" Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.2 No.1 Tahun 1997 Ansdrisijanti, Inajati and Aziz, Fadhila Arifin and Siregar, Darwin A. and Soeroso, - and Istari, T.M. Rita and Budisantosa, Tri Marhaeni Sosiana (1997) Jurnal Arkeologi Siddhayatra Vol.2 No.1 Tahun 1997. Jurnal Arkeologi Siddhayatra, 2 (1). Balai Arkeologi Palembang, Palembang. ISBN 0853-9030 [img] Text Mei 97.pdf Download (43MB) | Preview Official URL: http://siddhayatra.kemdikbud.go.id Abstract Pada edisi kali ini menampilkan lima tulisan. Inajati Andrisijanti dari Jurusan Arkeologi UGM membahas pola hias di pantai utara Jawa dari abad XVI untuk menjelaskan interaksi budaya. Satu tulisan tentang penggunaan ""hard science"" terhadap arkeologi dipaparkan oleh Fadhila Arifin Azizi dari Puslit Arkenas bekerjasama dengan Darwin Alijasa Siregar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung. Tulisan tersebut membahas penggunaan pertanggalan kronometrik terhadap sisa rangka manusia dari Sit...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM05 FIQIH LKK_CIAMIS2013_MLM05 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa FQ 216 hal /15 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Dalam naskah ini tidak dijumpai judul buku, baik pada kulit depan maupun dalam teks. Penetapan judul Fiqih berdasarkan kajian isi naskah yang membahas masalah ilmu fiqih tentang taharah dan ibadah. Nama penulis juga tidak dijumpai dalam naskah ini, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Nama yang ada adalah nama pemilik naskah bernama Ondi M, alamat Kwali, Ciamis Jawa Barat, yang ditulis pada lembar kedua kaver, ditulis dengan tinta biru huruf latin. Naskah ilmu fiqih ini ditulis dalam bentuk nazom atau syair, dimaksudkan untuk memudahkan santri menghafalnya. Adapun bahasa yang dipakai dua bahasa, yaitu bahasa Arab dipakai ketika menjelaskan qaidah-qaidah ilmu fiqih atau kaitan dengan nukilan dari Al Qur’an dan Hadist. Naskah ini ditulis tangan dengan tinta hitam, yang seluruhnya ditu...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM06 TUNTUNAN SOLAT LKK_CIAMIS2013_MLM06 Bhs. Arab Aks. Jawi Prosa FQ 30 hal /11 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul tuntunan solat yang ditetapkan berdasarkan isi naskah, dan bukan dari sumber tertulis pada kaper naskah maupun teks naskah. Judul tersebut dibuat bukan bersumber dari kaper naskah atau teks naskah, tetapi dari kajian isi yang lebih menekankan kepada tuntunan sholat, baik solat pardu maupun solat sunnah. Dalam naskah ini tidak dijumpai judul buku, baik pada kulit depan maupun dalam teks. Penetapan judul berdasarkan kajian isi naskah yang membahas masalah tuntunan solat baik solat wajib maupun salat sunah, dimulai dari masalah taharah sampai masalah salat. Demikian juga penulis maupun pemilik naskah tidak dijumpai, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Hanya saja pada halaman terakhir naskah ini tertulis nama bulan Rayagung tanpa disebutkan tahunnya, juga...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM08 AYAT QURAN PILIHAN LKK_CIAMIS2013_MLM08 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa QA 38 hal /12 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul “Ayat Quran Pilihan”. Pemberian judul ini berdasarkan dari isi naskah itu sendiri, karena judul aslinya tidak dijumpai baik pada kaver maupun teks naskah itu sendiri. Demikian juga nama penulis naskah maupun nama pemilik naskah tidak diketahui, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Adapun bahasa yang dipakai dalam tulisan naskah ini adalah bahasa Arab, sedangkan untuk penjelasannya mengunakan bahasa Jawa. Naskah ini ditulis yang biasa dipakai oleh anak-anak sekolah, jenis HVS bergaris, ketebalan 38 halaman, setiap halaman terdiri dari 12 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman. Kondisi naskah masih bagus, ditulis dalam buku tulis pelajaran anak sekolah, ditulis dengan tinta hitam masih dapat dibaca seluruhnya dengan jelas. Naskah dijilid dengan be...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM09 DOA KELUARGA LKK_CIAMIS2013_MLM09 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa DO 24 hal /9 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini diberi judul “Doa Keluarga”. Pemberian judul ini berdasarkan dari isi naskah itu sendiri, karena judul aslinya tidak dijumpai baik pada kaver maupun teks naskah itu sendiri. Demikian juga nama penulis naskah maupun nama pemilik naskah tidak diketahui, baik pada kaver maupun dalam teks naskah. Adapun bahasa yang dipakai dalam tulisan naskah ini adalah bahasa Arab, sedangkan untuk penjelasannya mengunakan bahasa Jawa. Naskah ini ditulis yang biasa dipakai oleh anak-anak sekolah, jenis HVS bergaris, ketebalan 24 halaman, setiap halaman terdiri dari 9 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman. Kondisi naskah masih bagus, ditulis dalam buku tulis pelajaran anak sekolah, ditulis dengan tinta hitam masih dapat dibaca seluruhnya dengan jelas. Naskah dijilid dengan benang, dan dika...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM14 SILSILAH BUPATI GALUH LKK_CIAMIS2013_MLM14 Bhs. Sunda Aks. Latin Prosa SJ 20 hal/26 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini berjudul “Asal-usul Bupati Galuh”. Judul tersebut terdapat pada halaman lembar pertama, ditulis tangan dalam huruf latin tinta biru. Naskah ini ditulis pada kertas bergaris, yaitu sebuah buku tulis dengan sampul warna biru tua, tanpa menyebutkan penulisnya. Kondisi kertas sudah agak usang, sudut dan pinggiran kertas agak kriting, tulisan sebagian sudah sulit dibaca. Teks naskah seluruhnya mengunakan bahasa Sunda wiwitan, dengan ketebalan naskah 20 halaman, setiap halaman terdiri dari 26 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman. Naskah dijilid dengan benang kawat yang kondisinya sudah karatan. Pada lembaran pertama tertulis: “Kenging nurun tina buku tjarita Dipati Padakarta, kadjadian dina taun Walanda 1625, dikaluarkeun ku Chapur’s Bibliotheer ,Singaparna... Tas...
Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/ Logo Kemenag RI LKK_CIAMIS2013_MLM16 DOA SAEFI LKK_CIAMIS2013_MLM16 Bhs. Arab Aks. Arab Prosa DO 8 hal/11 baris 17.x 11 cm Kertas Eropa Naskah ini berjudul “Asal-usul Bupati Galuh”. Judul tersebut terdapat pada halaman lembar pertama, ditulis tangan dalam huruf latin tinta biru. Naskah ini ditulis paa kertas bergaris, yaiu sebuah buku tulis dengan sampul warna biru tua, tanpa menyebutkn penulisnya. Kondisi kertas sudah agak usang, sudut dan pinggiran kertas agak kriting, tulisan sebagian sudah sulit dibaca. Teks naskah seluruhnya mengunakan bahasa Sunda wiwitan, dengan ketebalan naskah 20 halaman, setiap halaman terdiri dari 26 baris, tanpa mencantumkan nomor halaman. Naskah dijilid dengan benang kawat yang kondisinya sudah karatan. Pada lembaran pertama tertulis: “Kenging nurun tina buku tjarita Dipati Padakarta, kadjadian dina taun Walanda 1625, dikaluarkeun ku Chapur’s Bibliotheer ,Singaparna... Tasikmalaya. Kening [...
Beluk adalah suatu tradisi lisan berupa nyanyian yang terdapat secara luas dalam wilayah budaya Sunda. Istilah lain untuk beluk, terutama di wilayah bagian timur seperti Majalengka adalah gaok. Mungkin kedua istilah itu diambil dari karakteristik teknik nyanyiannya, yang elak-eluk (berkelok-kelok), atau yang guak-gaok, gagaokan (berteriak, melengking-lengking). Beluk dinyanyikan laki-laki, dengan banyak memakai “suara kepala” sehingga perpindahan antara suara normal dan suara kepala itu menciptakan liukan melodi atau loncatan-loncatan nada dan timber (warna suara) yang sangat kentara. Beluk membawakan suatu cerita, yang dibaca dari suatu buku yang disebut wawacan (bacaan), yaitu cerita yang ditulis dalam puisi-tradisional berbentuk pupuh, seperti misalnya pupuh Kinanti dan lain sebagainya.
Pada malam hari pulau Mas di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sering terlihat bercahaya kekuningan menyerupai sinar emas, maka disebutlah pulau tersebut oleh masyarakat sekitar dengan nama Pulau Mas. Pulau Mas yaitu sebuah pulau kecil yg dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata. Berikut ini cerita rakyat Jawa Barat mengenai asal mula pulau Mas. Dahulu kala, ketika Indramayu masih berupa hutan lebat dan dihuni oleh binatang-binatang buas juga para mahluk halus, datanglah ke lembah sungai Cimanuk, seorang kesatria dari desa Banyu Urip (Purworejo-Jawa Tengah sekarang). Ia berjulukan Raden Wiralodra. Tugasnya yaitu membuka hutan untuk dijadikan pemukiman penduduk atau pedukuhan. Dalam menjalankan tugasnya, Raden Wiralodra ditemani oleh seorang pembantu setia dan sakti mandraguna, berjulukan Ki Tinggil. Secukup usang tiga tahun lebih, keduanya berjalan hendak menuju ke lembah sungai Cimanuk. Karena tidak tahu jalan, keduanya justru tersesat di sebuah hutan di lembah sungai Citarum. D...