Singkong adalah salah satu tanaman ubi-ubian yang bisa di buat menjadi banyak sekali jenis olahan masakan. Dan makanan hasil olahan singkong ini banyak sekali kita temui di daerah jawa tengah, Jogja dan jawa timur. Dari nenek moyang sampai tahun ini pun singkong masih merajai sebagai bahan olahan yang memiliki banyak macam olahan. Beberapa makanan yang di hasilkan dari singkong adalah getuk, Potil, Slondok, keripik singkong dan Samiler atau samier. Tidak hanya itu banyak makanan-makanan yang ada di minimarket terdekat yang berbahan dasar singkong dan rasanya pun enak sekali. Dan harganya cukup untuk di kantong. Akan tetapi makanan olahan singkong yang biasa kita beli diminimarket memilki bumbu yang kurang begitu sehat untuk anak-anak dan kita. karena banyak menggunakan penyedap rasa yang jika di konsumsi terlalu banyak akan membuat sakit. Untuk itu kami Ommasakom.com ingin membahas makanan olahan singkong...
Tahun 2018 ini paling seger bahas jajanan kekinian yang baru trending di kalangan anak muda dan emak-emak. Kalau kalaian ke jepang pasti banyak sekali yang jual namanya mochi. Kalau kita biasa menyebutnya kue mochi, bentuknya yang bulat teksturnya yang lembut dengan berbahan dasar beras ketan ini sangat banyak sekali peminatnya. Rasanya enak banget, gurih dan masir. Perayaan tahub baru jepang mochi akan banyak sekali yang jual, mungkin karena sudah menjadi budaya mereka membuat mochi pada tahun barunya sehingga perayaan itu di sebut dengan perayaan Mochitsuki. Akan tetapi kabarnya kue mochi juga di pakai di perayaan lain di negara bunga sakura tersebut. Mochi Ice Cream Warna-Warni Empuk dan Enak Kalau di Indonesia juga banyak yang menjual kue mochi, sangat mudah untuk di beli di tempat oleh-oleh apalagi di daerah magelang, bandung, jogja dan...
Gendu anak laki-laki yang tampan. Kulit tubuhnya kuning langsat, bersih, dan bercahaya. Mirip pangeran dari kerajaan meskipun ia hanyalah anak sepasang pencari kayu bakar yang miskin. Sayangnya, Gendu tak pernah mau pergi bersama kedua orangtuanya ke hutan mencari kayu bakar. Ia pun tak mau bertandang ke desa tetangga. Ia malu mempunyai orangtua yang hitam, dekil, dan miskin. Setiap pagi, saat Gendu masih tidur mendengkur, Bapak dan Emak sudah berangkat ke hutan. Menjelang siang, Gendu baru bangun. Yang dibuka pertama kali adalah tudung saji di atas meja kayu yang telah kusam dan lapuk. Semua yang terhidang itu dimakannya. Setelah itu, ia pergi dan bermain dengan anak-anak orang kaya. Selama ini Gendu mengaku pada mereka bahwa dirinya anak bangsawan. Ia tak pernah mengakui Bapak dan Emak sebagai orangtua kandungnya. Suatu hari, ia kepergok tiga orang pemburu yang mampir ke rumah. Saat itu ia sedang makan bersama kedua orangtuanya. “Lho...
Selain untuk menanak nasi, kukusan juga digunakan untuk menanak tiwul sekaligus untuk mencetak bentuk gunungan. Kukusan adalah alat dapur yang sudah lama digunakan oleh masyarakat Jawa. Alat ini mudah rusak, sehingga sangat jarang ditemukan artefaknya. Untuk melacak keberadaan alat di masyarakat Jawa, salah satunya bisa dirunut di dalam kamus. Kamus Jawa “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta (1939), sudah mencatat alat ini. Pada halaman 233 kolom 1, disebutkan bahwa kukusan adalah alat yang dipakai untuk mengukus beras saat ditanak (terbuat dari anyaman bambu berbentuk kerucut). Hingga saat ini masih banyak dijumpai kukusan, baik di rumah tangga maupun di warung penjual alat-alat dapur. Alat dapur itu juga ditemukan di daerah-daerah lain di luar masyarakat Jawa. Selain untuk menanak nasi, kukusan juga digunakan untuk menanak tiwul sekaligus untuk mencetak bentuk gunungan. Kukusan juga sering digunakan untuk mence...
Tampah adalah penampang bulat dan lebar yang terbuat dari bambu. Fungsinya adalah untuk menampah beras untuk memisahkan sekam beras dan kotoran lainnya pada beras. Tampah adalah alat yang terbuat dari anyaman belahan batang pohon bambu yang di belah yang berbentuk bundar seperti piring berdiameter antara 65-80 cm. Alat ini biasanya digunakan untuk menampi beras yaitu membersihkan beras dari kotoran-kotoran sebelum di cuci dan dimasak dengan cara di ayak secara manual tangan, kemudian kotoran akan otomatis tersisih. Selain untuk menampi beras, tampah juga berguna untuk menaruh jajanan kue yang biasa disebut kue tampah, tampah juga digunakan sebagai tempat alas untuk tumpeng kemudian untuk menjemur kerupuk kerak atau gendar. Alat ini masih banyak digunakan oleh masayarakat Indonesia karena tampah adalah alat yang bagus, murah dan banyak manfaatnya serta ringan bila digunakan. Di samping harga nya juga terjangkau masyarakat luas. Hanya memang alat ini tida...
Irus adalah alat yang digunakan untuk mengaduk sayur selama proses memasak. Biasanya terbuat dari batok kelapa sedang tangkainya terbuat dari kayu namun ringan. Karena terbuat dari batok kelapa dan kayu membuat alat ini bebas dari karat dan anti bakteri. Meskipun banyak yang sudah beralih menggunakan sendok sayur modern namun irus masih tetap banyak peminatnya. Pada zaman dahulu irus disimpan dengan berbagai cara, antara lain diselipkan diselipkan di antara jepitan rak kayu, atau ditaruh di dalam bambu yang telah dilubangi bagian atasnya. Cara itu efektif daripada hanya diletakkan begitu saja pada “lincak” atau meja di dapur. Sebab, ada kalanya tanpa sengaja, irus yang begitu saja diletakkan di “lincak” dapur bisa diduduki sehingga patah. Begitu pula jika ditaruh bersama alat dapur lain secara sembarangan, bisa jadi tertindih sehingga mudah rusak. Itulah sebabnya irus harus dijaga keawetannya. Hingga saat ini di masyarakat Jawa masih banyak...
Tatanan sanggul belakang yang berbentuk bokor mengkurep tidak diberi jebehan, tetapi diberi hiasan berupa burung merak. Untuk sanggul ukel tekuk gaya Surakarta (Solo) ciri – cirinya berbentuk lebar atas dan dilengkapi hiasan untaian bunga melati yang disebut once “bangun tulak”. Bagian bawah sanggul dipasang untaian melati yang ditempatkan menjuntai ke depan dada, yang dinamai menurut bahasa Jawa sebagai tibo dodo. Rambut pada sisi kiri-kanan kepala ditata sedemikian rupa sehingga memunculkan bagian yang sedikit melebar dan agak meruncing yang dinamai sebagai sunggar. Di bagian atas sanggul disematkan hiasan kepala yang disebut cunduk menthul, yang berbentuk flora fauna seperti: bunga seruni, kupu, kijang, gajah, dan lain-lain. Jumlah cunduk methul anatara 7 (pitu dalam bahasa Jawa) melambangkan pitulung, ataupun berjumlah 9 yang melambangkan walisanga. Angka 5 pada jumah cunduk menthul mel...
Sanggul ukel konde berasal dari Solo, Jawa Tengah. Di daerah tersebut jaman dulu, baik remaja putri maupun wanita dewasa umumnya memiliki rambut panjang. Sehingga untuk memudahkan dalam beraktitas, rambut perlu digelung sedemikian rupa sehingga membentuk gulungan konde. Saat ini, sanggul ukel konde termasuk jenis sanggul yang dipakai secara resmi. Wujudnya tradisional, tetapi tetap digemari sampai sekarang. Sanggul ukul konde sudah umum dipakai oleh para gadis dan orang dewasa zaman dahulu karena umumnya rambut wanita selalu panjang,bentuk sanggul ini kecil terletak agak diatas kepala dan berbentuk bulat menonjol 1. PERALATAN YANG DIGUNAKAN Sisir Minyak rambut(cem ceman) Jepit dan Harnal Harnet Karet 2. ORNAMEN/PERHIASAN SANGGUL tusuk konde Tusuk konde dari kulit penyu yang diletakan kanan dan kiri sanggul 3. CARA MEMBUAT SANGGUL &nbs...
Alat dapur yang terbuat dari gerabah (tanah liat) ini dikhususkan sebagai tempat minum siap saji. Kendhi ini biasa diisi dengan air mentah atau air matang. Dulu kala, air dalam kendhi yang siap diminum tidak harus dimasak dulu. Sebab air minum mentah zaman dulu belum begitu banyak tercemar oleh bakteri. Berbeda sekali dengan air mentah sekarang yang sudah banyak tercemar, sehingga harus dimasak dulu sebelum diminum. Selain itu juga bisa dipengaruhi oleh ketahanan fisik seseorang. Orang zaman dulu sebagai pekerja keras lebih tahan terhadap air minum mentah dari pada orang zaman sekarang. Zaman dulu hampir di setiap rumah tentu tersedia kendhi. Namun sekarang, alat ini sudah banyak tergantikan oleh barang-barang yang terbuat dari logam, porselin, plastik, kaca, dan sejenisnya, berupa teko, porong, ceret, dan lain sebagainya. Walaupun bentuk derivasi kendhi sudah beraneka ragam, kendhi hingga saat ini masih tetap eksis. Tentu saja keberadaannya sudah jauh berk...