Gendu anak laki-laki yang tampan. Kulit tubuhnya kuning langsat, bersih, dan bercahaya. Mirip pangeran dari kerajaan meskipun ia hanyalah anak sepasang pencari kayu bakar yang miskin. Sayangnya, Gendu tak pernah mau pergi bersama kedua orangtuanya ke hutan mencari kayu bakar. Ia pun tak mau bertandang ke desa tetangga. Ia malu mempunyai orangtua yang hitam, dekil, dan miskin. Setiap pagi, saat Gendu masih tidur mendengkur, Bapak dan Emak sudah berangkat ke hutan. Menjelang siang, Gendu baru bangun. Yang dibuka pertama kali adalah tudung saji di atas meja kayu yang telah kusam dan lapuk. Semua yang terhidang itu dimakannya. Setelah itu, ia pergi dan bermain dengan anak-anak orang kaya. Selama ini Gendu mengaku pada mereka bahwa dirinya anak bangsawan. Ia tak pernah mengakui Bapak dan Emak sebagai orangtua kandungnya. Suatu hari, ia kepergok tiga orang pemburu yang mampir ke rumah. Saat itu ia sedang makan bersama kedua orangtuanya. “Lho...
Selain untuk menanak nasi, kukusan juga digunakan untuk menanak tiwul sekaligus untuk mencetak bentuk gunungan. Kukusan adalah alat dapur yang sudah lama digunakan oleh masyarakat Jawa. Alat ini mudah rusak, sehingga sangat jarang ditemukan artefaknya. Untuk melacak keberadaan alat di masyarakat Jawa, salah satunya bisa dirunut di dalam kamus. Kamus Jawa “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta (1939), sudah mencatat alat ini. Pada halaman 233 kolom 1, disebutkan bahwa kukusan adalah alat yang dipakai untuk mengukus beras saat ditanak (terbuat dari anyaman bambu berbentuk kerucut). Hingga saat ini masih banyak dijumpai kukusan, baik di rumah tangga maupun di warung penjual alat-alat dapur. Alat dapur itu juga ditemukan di daerah-daerah lain di luar masyarakat Jawa. Selain untuk menanak nasi, kukusan juga digunakan untuk menanak tiwul sekaligus untuk mencetak bentuk gunungan. Kukusan juga sering digunakan untuk mence...
Tampah adalah penampang bulat dan lebar yang terbuat dari bambu. Fungsinya adalah untuk menampah beras untuk memisahkan sekam beras dan kotoran lainnya pada beras. Tampah adalah alat yang terbuat dari anyaman belahan batang pohon bambu yang di belah yang berbentuk bundar seperti piring berdiameter antara 65-80 cm. Alat ini biasanya digunakan untuk menampi beras yaitu membersihkan beras dari kotoran-kotoran sebelum di cuci dan dimasak dengan cara di ayak secara manual tangan, kemudian kotoran akan otomatis tersisih. Selain untuk menampi beras, tampah juga berguna untuk menaruh jajanan kue yang biasa disebut kue tampah, tampah juga digunakan sebagai tempat alas untuk tumpeng kemudian untuk menjemur kerupuk kerak atau gendar. Alat ini masih banyak digunakan oleh masayarakat Indonesia karena tampah adalah alat yang bagus, murah dan banyak manfaatnya serta ringan bila digunakan. Di samping harga nya juga terjangkau masyarakat luas. Hanya memang alat ini tida...
Irus adalah alat yang digunakan untuk mengaduk sayur selama proses memasak. Biasanya terbuat dari batok kelapa sedang tangkainya terbuat dari kayu namun ringan. Karena terbuat dari batok kelapa dan kayu membuat alat ini bebas dari karat dan anti bakteri. Meskipun banyak yang sudah beralih menggunakan sendok sayur modern namun irus masih tetap banyak peminatnya. Pada zaman dahulu irus disimpan dengan berbagai cara, antara lain diselipkan diselipkan di antara jepitan rak kayu, atau ditaruh di dalam bambu yang telah dilubangi bagian atasnya. Cara itu efektif daripada hanya diletakkan begitu saja pada “lincak” atau meja di dapur. Sebab, ada kalanya tanpa sengaja, irus yang begitu saja diletakkan di “lincak” dapur bisa diduduki sehingga patah. Begitu pula jika ditaruh bersama alat dapur lain secara sembarangan, bisa jadi tertindih sehingga mudah rusak. Itulah sebabnya irus harus dijaga keawetannya. Hingga saat ini di masyarakat Jawa masih banyak...
Tatanan sanggul belakang yang berbentuk bokor mengkurep tidak diberi jebehan, tetapi diberi hiasan berupa burung merak. Untuk sanggul ukel tekuk gaya Surakarta (Solo) ciri – cirinya berbentuk lebar atas dan dilengkapi hiasan untaian bunga melati yang disebut once “bangun tulak”. Bagian bawah sanggul dipasang untaian melati yang ditempatkan menjuntai ke depan dada, yang dinamai menurut bahasa Jawa sebagai tibo dodo. Rambut pada sisi kiri-kanan kepala ditata sedemikian rupa sehingga memunculkan bagian yang sedikit melebar dan agak meruncing yang dinamai sebagai sunggar. Di bagian atas sanggul disematkan hiasan kepala yang disebut cunduk menthul, yang berbentuk flora fauna seperti: bunga seruni, kupu, kijang, gajah, dan lain-lain. Jumlah cunduk methul anatara 7 (pitu dalam bahasa Jawa) melambangkan pitulung, ataupun berjumlah 9 yang melambangkan walisanga. Angka 5 pada jumah cunduk menthul mel...
Sanggul ukel konde berasal dari Solo, Jawa Tengah. Di daerah tersebut jaman dulu, baik remaja putri maupun wanita dewasa umumnya memiliki rambut panjang. Sehingga untuk memudahkan dalam beraktitas, rambut perlu digelung sedemikian rupa sehingga membentuk gulungan konde. Saat ini, sanggul ukel konde termasuk jenis sanggul yang dipakai secara resmi. Wujudnya tradisional, tetapi tetap digemari sampai sekarang. Sanggul ukul konde sudah umum dipakai oleh para gadis dan orang dewasa zaman dahulu karena umumnya rambut wanita selalu panjang,bentuk sanggul ini kecil terletak agak diatas kepala dan berbentuk bulat menonjol 1. PERALATAN YANG DIGUNAKAN Sisir Minyak rambut(cem ceman) Jepit dan Harnal Harnet Karet 2. ORNAMEN/PERHIASAN SANGGUL tusuk konde Tusuk konde dari kulit penyu yang diletakan kanan dan kiri sanggul 3. CARA MEMBUAT SANGGUL &nbs...
Alat dapur yang terbuat dari gerabah (tanah liat) ini dikhususkan sebagai tempat minum siap saji. Kendhi ini biasa diisi dengan air mentah atau air matang. Dulu kala, air dalam kendhi yang siap diminum tidak harus dimasak dulu. Sebab air minum mentah zaman dulu belum begitu banyak tercemar oleh bakteri. Berbeda sekali dengan air mentah sekarang yang sudah banyak tercemar, sehingga harus dimasak dulu sebelum diminum. Selain itu juga bisa dipengaruhi oleh ketahanan fisik seseorang. Orang zaman dulu sebagai pekerja keras lebih tahan terhadap air minum mentah dari pada orang zaman sekarang. Zaman dulu hampir di setiap rumah tentu tersedia kendhi. Namun sekarang, alat ini sudah banyak tergantikan oleh barang-barang yang terbuat dari logam, porselin, plastik, kaca, dan sejenisnya, berupa teko, porong, ceret, dan lain sebagainya. Walaupun bentuk derivasi kendhi sudah beraneka ragam, kendhi hingga saat ini masih tetap eksis. Tentu saja keberadaannya sudah jauh berk...
Kompor minyak tanah termasuk peralatan dapur tradisional masyarakat Jawa yang juga pernah dipakai pada beberapa dekade lalu setidaknya sebelum tahun 2000. Biarpun keberadaannya sekarang telah jauh berkurang jika dibandingkan 10-an tahun lalu, namun pada masanya, kompor minyak menduduki posisi penting sebagai alat dapur, terutama di perkotaan dan sebagian masyarakat pedesaan di Jawa. Sebelum muncul booming kompor gas, hampir semua penduduk kota menggunakan kompor minyak dengan berbagai tipe. Begitu pula bagi masyarakat pedesaan, terutama dari kalangan mampu, seperti perangkat desa, pedagang, juga banyak menggunakan kompor minyak. Kompor minyak sangat banyak digunakan kala itu, karena harga minyak tanah masih terjangkau, terutama bagi kalangan menengah ke bawah di perkotaan atau kalangan menengah ke atas di pedesaan. Harga minyak tanah kala itu masih mendapat subsidi dari pemerintah. Namun setelah ada kebijakan konversi minyak tanah ke gas, kompor minyak tanah diting...
Sothil sendiri dalam proses menggoreng berfungsi untuk membolak-balik lauk yang digoreng agak matangnya merata dan tentu saja agar tidak gosong. Selain itu, alat ini juga sekaligus berfungsi untuk mengangkat lauk yang sudah matang dari wajan. Sothil adalah alat dapur yang dipakai untuk menggoreng. Alat ini biasanya digunakan satu set dengan alat lain yakni wajan dan erok-erok untuk menggoreng. Ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Sothil sendiri dalam proses menggoreng berfungsi untuk membolak-balik lauk yang digoreng agak matangnya merata dan tentu saja agar tidak gosong. Selain itu, alat ini juga sekaligus berfungsi untuk mengangkat lauk yang sudah matang dari wajan, kemudian ditaruh ke dalam erok-erok agar minyaknya tiris. Sothil juga disebut dengan susruk atau susuk. Bahan sothil beraneka ragam. Bisa terbuat dari aluminium, seng, maupun lempengan besi. Ada yang dipadukan dengan bahan lain, seperti kayu dan bambu. Umumnya sothil tradisional berbahan sede...