Singkong adalah salah satu tanaman ubi-ubian yang bisa di buat menjadi banyak sekali jenis olahan masakan. Dan makanan hasil olahan singkong ini banyak sekali kita temui di daerah jawa tengah, Jogja dan jawa timur. Dari nenek moyang sampai tahun ini pun singkong masih merajai sebagai bahan olahan yang memiliki banyak macam olahan.
Beberapa makanan yang di hasilkan dari singkong adalah getuk, Potil, Slondok, keripik singkong dan Samiler atau samier. Tidak hanya itu banyak makanan-makanan yang ada di minimarket terdekat yang berbahan dasar singkong dan rasanya pun enak sekali. Dan harganya cukup untuk di kantong.
Akan tetapi makanan olahan singkong yang biasa kita beli diminimarket memilki bumbu yang kurang begitu sehat untuk anak-anak dan kita. karena banyak menggunakan penyedap rasa yang jika di konsumsi terlalu banyak akan membuat sakit. Untuk itu kami Ommasakom.com ingin membahas makanan olahan singkong yang sehat.
Dan menurut mimin makanan olahan singkong terenak adalah samier, selain Renyah, gurih dan enak samiler ini tidak bosan untuk di makan terus dan tidak terasa kenyang. Berbeda dengan slondok, potil dan lainnya.
Yuk langsung kita bahas saja Resep Dan cara membuat Keripik Samier Khas Jawa ini. Kita akan bahasa secara rinci dari bahan dan cara membuatnya secara detail:
Bahan-Bahan Keripik Samier / Samiler
- Singkong 1 Kg (singkong tua : hasil agak Renyah / Singkong muda : hasil standard).
- Tepung Kanji 1/2 Ons
- Daun Bawang atau Kucai 1 Ikat dan iris Tipis
- Halawa atau Royco atau bisa juga s@sa
- Daun pisang secukupnya dan dipotong persegi
- Minyak goreng secukupnya
- Garam Secukupnya
Cara Membuat Kerupuk Samier Enak dan Renyah:
- Pertama kali adalah Potong kulit singkong hingga dan Kemudian cuci hingga bersih. setelah itu di parut, bukan di tumbuk. Jika sudah di parut sisihkan
- Garam dan Bawang di tumbuk hingga halus, Kemudian Masukkan garam dan bawang yang sudah halus tadi ke dalam singkong yang sudah di parut. Kemudian tambahkan Halawa atau micin dan Irisan daun bawang. Terus Aduk hingga semua bahan tercampur merata. Setelah itu rasakan apakah sudah cukup rasa asinnya, jika belum maka tambahkan.
- Adonan yang sudah dicampur rata tadi di ambil sedikit demi sedikit dan bentuk tipis-tipis dan kemudian pipihkan di atas daun pisang yang sudah di olesi dengan minya goreng agar tidak lengket dan mudah di ambil.
- Kurang lebih 15 menit kukus adonan yang sudah di pipihkan tadi dengan api yang sedang saja. Pastikan saat mengukus adonan tertata rapi agar penguapannya bagus.
- Langkah kelima yakni letakkan adonan tadi di atas tampah yang bersih lalu jemur hingga benar-benar mengering, sehari atau dua hari juga bisa, asal cuaca mendukung dan sangat panas, sehingga hasil bisa renyah.
- Panaskan minyak goreng dan goreng kerupuk samier tadi dengan cepat, atau dengan api kecil karena kerupuk ini cepat gosong.
- Dinginkan Kerupuk dan nikmati kerupuk samier bersama keluarga.
Nah, Itu tadi adalah pembahasan bahan dan resep pembuatan samier yang mudah dan pastinya renyah. Kerupuk samier yang sudah di jemur bisa di goreng untuk bulan depan, karena memang awet dan tidak mudah busuk. Dan pastinya kerupuk buatan sendiri ini lebih sehat karena bahan-bahan kita tahu dan takaran sesuai dengan prosedur. Terima kasih sudah membaca Resep di Ommasakom.com semoga membantu.
Artikel ini bersumber resmi dari website www.Ommasakom.com
Sumber : Cookpad / Yuni P
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...