Toggle navigation Tradisi Ciptagelar di Sukabumi Mampu Pertahankan Kampung Adat Oleh: Ahmad Rayadie 24 Maret, 2017 - 19:12 JAWA BARAT Abah Ugi/AHMAD RAYADIE/PR SEBAGAI wilayah yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur, Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, berada di Kampung Sukamulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai keistimewaan. Kampung Gede adalah sebuah kampung adat karena eksistensinya masih dilingkupi oleh tradisi atau aturan adat warisan leluhur. Berdasarkan data yang diperoleh, di Kasepuhan Ciptagelar jumlah warga kasepuhan sebanyak 15.795 jiwa atau 3.833 KK. Sementara warga kasepuhan yang berada di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar sebanyak 338 jiwa terhimpun dalam 76 KK. Secara geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar memiliki wilayah administrasi mencakup tiga wilayah. Wilayahnya meliputi, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi Kampung adat yang mempunyai ciri khas. Tidak hanya bentuk rumah, tapi t...
Seni budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai kawasan Geopark dunia. Sudah seharusnya Ciletuh memiliki garapan musik yang kelak bisa menjadi identitas kawasan ini. Melihat kondisi ini sejumlah komunitas seni budaya yang bermitra dengan Paguyuban Alam Pakidulan (PAPSI), pun melahirkan garapan musik yang diberi nama Sawarga. Sawarga sendiri merupakan garapan musik hasil eksplorasi para seniman terhadap hampir seluruh seni musik tradisi yang ada di kawasan ini, meramunya dalam sebuah komposisi nada yang harmonis, hingga meski berakar kuat pada tradisi karya musik tesebut, tetap bisa dinikmati oleh bangsa asing sekalipun. Jenis musik yang diusung Sawarga, merupakan progresif kontemporer. Menurut Agus Ridwan, selaku Produser Sawarga, untuk detil musik dipercayakan kepada Chanra Hardy Nugraha (29 tahun), seniman yang penah besar di Kecamatan Waluran, sementara buat manajerial dipegang Noer Ramlan (39 tahu...
Sebuah tradisi yang sangat unik karena jarang dilakukan pada zaman sekarang, apalagi di kota-kota besar. Kesibukan yang padat, tergesernya budaya lama dengan budaya baru serta berjalannya waktu membuat tradisi ini hilang dengan sendirinya. Budaya Ngabungbang berasal dari suku Sunda, Jawa Barat. Kita akan flashback bagaimana tradisi ini dilaksanakan. Pada zaman dahulu ketika bulan purnama muncul, penduduk desa duduk di halaman rumahnya masing-masing. Mereka bersantai sambil melihat bulan. Biasanya hal ini dilakukan setelah shalat Isya. Anak-anak bermain dengan gembira, muda-mudi yang bersenda gurau, dan orang tua yang berbincang-bincang. Bisa juga sambil menyantap makanan. Mereka yang melakukan tradisi ini merasa rileks dan enjoy. Jika kantuk sudah datang maka mereka akan menyelesaikan kegiatan tersebut dan pergi tidur. Agar budaya ini dapat dikenal lagi maka kita harus lestarikan.
ADU MUNCANG Adu muncang merupakan permainan tradisional yang pernah populer selama setahun di Kampung Kerenceng, Desa Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung,Jawa Barat. Tujuan utama permainanini adalah mendapatkan muncang yang bisa menang melawan muncang milik orang lain. Syarat utama permainan ini hanya satu, yaitu Pohon Muncang yang sedang berbuah. Pada awalnya setiap orang akan membuat ketapel masing-masing dari bekas batang tumbuhan dan kulit sepatu sebagai dudukan batu di ketapel. Setelah itu semua orang akan berkumpul ditempat pohon muncang yang sudah berbuah tadi. Setelah itu mereka berburu muncang, menjatuhkannya dengan batu yang dilontarkan lewat ketapel yang telah mereka buat tadi. Setelah memilah-milah dan mendapatkan muncang yang mereka rasa bagus, mereka langsung mempertandingkannya. Tiap pertandingan berisi 2 orang pemain. Muncang yang menjadi jagoan mereka akan diletakan di bawah sebuah papan yang umumnya berbentuk persegi, kemudian akan ada orang...
Bandung Barat memang sudah dikenal dengan banyaknya tempat wisata yang menarik dan bagus untuk dijadikan spot foto, tidak hanya itu Bandung Barat juga memiliki banyak budaya yang harus dilestarikan dan ditingkatkan. Oleh karena itu, sekarang Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memiliki tarian penyambutan dan persembahan khas Bandung Barat yang rencananya akan segera dipatenkan, yaitu Tari Dayang Sumbi. Tari Dayang Sumbi merupakan tarian khas Bandung Barat yang dipadukan dari berbagai tarian tradisional Jawa Barat dan diharapkan dapat menjadi salah satu ikon Kabupaten Bandung Barat. Tari ini berdurasi sekitar tujuh menit serta diiringi dengan musik tradisional Sunda. Pertunjukannya dibagi menjadi dua sesi yaitu tari penyambutan dan tari persembahan. Pada sesi pertama, ada 10 orang penari yang terdiri dari enam orang perempuan dan empat orang laki-laki. Sedangkan pada sesi kedua, hanya terdiri dari tujuh orang penari perempuan. Makna yang terkandung dari tari ini adalah untuk m...
Gondang Buhun adalah kesenian khas Kampung Kuta yang tidak terdapat di daerah lain. Dalam kesenian gondang , alat yang digunakan adalah alu biasanya tingginya mencapai 2 meter, dan lisung yang panjangnya 2,5 meter. Biasanya lisung diisi dua ikat padi atau masyarakat Kamp Kuta menyebutnya dua geugeus pare. Tapi dalam kesenian gondang yang ditampilkan dalam Upacara Adat Nyuguh kali ini tidak menggunakan padi. Kesenian kondang selalu diadakan setiap kali ada hajatan baik itu pernikahan maupun khitanan. Kesenian kondang diadakan di pagi buta. Ibu-ibu yang ada di kampung kuta menumbuk padi dengan menggunakan lesung dan halu. Suara dihasilkan dari halu yang dipukulkan ke lesung sambil menumbuk padi hingga menjadi beras. Itulah budaya dan kesenian jawa barat yang hampir punah, agar budaya dan kesenian tersebut tidak punah maka kita sebagai anak bangsa Indonesia dan penerus bangsa Indonesia harus melestarikan setiap budaya dan kesenian Indonesia. Banyak cara untuk melestarikan Bud...
Tari Cangkurileung berasal dari Jawa Barat. Tarian ini menggambarkan sosok burung Cangkurileung (Kutilang) yang indah. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh anak-anak. Burung Cangkurileung atau Kutilang adalah burung yang berukuran sedang dan memiliki ekor yang indah. Burung ini memiliki punggung dan ekor berwarna coklat kelabu. Tenggorokan, leher, dada, dan perutnya berwarna putih keabu-abuan. Dahi, topi, dan jambulnya berwarna hitam. Burung Kutilang juga memiliki suara yang khas. Biasanya burung ini mengeluarkan suara "cuk...cuk...cuk" atau "tuit...tuit". Burung ini senang berkelompok dan tidak suka terbang sendiri. Tari Cangkurileung diperkenalkan oleh Irawati Durban. Tari Cangkurileung ini diiringi oleh lagu Cangkurileung yang sangat merdu dan indah karya Koko Koswara. Lagu yang tidak dikenali banyak orang namun pada saat mendengarnya lag tersebut dapat membuat yang menontonnya iku menyanyikannya dalam hati. Pada umumnya, Tari Cangkurileung memilii tempo da irama 1 x...
Masyarakat Sunda memiliki kebiasaan yang sangat ramah dan sopan .Sifat – sifat orang Sunda tersebut dapat kita buktikan dengan bergaul langsung dengan mereka dan kita juga dapat melihat rumah adatnya yang mengandung simbol – simbol kepribadian mereka . Jawa Barat memiliki rumah adat yang khas sebagai ciri daerah setempat . Rumah adat Jawa Barat memiliki banyak nama dan rupa . Terdapat enam rumah adat yang memiliki keunikan dan perbedaan masing – masing . Perbedaanya dapat dilihat dari atap rumah dan bahan dalam pembuatan rumah tersebut.Berikut ini lima rumah adat yang ada di Jawa Barat : Imah Badak Heuay Disebut badak heuay dikarenakan bentuk atapnya seperti seekor badak yang sedang membuka mulutnya (menguap). Rumah ini terdiri dari 2 bagian atap, bagian kecil dan besar. Bagian besarnya terletak pada bagian belakang, sedang bagian kecil menudungi bagian depan rumah tempat ini biasanya dijadikan sebagai tempat menerima tamu lelaki. Imah...
Indonesia dikenal sebagai negara dengan suku bangsa terbanyak di dunia, menurut sensus BPS tahun 2010 total ada 1.340 suku di Indonesia. Dari banyaknya dan beragamnya suku bangsa di Indonesia, tentu saja masing-masing dari mereka memiliki simbol atau ciri khas yang sangat melekat. Salah satu bentuk simbol atau lambang dari suatu budaya seringkali dituangkan dalam bentuk gaya arsitektur bangunan. Dalam artikel ini akan dibahas tentang Gaya Arsitektur Sunda yang memiliki ciri khas dan filosofi yang sangat 'Go Green'. Sejak zaman dulu, Orang Sunda dikenal sebagai suku yang berorientasi terhadap alam, segala sesuatu yang diambil, diolah, digunakan semuanya dari alam, dan harus dikembalikan ke alam. Filosofi ini tercermin dari Bentuk/Gaya Arsitektur Sunda yang seluruh bagian bangunannya berasal dari alam. Rumah Adat Sunda umumnya berbentuk rumah panggung dengan umpak(alas) batu, tiang-tiang kayu, dinding bilik bambu, lantai papan, dan atap yang terbagi dua yaitu : suhunan pa...