Sampurasun! Rampes! Itulah kata sapaan khas yang mungkin sudah pernah Anda dengar saat berkunjung ke daerah-daerah di Jawa Barat. Ya, kata-kata tersebut adalah sebuah sapaan khas dari masyarakat Sunda dan Jawa Barat. Lantas, dari mana asal kata "Sampurasun" dan balasannya "Rampes" ? Sampurasun berasalah dari sebuah kata berbahasa Sunda yaitu "hampura" yang artinya maaf. Rampes juga merupakan sebuah kata dalam Bahasa Sunda yang berarti dimaafkan. Biasanya saat mengucapkan salam ini orang akan merapatkan kedua tangannya di depan dada sambil membungkuk dihadapan orang yang akan disapa. Jadi sebenarnya Sampurasun bukan hanya sekedar sapaan yang harus dijawab dengan kata Rampes, tapi juga merupakan cerminan untuk kita semua untuk bisa saling meminta maaf dan memaafkan. Belajar dari kebiasaan masyarakat Sunda ini, ayo, kita jaga kebiasaan mulia meminta maaf dan saling memaafkan dalam kehidupan kita!
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan alam dan budayanya. Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan local, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia merdeka pada tahun 1945. Kebudayaan nasional yang berlandaskan pancasila adalah perwujudan cipta, karya, dan karsa bangsa Indonesia keseluruhan daya upaya manusiauntuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional. Mengapa demikian? Begitupun kita sebagai warga Negara Indonesia yang memiliki kekayaan aneka ragam budaya yang begitu luar biasa, saking banyaknya budaya yang dimiliki Indonesia dibandingkan dengan Negara lain. Namun, lemahnya instansi pemerintah terkait dalam mengoordinir budaya yang ada. Sehingga, budaya itu sendiri rentan untuk diakui atau diklaim oleh Negara lain. Hal ini sangat disayangkan karena budaya yang berlimpah di Negara kita kurangnya perhatian dari kita sebagai warganya. Maka d...
Seren taun adalah upacara adat agraris taunan yang di rayakan oleh masyarakat sunda.Di daerah Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.Yang menjadi salah satu daerah dimana seren taun adalah acara yang rutin dilaksanakan tiap taunnya. Dalam Bahasa Sunda seren yang artinya serah atau menyerahkan, dan taun sendiri berarti tahun. Secara etimologi Seren taun adalah serah terima tahun yang lalu ke tahun yang akan datang sebagai penggantinya. Upacara adat ini dilaksanakan setiap 22 Bulan Rayagung sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender sunda dan dilaksanakan di Cagar Budaya Nasional Bale Paseban Tri Panca Tunggal,dekat lereng gunung ceremai Seren taun dilaksanakan untuk memanjatkan rasa syukur akan hasil panen taun ini dan memohon agar meningkatnya hasil panen selanjutnya.Bukan hanya karena sebuah perayaan,tapi seren taun merupakan bagaimana masyarakat sunda bersyukur atas apa yang mereka peroleh.Seiring berjalan waktu dikarenakan masyarakat sunda...
Saya mengenal permainan boy boyan sewaktu saya berada di Sekolah Dasar. Permainan ini dikenalkan oleh guru saya. Boy boyan berasal dari daerah Jawa Barat khususnya sunda. Permainan ini biasanya dimainkan oleh dua grup, satu grup nya bisa berisi satu orang atau lebih. Yang dibutuhkan untuk memainkan boy boyan cukup sederhana, kita hanya membutuhkan pecahan genting atau keramik sebanyak banyak banyaknya dan bola kecil. Cara memainkannya adalah dengan menyusun keramik atau genting tersebut keatas sampai membentuk susunan yang rapih dan kokoh. Kemudian salah seorang dari salah satu tim melemparkan bola tersebut dari jarak dua hingga 3 meter ke arah genting tersebut. Jika bola berhasil mengenai genting dan berhasil merobohkan genting tersebut maka tim tersebut harus berlari jangan sampai terkenal bola yang akan dilemparkan oleh lawan. tim yang berhasil berubuhkan genting tersebut harus berlari sambil menyusun genting sampai sempurna sesekalli. Jika tim yang merubuhkan genting berha...
I. Sejarah & Asal mula “ Wiwitan” berarti mula, pertama, asal, pokok, jati. Dengan kata lain, agama yang dianut oleh orang Kanékés ialah agama Sunda asli. Agama Sunda Wiwitan dideskripsikan, tampak keyakinan kepada kekuasaan tertinggi pada Sang Hiyang Keresa (Yang Maha Kuasa) atau Nu Ngersakeun (Yang Menghendaki). Disebut pula Batara Tunggal (Tuhan Yang Maha Esa), Batara Jagat (Penguasa Alam), dan Batara Seda Niskala (Yang Gaib), yang bersemayam di Buana Nyungcung. Semua dewa dalam konsep agama Hindu (Brahma, Wisnu, Syiwa, Indra, Yama, dan lain-lain) tunduk kepada Batara Séda Niskala. Dalam mitologi orang Kanékés, ada tiga macam alam: (1) Buana Nyungcung, tempat bersemayam Sang Hiyang Keresa, yang letaknya paling atas; (2) Buana Panca Tengah, tempat manusia dan makhluk lain berdiam; dan (3) Buana Larang, yaitu...
Asal Usul kata Kopi Kopi berasal dari bahasa arab yang berkata “ Qahweh” yang berarti kuat, kata ini juga bisa diartikan minuman yang berasal dari seduhan biji. Pada mulanya kopi berasal dari suatu wilayah di Afrika yang bernama Absyyinia yang sekarang mencakup wilayah dari Ethiopia dan Eritrea, kopi ini lalu di ekspor ke wilayah arab dan komoditas kopi ini laku keras setelah dibudidayakan di yaman. Kata kopi di Indonesia sebenarnya diadaptasi dari bahasa belanda “ koffie ” yang dimana belanda mengadaptasinya dari bahasa arab “ Qahweh” sehingga pada saat ini indonesia memanggil tanaman atau biji itu sebagai kopi. Sejarah Kopi di Indonesia Kopi yang pertama masuk ke indonesia ternyata adalah kopi malabar, yang dimana sej...
Mantra menurut poerwadarminta (1988: 558) mantra adalah perkataan atau ucapan yang mendatangkan daya gaib (misal dapat menyembuhkan, mendatangkan celaka, dan sebagainya atau usunan kata berunsur puisi (seperti rima, irama) yang dianggap mengandung kekuatan gaib, biasanya diucapkan oleh dukun atau pawang untuk menandingi kekuatan gaib yang lain. Sejalannya waktu pada akhirnya mantra dibagi dibeberapa jenis. Mantra dibagi menjadi 7 bagian yaitu jampe ‘jampi’, asihan ‘pekasih’, singlar ‘pengusir’, jangjawokan ‘jampi’, rajah ‘kata-kata pembuka ‘jampi’, ajian ‘ajian/jampi ajian kekuatan’, dan pelet ‘guna-guna’. Diketahui bahwa ketujuh bagian tersebut dapat dikelompokkan ke dalam mantra putih ‘white magic’ dan mantra hitam ‘black magic’. Mantra putih sendiri untuk tujuan yang baik sedangkan mantra hitam untuk tujuan yang tidak baik. ...
Cirebon. Selain terkenal akan batik mega mendung, keraton dan juga kebudayaan lainnya, salah satu kota di Jawa Barat ini juga memiliki barbagai makanan khas yang tidak kalah popular. Sebut saja nasi jamblang, tahu gejrot, kerupuk melarat, docang, empal gentong, dan masih banyak yang lainnya. Berbicara mengenai empal gentong, apa sih empal gentong itu? Empal gentong adalah makanan khas masyarakat Cirebon, Jawa Barat. Makanan ini mirip dengan gulai (gule) Daging yang digunakan adalah usus, babat dan daging sapi. Empal gentong berasal dari desa Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Nama empal menunjukkan bahan utamanya yaitu daging sapi dengan sedikit lemak. Sedangkan sebutan gentong untuk menunjukkan proses memasaknya menggunakan kuali atau periuk tanah liat. Empal dimasak menggunakan bahan bakar khusus, yaitu kayu dari pohon asam. Hal ini guna menciptakan rasa dan tingkat keempukan daging. Cara memasak dengan kuali ini sudah dilakukan secara turun te...
Prasasti Huludayeuh adalah salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Sunda . Lokasi Prasasti Huludayeuh ada di tengah persawahan di kampung Huludayeuh, Desa Cikalahang, Kecamatan Sumber dan setelah pemekaran wilayang menjadi Kecamatan Dukupuntang – Cirebon. Penemuan Prasasti Huludayeuh telah lama diketahui oleh penduduk setempat namun di kalangan para ahli sejarah dan arkeologi baru diketahui pada bulan September 1991. Prasasti ini diumumkan dalam media cetak Harian Pikiran Rakyat pada 11 September 1991 dan Harian Kompas pada 12 September 1991. Jenis Bahan Prasasti Huludayeuh dipahatkan pada batu alam. Batu prasasti yang ada sekarang berukuran tinggi 75 cm x lebar 36 cm x tebal 20 cm. Isi Prasasti Huludayeuh berisi 11 baris tulisan beraksa dan berbahasa Sunda Kuno, tetapi sayang batu prasasti ketika ditemukan sudah tidak utuh lagi karena beberapa batunya pecah sehingga aksaranya turut hilang. Begitupun permukaan batu juga tel...