KICIMPRING Kata”Kicimpring” mungkin sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Jawa Barat. Kicimpring atau yang terkadang disebut Kecimpring ini adalah sejenis kerupuk atau makanan ringan dari tanah Sunda. Olahan makanan tradisional ini berbahan dasar singkong dengan rasa gurih yang khas, namun sekarang kicimpring ini mulai bisa ditemukan dengan variasi rasa yang beragam baik manis, pedas, dan inovasi rasa lainnya. Sejak dulu bahan baku pembuatannya masih tetap sama dan mudah ditemukan, yakni singkong, bawang putih, bawang merah, daun bawang, cabai rawit, garam, dan penyedap. Karena berbahan baku singkong dibeberapa daerah terkadang makanan ini lebih dikenal dengan sebutan kerupuk singkong. Di Jawa Barat sendiri terdapat sebuah daerah yang dikenal sebagai “Kampung Kicimpring” yang terletak di Kampung Bab...
Bahan : Tepung beras ketan 1 kg. Gula merah 750 gram. Kelapa 1 buah. Vanillin secukupnya. Air 750 mL. Daun pisang. Lidi yang sudah dipotong-potong tajam Cara Pembuatan : Siapkan bahan-bahan yang diperlukan. Gula merah dicampur air, lalu didihkan. Kemudian masukan vanillin. Kelapa diparut, lalu disangrai sampai berwarna agak kecoklatan. Campurkan kelapa yang telah disangrai ke dalam tepung beras ketan, aduk hingga rata, kemudian masukan gula merah, lalu uleni sampai dalit. Ambil sedikit adonannya, kurang lebih 1 sendok makan, kemudian bungkus bulat memanjang dengan menggunakan daun pisang. Bagian atas dan bawah dari daun pisang itu ditusuk menggunakan lidi agar adonan tersebut tidak tumpah. Setelah adonan papais doko selesai semua dibungkus, kemudian dikukus selama kurang lebih 45 menit. Papais doko siap dihidangkan. #OSKMITB2018
Tak mudah untuk mengenali kesenian Ujungan ini. Karena selain sudah sangat sulit menemukannya dipertontonkan, tak banyak pula literatur yang menceritakan detail bagaimana kesenian ini muncul dan eksis di masyarakat Kabupaten Bekasi, kemudian menghilang nyaris tanpa jejak. Tulisan Andi Sopandi, dalam buku ‘Sejarah dan Budaya Bekasi’ menuliskan, permainan ujungan seolah tenggelam bersama pesatnya pembangunan di Bekasi. Bahkan tak terdengar lagi alunan sempyong dan tarian ucul tarian yang dilakukan sebelum mulainya permainan ujungan. Seni ujungan merupakan jenis ketangkasan bela diri yang didalamnya terdapat perpaduan tiga jenis seni yaitu seni musik (Sampyong), seni tari-silat (Uncul), dan seni bela diri tongkat (ujungan). Menurut beberapa sumber, seni ujungan merupakan jenis kesenian tertua yang pernah ditemukan, pada era Kerajaan Salakanegara (130M) berdasarkan naskah kuno Wangsakerta yang merupakan cikal bakal kerajaan besar di Jawa Barat. Ujungan merupakan suat...
Sondah adalah permainan tradisional di Jawa Barat. Untuk masyarakat yang bukan dari suku Sunda mungkin masih merasa asing dengan permainan ini karena memang umumnya sondah ini dimainkan dan berasal dari daerah Jawa Barat. Banyak anak-anak yang memainkannya bersama sepupu-sepupu mereka, atau bahkan teman sekomplek mereka atau bisa disebut juga teman lingkungan rumah mereka. Permainan ini cukup sederhana dan tidak memerlukan persiapan khusus atau alat-alat khusus. Cukup menyedikan kapur dan lahan yang cukup luas dan tidak dilewati oleh kendaraan agar orang-orang bisa bermain dengan leluasa. Permainan ini adalah permainan grup, yang artinya harus dimainkan oleh 2 orang atau lebih. Semakin banyak pemain akan semakin menyenangkan, karena permainan ini memang akan terasa seru dan lucunya jika banyak orang. Biasanya orang-orang akan tertawa bersama saat memainkan permainan ini. Jadi sebenarnya apa yang harus kita lakukan untuk memainkan sondah? Pertama, carilah lapangan atau lahan...
Kerupuk bonggol pisang, memang tak dapat dipungkiri jika masyarakat Indramayu ini terbilang kreatif di dalam mengolah berbagai macam bahan makanan, salah satunya adalah bonggol pisang. Bagian dari pohon pisang yang dianggap sebagai sampah ini ternyata dapat diolah menjadi sebuah masakan yang lezat dan renyah, dimana diolah menjadi kerupuk bonggol pusang. Ide yang mana berasal dari Desa Pringcala tersebut sudah terbukti dapat dijadikan sebagai lahan bisnis yang sangat menjanjikan. Bonggol pohon pisang merupakan bagian akar dari pohon pisang yang biasanya dibuang begitu saja. Bonggol pohon pisang ini yang berbentuk bundar berwarna putih biasanya akan membusuk ketika pohonnya di tebang. Bahan baku kerupuk bonggol pisang ini terbilang cukup ekonomis tanpa harus mengeluarkan modal yang besar. Pada awalnya para pengerajin kerupuk ini terinspirasi oleh nenek moyang mereka yang memanfaatkan bonggol pisang ini untuk makanan sehari-hari mereka karena adanya keterbatasan eko...
Anak-anak khususnya balita seringkali mengalami susah makan. Untuk mengatasi hal ini, masyarakat Sunda memiliki tradisi yang bernama 'cekok'. Selain bisa mengatasi anak yang susah makan, tradisi cekok juga dipercaya dapat memperlancar pencernaan, peredaran darah, dan menambah sel darah merah. RESEP Alat dan Bahan: - Kunyit secukupnya - Kain katun putih Cara: 1. Kerok atau kupas kunyit yang telah dicuci 2. Parut kunyit 3. Masukan kunyit yang telah diparut ke dalam kain katun putih 4. Sambil digendong ibunya, peras kunyit dan langsung dimasukkan dengan hati-hati ke mulut anak. Biasanya anak akan menolaknya karena terasa tidak enak, tetapi ibu harus sabar dan terampil memasukkan perasan kunyit tersebut, biarpun tidak semua terminum dan agar anak tidak tersedak. Namun pada zaman sekarang, biasanya kunyit diperas terlebih dahulu, lalu disuapkan ke mulut anak dengan menggunakan sendok. Tradisi Cekok ini dianjurkan diminum sehari dua kali sebelum makan pagi dan siang. Bagi masy...
Bancakan adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari Bandung. Cara memainkan permainan tersebut adalah sebagai berikut. Mula-mula para pemain harus membuat dua buah lingkaran di tanah dengan menggunakan kayu. Dua lingkaran tersebut diberi jarak sesuai yang diinginkan, kira-kira 1 meter lalu pada lingkaran kedua diletakkan sebuah batu yang agak besar di tengahnya. Pemain yang dibutuhkan dalam permainan ini kira-kira 5 orang atau lebih. Setiap orang harus memegang 1 buah genting bekas yang sudah menjadi pecahan kecil lalu satu per satu berdiri di belakang lingkaran kedua dan mulai mencoba melempar pecahan genting tersebut ke dalam lingkaran pertama. Setelah semuanya mecoba melempar, lalu orang yang tidak dapat memasukkan gentingnya ke dalam lingkaran pertama akan menjadi 'ucing' dalam permainan. Jika ada lebih dari 1 orang yang tidak dapat memasukkan gentingnya ke dalam lingkaran, maka mereka (orang-orang yang gagal) harus mencoba melemparkan genting mereka k...
Cingcowong merupakan tradisi asli masyarakat Desa Luragung Landeuh. Tradisi ini merupakan upacara sebagai bentuk permohonan masyarakat agar diturunkan hujan. RItual ini dipimpin oleh seorang punduh perempuan yang menggunakan boneka berbentuk perempuan sebagai media perantara untuk komunikasi. Upacara ini baru dilaksanakan ketika di daerah mereka tidak turun hujan dalam waktu yang lama. Ritual Cincongwong melibatkan beberapa orang, yaitu Punduh sebagai pemimpin ritual, para pembantu punduh (2 orang perempuan membantu pelaksanaan, dan 2 orang lain memainkan alat musik), penanggap cingcowong (orang yang meminta dilaksanakan cingcowong), dan penonton. Sebelum ritual, dilakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dilakukan adalah persiapan punduh, persiapan boneka cingcowong, persiapan sesaji, dan menyiapkan para pembantu punduh. satu hari sebelum pelaksanaan, boneka cingcowong dikeluarkan dari goah, kemudian dibawa ke comberan juga meletakann sesaj...
Tari Cangkurileung berasal dari Jawa Barat. Tarian ini menggambarkan sosok burung Cangkurileung (Kutilang) yang indah. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh anak-anak. Burung Cangkurileung atau Kutilang adalah burung yang berukuran sedang dan memiliki ekor yang indah. Burung ini memiliki punggung dan ekor berwarna coklat kelabu. Tenggorokan, leher, dada, dan perutnya berwarna putih keabu-abuan. Dahi, topi, dan jambulnya berwarna hitam. Burung Kutilang juga memiliki suara yang khas. Biasanya burung ini mengeluarkan suara "cuk...cuk...cuk" atau "tuit...tuit". Burung ini senang berkelompok dan tidak suka terbang sendiri. Tari Cangkurileung diperkenalkan oleh Irawati Durban. Tari Cangkurileung ini diiringi oleh lagu Cangkurileung yang sangat merdu dan indah karya Koko Koswara. Lagu yang tidak dikenali banyak orang namun pada saat mendengarnya lag tersebut dapat membuat yang menontonnya iku menyanyikannya dalam hati. Pada umumnya, Tari Cangkurileung memilii tempo da irama 1 x...