Rumah Adat Papua Rumah adat daerah Papua, suku Dani adalah Honai, Rumah tersebut terdiri dari dua lantai terdiri dua lantai, lantai pertama sebagai tempaat tidur dan lantai dua untuk tempat bersantai, dan tempat makan. Hunai berbentuk jamur dengan ketinggian sekitar 4 meter. Rumah kariwari adalah rumah pemujaan suku Tobati-Enggros yang menghuni tepian Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, berbentuk limas segi delapan dengan atap kerucut. Meskipun atap bangunan tidak menggunakan daun sagu seperti di Papua, namun tata bangun secara keseluruhan sesuai dengan kondisi aslinya, baik bentuk maupun lingkungan alamnya. Sebuah danau buatan dengan patung ikan hiu gergaji yang buas serta sebuah perahu Asmat yang panjang dan sempit yang digerakkan oleh delapan orang pendayung merupakan sentuhan suasana aslinya.
Makanan khas papua selain papeda adalah Aunu Sanebre . Makanan ini terbuat dari bahan bahan khas Papua seperti ikan teri nasi . Cara membuatnya pun termasuk mudah dan sangat simple . Ikan teri , parutan kelapa dan daun talas yang dikukus namun rasanya sangat nikmat. Sangat cocok bila disajikan dengan papeda Berikut ini resep pembuatanya Bahan : - 100 gram ikan teri nasi, dicuci bersih, digoreng sebentar - - 1 batang daun talas dan batangnya, diiris - - 100 gram kelapa parut kasar - - 1/4 sdt garam Cara membuat : 1. Rebus daun talas dan batangnya sampai matang. Angkat dan tiriskan. 2. Campur ikan teri nasi, daun talas dan batangnya, kelapa parut kasar dan garam. Aduk rata. 3. Kukus 25 menit dengan api sedang sampai matang. Sumber Foto : cloud.papua.go.id
Suara anak babi itu menjerit jerit menyayat ketika dipanggul oleh Rumbe, seorang warga suku Dani, Lembah Baliem. Suaranya terdengar seperti lengkingan anjing. Mungkin si babi itu sudah mencium bau kematian. Yali Mabel sang kepala suku sudah bersiap di ujung sana, dengan anak panahnya yang terhunus. Dua anjing mengkuti terus Rumbe ke tempat penjagalan yang dikelilingi warga Dusun Jiwika. Sementara berhadapan dengan mereka – di sisi seberang – beberapa orang sudah menyelesaikan tumpukan batu terakhir, sebagai tempat pembakaran. Rumbe memegang kaki babi itu, sementara temannya memegang telinga babinya. Mereka membuat jarak untuk merenggangkan tubuh sang babi sambil menunggu Kepala suku membidik dengan panahnya. Suara babi terus melengking tak henti. Anjing anjing terus mengendus ngendus tanah. Suara warga mendadak senyap saat anak panah melesat, menembus jantung babi malang itu. Ia terus meronta ronta ketika Yali Mabel menarik sambil memutar mutar anak p...
Alat Musik Tradisional Irian Jaya (Papua) Alat musik tradisional Tifa 1. Tifa Tifa adalah alat musik yang berasal dari maluku dan papua, Tifa mirip seperti gendang cara dimainkan adalah dengan dipukul. Terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangi isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi, dan biasanya penutupnya digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. bentuknya pun biasanya dibuat dengan ukiran. tiap suku di maluku dan papua memiliki tifa dengan ciri khas nya masing-masing. Tifa biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian Perang, Tarian Tradisional Asmat, dan Tarian Gatsi. Alat musik tradisional Tifa ini, banyak digunakan oleh penduduk Papua dan Maluku. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas....
Suku Asmat adalah suku yang hidup di daerah rawa-rawa dan kehidupan mereka sangat dekat dengan air. Dalam menjalani kesehariannya, Asmat sudah beradaptasi pula dengan lingkungan air sejak jaman nenek moyang mereka. Demikian pula dengan kebiasaan mereka ketika berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, mereka mau tidak mau harus menggunakan alat transportasi air. Salah satu yang menjadi tradisi unik mereka dalam bertransportasi di air adalah perahu lesung. Perahu Lesung suku Asmat adalah perahu yang sangat unik. Perahu ini terbuat dari satu batang pohon utuh yang dibentuk hingga menjadi perahu. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari pepohonan yang jarang dipakai seperti Ketapang atau Bitanggur. Jadi, setelah ditebang, kulit batang pohon akan dikupas hingga bersih dan kemudian kedua ujung batang akan diruncingkan. Setelah proses tersebut, batang pohon siap dibentuk menjadi perahu. Proses pembuatan perahu dapat memakan waktu sekitar 5 minggu bila dikerjakan dengan...
“Cuit..cuit..cuit…”, suara burung terdengar indah di pagi hari yang cerah itu. Selintas siulan burung lainnya pun membalas dengan bersahut-sahutan. Udara yang begitu segar diselingi angin semilir mengawali hari itu dengan nyamannya. Matahari pun tak mau kalah memamerkan pesonanya, hangat dan berpadu mesra dengan sejuknya sebuah desa di Lembah Baliem. Pagi itu sangatlah berkesan, terutama bagi wisatawan yang terbiasa dengan keramaian kota dan bisingnya metropolitan. Desa ini sangat damai dan tentram. Desa cantik ini bernama Desa Kurulu. Sebuah desa yang menjadi tempat tinggal bagi salah satu keluarga dari Suku Dani, suku terbesar di Papua yang terdapat di Lembah Baliem. Semua warga desa ini sebenarnya masih mempunyai hubungan keluarga. Mereka telah hidup sejak jaman purbakala dan tetap bertahan dengan budaya aslinya di tempat ini hingga jaman modern. Desa ini pun menjadi salah satu desa yang memiliki jumlah keluarga cukup besar, bila dibandingkan dengan des...
UPACARA ADAT SUKU BIAK DI BIAK NUMFOR, DIANTARANYA : 1. Munara Kafkai Ibui / Kinsasor Yaitu menembak buah kelapa yang digantung dibubungan rumah untuk mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung oleh seorang ibu, biasanya dibuat pada anak pertama (Romawarak) 2. Munara sababu Yaitu upacara membawa turun bayi yang dilahirkan untuk mempertunjukkan kepada masyarakat setelah selama sebulan ibu dan anak yang baru dilahirkan tersebut tinggal didalam rumah. 3. Munara Famar mar Yaitu upacara mengenakan cawat (mar) dan melubangi telinga, pada waktu munara menutup kemaluan, apabila anak berumur sekitar tiga tahun, maka anak (pria dan wanita) akan menerima selembar mar yang ukurannya sangat kecil. Untuk melubangi telinga, maka dipotong babi yang merupakan hadiah dari saudara perempuan ayahnya. 4. Munara Pananai Sampar. Yaitu upacara mengenakan manset yang dibuat dari kulit kerang, kalau anak itu perempuan dan berumur kira-kira 3-...
Kuliner ekstrem dari Papua yang terkenal menantang di mata setiap wisatawan adalah sate ulat sagu. Orang papua biasa menyebut penganan ini dengan nama “koo”. Ulat sagu bagi masyarakat Indonesia pada umumnya mungkin dianggap sebagai hewan yang menjijikan, tapi tidak dengan warga pribumi bumi cendrawasih. Ulat sagu diyakini oleh masyarakat Papua sebagai santapan yang bisa menambahkan energi dengan kadar kolesterol yang rendah. Ulat sagu di papua mudah sekali untuk ditemukan, baik di hutan maupun di pasar-pasar yang merupakan hasil buruan penjualnya. Pada bagian daging ulat tersimpan protein yang cukup tinggi. Selain protein, ada juga kandungan lain pada tubuh ulat sagu yakni asam aspartat, asam glutamat, tirosin, lisin, dan methionin. Alamat & Kontak Penjual: Pasar Yotefa Jl. Ps. Yotefa, Wai Mhorock, Abepura, Kota Jayapura, Papua 0812-4857-8099 http://makananolehole...
Papeda Merupakan makanan berupa bubur sagu khas Papua dan Maluku yang biasanya di sajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang di bumbui dengan kunyit. Papeda merupakan makanan yang kaya serat, rendah kolesterol dan cukup bernutrisi. Sejarah Di berbagai dataran pesisir dan dataran rendah di papua, sagu merupakan bahan dasar dalam membuat berbagai makanan. Sagu bakar, sagu lempeng, dan sagu bola, menjadi sajian yang paling banyak di kenal di berbagai pelosok di Papua, khususnya dalam tradisi kuliner masyarakat adat di Kabupaten Mappi, Asmat, hingga Mimika. Papeda merupakan salah satu sajian khas sagu yang di temukan. Antropologi sekaligus Ketua Lembaga Riset Papua, Johsua Robert Mansoben, menyatakan bahwa papeda di kenallebih luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Arab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari. Resep Mudah Cara Membuat Papeda Telur Gulung Murah Meriah Bahan-bahan :...