Bahan-bahan 5 potong ikan tongkol 1 genggam edamame (bisa d skip) 2 buah tahu,potong sesuai selera 1 buah tomat merah,belah 4 1 batang daun bawang,potong sesuai selera 2 potong asam kandis secukupnya gula&garam 1 lembar daun salam&jeruk 1 batang serai,keprek 1 buah jeruk nipis,ambil air nya secukupnya air secukupnya minyak untuk menumis bumbu bumbu halus: 4 siung bawang putih 5 butir bawang merah...
Gudeg memang terkenal sebagai kuliner yang berasal dari Yogyakarta. Tapi begitu, bukan berarti hanya di Yogyakarta kita bisa menikmati gudeg yang lezat. Di Solo, ada penjual gudeg yang sudah terkenal dengan kelezatan menu yang disajikan, Namanya Gudeg Cakar Morgoyudan. Penjual gudeg ini terdapat di Jalan Monginsidi, Solo. Melihat sekilas, tidak ada perbedaan antara gudeg yang dijajakan di warung ini dengan gudeg yang lain. Buah nangka yang dimasak dengan gula Jawa hingga berwarna kecokelatan. Lalu, disajikan bersama sambal krecek. Tapi di sini, tidak hanya itu saja yang disajikan. Seporsi gudeg akan dilengkapi dengan cakar (ceker) yang direbus bersama gula Jawa hingga menghasilkan rasa yang manis. Karenanya, salah satu makanan yang sangat popular di Solo ini dinamakan gudeg cakar. Warung gudeg yang sekarang dikelola oleh Bu Kasno ini sudah ada sejak tahun 1960-an. Pada awalnya, gudeg yang dijajakan sama dengan gudeg lain. Saat itu, usaha gudeg masih dipegang oleh Mbah Karto...
Kepitong/kopitong adalah permen tradisional peninggalan nenek moyang dari Bangka Belitung. Entah sejak kapan permen ini ada, yang pastinya sejak kecil dulu anak-anak seumuran 5 - 12 tahun, bahkan orang dewasa sekalipun senang mengkonsumsi permen yang satu ini. Kepitong/Kopitong ini sangat digemari oleh masyarakat di Bangka, sampai-sampai jika ada anak-anak yang menangis jika di berikan permen ini akan berhenti menangis dan kembali ceria. Jika di Kecamatan Belinyu permen ini di sebut "gulo-gulo kepitong". Lain lagi jika di Sungailiat, Pangkalpinang dan daerah lainnya memanggilnya dengan "gule-gule kopitong". Di Muntok Bangka Barat lain lagi panggilannya yaitu "gule-gule kopi". Tapi walau berbeda-beda nama, kita tetap menyukai permen yang satu ini. Permen tradisional khas Bangka Belitung ini terbuat dari gule kabong dan santan yang kadang-kadang di isi dengan kacang tanah yang di tumbuk kasar. Namun ada juga yang dicampur dengan jahe biar rasanya lebih nikmat dan sedikit hanga...
Owiwi adalah salah satu makanan khas masyarakat Gorontalo yang sudah dikenal sejak lama atau turun temurun. Menurut informan, sejak kecil beliau sudah mengenal makanan ini. Bahan - bahan pembuatan owiwi adalah : Labu (bahasa Indonesia), sambiki bahasa sehari -hari , bolongga (bahasa daerah Gorontalo). Kelapa tua untuk diambil santannya. Gula aren (bahasa Indonesia), pahangga (bahasa daerah). Beras ketan Kayu manis (sebagai pengharum dan penyedap rasa). Owiwi adalah makanan yang berbentuk bubur (makanan lunak) atau didaerah lain dikenal dengan nama kolak . Cara membuatnya yaitu ; labu atau sambiki atau bolongga dimasak dengan santan dan juga beras ketan dan ditambah dengan gula aren (pahangga), dan juga kayu manis. Owiwi dapat dikatakan khas karena di daerah lain biasanya yang menjadi bahan pokok adalah ketela pohon, namun di daerah Gorontalo, masyarakat lebih memilih labu (bolongga) sebagai bahan pokok, inil...
Daerah Gorontalo adalah daerah yang kaya dengan kuliner atau makanan tradisional, salah satunya adalah Kala-kala. Kuliner ini sudah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat Gorontalo, menurut informan sejak kecilnya beliau sudah mengenal kuliner ini. Kuliner ini boleh dibilang khas Gorontalo karena biasanya kalau kita akan mengolah pisang sepatu (untuk digoreng), kita akan menggunakan gula pasir sebagai penambah rasa manis, namun lain dengan daerah Gorontalo yang memakai gula merah sebagai pemanis kuliner ini. Kala-kala ini hanya merupakan makanan ringan atau sebagai pelengkap ketika kita akan minum teh atau kopi di pagi hari atau sore hari. Bahan-bahannya sangat mudah ditemukan disekitar kita atau dipasar tradisional, yaitu : pisang sepatu (lambi lo pagata), atau bisa juga memilih ubi jalar (atetela) atau batata (bahasa sehari-hari). gula merah (pahangga), tepung beras, tepung terigu, dan minyak (yinulo) untuk menggoreng. Cara membuat :...
Bi'o adalah makanan tradisional khusus untuk bayi. bi'o merupakan makanan yang pertama kali diberikan kepada bayi saat bayi baru mulai belajar makan, yaitu bayi yang berusia 6 bulan . Bahkan ada orang tua yang memberikan bi'o kepada anaknya sampai berusia satu tahun. Makanan ini tidak menimbulkan ganguan dalam tubuh bayi. Menurut ibu-ibu yang memberi Bi'o kepada anak mereka, bahwa Bi'o sangat baik dan cocok untuk bayi dalam pertumbuhannya sehingga, berat badan bayi bertambah kemudian menjadi gemuk, dilihat juga dari pencernaan baik dan tidak mengalami gangguan dalam tubuh bayi. Bahan-bahannya yaitu: tepung sagu, air dan garam secukupnya . Cara membuat Bi'o : Tepung sagu dicuci dengan air sampai bersih kemudian dimasak, diberi air, garam secukupnya lalu diaduk-aduk sampai masak. Setelah masak diangkat kemudian dipotong kecil-kecil. Cara untuk memberikan bi'o kepada bayi, bi'o yang sudah dipotong kecil-kecil d...
Di kabupaten Subang ditemukan kolécér yang panjangnya mencapai 6-8 meter dan di daerah ini pada musim angin, hampir semua orang memasang kolécér bahkan banyak tempat yang dinamakan pasir kolécér yaitu bukit tempat kolécér itu di mainkan. Di wilayah ini pula ada kolécér yang merupakan warisan turun- temurun. Para penduduk yang kerja di luar wilayah biasanya pada saat musim angin pulang dahulu untuk memasang kolécér. Unsur rekreasi yang didapat dari kolécér adalah suara yang dihasilkan dari gerak kolécér tersebut. Dalam istilah sunda “nyeguk” tekanan angin yang kuat memutarkan kolécér tersebut sampai melengkung ke belakang dan ketika angin melemah gerakan kolécér kembali tersentak ke depan dan berbunyi “wuuk” suara yang dihasilkan itu yang menjadi kebanggaan pemiliknya. Semakin keras suara yang dihasilkan semaki...
Eksistensi Upacara Bakar Batu Suku Dani 3.1 Langkah Langkah Upacara Bakar Batu Suku Dani adalah suku yang gemar berperang memang selalu melakukan tradisi Upacara Bakar Batu sesudahnya. Tradisi ini digunakan sebagai momen damai antara kedua suku yang berperang. Upacara Bakar Batu terkenal dengan prosesnya yang dilakukan sangat tradisional dan bisa dibilang sangat kuno karena merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang. Upacara Bakar Batu yang dilakukan setelah terjadi peperangan memiliki langkah-langkah ritual yang tidak jauh berbeda dengan Upacara Bakar Batu yang diadakan pada momen peresmian gereja, penerimaan tamu kehormatan, kelahiran atau kematian. Upacara Bakar Batu dibagi dalam tiga tahap yaitu persiapan, bakar babi, dan puncaknya makan bersama. Pada bagian pertama yaitu pada tahap persiapan para wanita khususnya para ibu atau yang biasa di sapa mama melakukan tarian-tarian pembukaan, sedangkan para bapak mempersiapkan batu dan kayu, sus...
Kebudayaan Tari Cukin "Tarian Selendang ala Betawi" tarian khas Tangerang merupakan implementasi hasil workshop pengembangan kreasi seni daerah Kabupaten Tangerang yang diadakan pada tanggal 1 Agustus 2006 lalu. Sebagai maestronya adalah Nani Mulyani yang mengadopsi gerak tari Cokek yang sejak zaman Belanda telah berkembang. Hanya dalam ketentuan tari Cukin ini, rambu-rambu yang diamanatkan seniman mengacu pada norma-norma agama dan paradigma masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius. Tari Cukin sejenis drama tarian yang menceritakan para remaja putra dan putri yang sedang bersenda gurau pada suatu malam yang cukup cerah dan menggunakan tema ungkapan keceriaan para remaja dengan gerak tari yang cukup indah sehingga membuat kaum laki-laki tergerak untuk ikut serta didalamnya. Istilah Cukin merupakan bahasa asli masyarakat Tangerang yang mengandung artian selendang biasa dipakai para penari yang berarti juga kain yang dipakai untuk menggendong anak. Pengertian singkatnya sih...