Masyarakat Tana Tidung biasanya menyantap Nasi Subut dengan lauk Sate Ikan Pari . Ikan pari banyak didapat dari Sungai Sesayap yang merupakan sungai induk di bagian utara Kalimantan Timur . Di sungai ini, seringkali para nelayan mudah untuk mendapatkan ikan pari. Membuat olahan Sate Ikan Pari tidak terlalu sulit. Terlebih dahulu ikan pari dibersihkan, kemudian bagian kulit dibuang dan yang diambil bagian daging. Langkah ini membutuhkan keterampilan dan keuletan yang tinggi karena tidak mudah memisahkan daging dari kulit ikan. Selanjutnya daging dipotong berbentuk dadu. Daging ikan pari yang sudah berbentuk dadu direndam dalam perasan air jeruk dalam waktu kurang lebih 2 menit. Daging dibersihkan lagi. Haluskan merica, kunyit, bawang merah dan bawang putih kemudian masukkan ke dalam wadah. Daging yang sudah bersih dimasukkan kedalam wadah berisi bumbu – bumbu yang sudah dihaluskan tadi. Daging diaduk pelan, supaya bumbu tercampur merata. Kemudian da...
Cara membuat Tepung Eloi atau Tepung Nato Pembuatan tepung Eloi atau tepung Nato ini sama dengan pembuatan tepung Tapioka. Karena sebenarnya yang dimbil adalah sari pati dari umbinya dengan jalan diparut dan diperas, adapun rincinya sebagai berikut: Cara Membuat: Ubikayu atau singkong dipungut atau dipanen dari kebun. Ubi dikupas dan dicuci dengan air bersih. Ubi kemdian diparut. Hasil parutan ubi ini ditambah air sedikit-sedikit sampil diperas di atas saringan. Air sari pati ubi ini dibiarkan dalam baskom agar patinya mengendap. Tepung pati berwarna putih bersih ini akan mengendap di bawah permukaan air perasan atau memisahkan diri. Setelah sekitar 2 jam pengendapan dianggap sempurna dan air diatas endapan pati kemudian dibuang. Tepung Eloi yang putih bersih siap untuk diolah menjadi masakan Eloi. Namun apabila ingin disimpan kembali tepung eloi ini selama ini tidak pernah disimpan dalam keadaan kering seperti tepun tapiok...
Kota Tarakan memiliki tekstur alam yang tropis dengan tingkat kesuburan tanah yang baik. Berbagai tanaman sayur cocok untuk ditanam di kawasan Tarakan. Salah satu sayur yang banyak tumbuh di Kota Tarakan adalah umbi-umbian. Umbi-umbian ini merupakan makanan masyarakat asli Tarakan. Namun, ada bagian dari umbi-umbia yang sering digunakan masyarakat asli Tarakan untuk dimasak sebagai sayuran favorit masyarakat Tarakan yaitu daun singkong. Daun singkong ini dibersihkan dan diolah terlebih dahulu kemudian ditumbuk dengan batu supaya racun pahit dalam daun singkong ini hilang. Daun singkong atau ubi ini memiliki tingkat nutrisi yang tinggi bagi daya tahan tubuh. Kandungan klorofil (zat hijau daun) dalam daun singkong ini mampu mencegah tubuh dari berbagai penyakit yang disebabkan radikal bebas. Kenikmatan daun singkong ini akan terasa nikmat jika dibuat sayur yang dicampur dengan santan. Sebelumnya daun singkong ini ditumbuk terlebih dahulu hingga halus. Kenikmatan sayur daun santan tumb...
Paluon merupakan makanan khas Dayak Tingalan yang terbuat dari sagu ubi. Makanan ini merupakan makanan pokok bagi suku Dayak Punan. Paluon memiliki tekstur yang kenyal. Cara membuat Paluon sedikit memerlukan tenaga karena proses pembuatannya cukup rumit. Bahan dasar Paluon adalah sagu hutan. Namun seiring berjalannya waktu, sagu hutan semakin langka dan sulit untuk didapatkan sehingga masyarakat Dayank Tingalan menggantikannya dengan singkong atau ubi kayu. Cara membuat sagu cukup mudah. Langkah yang pertama, pilihlah ubi yang baik dan masih muda agar kadar patinya banyak. Kemudian, ubi kayu yang telah dikupas tersebut diparut hingga halus. Setelah itu, masukkan air dengan perbandingan 1:2, yaitu satu bagian singkong dan dua bagian air. Langkah berikutnya, aduk adonan singkong hingga patinya terlepas dari ampas ubi. Kemudian saring dan peras adonan ubi sama halnya memeras kelapa. Langkah terakhir, biarkan air pati ubi mengend...
Jatung Utang merupakan alat musik tradisional suku Kenyah yang terbuat dari batangan kayu yang satu sama lainnya dirangkai dan diikat dengan tali rotan. Tiap lempengan kayu yang tersusun tersebut memiliki nada tersendiri. ðŸ"¢ Di masyarakat Kenyah alat musik ini memiliki beberapa nama sebutan yaitu : Jatung Utang, Geng Galeng/Ting Galing (tergantung dari dialek Kenyah yang digunakan). Yang membedakan hanyalah posisi alat musik tersebut. Jika Jatung Utang dalam posisi horisontal dan umumnya posisi pemain berdiri (photo nomer 1 dan 3), maka Geng Galing/Ting Galing posisinya vertikal (lihat photo nomer 2 di bagian bawah) dengan posisi pemain dalam keadaan duduk. Jatung Utang terbuat dari batang kayu ringan sekitar 20-50cm panjang dan 5-10cm lebarnya. Biasanya ada dua instrumen yang digunakan, satu orang memainkan melodi dan yang lainnya sebagai penyeimbang instrumen/melodi. Namun boleh saja bagi dua orang pemain untuk bermain melodi dan iringan bergantian untuk memberikan...
Pakaian Ta’a merupakan pakaian Adat Kalimantan Utara yang khusus dipakai oleh para perempuan Suku Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan berbagai macam hiasan yang berupa manik-manik yang dijahit. Ta’a sendiri terdiri dari pakaian (atasan) dengan model yang menyerupai rompi (tanpa lengan), penutup kepala berhias bulu burung enggang, bawahan berupa rok dengan warna serta motif yang sama, dan aksesoris lainnya seperti kalung, gelang, dan manik-manik. Setiap Motif hiasan rompi dan rok Ta’a ini sangat kental pada perpaduan warna-warna yang mencolok seperti warna putih, hijau, merah, biru, dan warna-warna lainnya yang sangat kontras dengan warna kain rompi. Pada bagian dada dan lengannya akan dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama. Perbedaan utama dari pakaian Sapei Sapaq dan Ta’a adalah pada motifnya. Untuk motif pakaian Adat Provinsi Kalimantan Utara, baik itu baju Ta’a maupun Sapei Sapaq...
Bekkai (Daun Afa') Bekkai (Kenyah) atau dienal juga dengan sebutan Daun Afa' (Lundayeh/Putuk). Tumbuhan yang dikenal dengan nama ilmiah Albertisia papuana Becc. dari famili Menispermaceae. Tumbuh secara liar di hutan Dipterocarpaceae dan beberapa sudah di domestikasi. Tumbuhan terna berkuran sedang ini digunakan oleh Masyarakat Dayak sebagai bahan untuk penyedap rasa pengganti Veksin (MSG) dalam makanan. Bagian yang digunakan adalah pucuk muda yang di campur dalam makanana yang dimasak. Daun ini memeberikan rasa yang membuat makanan menjadi gurih. Daun tumbuhan ini memiliki khasiat yang sama seperti penggunaan daun ganja pada masakan aceh. Selain itu tumbuhan ini juga memiliki khasiat sebagai Tumbuhan Obat, yang berfungsi pada beberapa penyakit di Masyarakat Dayak Punan dan Lundayeh. Di Kalimanntan sendiri terdapa 3 variaetas yang dikenal oleh masyarakat dayak di Kalimantan Utara yaitu, Bekkai berdaun besar-panjang, Bekkai berdaun pendek, Bekkai berdaun lonjo...
UBAK LAYAQ Ubak Layaq merupakan Makanan Khas Dayak Lundayeh (Putuk). Ubak Layaq adalah Nasi Putih yang dibungkus dengan daun tumbuhan Calathea. Calathea merupakan jenis tumbuhan liar yang berasal dari famili Marantaceae yang memiliki daun yang sangat lebar. jenis tanaman ini banyak di bidudayakan untuk tanaman hias diperkotaan. Kerabat dekat dari tumbuhan ini adalah Ganyong. Berbeda dengan masyarakat pada suku lainnya yang menggunakan daun pisang atau daun jati. Masyarakat Ludayeh (Putuk) menggunakan daun ini untuk membungkus Nasi. Tekstur Nasi yang mereka makan juga berbeda lebih lembek. berbda dengan suku di daerah lain yang menyukai nasi pulen. Nasi dimasak pada tempat yang berbeda dengan tekstur nasi yng lembek, kemudian nasi dibungkus dengan daun Calanthea seperti membungkus nasi ada umumnya. Cara memakannya hampir sama seperti ketika memakan nasi yang di sajikan di KFC ata McD. Nasi ini biasanya disajikan pada acara adat besar dan dimakan den...
Suku Tidung Merupakan suku yang tanah asalnya berada di bagian utara kalimantan timur. Suku ini juga merupakan anak negeri di Sabah, jadi merupakan suku bangsa yang terdapat di indonesia maupun malaysia (negeri Sabah). Suku Tidung semula memiliki kerajaan yang disebut Kerajaan Tidung. Tetapi akhirnya punah karena adanya politik adu domba oleh pihak Belanda. Bahasa Tidung dialek Tarakan merupakan bahasa Tidung yang pertengahan karena dipahami oleh semua warga suku Tidung. Beberapa kata bahasa Tidung masih memiliki kesamaan dengan bahasa Kalimantan lainnya. Kemungkinan suku Tidung masih berkerabat dengan suku Dayak rumpun Murut (suku-suku Dayak yang ada di Sabah). Karena suku Tidung beragama Islam dan mengembangkan kerajaan Islam sehingga tidak dianggap sebagai suku Dayak, tetapi dikategorikan suku yang berbudaya Melayu (hukum adat Melayu) seperti suku Banja...