HARI PAHLAWAN
298 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lenong Preman
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Di usia yang sudah 492 tahun, Jakarta tak bisa lepas hubungannya dengan betawi juga dengan berbagai macam keseniannya. Namun, kesenian yang menjadi ciri khas jakarta mulai tergilas oleh kemajuan jaman dan teknologi juga yang lainnya. Sebagai generasi muda, menjadi sangat prihatin melihat kondisi kesenian tradisional betawi semakin redup tergilas. Semakin miris ketika kehidupan sehari hari hanya melihat ondel ondel berkeliling dari kampung ke kampung.  Apakah hanya itu kesenian betawi? Tentu tidak, ada kesenian lain yang membuat saya tertarik ketika melihatnya di Kampung Setu Babakan Jakarta Selatan. Kesenian tersebut adalah pertunjukkan lenong, khususnya lenong preman. Lenong preman adalah salah satu jenis lenong betawi yang menceritakan tentang kehidupan sehari hari di lingkungan betawi lengkap dengan anekdot dan ungkapan ungkapan lucu yang tentunya menggunakan logat betawi. Kesenian ini dulu cuma sedikit yang mampu untuk menghadirkannya karena butuh tempat yang cukup luas...

avatar
OSKM18_16418154_Rifqi Naufal Harnendy
Gambar Entri
Sapaan "Lo Gue" di Masyarakat Jakarta
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

SAPAAN “LO GUE” DI MASYARAKAT JAKARTA Kalau kita ke Jakarta, atau berbicara dengan orang yang berasal dari Jakarta, pasti familiar dengan percakapan berikut, “Gue kesana dulu ya” “Apa kabar lo?” Yang menjadi khas dari percakapan tersebut ialah sapaan yang digunakan oleh mayoritas warga Jakarta, yaitu “lo” dan “gue”. “Lo” (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “lu” dan “lau” sebagai versi alay -nya) merujuk pada lawan bicara, yang dalam bahasa Indonesia sama seperti “anda”, “kamu”. Sementara “gue’ (atau dalam prakteknya sering diucapkan sebagai “gua” dan “gw”, “w” dalam percakapan di dunia maya) merujuk pada orang pertama, yang falam bahasa Indonesia sama seperti “aku”, “saya”. Yang perlu diketahui disini adalah konteks penggunaan kata sapaan ini, yaitu hanya saat ber...

avatar
OSKM18_16918101_Farras Ezra Carakapurwa
Gambar Entri
Goreng Asem
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran ketika anda mendengar tentang Kota Jakarta? Kebanyakan orang mungkin menjawab Monas, ibukota Indonesia atau hal lainnya. Tapi pernahkah anda memikirkan atau bahkan tahu tentang makanan asal Jakarta yang bernama goreng asem? Nah, artikel ini akan membahas sedikit tentang makanan satu ini. Goreng asem adalah makanan Betawi yang biasa disajikan saat acara-acara, seperti pernikahan, ataupun sehari-hari sebagai lauk di rumah. Seperti namanya, rasa dari makanan ini adalah asam. Bahan-bahan yang digunakan hampir mirip dengan sayur asem. Namun berbeda dengan sayur asem yang semua bumbu dan bahannya direbus, bumbu dan bahan goreng asem ini digoreng. Cara memasaknya juga tidak terlalu sulit. Pertama, masukkan bawang merah dan cabai yang sudah diiris. Kemudian masukkan juga daun salam, lengkuas, sedikit terasi, dan udang kering. Bahan-bahan tersebut lalu digoreng. Setelah itu, masukkan tomat, kacang panjang, jagung muda, tempe, air asem jawa, dan...

avatar
OSKM_16118050_Filia Natania
Gambar Entri
Lebaran Betawi @setubabakan
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Lebaran yang biasanya dirayakan adalah lebaran di hari raya idul fitri dan idul adha. Tapi kali ini ada yang beda dengan masyarakat betawi, mereka memiliki lebaran lainnya selain kedua lebaran itu, yaitu lebaran betawi. Lebaran betawi adalah acara dimana masyarakat betawi dari berbagai daerah berkumpul dan bersilaturahim. Lebaran betawi diadakan setelah lebaran idul fitri. Lebaran betawi biasanya diadakan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Tapi semenjak tahun 2017, lebaran betawi diadakan di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Setu Babakan merupakan perkampungan budaya betawi yang telah ditetapkan oleh gubernur DKI Jakarta di tahun 2000. Alasan mengapa pemerintah DKI Jakarta memindahkan lebaran betawi ke setu babakan adalah untuk menhemat biaya dan memelihara taman agar tetap rapi. Dalam Pelaksanaannya, lebaran betawi biasa diadakan setelah lebaran idul fitri selama tiga hari. Selama tiga hari tersebut banyak ditampilkan kesenian betawi seperti sohibul hikayat, musik tanjidor, p...

avatar
Oskm18_16718384_umniyati Khairunnisa
Gambar Entri
Koin Pepaya
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Koin pepaya merupakan salah satu permainan tradisional yang dilombakan dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 agustus. Permainan ini biasa dimainkan oleh anak anak, baik laki laki maupun perempuan. alat dan bahan yang diperlukan adalah: 1. Pepaya muda 2. Arang yang ditumbuk halus 3. Minyak makan 4. Koin Rp. 200, Rp. 500, dan Rp. 1000 sebanyak yang diinginkan 5. Tali rafia cara membuat: 1. Memasukkan koin rupiah ke dalam pepaya muda (jangan terlalu dalam dan diberi jarak antar koin) 2. Mengoleskan minyak dan arang halus  pada permukaan pepaya muda 3. Mengikat pepaya pada tali rafia dan menggantungkannya pada tiang. Cara memainkan permainan tradisional ini adalah mencari 4 peserta untuk mengikuti lomba ini, dan saat waktu dimulai para peserta berlomba mengambil koin sebanyak banyaknya yang berada dalam pepaya tersebut dengan menggunakan mulut mereka (tangan diletakkan dibalakang) Untuk mengambil koin...

avatar
Oskm18_16318032_reinaldyramli
Gambar Entri
Tehyan
Alat Musik Alat Musik
DKI Jakarta

Tehyan merupakan alat musik gesek hasil akulturasi budaya Tiong Hoa dengan budaya Betawi. Alat musik Tehyan biasa digunakan dalam kesenian gambang kromong, lenong, dan ondel-ondel. Namun saat ini, alat musik Tehyan jarang diketahui masyarakat karena langkanya orang yang memainkan alat musik ini. Walaupun alat musik ini sudah sangat jarang kita temui, tapi di daerah Jakarta Barat masih ada beberapa orang yang memainkan alat musik ini. Kebanyakan dari mereka memainkan alat musik ini di tempat makan pinggir jalan untuk mencari nafkah. Namun tidak ada anak muda yang terlihat memainkan ini, semuanya adalah orang yang bisa dibilang sudah usia lanjut. Tangga nada pada Tehyan adalah Diatonis,yaitu tangga nada yang mempunyai dua jarak tangga Nada yaitu satu dan setengah. Alat musik tradisional Jakarta Tehyan bisa dibilang cukup sulit dan berebeda dengan instrumen musik lainnya. Tehyan dibedakan menjadi 3 jenis, perbedaannya terletak pada ukurannya .Dengan perbedaan ukuran i...

avatar
OSKM18_16918069_Rheza Andrianto
Gambar Entri
Betawi Pulang Aji
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Setiap daerah pasti memiliki tradisi dalam menyambut kepulangan jamaah haji ke kampung halamannya, termasuk di Betawi. Orang Betawi mengucapkan kata "haji" dengan "aji". Sampai saat ini, tradisi ini masih ada dan dijalankan di beberapa tempat di daerah DKI Jakarta yang masih kental adat dan budayanya. Menurut beberapa sumber yang saya kutip, seminggu setelah Lebaran Aji, suasana kampung akan ramai. Keluarga yang anggotanya menunaikan ibadah haji, akan sibuk mempersiapkan rumah mereka dalam rangka menyambut kepulangan jemaah haji tersebut. Warga kampung pun tak terkecuali ikut dalam hingar-bingar kepulangan jamaah haji tersebut. Di ruang tengah, ruang tamu, sudah digelar tikar atau karpet dan disiapkan kasur di atasnya. Disiapkan juga masakan khas Betawi, terutama sayur asem, pecak ikan gurami, dan sebagainya. Saat rumah dibersihkan dan disiapkan, sebagian keluarga yang lain akan pergi menjemput keluarganya yang tiba dari Tanah Suci.  Kemudian, begitu jamaah haji sampa...

avatar
Siwiadwitiya
Gambar Entri
Kontroversi Si Pitung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

          Tentu saja banyak orang sudah mengetahui tentang cerita rakyat/legenda Si Pitung. Dalam istilah sejarah disebut “Folklor” atau cerita rakyat yang turun menurun sudah melegenda. Dikenal sebagai “Robin Hood”, Pitung dan komplotannya merampok dari orang-orang kaya Belanda dan memberikan hasil curiannya kepada orang-orang yang membutuhkan disekitar Jakarta. Di mata Belanda dia adalah perampok, namun di mata Betawi dia adalah pahlawan. Banyak versi mengenai cerita Si Pitung, sehingga kematiannya pun masih jadi kontroversi.  Ada yang bilang Pitung dibunuh dengan peluru emas seorang tentara Belanda, ada juga yang bilang  jenazah tubuh Pitung dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan dikuburkan di tempat yang terpisah karena jika dikuburkan dalam satu tempat yang sama, jenazah Pitung bisa hidup kembali. Bahkan sampai saat ini, belum ada orang yang bisa memastikan dimana jenazah tokoh tahun 1800-an ini disemayamkan. &...

avatar
OSKM_19818180_Zharfa Miranda
Gambar Entri
Gambang Kromong
Alat Musik Alat Musik
DKI Jakarta

Gambang kromong adalah akulturasi budaya Tionghoa dan Betawi. Ya, Betawi. Suku betawi memang identik dengan Jakarta, tapi secara penyebarannya suku Betawi sekarang dapat kita temui di sekitaran kota Tangerang, Bekasi, Depok, dan daerah pinggiran Jakarta.  Terciptanya Gambang Kromong berawal dari tiga alat gesek Khas Cina. Yaitu Tehyan, Kongahyan, dan Shukong. Seiring berjalannya waktu dan adanya pengaruh dari budaya jawa dan sunda, maka alat kesenian Gambang Kromong bertambah jumlahnya seperti Kromong (kenong) dengan jumlah 10 buah yang terbuat dari plat besi atau perunggu, kecrek serta gendang. Tak hanya penambahan alatnya saja yang mengalami perubahan, irama musik gambang kromong berselendro Cina tak luput pula berubah seiring dengan adanya akulturasi dari suku Jawa, Sunda dan Timur Tengah. Kemudian merubah alunan musik Gambang kromong yang kita kenal sekarang sebagai musik Suku Betawi. Gambang Kromong kini digunakan untuk mengiring pengantin ditambah Tari Cokek Betaw...

avatar
OSKM_19918180_Raihan Firdaus