang lebih ditakuti rakyat Kadiri selain sang raja. Meski hidup makmur, dengan hasil panen melimpah dan ternak yang beranak-pinak, mereka tidak bahagia. Raja mereka adalah pemimpin sombong yang kejam. Begitu sombongnya, dia bahkan memerintahkan rakyat untuk menyembahnya sebagai dewa. “Akulah yang paling pantas untuk disembah. Akulah dewa kalian!” serunya lantang. Dan seperti biasa, seiring dengan diterapkannya suatu aturan, raja juga menetapkan hukuman yang berat bagi siapa saja yang melanggar. Rakyat Kadiri yang malang. Mereka terpaksa menaati perintah itu meskipun dalam hati menentangnya. Sejak saat itu, segala macam persembahan hanya ditujukan bagi raja. Rakyat tak lagi berdoa, mengadakan upacara, ataupun memasang sesaji untuk para dewa. Arca-arca dewa di kuil maupun candi diruntuhkan. Sebagai gantinya, patung-patung sang raja dibangun dengan megah. Para dewa akhirnya murka. “Mengapa manusia di Kadiri t...
Dewi Anjarwati berdiri di depan cermin. Ia mengenakan kerudung putih berenda pemberian suaminya. Rambut yang biasanya panjang tergerai, kini tertutup kerudung. Hanya beberapa helai rambut di atas dahi yang terlihat bergoyang diterpa angin. “Tidak bisakah kamu tunda keinginanmu, Nak?” tanya ibu Dewi Anjarwati sambil memasukkan nasi ke dalam rantang. Kepulan nasi dikibas-kibaskannya dengan caping agar uapnya hilang. Dewi Anjarwati menoleh, lalu berjalan mendekati ibunya. Kedua tangannya meraih tangan ibunya. “Maafkan saya, Ibu. Kali ini saya dan Kang Mas Baron harus berangkat. Mumpung belum masuk musim penghujan. Kata Kang Mas, jalan menuju Gunung Anjasmoro agak terjal.” Ibu Dewi Anjarwati menghela napas. Berat baginya melepas kepergian anak semata wayangnya. Meski ia tahu bahwa kepergian anaknya ditemani suaminya, Raden Baron Kusumo, orang sakti dari Gunung Anjasmoro. Namun, ia khawatir hal buruk akan menimpa anaknya. Mengingat...
K ayangan geger. Sesuatu telah menyebabkan guncangan. Seperti gempa. Petir menyambar, halilintar menggelegar. Saling bergantian. Bila dilihat dari kayangan, ada benda besar dari bumi yang terus naik ke atas. Puncaknya nyaris menyentuh batas kerajaan kayangan. “Astaga, apa gerangan yang terjadi?” Bidadari Biru bertanya-tanya sendiri sambil berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya. “Bidadari Biru, lekaslah. Batara Guru memanggil kita!” seru Bidadari Kuning memanggilnya. Bidadari Biru buru-buru menuju aula kerajaan kayangan. Di sana berkumpul para dewa. Batara Guru, sang pimpinan dewa, tampak berpikir keras. Bidadari Biru bergabung bersama enam bidadari lainnya. “Telah terjadi kekacauan di kayangan karena ulah Pangeran Arjuna,” jelas Batara Guru. Rupanya Pangeran Arjuna sedang bertapa di lereng sebuah gunung, untuk menambah kesaktian. Kekhusyukannya dalam bersemadi, menyebabkan munculnya sinar menyilau...
Reog menjadi salah satu kesenian khas Probolinggo Jawa Timur yang sudah terkenal di kalangan wisatawan asing. Kesenian yang biasanya diarak di jalanan ini selalu menjadi daya tarik bagi siapa saja yang menyaksikannya. Salah satu jenis kesenian reog yaitu Reog Rampak Galuh Jati. Dalam pertunjukannya, reog ini memainkan lakon yang mengisahkan prajurit Panji Asmara Bangun berangkat menuju hutan untuk melaksanakan bedhag pikat. Namun di tengah perjalanan para prajurit ini dihadang oleh Wadya Gandharwa yang ingin memakan para prajurit ini. Setelah itu, terjadilah peperangan antara Wadya Gandharwa dengan prajurit. Peperangan sengit ini pun pada akhirnya dimenangkan para prajurit Asmara Bangun Menang. Kesenian Rampak Galuh Jati ini biasanya dipentaskan pada acara-acara kirab budaya yang diselenggarakan Pemerintah Daerah. Seperti ada kirab budaya yang diselenggarakan Anjungan Yogyakarta di Taman Mini Indonesia Indah beberapa waktu lalu. Source: https://www.indonesiakaya.com/jelaja...
Berevolusi lewat adukan budaya Jawa, dan Madura, Batik Bondowoso didorong untuk mencerminkan karakter dinamis, egaliter, semi pragmatis, sekaligus ungkapan keinginan untuk eksis dan tampil berkarakter mengeksplorasi bentang alamnya yang indah. Motif tersebut biasanya dibuat atas dasar bentuk-bentuk alam seperti tumbuhan, manusia, hewan, benda mati (misalnya, tumbuhan, pegunungan, panorama alam, dan bangunan) dan sebagainya. Selain itu, para desainer dan calon desainer peserta pelatihan mendesain motif diajari bisa menjelaskan atau mengungkapkan pengalamannya atau pengalaman estetik desainer dan calon desainer. Eksplorasi motif dapat diambil dari berbagai sumber referensial, yaitu: Tanaman, hewan, manusia, gunung, air, awan, matahari, bulan, bintang, dan sebagainya; Kesukaan warna menjadi refleksi dari unsur budaya lokal Bondowoso yang sangat menjunjung tinggi harga diri, dan memunculkan ketegasan watak, dijadian ancangan dalam pengembangan desain. Tegas diartikan men...
Batik motif Daun Singkong bermula dari banyaknya tanaman Singkong, di Bondowoso. Umbinya yang dapat diproduksi menjadi jenis makanan tapai. Sejak dahulu, tapai berhasil membawa nama Bondowoso menjadi "Kota Tapai". Singkong merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Bondowoso. Beralasan jika Tapai menjadi jenis motif batik khas Bondowoso. Seiring dengan perkembangan zaman, batik khas Kabupaten Bondowoso tersebut dikenal masyarakat dengan motif batik daun singkongnya. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 mengukukuhkan motif batik Daun Singkong sebagai motif batik khas Kabupaten Bondowoso. Sumber: https://m.timesindonesia.co.id/read/157787/20171001/215953/jelajah-motif-batik-daun-singkong-hingga-kupukupu-di-bondowoso-republik-kopi/
Batik Dolly bermotif daun jarak yang dipadu dengan gambar kupu-kupu. Motif batiknya terdiri dari gambar daun jarak, buah jarak, dan kupu-kupu. Motif daun dan buah jarak sengaja dipilih untuk mewakili nama lokasi pembuatan, yakni kawasan Jarak. Sedangkan gambar kupu-kupu, bisa diidentikkan dengan ‘kupu-kupu malam’ yang puluhan tahun menghiasi kawasan Jarak. Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2017/11/28/batik-dolly-makin-terkenal-motif-jarak-dan-kupu-kupu-jadi-ciri-khas