budaya
4.809 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mitos Maung Panjalu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Mempelajari sejarah dan kebudayaan Panjalu tidak akan lepas dari berbagai tradisi, legenda, dan mitos yang menjadi dasar nilai-nilai kearifan budaya lokal, salah satunya adalah mitos Maung Panjalu (Harimau Panjalu). Sekelumit kisah mengenai Maung Panjalu adalah berlatar belakang hubungan dua kerajaan besar di tanah Jawa yaitu Pajajaran (Sunda) dan Majapahit. Menurut Babad Panjalu kisah Maung Panjalu berawal dari Dewi Sucilarang puteri Prabu Siliwangi yang dinikahi Pangeran Gajah Wulung putera mahkota Raja Majaphit Prabu Brawijaya yang diboyong ke Keraton Majapahit. Dalam kisah-kisah tradisional Sunda nama Raja-raja Pajajaran (Sunda) disebut secara umum sebagai Prabu Siliwangi sedangkan nama Raja-raja Majapahit disebut sebagai Prabu Brawijaya. Ketika Dewi Sucilarang telah mengandung dan usia kandungannya semakin mendekati persalinan, ia meminta agar dapat melahirkan di tanah kelahirannya di Pajajaran, sang pangeran mau tidak mau harus menyetujui permintaan isterinya itu dan d...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Batu Naga & Ambu Naga Runting
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Di  Gunung Tilu, Dusun Banjaran, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ada batu bergambar naga yang sampai sekarang masih menyimpan misteri. Selain gambar naga, ada juga gambar pria botak memegang senjata dan seorang punakawan. Misteri batu naga tersebut mengundang banyak ahli untuk menelitinya, karena jika melihat letak batu dan gambar-gambar yang terpasang, diduga ada pesan yang ingin disampaikan. Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI), Ali Akbar mengatakan, relief yang terpahat pada batu naga di Dusun Banjaran, terus diteliti dan hasilnya semakin menarik. Menurutnya, pada satu sisi batu tersebut terlihat jelas gambar gunung, dua tiang, dan dua orang yang sedang duduk mengapit tiang tersebut. Kemungkinan besar, lanjut Ali, Gunung Tilu itu diibaratkan alam tertentu oleh pemahat dan orang di zaman itu. "Alam kahyangan atau kedewataan yang dapat dimasuki melalui pintu gerbang. Kedua tiang menggambarkan pintu masuk atau gerbang yang dijaga dua orang figur," jelasnya....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Ki Penganjang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Alkisah, ada seorang pemuda yang sedang menyambit rumput di wilayah Sindang. Ketika ia sedang asyik-asyiknya menyabit rumput turun hujan gerimis. Tidak lama kemudian terlihat ada pelangi. Sang penyabit rumput melihat ujung pelangi jatuh di sebuah sumur milik masyarakat setempat. Merasa heran, pemuda tadi mendekati sumur, namun ia tertegun karena di sumur tersebut ada tujuh orang bidadari yang sedang mandi.   Saat ia memperhatikan ketujuh bidadari yang cantik jelita tersebut, terbersit di dalam hatinya untuk mempermainkan salah seorang bidadari. Ia mengambil salah satu baju yang disimpan tidak jauh dari sumur. Setelah merasa cukup bersenang-senang mandi, pada bidadari hendak pergi ke tempat asalnya, kayangan. Setelah mengenakan pakaian, ternyata masih ada salah seorang bidadari masih sibuk mencari pakaiannya. Namun, karena teman-temannya sudah tidak sabar menunggu, akhirnya ia berkata, “Tinggalkan saja aku di sini, nanti jika pakaiannya sudah ketemu akan me...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sejarah Desa Tugu, Indramayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Satu legenda yang umum diketahui masyarakat Tugu adalah tokoh tunggal Nyi Lapda Kriya. Konon pusaka beliau adalah selendang, yang apabila dikibaskan maka muncullah nyala api. Berangkat dari versi itu, baik adanya kita urai kembali sejarah Tugu. Konon, Tersebutlah tiga pendekar, Ki Maya, Ki Nampa Subaya, dan Nai Lapda Kriya. Tiga pendekar seperguruan ini, setelah dirasa cukup memiliki ilmu. Merekapun ingin mengamalkan ilmunya di timur Kali Cimanuk, yang disebut juga Alas Kedung Penjalin. Ki Maya dan Ki Nampa Subaya dikarenakan seorang laki-laki maka dibekalilah perkakas seperti golok, pedang, wadung. dan lainnya. Nai Lapda Kriya ditugaskan hanya membantunya. Nantinya digunakan sebagai alat membabad alas. Lantas mereka bertiga pamit undur diri kepada sang guru. Setelah beberapa hari babad alas, satu persatu pohon pun bertumbangan, dan menjadi kering. Nai Lapda Kriya pun tak mau hanya berdiam diri. Pikirnya, kenapa daun yang kering ini tidak dibakar saja, supaya lebih cepet dan meringa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Meuen Galah
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meuen Galah adalah permainan tradisonal masyarakat aceh yang telah turun temurun menjadi warisan budaya. Permainan ini dimainkan oleh 10 peserta yang dibagi menjadi 2, yaitu sebagai lawan. Permainan ini membutuhkan tempat yang agak luas. Karena arena meuen galah berbentuk persegi panjang dengan lebar kira-kira 4 meter dan panjang 10 meter yang dibagi menjadi 6 persegi.Awalnya 5 peserta masuk dalam persegi di sisi awal kemudian berusaha melepaskan diri dari hadangan peserta lain yang bertugas menjadi penjaga. Jika pemain dapat meloloskan diri dari semua penjagaan lawan dan berhasil mencapai sisi persegi akhir dengan tidak ada satupun anggota yang tertangkap, maka dia keluar sebagai pemenang. Permainan ini memiliki beberapa manfaat. Selain melatih ketangkasan dan kerjasama sebuah tim dalam meraih kemenangan, permainan ini melatih anak-anak untuk bersosial dengan baik antar sesama.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kande, Pelita zaman kesultanan
Ornamen Ornamen
Aceh

Peninggalan sejarah menjadi barometer peradaban suatu penduduk, tingkat sosial, teknologi dan politik sebagian besar dipelajari dengan peninggalan-peninggalan sejarahnya. Salah satu hasil budaya manusia sebagai bukti dari perwujudan ide, perasaan, keterampilan dan daya imajinasi adalah dihasilkannya bermacam-macam kerajinan fungsional salah satunya adalah  kande  (lampu). Kande atau Lampu yang biasa digunakan zaman kerajaan Aceh sebagai penerang baik dalam ruangan maupun diluar. Bentuk-bentuk kande pun berbeda-beda biasanya tergantung golongan yang menggunakannya, Dilihat dari segi perkembangan teknik, motif atau ornamen serta bahan pembuatannya tentu terkandung makna filosofis bagi masyarakat pemakainya/pendukungnya. Jenis-jenis kande yang dikenal di aceh antaralai: Pertama ada namanya,  Lampu gantung 5 sumbu   (panyot limong dan tujoh mata) . Sebuah lampu duduk bertingkat, terbuat dari tembaga. Tiang serta tempat sumbu berukir. Tingkat pertama terdiri dar...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Peutroen Aneuk atau Turun Mandi
Ritual Ritual
Aceh

Aceh tediri dari masyarakat mulikultural dengan berbagai ragam budaya yang unik dan variatif, meskipun secara umum budaya aceh hampir sama disetiap daerahnya namun ada beberapa bagian tertentu disetiap daerah terdapat keunikan tersendiri sehingga menjadi keanekaragaman yang mencitrakan identitas daerah tertentu, salahsatunya adalah tradisi  peutroen aneuk  (turun mandi). Sebelum prosesi berlansung, bayi akan di  peusunteng  (ditepung tawar) oleh pihak keluarga. Masyarakat adat yang masih kental dengan tradisi, akan terus melestarikan budaya dengan cara melaksanakan setiap tradisi dengan sentuhan budaya yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Begitu juga dalam melaksanakan acara  “Peutron Aneuk U Tanoh”  atau dikenal dengan turun mandi yang biasaya dilakukan setelah umur 44 hari si bayi. Rangkaian tradisi turun mandi diawali dengan acara peucicap, dimana tokoh agama setempat akan mengoles madu, makanan dan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Reuhab, Adat Kematian di Nagan Raya
Ritual Ritual
Aceh

Reuhab adalah adat yang sangat kental dengan budaya masyarakat Alue Tuho, Nagan Raya, Nangroe Aceh Darussalam. Reuhab berarti kamar sakral yang didiami pada saat ada seseorang meninggal dunia. Tradisi ini sangat berpengaruh terhadap dalam kehidupan masyarakat Alue Tuho karena dianggap suatu penghinaan jika tidak melakukan ritual kematian ini. Selain dianggap sebagai kamar sakral untuk orang yang meninggal, Reuhab juga berarti barang yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal. Biasanya barang yang ditinggalkan adalah pakaian terakhir yang dipakaioleh yang meninggal dan disimpan di dalam kamar yang di sakralkan selama 40 hari. Tatacara Reuhab dengan melakukan pengajian yang mengundang tokoh agama setempat. Dalam pengajian tersebut, keluarga yang ditinggalkan juga menyertakan benda-benda wajib yang turut didoakan dalam pengajian tersebut, seperti baju yang terakhir, kain, dan tikar pandan yang dipakai untuk mengangkut mayat. Selain itu, disertakan juga dua buah bantal guling,...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Sejarah Desa Sumuradem, Sukra, Indramayu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Pada zaman dahulu, saat cerita Legenda Asal Mula Desa Sumuradem berlangsung, daerah sumuradem dan sekitarnya merupakan daerah yang belum terjamah oleh kecanggihan teknologi. Contoh konkret, sumur merupakan satu-satunya alat yang digunakan sebagai penanganan sir bersih. Tidak ada listrik, pam, dan sejenis alat yang digunakan untuk menghasilkan air bersih. Saat ini berbagai peralatan teknologi super canggih yang biasanya hanya ditemukan di daerah perkotaan, sudah mulai menyentuh salah satu daerah terpencil kabupaten indramayu ini, sebagai alat penunjang kehidupan. Jika pada zaman dahulu, penduduk indramayu termasuk desa sumuradem merupakan penduduk yang memiliki kestabilan ekonomi merata. Tidak ada penduduk sangat kaya atau sangat miskin, semuanya penduduk berpenghasilan hampir sama. Namun, pada saat ini, keadaan tersebut berbalik arah. Sebagian besar penduduk indramayu termasuk desa sumuradem adalah seorang petani dan nelayan, baik sebagai pemilik maupun pekerja (buruh). Petani yang...

avatar
Deni Andrian