Tana Toraja dikenal sebagai suku budaya Indonesia yang memiliki berbagai macam keunikan khas. Salah satu keunikannya adalah Ma'nene. Ma'nene adalah upacara adat mengganti pakaian mayat para leluhur. Ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Upacara ini dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya pada bulan Agustus setelah panen. Masyarakat adat Toraja percaya bahwa jika ritual tersebut tidak dilakukan, maka sawah-sawah dan ladang mereka akan rusak oleh hama dan ulat yang datang tiba-tiba. Ritual Ma'nene dilaksanakan lewat hasil musyawarah desa dan diputuskan oleh keluarga dan tetua adat. Setelah keputusan bulat, prosesi Ma'nene diawali dengan berkunjung ke lokasi leluhur mereka yang dinamakan Patane. Peti-Peti mati para leluhur akan dikeluarkan dari makam-makam liang batu dan diletakkan di arena upacara dengan membaca doa bahasa Toraja oleh tetua adat. Doa untuk memohon izin kepada leluhur agar masy...
Ritual tradisi memiliki nilai yang luhur untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Sayangnya, gempuran budaya asing membuat ritual ini dilupakan. Tak jarang, anak muda zaman sekarang tidak tahu dengan ritual tradisi sendiri. Kali ini saya akan membahas mengenai salah satu ritual dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yaitu Genrang Sanro. Ritual genrang sanro berasal dari kata "genrang" yang artinya musik dan "sanro" yang artinya tabib dalam bahasa Bugis, adalah ritual pengobatan yang dilakukan dengan cara unik, yaitu dengan menggunakan sarana musik tradisional seraya berdoa mengharap kesembuhan. Ritual genrang sanro diadakan untuk mengobati penyakit dalam seperti tipes, cacar, maupun orang yang terkena guna guna atau santet. Dalam melakukan ritual ini seluruh sanro atau tabib yang memainkan musik tradisional haruslah perempuan yang merupakan garis keturunan secara turun menurun. Prosesi ritual ini dilakukan dengan permainan musik ansambel perkusi dengan...
Palumara, yang namanya tak asing di telinga berdarah makassar saya, adalah masakan khas Makasar yang berbahan ikan. Sup ini berkuah bumbu kunyit dan memiliki cita rasa segar dan gurih dari bawang. Palumara ini biasa disajikan di keluarga saya untuk makan malam, bahan dasarnya ikan laut. Ikan air payau seperti bandeng pun dapat dipakai, namun di keluarga besar saya haram hukumnya menyajikan pallu mara dari ikan air tawar yang teksturnya cenderung lembek & lembut. Tidak cocok, kata nenek saya. Keluarga besar dari sisi ayah saya selalu menyajikan hidangan berkuah kuning ini dalam acara-acara, baik kecil maupun besar. Nenek saya, yang sudah berusia lebih dari 70 tahun masih bersikeras menangani berdua hidangan ini, tak percaya akan kemampuan orang lain selain dirinya dan putri keduanya. Resep pallu mara keluarga saya sendiri tidak akan anda temukan dimana-mana karena resepnya hanya diturunkan lewat pengajaran langsung orangtua kepada anaknya. Menurut ayah, pallu mara paling spes...
Upacara adat Mappassili merupakan upacara yang dilakukan oleh masyarakat Bugis yang berupa upacara kehamilan tujuh bulan. Mappassili memiliki arti yaitu kehamilan tujuh bulan dan dalam bahasa Bugis Bone, Mappassili berarti memandikan. Tujuan dilakukannya upacara adat Mappassili ini adalah untuk menolak bala atau mengusir malapetaka / bencana serta mengusir roh-roh jahat sehingga kesialan dapat hilang dan lenyap. Upacara adat Mappassili akan dipimpin oleh seorang dukun. Sebelum upacara dimulai dengan iring-iringan, sang calon ibu harus melewati sebuah tangga yang terbuat dari bambu (sebanyak 7 anak tangga) yang disebut dengan Sapana. Hal ini memiliki makna bahwa sang calon anak akan mendapat rezeki yang naik terus seperti yang disimbolkan ibunya dengan menaikki 7 anak tangga. Upacara dimulai dengan membacakan doa-doa yang dilakukan oleh seorang ustadzah. Awal upacara tersebut akan diiringi oleh pasangan calon ayah dan ibu yang memakai pakaian adat Bugis unuk pergi ke rumah bambu...
Budaya Mattekkeng/ Mappattekkeng (terjemahan bebasnya menggunakan tongkat) dalam masyarakat Bugis merupakan upacara tradisional yang dilakukan ketika anak/bayi sudah berumur ±1 tahun atau sudah bisa berdiri dan melangkah sendiri tanpa bantuan. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kedua orang tua dan keluarga besarnya, yang ditandai dengan menyediakan ketan putih yang dibungkus dengan daun kelapa yang masih muda atau sering disebut Janur Kuning. Adapun prosesi pembuatannya yaitu ketan putih yang telah dimasak dan diberi santan kemudian dibungkus dengan daun Janur Kuning dan diikat tali dari daun lontar kering sehingga menyerupai sebuah tongkat. Tongkat ketan tersebut selanjutnya dimasak kembali sekitar 3 jam. Ada 2(dua) ukuran tongkat ketan yang disediakan yaitu (1) tongkat ketan dengan panjang ±1 meter dan diameter ±3 – 3,5 cm dan (2) tongkat ketan dengan panjang ±20 cm dan diameter ±2 cm. Tongkat ketan ini kemudian dikenal...
Salah satu adat Suku Bugis yang jarang diketahui masyarakat luas adalah adat naik rumah atau adat saat memiliki rumah baru, adat ini juga sudah mulai luntur sedikit demi sedikit. Apabila seseorang memiliki rumah baru, dan memiliki anggota keluarga atupun tetangga yang masih bayi, maka anak bayi yang pertama kali masuk rumah baru tersebut disentuhkan tangannya dengan air yang ditampung di dalam rumah. Masyarakat Suku Bugis percaya bahwa apabila hal ini dilakukan maka tuan rumah bias mendapatkan rezeki yang bagus. Alasan ritual ini karena anak bayi dipercaya sebagai pembawa keberuntungan. Serta air yang sifatnya dingin, air yang dingin sebagai simbol rezeki dingin, artinya rezeki yang banyak, bagus, berkah, dan halal.
Rumah dalam bahasa Makassar disebut Balla atau Bola dalam bahasa Bugis. Rumah khas Makassar berbentuk rumah panggung yang tingginya sekitar 3 meter dari tanah. Disanggah oleh tiang-tiang dari kayu yang berjejer rapih. Rumah atau balla berbentuk segi empat dengan lima tiang penyangga ke arah belakang dan 5 tiang penyangga ke arah samping. Untuk rumah milik bangsawan yang biasanya lebih besar, jumlah tiang penyangganya berjumlah lima ke samping dan enam atau lebih ke arah belakang. Atap rumah adat Makassar berbentuk pelana, bersudut lancip dan menghadap ke bawah. Biasanya bahannya terdiri dari nipah, rumbia, bambu, alang-alang. ijuk atau sirap. Jaman sekarang bahan penutup atapnya sudah lebih modern tentu saja. Bagian depan dan belakang puncak atap rumah yang berbatasan dengan dinding dan berbentuk segitiga disebut timbaksela. Dari timbaksela ini bisa dikenali derajat kebangsawanan pemiliknya. Timbaksela yang tidak bersusun menandakan pemiliknya adalah orang biasa,...
Upacara mayat berjalan di Tana Toraja yang sekaligus menjadi budaya tersebut dikenal dengan nama Ma'Nene. Upacara adat tersebut dilakukan dalam rangka mengganti pakaian mayat para leluhur. Terbilang unik dan khas, mengingat ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu, di pedalaman Toraja Utara. Ritual Ma'nene dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya dilakukan pada bulan Agustus. Hal tersebut mengingat upacara Ma'Nene hanya boleh dilaksanakan setelah musim panen yakni yang jatuh pada bulan Agustus. Masyarakat adat Toraja percaya jika ritual Ma' Nene tidak dilakukan sebelum masa panen, maka akan sawah-sawah dan ladang mereka akan mengalami kerusakan dengan banyaknya tikus dan ulat yang datang tiba-tiba. Prosesi Ma'Nene itu sendiri diawali dengan mengunjungi lokasi tempat dimakamkan para leluhur masyarakat setempat yakni di pekuburan Patane di Lembang Paton, Kecamatan Sariale, ibu kota Kabupaten Toraja Utara, seperti yang dilansir dari...
Massureq Tradisi seni dan kebudayaan dari Sulawesi Selatan Massureq berasal dari suku bugis. Massureq terdiri dari kata Ma dan Sureq . Ma dalam Bahasa Bugis adalah suku kata yang menandakan sebuah kegiatan, sementara Sureq disini adalah kata benda. Maka massureq jika diartikan secara keseluruhan adalah suatu kegiatan membaca sureq atau naskah. Adapun naskah yang biasanya dibacakan adalah semua episode atau tereng dalam epos I La Galigo, Meongpalo Karellae dan beberapa naskah lainnya. Filosofi terciptanya tradisi massureq berawal dari kebutuhan masyarakat bugis akan hiburan, dan pengetahuan terkait naskah-naskah Bugis. Massureq sendiri merupakan pendukung eksistensi atau keberadaan naskah-naskah Bugis. Karena melalui massureq , naskah tersebut dapat dengan mudah diwariskan dan dipahami isinya dengan cara yang lebih menghibur. Bahasa yang digunakan adalah bahasa suku bugis yaitu aksara lontara. Saat ini, massure q masih ser...