Patung Arjuna Wijaya di depan Kantor Kementerian Pariwisata. (Foto: Dok. jakarta.go.id) Patung tersebut menggambarkan sosok Arjuna dan Batara Kresna yang tengah mengendarai kereta kuda. Patung Arjuna Wijaya sendiri memiliki pesan tersirat jika hukum yang harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Hal itu juga tergambar dari pertempuran Arjuna melawan Adipati, yang merupakan saudaranya sendiri. Patung yang dibuat pada 1989 silam ini memiliki panjang 15,8 meter. Sementara untuk tinggi patung kuda sekitar 1,87 meter dan fitur Arjuna setinggi 2 meter. Jika pertama kali dilihat, pasti kamu mengira ada lebih dari 10 ekor kuda. Namun, sebenarnya hanya ada 8 ekor saja, sementara sisanya merupakan bayangan. Kedelapan patung tersebut juga memiliki makna, yang berarti jika seorang pemimpin harus hidup berdasarkan delapan unsur penopang kehidupan. Delapan unsur itu juga sesuai dengan filsafat kepemimpinan 'Asta Barata'....
Petis, bumbu khas Jawa Timur yang bikin kangen penggemarnya. Tapi tak semua orang Indonesia dari daerah lain familiar dengan bumbu berwarna hitam legam dan berbau menyengat ini ;-). Sahabat baik saya dari Bali misalnya, dia mengaku belum pernah seumur-umur hidupnya memasak dengan bahan petis. Di sisi lain, bagi masyarakat Jawa Timur, kehadiran Petis adalah mutlak untuk sajian Rujak Cingur!! Nah bagi anda yang mungkin masih asing dengan bumbu eksotis ini, silahkan berkenalan dengan Petis via resep sederhana ini. Kalau anda penggemar sambal, sajian sambal khas dari Blora ini adalah menu yang tepat. Bahan dan bikinnnya gampang, tapi rasanya hmmmm pedaaaaaaaas, gurih dan lezat. Selamat Mencoba, sambal ini bisa2 bikin anda ketagihan ;-) Catatan: Dalam resep asli sambal petis tahu blora, bawang putih diulek mentah, tapi resep ini sudah saya modifikasi dengan menggoreng bawang putih lebih dulu, menurut saya rasanya lebih enak dan bau tidak terlalu menyengat. Silahkan pilih cara y...
Prasasti Pandak Badung (1071 Masehi) adalah sebuah prasasti yang ditemukan di desa Bebetin, kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Prasasti ini berbahasa Bali Kuna. Teks Ingcaka 993, Jyesta masa, tithi titiya Cuklapaksa Wa, Untuk, Wr, Wara gumrg, irika diwaca paduka Haji Anak Wungsu kalih Batari lumah I Burwan, Bhatara lumah I Banu Wka.. Terjemahan Pada tahun Isaka 993 (atau 1071 Masehi), bulan Jyesta (bulan ke-11 sesuai kalender Bali) tanggal 3 paroterang (purnama), Wa, Untuk, Wr, Wara Gumreg, pada saat itulah Raja Anak Wungsu, putra ibu yang telah dicandikan di Burwan, dan ayahnya yang dicandikan di Sungai (Tukad) Pakerisan..[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Pandak_Badung
Soal daya tarik ritual keagamaan dan adat, sebenarnya selain Bali setiap daerah di Indonesia juga memiliki ritual adat dan budaya yang sangat menarik, seperti Bali yang memiliki ritual kelahiran dan kematian, daerah lainpun begitu, Gayo suku saya misalnya. Seperti Bali yang punya ritual khusus saat pemberian nama Bayi yang dinamakan upacara ‘telu bulanan’ , kamipun di Gayo memiliki ritual semacam itu, ‘Turun Mani’ namanya, seperti di Bali, di kampung sayapun bayi dipercaya lemah dan rawan terserang roh jahat saat baru lahir, karena itu sebelum si Bayi dianggap cukup kuat Bayi dilarang untuk dibawa keluar rumah. Dulu saat saya masih kecil kepercayaan seperti ini masih hidup di Gayo. Ritual ‘turun mani’ seperti yang saya sebutkan sering saya saksikan di kampung saya di Isaq. Bedanya jika di Bali bayi baru boleh keluar rumah saat sudah berumur 105 hari, maka di tempat saya cukup 7 hari saja. Seperti ritual ‘telu bulanan&rsqu...
Prasasti Calcuta berisi : - Menguraikan silsilah Raja Airlangga yang merupakan keturunan raja Bali- Menerangkan peristiwa penyerangan raja wora-wari.- Menerangkan peristiwa ketika raja Airlangga bersembunyi di hutan Wonogiri.- Menerangkan peristiwa ketika raja Airlangga berperang dengan raja Wengker.Prasasti ini mengemukakan silsilah keturunan Raja Empu Sindok. sumber :https://brainly.co.id/tugas/4412339
Ratu anom metangi meilen-ilen Ratu anom metangi meilen-ilen Dong pirengang munyin sulinge di jaba Dong pirengang munyin sulinge di jaba Enyen ento menyuling di jaba tengah Enyen ento menyuling di jaba tengah Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan sumber :http://rumah-lirik-lagu.blogspot.com/2012/06/ratu-anom-propinsi-bali.html
Keris Senjata tradisional Jawa Tengan yang pertama dan yang paling populer adalah keris. Senjata yang bernama Keris ini telah diakui sebagai senjata dengan nilai seni yang tinggi. Daya serangnya yang bisa melumpuhkan dari jarak dekat juga tak bisa dianggap remeh. Pada beberapa daerah yang dihuni entitas Melayu , seperti Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, bahkan hingga Negeri Jiran, Malaysia kita juga bisa menemukan senjata serupa. Akan tetapi, keris Jawa cenderung lebih populer karena kerap kali dianggap memiliki tuah tertentu. Keris Jawa bisa ditemukan dalam beragam bentuk, mulai dari yang tanpa luk (lekukan), berluk 3, 5, 7, dan seterusnya. Banyak wisatawan mancanegara atau domestik yang mengkoleksi senjata tradisional ini sebagai bentuk kekaguman dari setiap corak tempahan yang terpahat pada bilahnya. https://www.silontong.com/2018/04/29/senjata-tradisional-jawa-tengah/
Monumen Bom Bali Kisah sedih terpahat saat anda menyaksikan Monumen Bom Bali (Ground Zero), sebanyak 202 orang korban meninggal dan 209 orang cidera, dari berbagai negara, termasuk juga warga negara Indonesia dan penduduk lokal saat tragedi bom tersebut terjadi, nama korban terpatri di monumen tersebut. Monumen Bom Bali dibangun tentunya bukan untuk menghargai kejadian biadab tersebut, namun dengan tujuan menghormati nilai-nilai kemanusiaan terutama yang telah menjadi korban saat terjadinya ledakan pada tanggal 12 Oktober 2012. Keprihatinan tidak hanya dirasakan oleh warga Indonesia ataupun dari negara yang warganya ikut meninggal, tapi dari seluruh dunia prihatin atas tragedi kemanusiaan ini. Banyak wisatawan yang liburan ke Bali menyempatkan berkunjung ke sini, Ada yang hanya ingin sekedar tahu saja ataupun berdoa agara arwah mereka mendaoat tempat yang layak. Letaknya sangat stretegis, banyak dikunjungi orang, sehingga sekarang Monumen Bom Bali menjadi salah satu o...
sumber : (http://obyekwisataterlengkap.blogspot.com) Di suatu daerah di Indonesia pasti tak lepas dengan bangunan munumen, seperti di Pulau Bali yang tepatnya berada di Kabupaten Buleleng ini juga ada sebuah monumen yang di namai dengan Tugu Bhuana Kerta. Tugu ini merupakan sebuah monumen perjuangan yang dibangun guna memperingati kemerdekaan serta perjuangan warga Bali dalam memperjuangkan kemerdekaan RI. Tugu Bhuana Kerta ini memiliki makna perdamaian dunia, ketentraman kerta raharja, dan bebas dari segala macam perbuatan semena-mena sesama manusia. Waktu pembangunan Tugu Bhuana Kerta ialah sesudah perjuangan rakyat Bali dalam melawan kolonialisme Belanda pada proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan. Tatkala itu, rakyat Bali ( Bali Utara ) berjanji bahwasannya “Bila Republik Indonesia menang, ditempat yang mana lokasi Tugu Bhuana Kertasekarang akan dibangun sebuah Pura Republik”. Perjanjian nasionalisme tersebut diucapkan oleh...