Rebana Ubi adalah alat musik yang dimainka dengan cara dipukul dengan tangan. Rebana Ubi dimasukkan ke golongan gendang sekaligus alat musik perkusi. Rebana Ubi mempunyai ukuran yang lebih besar dengan rebana biasa karena Rebana Ubi mempunyai diameter terkecil adalah 70 cm dan tinggi 1 meter. Rebana Ubi bisa digantung secara horizontal atau dibiarkan diatas lantai agar bisa dimainkan. Di zaman dahulu Rebana ini diyakini mempunyai fungsi sebagai alat penyebar berita adanya pernikahan penduduk setempat atau adanya bahaya yang datang (seperti contoh angin kencang). Rebana Ubi di taruh di dataran tinggi dan dipukul dengan menggunakan ritme tertentu tergantung informasi yang ingin disampaikan. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-riau/
Ana’ Becing adalah alat musik tradisional Sulawesi Selatan. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yang-dipukul/
Kecrek adalah salah satu alat musik tradisional yang terlihat simpel, hanya membutuhkan tiga komponen untuk membuatnya. Bahkan untuk cara memainkan dan penggunaannya juga sangatlah simpel. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yang-dipukul/
Afaitaneng mempunyai makna panah milik kami. Kata afaitaneng berasal dari kata afai (panah) dan taneng (milik). Tari Afaitaneng dipertunjukkan selama semalam suntuk dimulai sore atau malam hari sesudah berperang. Tari ini menggambarkan kehebatan, kekuatan, dan kemenangan rombongan perang melawan musuh dengan bersenjatakan panah.Tari Afaitaneng berasal dari daerah Ambai, di Pulau Yapen, Serui Bagian Selatan, Kabupaten Yapen Waropen. Tari Afaitaneng termasuk jenis tradisional yang berhubungan dengan kepahlawanan. Tari Afaitaneng mempunyai tiga urutan tari, yaitu: Bagian 1: Sekelompok wanita menatapi mayat budak Bagian 2: Sebagian pria mendemontrasikan dalam memanah Bagian 3: Kegembiraan karena kemenangan dalam perang Tarian ini dipertunjukan oleh penari wanita dan pria dengan membentuk lingkaran atau barisan. Penari biasa menggunakan kuwai atau cawat, manik-manik, dan perhiasan gelang tangan. Dalam menari para penari membawa perlengkapan berupa afai (...
Tari Aniri yang merupakan salah satu tarian yang berasal dari Papua menggambarkan pembebasan seorang anak dari gangguan setan, karena ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang pergi ke dusun. Aniri mempunyai arti pembebasan seorang anak Tari Aniri terdapat di kampung Koakwa, Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat. Tari Anriri berhubungan dengan magis. Tari Aniri mempunyai beberapa susunan tari, sebagai berikut : Orang tua 2. Anak kecil yang tinggal sendiri di rumah. 3. Setan datang menemui anak kecil dalam rumah dan dijadikan anaknya. 4. Orang tua mencari anaknya, bertemu lalu dibebaskan. Penari mengenakan pakaian tauri atau rogoi atau daun sagu delengkapi dengan perhiasan bulu burung Kasuari, Cenderawasih, dan kakaktua putih. Sedangkan tata riasnya menggunakan kapur dan tanah yang berwarna merah. Lagu Awito Tao digunakan sebagai lagu pengiring dan disertai dengan iringan alat musik tifa. Tari ini dipertunjukkan oleh sekelompok pria dan wanta, biasanya pada waktu sore...
Upacara Attahuru Bente , adalah upacara khusus untuk meminta do’a, dengan harapan rezeki dan usaha warga melalui laut (perikanan) dapat bertambah. Untuk melaksanakan rencana upacara tersebut, terlebih dahulu Ammatoa selaku penghulu adat, memanggil para pembantunya. Diantaranya ialah Galla Anjuru , Galla Maleleng dan seorang Sanro /dukun Kampung, yang disebut Gurutta di Lolisang . Kepada Ketiga pemangku adat ini, diminta pendapatnya tentang rencana itu. Setelah terjadi mufakat, ditetapkan pula hari pelaksanaan aknganro - Konjo (meminta do’a). Selanjutnya Ammatoa memerintahkan kepada Galla Puto , sebagai sekretaris adat, untuk mengundang seluruh pemangku adat Kajang untuk bermusyawarah. Kegiatan bermusyawarah untuk membicarakan sesuatu, disebut oleh mereka dengan a’borong’ (berkumpul). Da...
Rapai Gerimpheng merupakan paduan antara bermain alat musik yaitu rapai dan bersyair. Rapai ini bentuknya seperti rebana yang berukuran besar. Karena ukurannya yang besar rapai ini sangat berat untuk diangkat sehingga ketika bermain rapainya diletakkan dikakinya. Sedangkan syair biasanya dipimpin oleh syeh kemudian syair tersebut juga dinyanyikan kembali oleh pemain lainnya. Rapai pulot geurimpheng ini dimainkan oleh pemain sebanyak 12 orang. 8 orang berfungsi sebagai penabuh sekaligus penari yang dinamakan dengan aneuk pulot , sementara 3 orang lainnya berfungsi sebagai penggiring dan satu orang sebagai penyair atau disebut syahi atau syeh . Dalam pertunjukan rapai gerimpheng merupakan paduan antara musik yang berasal dari tabuhan rapai yang selaras dengan gerakan tarian yang energik. Rapai gerimpheng terdiri dari beberapa babak yang diawali dengan memberi salam dengan mengangkat tangan serenta...
Paiya lo hungo lo poli merupakan salah satu kesenian tradisional gorontalo. Kesenian tradisional yang tergolong seni vokal. Kata paiya lo hungo lo poli berasal dari tiga buah kata dalam bahasa gorontalo yaitu kata paiya yang berarti melempar, Hungo berarti buah atau bunga dan poli yaitu nama sejenis bunga yang tumbuh di gorontalo yang daunnya kasar dan biasa dijadikan bahan lulur gadis remaja gorontalo. Sedangkan kata lo dalam kalimat tersebut merupakan awalan kata dalam bahasa gorontalo yang artinya saling. Sehingga jika diartikan maka paiya lo hungo lo poli yaitu saling melempar bunga poli. Observasi yang dilaksanakan di desa wonggahu kecamatan paguyaman kabupaten boalemo menunjukan bahwa keberadaan seni musik tradisional paiya lo hungo lo poli semakin tidak diperhatikan lagi terutama sebagai media hiburan pada masyarakat. Padahal kesenian tradisional ini, merupakan salah satu kesenian tradisional daerah gorontalo yang keberadaannya perlu diperhatikan oleh masyarakat. ...
SETIAP daerah di Indonesia mempunyai tradisi berbeda-beda dalam menyambut tahun baru, salah satunya di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Di Manado ada Tradisi Mekiwuka, tradisi menyambut tahun baru. Mekiwuka merupakan ungkapan rasa syukur atas pemeliharaan Tuhan disepanjang tahun yang telah dilewati. Beberapa daerah di Sulut juga memiliki tradisi ini, hanya istilahnya yang berbeda, seperti Kawukaan di Kakas, Kabupaten Minahasa dan Sakaiba di Tondano "Kalau Kakas di Minahasa tradisi ini disebut Kawukaan, sedangkan di Tondano disebut Sakaiba dan biasanya di buat pada malam tanggal 24 Desember dan malam tanggal 31 Desember. 24 desember "Maako Kawukaan" atau menjelang pembukaan dan 31 Desember "Kawukaan," ujar Jemmy Lombogia, warga Kakas, Kabupaten Minahasa. Mekiwuka merupakan parade yang dilakukan pada saat tengah malam jelang pergantian tahun dengan menggunakan alat musik tradisional masuk keluar rumah warga, bersilaturahmi saling mengucap syukur menyambut tahun yang...