guru
30 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
KISAH GUA KISKENDA
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Gua Kiskenda adalah sebuah gua besar yang di dalamnya menyerupai istana. Gua ini terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulonporogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hingga kini, gua ini masih dianggap sebagai tempat keramat oleh masyarakat setempat terkait dengan kisah mitos yang melegenda melatarbelakanginya. Menurut cerita, pada zaman dahulu pernah terjadi sebuah peristiwa yang mengerikan di dalam gua tersebut.   Di Pegunungan Menoreh, Kulonporogo, terdapat sebuah gua bernama  GUA KISKENDA . Gua tersebut merupakan istana kerajaan dua makhluk kakak beradik yang bernama  MAHESA SURA  dan  LEMBU SURA . Mereka adalah pemimpin berbagai macam binatang buas di daerah itu. Keduanya memiliki tubuh yang tinggi dan besar, berbadan manusia, tapi berkepala binatang. Kakak beradik itu juga memiliki kesaktian yang luar biasa. Konon, jika salah seorang di antara mereka yang meninggal, ia dapat hidup kembali setelah tubuhnya dilangkahi oleh saud...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
upacara tarapan
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

UPACARA TARAPAN  KERATON YOGYAKARTA INDONESIA Tarapan adalah upacara untuk memeringati haid pertama (menarche) seorang gadis.  Di keraton Yogyakarta upacara ini dilakukan di Bangsal Sekar Kedaton. Gadis yang sedang menarche  memakai baju khas keraton Yogya dengan  rambutnya disanggul. Keluarga  membuat tumpeng, sesaji yang terdiri dari rempah-rempah dan bumbu dapur  serta  bubur merah putih. Sesaji itu dimaksudkan untuk menolak bala. Pada upacara ini tidak ada pria yang boleh ikut, termasuk Sultan.  Upacara Tarapan di Surakarta sedikit beda. Dalam perayaan ini si Gadis mengenakan batik dalam ritual siraman. Kemudian si Gadis berganti baju dengan kain bermotif grompol sebagai lambang permohonan kebahagiaan dan kesejahteraan. Grompol  (menggerombol) artinya agar selalu  dikelilingi oleh teman-temannya. Perayaan diakhiri dengan syukuran bersama. Sedangkan masyarakat Jawa pada umumnya cukup memeringati menarche dengan membuat bubur...

avatar
OSKM18_16518175_Muhammad Zunan_Alfikri
Gambar Entri
Tradisi Apeman
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

    Tradisi Apeman Tradisi Apeman ini adalah gabungan dari unsur keagamaan dan adat kesenian budaya orang jawa. Acara ini diadakan setiap menjelang datangnya bulan suci ramadhan, tradisi ini memiliki makna sebagai permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha ESA, saling meminta maaf lahir batin antar umat muslim sebelum datangnya bulan suci ramadhan, sebagai   bentuk dari rasa syukur atas rizki bagi  umat muslim di yogyakarta dan unrtuk mendoakan para leluhur terdahulu. Pertama-tama tradisi ini dilakukan untuk ruwatan yaitu mendoakan para   tokoh-tokoh agama islam   terdahulu, seperti para kiyai-kiyai besar, para leluhur desa, dengan mengadakan   pengajian bersama, lalu masyarakat membersihkan makam para kiyai   dan anak cucu keturunannya  serta para leluhur desa dengan   pandu oleh juru kunci makam tersebut untuk   memperingati hari meninggalnya. Setelah membersihkan makam, dilanjutkan denga...

avatar
OSKM18_16818107_kimberlita qatrunnada
Gambar Entri
Astha Brata : Delapan Ajaran Jawa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Astha Brata merupakan salah satu ajaran wayang untuk ratu-ratu (raja) Jawa agar mencapai “memayu hayuning Bawana” yang artinya keharmonisan dengan alam semesta. Astha sendiri berarti delapan sedangkan Brata berarti ajaran. Secara keseluruhan Astha Brata berarti delapan ajaran/watak yang harus dimiliki seorang pemimpin. Astha Brata diceritakan oleh lakon (cerita) wayang Ramayana dan Mahabharata. Dalam Ramayana Astha Brata diajarkan oleh Sri Rama kepada Wibisana dan Barata sedangkan dalam Mahabharata Astha Brata diajarkan oleh Begawan Kesawasidi, yang merupakan Kresna, pada Raden Arjuna. Astha Brata sendiri disimbolkan dengan bumi, api, air, angin, matahari, bulan, gunung, dan samudra.   Menurut Yasadipura I (1729 - 1803) watak-watak yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah : 1. Watak bumi (mahambeg mring kisma) yang berarti pemimpin tidak boleh congkak serta disenangi warga. 2. Watak air (mahambeg mring warih) yang berarti pemimpin harus...

avatar
OSKM18_16918092_Rizqi Samera Al Farizi
Gambar Entri
Sengkalan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sengkalan adalah angka tahun yang ditulis dengan menggunakan kata-kata yang memiliki karakter tertentu. Kata-kata tersebut biasanya disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah frasa atau kalimat. Adapun sengkalan yang tidak menggunakan tulisan, tetapi diwujudkan dalam wujud gambar disebut dengan sengkalan memet . Beberapa karakter atau kata yang digunakan dalam penulisan sengkalan menurut angkanya adalah sebagai berikut: 1 : kata “ siji ” dan sinonimnya, sesuatu yang berjumlah satu ( surya, Gusti, nabi , dsb), benda bulat ( Bumi , dsb), manusia, dan benda yang berjumlah satu 2 : kata “ loro ” dan sinonimnya serta semua yang berpasangan ( asta, karna, netra, dsb) 3 : kata “ telu ” dan sinonimnya, api, dan cahaya 4 : kata “ papat ” dan sinonimnya, air, dan kata-kata yang artinya membuat 5 : kata “ lima ” dan sinonimnya, angin, senjata, dan raksasa 6 : kata “ nem ” dan sinonimnya...

avatar
OSKM18_16518203_Raditya Adhidarma Nugraha
Gambar Entri
Budaya Berbahasa Pasemon dalam Sehari-hari
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Hidup tanpa ada yang menasehati dijamin akan terasa kurang akan sesuatu, hidup ini tidaklah selalu berada diatas, tidak selalu benar dan tanpa kesalahan atau kekurangan yang harus diperbaiki. Untuk memperbaiki hal tersebut orang terdekat dari kita biasa menasehati kita agar kesalahan tersebut tidak diulangi kedepannya dan dapat merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi.  Menurut pengalaman pribadi, orang yang biasa menasehati kita ialah sang ibu. Ibu bagaikan seorang guru yang dapat menasehati kita dengan cara-cara yang tak menyakiti hati namun tetap dapat tercapai tujuannya. Ibu penulis merupakan seorang wanita yang tumbuh besar di keluarga dengan adat jawa yang kental akan budaya menasehati dengan sindiran halus yang dinamai oleh pasemon.  Pasemon merupakan istilah yang digunakan dalam masyarakat jawa untuk menasehati ataupun menyindir seseorang untuk mengingatkannya jika ia dirasa sudah bertindak diluar etika. Bahasa pasemon biasa digunakan sejak jaman d...

avatar
OSKM18_ 16618390_Rifqi Asyraf Wardono
Gambar Entri
Bale Sigala-gala
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Raden Pinten dan Raden Tangsen adalah ksatria kembar. Kembar rupa, suara, maupun pakaian. Itulah sebabnya mereka sering dipanggil dengan sebutan “Kembar”. Keduanya putra Prabu Pandudewanata (Raja Hastina) dengan Dewi Madrim, putri dari Negeri Mandaraka (adik Raden Narasoma/Prabu Salya). Raden Pinten dan Raden Tangsen merupakan bagian dari Pandawa, menempati urutan keempat dan kelima. Urutan selengkapnya sebagai berikut Raden Dwijakangka, Raden Bratasena, Raden Premadi, Raden Pinten, Raden Tangsen. Pandawa dari akar kata Pandu + Hawa, artinya Putra Pandu. Dalam lakon Bale Sigala-gala, usia Pinten dan Tangsen masih kanak-kanak. Mereka telah ditinggal wafat ayah dan ibunya. Selanjutnya mereka dalam asuhan Dewi Kuntitalibrata. Meskipun bukan anak kandungnya, namun Dewi Kunti sangat menyayangi mereka seperti menyayangi anak sendiri. Sepeninggal Prabu Pandu, negara Hastina diperintah oleh Prabu Destarata. Prabu Destarata ini berputra seratus orang yang disebut Kurawa....

avatar
OSKM18_16418025_Fredericus
Gambar Entri
Wayang Kulit Wahyu Makutharama
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Prabu Druyudhana ( Suyudhana ) Raja Hastinapura sedang mengadakan siniwakan agung ( rapat paripurna ) yang juga dihadiri guru besar kerajaan, Resi Druna ( Durna ) dan Senapati Agung dari Awangga Narpati Basukarna ( Adipati Karna ), Patih Sengkuni dan para Kurawa, membicarakan tentang wangsit yang diterima Dewa melalui mimpinya akan turun wahyu Makhutarama di Kutharunggu. Kerajaan yang mendapat wahyu Makhutarama, akan menjadi negara yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, rakyatnya tidak akan menderita kekurangan apapun dan memperoleh perlindungan dari Hyang Maha Kuasa, demikianlah petunjuk dari Resi Druna ( Durna ). Sebagai murid dan sekaligus sebagai Raja, Prabu Druyudhana/Suyudhana, setelah mendengar petunjuk dari Guru Besarnya kemudian memerintahkan Senapati Agungnya Narpati Baskarna ( Adipati Karna ) untuk berangkat dan mendapatkan Wahyu Makhutarama di Pertapaan Kutharunggu. Narpati Basukarna ( Adipati Karna ) berangkat ke Pertapaan Kutharunggu disertai Sabregada (sepasuk...

avatar
Oskm18_16418018_gregorius
Gambar Entri
Detail Jenis Alat Musik Keroncong serta Cara Memainkannya
Alat Musik Alat Musik
Daerah Istimewa Yogyakarta

Keroncong merupakan sebuah ansambel tradisional yang terdiri dari berbagai macam alat musik. Sebuah ansambel dapat disebut Keroncong apabila memiliki dua alat musik tradisional yang mendasar yakni ukulele  Cuk  dan ukulele  Cak . Alat musik tambahan yang biasa digunakan dalam ansambel Keroncong adalah Cello dan  Double Bass  (Bass Betot). Instrumen lainnya dapat ditambahkan sesuai kebutuhan aransemen. Kedua instrumen tradisional ini, ukulele  Cak  dan  Cuk , memiliki spesifikasi yang berbeda dengan spesifikasi ukulele pada umumnya. Kedua alat musik ini  Ukulele  Cuk  merupakan ukulele dengan tiga senar. Senar pertama dan ketiga menggunakan senar nilon gitar klasik, sedangkan senar kedua menggunakan senar raket tenis. Mengejutkan bukan? Senar raket tenis dapat dipakai sebagai senar untuk alat musik tradisional.  Tuning  untuk ketiga senar ini dimulai dari senar ketiga (atas) adalah sebagai berikut...

avatar
OSKM18_16118008_Ray Steven