Jalan-jalan ke Kupang , Nusa Tenggara Timur jangan lupa cicipi jagung bose. Apa sih jagung bose itu? Jagung bose adalah sajian bubur khas Nusa Tenggara Timur berbahan jagung dan menggunakan santan yang diparut sendiri. Rasanya gurih, sehat, dan rendah kandungan glukosa (gula) sehingga jadi pilihan menu bagi penderita diabetes. Satu tempat yang bisa kamu sambangi demi menikmati seporsi jagung bose adalah Warung Gerhana . Lokasinya di Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang atau sekitar 32 Km arah timur Kota Kupang . Butuh waktu sekitar 50 menit menggunakan kendaraan roda empat untuk tiba di sana. Bisa menggunakan sepeda motor, bus, maupun angkutan desa jurusan Oesao. Jika menggunakan kendaraan umum, butuh waktu agak panjang. Sabar saja, toh rasa capai itu terbayar lunas setelah sampai di sana. Warung ini sederhana, dibangun menggunakan pelepah...
Tradisi melarung atau dalam bahasa daerahnya Pamanga Tamianotai yang sudah lama tidak pernah dilakukan kembali dihidupkan oleh nelayan di Pulau Pemana, Kabupaten Sikka. Tradisi inimerupakan tradisi untuk memberi penghormatan kepada laut yang telah menghilang sejak tahun 1980-an. Pulau Pemana sendiri merupakan pulau kecil berpasir yang berjarak tempuh 2-3 jam perjalanan menggunakan kapal penumpang dari Maumere. Masyarakat di Pulau Pemana dikenal sebagai nelayan yang tangguh. Para nelayan Pulau Pemana, mayoritas merupakan keturunan suku pendatang dari Selayar, Bone, Buton dan Bugis di Sulawesi yang telah beratus tahun tinggal di wilayah ini. Dalam tradisi warisan dari para leluhur mereka mengikat para nelayan agar menjaga laut dengan tidak menangkap ikan dengan cara merusak terumbu karang, biota laut dan alam. Dengan menggelar kembali ritual ini, masyarakat diajak kembali untuk mencintai laut dan ekosistemnya. Kegiatan ini juga untuk menyadarkan mereka kembali agar mengho...
Fakta bahwa bumi Flores kaya dengan budaya terlihat dari keragaman tradisi masyarakatnya. Etnis Tana Ai, -satu dari lima etnis di Sikka, misalnya memiliki seremoni Glen Mahe , sebuah ungkapan syukur atas berkat Yang Maha Kuasa. Ratusan warga mendatangi ritual adat yang berada di tengah hutan rimbun berjarak sekira 400 meter dari pemukiman kampung. Glen Mahe dilaksanakan setiap 5 tahun sekali atau lebih, tergantung pada hasil pertemuan yang digelar Tana Puan atau kepala suku bersama Marang (panglima perang) serta ketiga pemimpin suku Wulo, Ketang Kaliraga dan Lewar Lau Wolo. Hasil perundingan tersebut lalu disampaikan kepada warga, atau anak suku, dan bila disetujui maka Glen Mahe akan dilaksanakan sesuai jadwal waktu yang telah disepakati. Glen Mahe sudah dilaksanakan sejak Mahe , pusat ritual adat didirikan sejak tahun 1800-an, gunanya untuk mensyukuri apa yang diperoleh selama kurun waktu tersebut dengan memberikan kurban kepada Ina Nian Tana dan lelu...
Ritual Soro Nei, sebuah ritual kearifan lokal untuk menyelamatkan paus agar tidak terdampar. Dimulai dengan membuat bunyi-bunyian di bawah laut untuk membawa ke pintu keluar palung. Kemudian ditambah dengan dengan lantunan doa dan sejumlah sarana pengantarnya. Secara harfiah seperti spirit memberi makan dan memanggilnya menuju laut. Menggunakan sejumlah sarana seperti kapas, ikan kering putih, dan tuak atau air deresan bunga kelapa/lontar. Ritual tersebut dilakukan oleh masyarakat di Teluk Waienga, Desa Watodir, Kecamatam Ile Ape, Kabupaten Lembata. Ritual Soro nei bisa dibilang memberi makan dan meminta untuk kembali ke laut lepas ritual ini dilakukan oleh para tuan tanah di sekitar teluk. Sarananya antara lain, kapas dipelintir menjadi bola-bola kecil, ada juga sejenis umbi-umbian yang biasa disematkan pada bayi untuk menolak bala. Lalu ada ikan kering putih non pelagis yang digandeng biji beras.Kapas dipelintir saat pelafalan doa. Persembahan untuk moyang leluhur menyambut sa...
Orang-orang suku Sabu menyebut upacara ini Iu Roulekku ( hapo pakebake ). Iu Roulekku artinya memasang atau mengikat daun lontar pada bagian depan rumah, sedangkan hapo pakebake berarti menyambut kandungan yang telah jadi. Sementara itu, orang-orang suku Dawan menyebutnya Lais toet manik oe matene atau Lais toet aomina yang artinya memohon kesejahteraan buah kandungan. Upacara ini bertujuan untuk memohon agar bayi yang ada dalam kandungan sehat walafiat dan lahir dengan selamat serta dalam keadaan sempurna. Upacara ini diadakan saat kandungan berumur 5 bulan karena menurut kepercayaan orang sabu, pada saat itu bayi telah menjadi manusia sempurna. Sarana-sarana yang digunakan dalam pelaksanaan upacara antara lain selembar daun lontar beserta lidinya yang belum dipisahkan, yang kemudian dianyam membentuk sebuah wadah khusus untuk tempat persembahan (Roulekku), tikar, sesajian, dan hewan untuk disembelih. Dalam upacara ini, baik suku Sabu maupun suku Dawan sama-sama menye...
Pada suku Sabu, upacara ini disebut Hapo ana, dan pada suku Dawan disebut Lasi an kon aufnao an kon . Upacara ini dimaksudkan untuk memohon pada para dewa agar bayi lahir dengan selamat dan selalu sehat, dan agar ibu si bayi juga selalu sehat dan dapat mengandung lagi serta melahirkan dengan selamat. Tahapan upacara ini meliputi pemotongan ari-ari bayi, penggantungan ari-ari bayi tersebut di atas pohon, pemberkatan bayi dan ibunya. Pelaksanaan upacara ini juga melibatkan semua anggota keluarga, kerabat, dan tokoh-tokoh adat. Biasanya dalam upacara ini diadakan penyembelihan hewan, seperti kambing, domba, babi atau ayam. sumber :https://www.senibudayaku.com/2017/11/upacara-adat-nusa-tenggara-timur.html#
Indonesia timur salah satunya, terkenal dengan adat istiadatnya yang masih kental dipegang oleh masyarakat setempat secara turun-temurun dari para nenek moyang hingga kini. Upacara-upacara atau ritual keagamaan dan adat istiadat masih dipegang teguh dan dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Salah satu tradisi yang masih dilakukan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang dan sekitarnya adalah acara "Hel Keta" bagi para calon pengantin baru yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Setiap orang yang ikut dalam acara ini wajib memakai pakaian adat seperti kain beti bagi kaum laki-laki, dan kain tais bagi perempuan. Acara "Hel Keta" merupakan salah satu tahap yang harus dilalui sebelum acara malam adat untuk penyerahan mahar atau dalam istilah di Timor disebut Belis. Setelah itu dilakukan pemberkatan sah di gereja karena mayoritas penduduk asli adalah pemeluk agama Katholik dan Kristen Protestan. Acara ini biasa dilakukan sebagai simbol pertemuan an...
Banyak masyarakat dari berbagai suku di Indonesia yang mewujudkan rasa syukur mereka dalam bentuk upacara adat. Rasa syukur ini mereka panjatkan atas karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kepada mereka seperti panen yang berlimpah, kelahiran anak, rumah baru, dan lain sebagainya. Masyarakat Desa Goloni di kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur juga punya satu tradisi pengucapan rasa syukur, yaitu ritual penti. Ritual penti di flores merupakan pesta upacara sebagai wujud syukur atas hasil panen yang berlimpah. Hasil panen masyarakat Desa Goloni di Flores berupa kopi, vanili, cengkeh, dan juga padi. Ritual penti pada masyarakat Goloni di Flores NTT diselenggarakan setiap tahun. Ritual penti terus dipertahankan sampai sekarang. Masyarakat di Flores percaya jika mereka lalai menyelenggarakan penti, mereka akan terkena suatu musibah atau nasib buruk. Ritual penti pada masyarakat Desa Goloni di Flores NTT juga digelar sebaga...
Dibalik keanehan binatang Komodo yang hidup di bumi Congka Sae, sebutan untuk bumi Mangggarai Raya, tersimpan berbagai keunikan tradisi dan budaya masyarakat yang secara turun temurun diwariskan. Selain Tari Caci yang sudah terkenal di kalangan masyarakat Manggarai Raya, ada tradisi-tradisi yang terus diupacarakan di rumah-rumah adat di seluruh Manggarai Raya. Salah satu tradisi itu adalah Tradisi “Kapu Agu Naka”. Salah satu suku di Kampung Paang Lembor, Desa Wae Bangka, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat menggelar ritual “Kapu Agu Naka”. Kapu artinya pangku dan Naka artinya, riang. Kapu agu Naka diartikan memangku seseorang dengan penuh riang atas berbagai keberhasilan, baik memberikan keturunan yang berkembang banyak maupun kesuksesan dalam menggarap sawah, kebun dan sekolah. Warisan leluhur ini harus dilaksanakan oleh keturunan dalam kehidupan masyarakat Manggarai Raya. Uniknya, ritual ini digelar untuk menghormati leluhur yang telah b...