Sasapian, istilah dalam Bahasa Sunda yang berarti Sapi-sapian, adalah satu pertunjukkan kesenian tradisional yang kerap dimainkan oleh sejumlah warga di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Sesuai dengan penamaan pertunjukkan ini, materi yang ditampilkan adalah replika dari hewan berjenis sapi. Replika sapi ini rangkanya terbuat dari potongan kayu dan bodinya dilapisi kertas atau kardus bekas. Setelah rangka dan bodinya terbentuk, selanjutnya dicat sesuai dengan warna kulit sapi. Umumnya berwarna hitam. Di bagian bawah atau di bagian perut sapi, sengaja dilubangi agar orang bisa masuk sekaligus untuk bisa mengendalikan replika sapi tersebut. Selain replika sapi dan orang yang mengendalikannya, ketika ditampilkan kesenian tradisional ini juga dilengkapi tetabuhan yang dimainkan oleh sejumlah orang. Alat musik yang dimainkan antara lain, calung, pianika, kendang, dan gong. Jadi, sasapian ini sekurangnya biasa dimainkan oleh tujuh...
Ada ungkapan yang sangat melekat dalam jiwa masyarakat dan lingkungan adat budaya bangsa di beberapa daerah di Jawa Barat, yaitu Guru Ratu Wong Atua Karo Wajib Sinembah. Artinya kepada guru, pemimpin, dan terutama orang tua kita harus selalu menghormati untuk menuju jalan bahagia dan selamat dunia akhirat. #OSKMITB2018
Silat Sera Buhun adalah salah satu aliran silat yang berada di Jawa Barat. Dari beberapa silat yang berkembang di Jawa Barat seperti silat Cimande, silat Cikalong, silat Syahbandar, dll., silat Sera Buhun adalah aliran silat yang paling sedikit praktisinya dan bahkan hampir punah. “Perguruan silat Sera di Indonesia bisa dihitung jari, itu juga termasuk yang sudah tidak aktif”, jelas Kang Asep Wahyu yang merupakan salah satu guru silat Sera di Bandung. Bahkan silat ini sempat dinyatakan punah dalam siaran televisi belanda tahun 2013 silam. Awal mulanya silat Sera ini dibuat oleh seorang panglima perang dari kerajaan Demak. Silat ini ditujukan sebagai silat untuk perang. Namun, silat ini hanya diajarkan turun temurun pada satu kalangan keluarga saja. “Namanya “Rukun wargi”, jadi hanya untuk keluarga dan saudara. Dulu itu kalau mau belajar silat Sera bakal ditanya ayahnya dan ibunya siapa, kalau tidak dikenal ya tidak boleh” tambah Kang Asep. Wal...
Mie kocok adalah hidangan mi bercitarasa kaldu sapi khas kota Bandung, Jawa Barat. Hidangan ini terdiri atas mi kuning yang disajikan dalam kuah kaldu sapi kental, irisan kikil (tendon kaki sapi), taoge, bakso, jeruk nipis, dan ditaburi irisan seledri, daung bawang, dan bawang goreng. Beberapa resep mungkin menambahkan babat sapi. Istilah kocok dalam nama hidangan ini merujuk kepada proses memasaknya, yaitu mengocok-ngocok mi dalam wadah logam bolong-bolong bergagang, seraya mencelupkannya ke dalam air panas.Jenis mi yang digunakan adalah mi kuning gepeng yang bertekstur lebih lembut. Resep dasar mie kocok adalah mi, kuah kaldu sapi dan kikil sapi. Akan tetapi terdapat beberapa variasi penyajiannya dengan tambahan bahan makanan tertentu. Misalnya ditambahkan daging sapi, bakso, bahkan babat sapi. #OSKMITB2018
Permainan ini sudah tidak asing lagi karena sudah ada sejak nenek moyang kita dahulu. Namun saat ini permainan tersebut sudah jarang dimainkan, baik di desa atau di kota. Yang akan saya bahas kali ini yaitu permainan tradisional berupa egrang yang ada di Jawa Barat khususnya di daerah tempat tinggal saya Kabupaten sukabumi yang di kenal dengan nama egrang (jajangkungan). Permainan Egrang cukup terkenal di daerah tempat tinggal saya. Permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak usia 7 sampai 13 tahun(anak SD, SMP). Tetapi tidak jarang anak yang duduk di bangku TK pun sudah bisa memainkannya dan orang dewasa pun ikut memainkannya. Permainan egrang ini dipandang sebagai permainan yang menyenangkan, menantang, dan tidak memakan biaya yang mahal untuk membuat alat permainan tersebut. Cara bermain Egrang yaitu diawali dengan 2 anak atau lebih dari garis start, Jika sudah ada aba-aba mulai maka para pemain akan berlari dengan menggunakan Egrang tersebut jika terjatuh di tengah jalan mak...
Nasi timbel, merupakan makanan Sunda, Jawa Barat. Zaman dahulu nasi timbel merupakan bekal makanan yang biasa dibawakan untuk para petani makan di sawah . Bekal tersebut merupakan nasi yang masih hangat yang baru saja matang dan dibungkus oleh daun pisang. Daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus akan menambah rasa pada nasi hangatnya. Perbedaan nasi timbel dengan nasi - nasi lainnya adalah nasi timbel dibungkus oleh daun pisang dan nasinya pun 'pulen', tidak terlalu lembek, dan tidak terlalu keras. Nasi timbel biasanya dilengkapi dengan berbagai pilihan dari mulai, ayam goreng, ayam bakar, maupun hanya dengan sepotong asin jambal roti. Tentunya nasi timbel ini dilengkapi oleh sambal dan lalapan.
Kesenian tradisional di era globalisasi semakin tak dikenal, dan bahkan terancam mengalami kepunahan. Kaum pribumi lebih banyak mengenal budaya dan seni modern dibandingkan dengan kesenian tradisional. Namun tak sedikit daerah-daerah di Indonesia yang masih melestarikan kesenian tradisional daerahnya. Salah satunya kesenian surak ibra dari kabupaten Garut. Kesenian surak ibra ini berasal dari kampung Sindangsari, desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Kesenian tradisional ini juga dikenal dengan istilah boboyongan. Masyarakat kampung Sindangsari berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional daerah mereka.Setiap kesenian biasanya memiliki makna filosofi tersendiri. Menurut sejarah, kesenian surak ibra ini lahir sebagai bentuk perlawanan kaum pribumi terhadap kekejaman pemerintah kolonial Belanda serta menggambarkan kegotong-royongan serta keinginan untuk mandiri. Hal itulah yang menyebabkan kesenian ini dimainkan oleh 40 hingga 100 orang pemain. Adapu...
Rampak gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Sesuai dengan namanya, Rampak Gendang merupakan kesenian yang menggunakan gendang atau kendang sebagai media utamanya. Selain gendang, pertunjukan rampak gendang ini juga ditemani dengan berbagai macam alat musik seperti bonang, goong, rebab, kenong, demung, peking, saron I dan II, serta rincik. Rampak berasal dari bahasa sunda yang berarti serempak atau bersama-sama sehingga rampak gendang dapat dikatakan bermain gendang bersama-sama. Rampak gendang dimainkan oleh lebih dari dua orang dan semua pemain menggunakan kostum yang sama. Mereka mengenakan pakaian tradisi sunda yaitu Takwa, sinjang dan udeng (ikat kepala). Tetapi untuk penabuh gendang, mereka mengenakan pakaian khusus yang berbeda yaitu terdapat motif sunda dengan warna menarik yang seragam. Pada saat pertunjukan dimulai, para pemain akan naik ke panggung dan menempati posisinya masing-masing sesuai dengan alat musik yang dimainkan. Begitu aba-aba dari salah...
Sebagai sebuah negara yang terdiri dari berbagai suku, bahasa serta pulau pulau yang membentuk sebuah kesatuan, negara Indonesia tentu memiliki banyak cerita yang selalu menarik untuk di bahas, baik itu cerita masa lalu maupun cerita modern yang terjadi setelah Indonesia menjadi negara merdeka. Mengingat ada banyaknya suku, bahasa dan pulau pulau yang ada di Indonesia tentu saja masing masing daerah memiliki cerita yang kadang menjadi salah satu ciri dari sebuah daerah, sebuat saja sebuah cerita tentang candi prambanan yang saat ini menjadi ikon dari masyarakat Jogjakarata, dan tentu masih banyak lagi cerita dari daerah lainnya di Indonesia, dan cerita cerita semacam itu di kenal dengan sebutan cerita rakyat dimana cerita seperti ini diasanya di ceritakan secara turun temurun. Mengenai benar atau tidaknya kejadian yang ada di dalam sebuah cerita rakyat memang terkadang masih patut di pertanyakan, namun terlepas dari semua itu, cerita rakyat biasanya sel...