guru
619 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sarilala,
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Ritual Sarilala atau tolak bala hampir dilakukan sepanjang tahun. Warga biasanya segera mengadakan ritual jika merasa menemukan keganjilan. Khawatir terjadi musibah, terutama karena gunung meletus, warga menaruh sesaji di tempat keramat, seperti sumber air, pohon besar, dan makam kuno. Ritual Sarilala ini juga diadakan di dekat danau Lau Kawar yang berada persis di kaki Sinabung dan di Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Naman Teran. Seekor kambing putih dan lembu dilepaskan di kaki gunung sebagai persembahan. Guru si baso didaulat menjadi medium untuk meminta kepada roh leluhur dan memimpin ritual pemberian sesaji berupa rokok, bunga, dan hasil bumi. Puluhan warga lalu berduyun-duyun menuju jambur, tempat mereka menari-nari diiringi gendang. Aparat desa pun turut serta dalam ritual tersebut. Sumber: https://www.gobatak.com/ritual-sarilala-bangkitnya-ritual-orang-gunung/

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Kremasi Jenazah Suku Karo
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tradisi pembakaran mayat atau kremasi jenazah telah dikenal oleh masyarakat suku Karo yang dikenal dengan adat Sirang-sirang. Tradisi ini dilaksanakan oleh suku Karo marga Sembiring. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh Hindu dalam budaya suku Karo terutama marga Sembiring yang menurut beberapa ahli sejarah berasal dari India. Menurut Brahma Putro, menyebutkan kedatangan orang Hindu ini ke pegunungan ( Tanah Karo ) di sekitar tahun l33l-l365 Masehi. Mereka sampai di Karo disebabkan mengungsi karena kerajaan Haru Wampu tempat mereka berdiam selama ini diserang oleh Laskar Madjapahit. Akan tetapi ada pula yang memberikan hipotesa, penyebaran orang-orang Tamil ini disebabkan oleh kedatangan pedagang-pedagang Arab (Islam) yang masuk dari Barus. Upacara sirang-sirang hampir mirip dengan acara kematian layaknya yang berlaku pada masyarkat suku Karo, hanya saja prosesi akhir mayat tidak dikuburkan tetapi dibakar yang dipimpin oleh seorang dukun atau guru dibantu oleh 4 orang pe...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Kampung Tugu
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
DKI Jakarta

Kampung Tugu adalah sebuah tempat bersejarah di Jakarta Utara. Kawasan ini dibagi menjadi dua Kelurahan, yaitu Kelurahan Tugu Utara dan Tugu Selatan, yang termasuk wilayah Kecamatan Koja. Kampung Tugu tidak dapat dipisahkan dari sejarah kota Jakarta di masa lampau. Nama Tugu sendiri berasal dari sebuah prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang diperkirakan dibuat pada abad ke-5 Masehi. Prasasti yang ditemukan di kampung Batutumbuh itu berbentuk bulat hampir menyerupai kerucut, dengan baris-baris hurufnya dituliskan melingkar, sebanyak lima baris menggunakan huruf Palawa. Prasati ini mencatat  tentang dibangunnya sebuah saluran air sepanjang 6.122 busur atau sekitar 11 kilometer, dalam waktu 21 hari. Hal ini mengisahkan bahwa pada abad ke-16 saluran air di pantai Utara Batavia (kini Jakarta) sudah diperlukan untuk pengairan, pertanian dan pengendalian banjir. Prasasti Tugu kini disimpan di Museum Nasional, sedangkan replikanya dapat dilihat di Museum Sejarah Ja...

avatar
Mfaizalaf
Gambar Entri
Guru Saman Seorang Jagoan Batak Dari Karo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Cerita  Guru Saman  kurang begitu tersiar dihalayak umum, khususnya bagi  orang Batak baik berada di kota maupun yang di hutan. Kurang tau penyebabnya apa, mungkin saja salah satu alasannya cerita yang konon adalah kejadian nyata dari cerita pengakuan orangtua dulu, bahwa semua karakter  Guru Saman  yang tidak manusiawi. Pembunuh, preman habis dan urak-urakan. Mendengar nama  Guru Saman , masyarakat begitu menyegani sekaligus sangat membencinya. Banyak yang menghindar apabila melihat apalagi mendekati Guru Saman, karena perbuatannya yang semena-mena jagoan inipun tidak segan-segan untuk berbuat kasar bahkan membunuh semua orang yang dia benci. Guru Saman, dia adalah seorang turunan Lau Balang yang berasal dari  Tanah Karo . Semasa remajanya, Guru Saman belajar ilmu silat (moncak Batak), ilmu kebal tikam dan ilmu hitam lainnya yang didapatkannya dari seorang guru kebatinan. Setelah semua ilmu yang diajarkan gurunya dikuasai, mulai...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Pencak Silat Orang Suku Batak (Monsak)
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Monsak atau yang dibaca dengan Moccak adalah Jenis Ilmu Bela Diri dari Tanah Batak Leluhur Orang Suku Batak terdahulu tidak hanya menggunakan Monsak sebagai Melindungi Diri,Tetapi juga digunakan dalam Kegiatan Olahraga,Penyambutan Raja,Kegiatan Adat dan lain-lain. Monsak Batak identik dengan pengobatan dan pernafasan dalam penyatuan darah manusia dengan Tuhan hingga dapat menguasai tenaga dalam dan tenaga murni. Tenaga dari 3 benua, benua atas, benua tengah dan benua bawah yang ada dalam tubuh manusia pada jaman dahulu setiap manusia yang hendak mempelajari ilmu pengobatan dan ilmu perbintangan. Monsak Batak ini harus diajarkan juga jadi setiap manusia batak dulu mossak batak ini merupakan suatu keharusan untuk dipelajari.  Monsak Batak ini dirangkai dengan langkah dan jurus-jurus untuk menghidupkan dan mengaktifkan 9999 urat manusia. Salah satu seni bela diri batak untuk penyatuan darah manusia dengan Tuhan. Salah satu tenaga dalam yang berguna untuk membela dir...

avatar
Fennec_fox
Gambar Entri
Kisah Leela dan Dewi Saraswati
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Pada suatu waktu di bumi ini hidup seorang raja yang bernama Padma yang teramat bajik dalam segala perilakunya. Istri beliau bernama Leela, dan ratu ini bersifat sangat luhur, mereka saling sayang-menyayangi satu dengan yang lainnya. Pada suatu hari ratu melaksanakan sebuah yajna demi Dewi Saraswati agar suaminya dikaruniai dengan keabadian.   Sang ratu kemudian berpuasa berat dan memohon dua hal kepada sang dewi, yaitu pertama : Setelah meninggalnya sang raja maka jiwanya akan selalu tinggal di istana, dan yang kedua : sang ratu memohon dharsana dari sang dewi Saraswati. Dewi Saraswati mengabulkan kedua permohonan tersebut, dan konon sang raja pada suatu saat terbunuh di dalam suatu laga dan jasadnya disemayamkan di istana. Sang ratu meratap tanpa henti-hentinya, dan pada saat tersebut Dewi Saraswati menunjukkan dharsananya dan berkata : “janganlah bersedih, karena semua ini adalah sesuai dengan permintaanmu, jiwa suamimu akan senantiasa hadir di istana ini. Tabu...

avatar
Nandafitsu
Gambar Entri
Jereh Bu Guru
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Banten

"Jereh Bu Guru" atau yang artinya (kata bu guru) merupakan sebuah lagu yang berasal daerah Banten, lagu yang di ciptakan oleh  A.Syahri Aliman  berisi muatan nilai moral yang sangat baik. Dimana seorang anak atau siswa yang dinasehati oleh ibu gurunya untuk berprilaku baik dan santun, ini juga merupakan gambaran dari masyarakat Banten yang terkenal dengan nuansa agamisnya.     Disaat masyarakat Banten sepi dengan alunan musik dengan bahasa asli Banten, "Jereh Bu Guru" menjadi penghilang dahaga atas kurangnya lagu asli daerah Banten. Lagu "Jereh Bu Guru" dapat dikatakan fenomenal karena dapat dengan mudah diterima oleh telinga masyarakat Banten, apalagi dengan nilai moral dari lagu tersebu t.      A.Syahri Aliman  yang juga salah satu guru seni di SMAN 2 kota Serang ini dapat di katakan musisi yang sangat menjunjung tinggi bahasa asli Banten, yang membuat karya-karya ciptaannya dapat dengan mudah di terima oleh Wong B...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Sultan Maulana Hassanudin
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Sultan Hasanudin Banten atau yang bernama lengkap Sultan Maulana Hasanuddin memiliki peran penting menyebarkan agama Islam di Banten. Ia pendiri kesultanan Banten, sekaligus menjadi penguasa pertama kerajaan islam di  Banten . Sultan Hasanudin adalah putra kedua dari Nyi Kawunganten, putri dari Prabu Surasowan yang saat itu menjabat sebagai bupati Banten dan Syaikh Syarif Hidayatullah atau yang dikenal dengan sebutan sunan gunung jati, salah satu dari walisongo. Sejak kecil Sultan Hasanudin telah diberi gelar Pangeran Sabakingking atau Seda Kikin oleh kakeknya, Prabu Surasowan. Begitu sang prabu wafat, kedudukannya diwariskan pada putranya yang bernama Arya Surajaya atau Prabu Pucuk Umun yang kemudian memerintah di wilayah Banten Girang, di bawah kekuasaan kerajaan Pajajaran. Pada masa itu agama yang diakui secara resmi masihlah hindu. Sementara itu, Sunan Gunung Jati kembali ke Cirebon untuk menduduki posisi bupati Cirebon menggantikan pangeran Cakra...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Nujum Pane Na bolon
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Nujum PANE NA BOLON, dalam tradisi Batak Kuno diterapkan ketika akan mengadakan perang atau mendirikan kampung baru. "Pane yang besar" adalah dewa yg mengelilingi bumi (banua tonga) menempati ke empat mata angin selama masing2 tiga bulan. Pane nabolon adalah dewa yg sangat ditakuti, terkadang meminta korban nyawa pada saat perang dan saat terjadi wabah penyakit. Untuk mengatasi hal itu, hanya datu-lah yg paham dgn perilaku pane na bolon. Sehingga datu perlu meramalkan posisi pane. Demikian transliterasi diagram: Jaha hita adop pane monang ma hita di hasuhuton na bolon ditumpak do hita ale marparang ale guru Manalom Debata ni Aji asa hita monang disi Jaha hata siyuk osang pane talu ma hata Jaha hita boltok pane monang ma hita sada pinang ni ale guru nami I ya paraboti Jaha hita bosik ihur pane talu ma hita di hasuhuton inon. Jaha hita omba pane monang ma hita duwa pinang ni ale guru Debata ni Aji Boma ninta ita paraboti idi Jaha hita tambi pane mago...

avatar
hokky saavedra